NovelToon NovelToon
Jetro, Pengantin Pengganti

Jetro, Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Pengantin Pengganti
Popularitas:96.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Jetro Julian Wisesa, pengusaha sukses, masih single.

"Aku yang akan menikahimu."

Febi Karindra, bekerja di kantor polisi, sudah dijidohkan dengan rekan kerjanya hanya bisa mematung. Semua tamu yang awalnya kasihan karena pengantin prianya tidak datang, sekarang menatap iri. Karena pengganti pengantinnya lebih segala galanya dari pada pengantin aslimya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu

Jetro membukakan pintu mobil untuk Febi. Mereka sudah tiba di basemen hotel.

"Masih capek?" tanya Jetro sambil menahan pintu mobilnya.

Febi hanya mengangguk dengan pipi merona. Teringat aktivitas panas yang mereka lakukan di yatch tadi.

Mereka tidak bisa lama lama karena beberapa sepupu dan kerabat Jetro sudah punya maka batita yang mereka titipkan dengan mami mami mereka. Jadi mereka tidak bisa sampai malam di yatch. Selain itu juga pengaruh ramalan cuaca bmkg kalo malam ini akan turun hujan.

Tatap mereka masih bertemu sampai Jetro mengulurkan tangan yang disambut Febi.

Febi heran dengan dirinya, tiap bersama Jetro, dia selalu cosplay jadi putri yang super lembut, seolah dia bukanlah polwan yang sudah beberapa kali menangkap penjahat.

"Besok kamu sudah dinas? Padahal aku maunya kamu dinas di ruanganku aja," keluh Jetro setelah menutup pintu mobil dengan tangan yang lainnya merangkul pinggang Febi.

Febi merinding mendengarnya. Kata kata Jetro kembali mengingatkannya akan yang selalu yang dilakukan laki laki itu saat mereka sedang berdua.

Karena suasana sepi Jetro nekat menci-um bibir Febi.

Febi menjauhkan wajahnya ketika ci uman Jetro mulai menuntut lebih.

"Nanti ada yang lihat."

"Bagus, kan. Kita suami istri," protes Jetro tapi tidak memaksa.

Febi menatap sekitar karena dia merasa mereka sedang diawasi. Nalurinya saja yang membuatnya ngga nyaman.

"Paling nanti mereka.yang lihat akan merasa iri," senyum Jetro dan mengajak Febi melangkah perlahan. Tangannya tetap merangkul pinggang Febi.

Ngga jauh dari keberadaan mereka Fiola yang baru saja kembali dari dinasnya merasakan dadanya seperti terbakar.

Dia yang baru mau keluar dari dalam mobil jadi membatalkan niatnya.

Kemesraan keduanya terlihat dengan sangat jelas. Dia makin ngga terima melihat Febi diratukan seperti itu.

Febi kamu memalukan sekali, makinya dalam hati.

Di tempat lain Marlena dan Cakra juga melihat yang dilakukan Jetro dan Febi.

Wajah Marlena agak pucat dan jengah.

"Mereka sudah sedekat itu?" Marlena mengira Febi tidak bahagia bersama Jetro karena pernikahan mereka yang tak direncanakan. Tapi yang dilihatnya di luar dugaannya.

"Jetro sudah naksir dengan Febi sebelum mereka menikah, mam. Dia pernah mengirimkan Febi bunga, mam," lapor Cakra.

"Oooh...."

Pantas saja, batin Marlena.

"Febi juga?" Marlena dapat melihat sendiri kalo Febi mungkin juga sudah sudah suka dengan Jetro.

"Iya, mam."

Marlena menghembuskan nafas panjang.

"Jadi karena itu juga kamu ngga bisa datang? Karena kamu tau Febi tidak mencintai kamu?"

Cakra terdiam. Bukan, bantahnya dalam hati. Dia pernah menantang Jetro. Dia juga berniat datang, tapi Jetro menggagalkannya.

Dia meringis ketika mamanya mencubit lengannya.

"Kamuh.... Harusnya kamu bilang sama mama. Mama hampir saja menyakiti perasaan Febi," marahnya sambil membuka pintu.

"Ma, kalo aku katakan, Febi mencintai orang lain, mama akan batalkan pernikahan kami?" tahan Cakra.

"Kalo mama tau cinta laki laki itu sangat besar untuk Febi, pasti akan mama batalkan," jawab Marlena sambil keluar dari dalam mobil.

Cakra terdiam melihat mamanya berjalan mendekati Febi. Ternyata sesayang itu mamanya sama Febi.

"Febi sayang."

Febi dan Jetro menghentikan langkahnya.

"Tante...."

Jetro seakan mengerti, dia melepaskan rangkulannya di pinggang Febi, membiarkan istrinya mendekati wanita paruh baya yang berjalan tergesa mendekatinya.

Marlena menggenggam kedua tangan Febi dengan mata penuh air mata.

"Tante...." Febi yang masih terkejut melihat mamanya Cakra merasakan lidahnya kelu. Apalagi kini wanita yang selalu menyayanginya memeluknya erat.

"Kamu ..... bahagia, kan?" ucap Marlena tersendat.

"Iya, tante..... Aku bahagia," jawab Febi dengan mata yang kini juga dibanjiri air mata.

Jetro yang berada beberapa langkah dari kedua wanita yang saling berpelukan itu mendengar derap langkah yang mendekatinya.

Cakra berjalan pelan mendekatinya. Keduanya saling bertatapan penuh makna hingga dia kini sudah berada di samping Jetro.

"Selamat untuk pernikahanmu," ucap Cakra.

Jetro mengangguk.

"Terimakasih."

Keduanya masih tetap bertatapan, kali ini lebih tajam, tapi bukan tatapan permusuhan.

"Kerja kalian rapi. Aku tau sulit menuntutmu karena sudah memberikan aku obat tidur yang dicampur di dalam minuman alkoholku."

Jetro tetap tenang, tidak terpengaruh dengan pancingan Cakra.

"Aku ngga mengerti yang kamu katakan," kilah Jetro tenang.

Cakra tersenyum miring.

"Aku mengapresiasi tindakanmu, lho," sarkas Cakra.

"Aku hanya mengambil yang jadi milikku."

"Ya, ya. Aku tau."

Sementara itu Fiola makin geram melihatnya.

*

*

*

Ketika akan mendekati kamar mereka, Febi mendapat notif pesan dari kakaknya.

Sejak hari pernikahannya, kakaknya sama sekali tidak mengirimkan pesan atau menghubunginya sama sekali. Dia bahkan sempat lupa kalo kakaknya juga menyukai Jetro.

"Ada apa?" tanya Jetro yang sudah bersiap akan membuka pintu kamar melihat wajah ceria Febi yang sedikit berubah setelah melihat ponselnya.

"Hanya pesan ucapan selamat kita sudah menikah dari teman," jawab Febi tenang.

Jetro tersenyum walaupun yakin kalo Febi berbohong.

Ponselnya yang bergetar membuatnya menerima telponnya lebih dulu sebelum menempelkan kartu akses kamar mereka.

Selagi Jetro mengobrol via telponnya, notif pesan dari kakaknya datang lagi, lagi dan lagi. Tapi Febi sudah tidak ingin melihatnya lagi, karena dia tau kakaknya hanya ingin membuatnya menaruh curiga pada Jetro.

Tapi sekarang hatinya benar benar jadi resah dan kecurigaan itu terasa cukup kental dalam pikirannya.

Di malam pertamamu, aku dan Jetro bertemu. Ternyata dia ngga pu@s dengan servicemu.

Febi ingat, malam itu dia tertidur setelah menyerahkan semuanya pada Jetro. Dia tidak menyadari kepergian laki laki itu, karena paginya saat bangun tidur, Jetro ada di sampingnya.

Hatinya tergelitik untuk melihat pesan pesan kakaknya selanjutnya.

Tanyakan saja, dia ketemu aku malam itu.

Kamu ngga tau karena tidurmu sangat nyenyak.

Jangan sedih, ya, kalo nanti dia sering mencari aku.

Hati Febi kini mulai meradang.

Apa apaan ini, geramnya dalam hati.

"Kakakmu bohong."

Febi mengangkat kepalanya ketika mendengar suata bantahan Jetro.

Febi sulit menyimpan perasaan marah, curiga dan merasa dibodohi Jetro dari pancaran sinar matanya.

Jetro malah tersenyum yang makin membuat Febi sebal. Perasaan itu muncul begitu saja tanpa bisa dia cerna lebih dulu kebenarannya.

"Kita bisa ke ruang rekaman cctv."

Tanpa menunggu jawaban Febi Jetro menarik tangan istrinya agar mengikuti langkahnya. Tetap tenang, seolah semua sudah dalam kendalinya.

Untungnya setelah telponnya usai, Jetro mengintip chat yang sedang dibaca Febi dengan serius. Postur tubuhnya yang lebih tinggi memudahkannya membaca chat penuh kebohongan itu.

Sekarang di ruang keamanan, Febi sudah bisa melihat sendiri betapa Jetro mengacuhkan kakaknya.

Dalam hati dia memaki karena tadi kemarahannya sempat tersulut akibat chat penuh racun dari kakaknya.

"Sudah percaya?" Jetro menatap Febi dengan tetap mengekalkan senyumnya.

Febi mengangguk, ketenangan dan kewarasannya sudah kembali.

Aneh, kenapa dia begitu marah saat tau Jetro bertemu kakaknya?

1
Lia Kiftia Usman
pikiran dan hati yg selalu 'netink' mempercepat berkembang sel kanker nya... jauh dari bersyukur apalagi koreksi diri... ya sudahlah ....🤭
Ariany Sudjana
hahaha sudahlah mati saja kamu fiola, kamu itu pelacur murahan dan juga pembunuh 🤣🤣😂😂
Ernaaaaa
nah loh...tobat Thor eh salah tobat Fiola
Lusi Hariyani
emang karma fiola...itu kanker dr org2 yg dibunuh fiola
Lusi Hariyani
si baim modus bngt dh blng aja suka im jgn bikin baper ank org...sat set gitu😄
anggita
👍like☝☝2xiklan
anggita
selamat idul fitri thor, maaf lahir dan batin🙏.
Dewi kunti
stegi🤭
Herman Lim
baim mank jaim ya giring sampe pelaminan ya Baim. 🤣🤣
Elisabeth Ratna Susanti
selamat Hari Raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin 🥰
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍🥰
Ariany Sudjana
betul setuju kalau nashwa yang jadi jodohnya Cakra, perempuan baik-baik dan mandiri, dan yang pasti bukan pelacur murahan dan pembunuh seperti fiola
Ariany Sudjana
heh kamu jalang murahan, kamu masih berharap mamanya Jetro atau Jetro melawat kamu ke RS? terus kamu mau buat drama supaya Jetro kasihan sama kamu, terus minta kamu jadi istrinya? hahaha ada pelacur murahan mimpi ketinggian 🤣🤣😂😂 heh jalang murahan, kamu itu sudah cocok jadi pelacur dan pembunuh, ga cocok masuk ke keluarga konglomerat, seperti keluarga Jetro 😂😂🤣🤣
Tri Handayani
tuch cakra udah langsung dapat restu dari mama dan papamu tinggal kamu'nya aja,masih terbelenggu dg masa lalu atau ingin bahagia dgn seorang yg baru.
Rahmawati
dah dapet restu tuh dari mama marlena,, tinggal cakranya mau move on ato gk
Elizabeth Zulfa
minal aidzin wal faidzin mohan maaf lahir dan batin Thor & teman2 pembaca semua 🙏🙏🙏
maafkan jika ada kritik, saran/pun komen aq zg tanpa sengaja menyinggung kalian yaaaa.... 😊😊😊
Lusi Hariyani
ternyata naswa yg jd target y cakra
hansen
cakra OTW nikah niii🤭
Ernaaaaa
MET lebaran Thor mohon maaf lahir bathin
Rahma AR: met lebaran juga...... maaf lahir dan batin😊
total 1 replies
Ernaaaaa
g kapok tuh orang ..otakna dah g ada
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!