NovelToon NovelToon
Menjadi Madu Dalam Semalam

Menjadi Madu Dalam Semalam

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Poligami
Popularitas:19.4k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

kehidupan seorang gadis yang dulu bergelimang harta, Dimanja oleh ayah dan kakak laki-lakinya, sekarang hidup sederhana, karena perbuatan masa lalunya bersama Mamanya ...Selena.

"Panas...., Papa tubuhku rasanya sangat panas" rintih Patricia sambil berlari.
" cepat nak, kalau tidak lari, kau akan menjadi santapan para pria iblis itu" ucap Papanya yang bernama Tono, Putrinya akan dijual, bahkan mereka memberikan obat perangsang
Duarrrrrr...
suara guntur menggelegar ,hujan turun begitu lebatnya,membuat jalanan licin...
" Aaahhhh"
Patricia terjatuh, karena terpeleset,...
" Ayo cepat nak, "
" Iya pah"....
mereka memasuki gedung tua yang tak berpenghuni, suasananya begitu gelap....
"Paaaa...panas, ... hiks... hiks..... Cia tidak kuat pah, sakit"
Patricia terus menyakiti dirinya sendiri...
" Ya Allah....ini sangat menyiksa Cia...Pa....".
" Jangan, sakiti diri sendiri nak...." ucap Tono dengan nada khawatir....
" Brakkkkk"
tak lama kemudian... seorang pemuda datang dengan korek api yang meny

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Malam semakin larut, menyisakan sunyi yang mencekam di kediaman Suhadi. Alendra tidak bisa memejamkan mata. Bayangan wajah pucat Patricia dan tatapan tajam Kirana terus berputar di kepalanya. Sambil membawa sebuah kotak obat kecil berisi salep pereda nyeri dan antiseptik, Alendra melangkah tanpa suara menuju paviliun samping.

Ia membuka pintu kayu itu perlahan. Di sana, di bawah cahaya lampu tidur yang temaram, Patricia sedang meringkuk di balik selimut. Tubuhnya bergetar hebat.

Alendra mendekat, berniat mengoleskan salep pada luka lecet di pergelangan tangan Patricia. Namun, ia terhenti saat mendengar suara parau yang keluar dari bibir manis Patricia .

Patricia mengigau, napasnya memburu "Alen... kopi plastik... hhh... maaf. Jangan pergi... Alendra, butiran debu itu... dia benar... aku jahat... maaf..."

Alendra terpaku. Jantungnya berdegup kencang. Patricia tidak memanggil namanya sebagai Tuan Alendra yang kaya raya, tapi ia memanggil sosok Alendra dua tahun lalu. Gadis ini ternyata menyimpan penyesalan yang begitu dalam selama masa menghilangnya.

Alendra berbisik lembut, mengusap dahi Patricia yang berkeringat dingin "Aku di sini sayang ...Cia... Aku di sini."

Tiba-tiba, Patricia tersentak bangun dengan jeritan tertahan. Matanya membelalak ketakutan. Begitu melihat sosok pria di sampingnya dalam kegelapan, trauma malam di gudang itu kembali menghantamnya.

Patricia mundur hingga terpojok di kepala ranjang, melindungi tubuhnya dengan bantal. "JANGAN MENDEKAT...! TOLONG... JANGAN SENTUH AKU LAGI! PANAS... SAKIT, TUAN! SAYA MOHON... HIKS... JANGAN PAKSA SAYA LAGI.... SAKIT....HIKS HIKS....PERGI...." teriak Patricia di paviliun mewah nya.

Alendra Mengangkat kedua tangannya, mencoba menenangkan "Cia..., ini aku. Ini Alendra. Tenang, Sayang... aku tidak akan menyakitimu. Aku hanya ingin memberikan obat." ucap Alendra dengan lembut....

" TIDAK..........SAKIT.... PERGI....DARAH....., KAU MEMBUATKU BERDARAH....KAU MENYAKITI KU " Teriak Patricia semakin keras, membuat Alendra merasa sangat bersalah, ini memang salahnya yang terlalu brutal saat menggagahi Patricia, ia tahu ,saat itu Patricia tidak sadar, tapi dirinya begitu menikmatinya sehingga tidak memikirkan keadaan Patricia keesokan harinya.

Greppp,

Alendra memeluk tubuh Patricia yang terus meronta-ronta.

" maaf kan aku sayang...., Cia maafkan aku" ucap Alendra lembut, matanya berkaca-kaca, hatinya hancur melihat wanita yang sangat di cintai nya merasa trauma seperti ini gara-gara ulahnya, seandainya ia melakukannya dengan lembut, mungkin Patricia tidak akan seperti ini.

Patricia mendorong tubuh Alendra yang sedang memeluknya...ia menatap Alendra dengan tatapan kosong selama beberapa detik sebelum akhirnya menyadari di mana ia berada. Isak tangisnya pecah. Ia menenggelamkan wajahnya di lutut.

"Aku kotor, Alen... Kamu merusakku semalaman, dan sekarang kamu melihatku seperti ini. Aku benci diriku sendiri karena justru merasa aman saat kamu ada di sini."

Di luar pintu paviliun yang sedikit terbuka, Kirana berdiri mematung. Ia sengaja mengikuti Alendra karena merasa suaminya tidak ada di sampingnya saat ia terbangun.

Tangan Kirana mencengkeram dadanya yang tiba-tiba terasa sesak,bukan hanya karena cemburu, tapi karena penyakit kronisnya mulai beraksi akibat tekanan emosi. Namun, rasa sakit di hatinya jauh lebih mendominasi saat mendengar Alendra memanggil Patricia dengan sebutan "Sayang" yang begitu tulus.

Kirana membatin dengan mata memerah. "Jadi benar... bukan cuma tanggung jawab. Kamu mulai mencintainya, Alen."

Di dalam kamar, Alendra tidak tahan melihat Patricia yang hancur. Ia duduk di tepi ranjang dan perlahan menarik Patricia ke dalam pelukannya lagi. Patricia sempat memberontak, namun akhirnya ia luluh, menyandarkan kepalanya di dada bidang Alendra.

Alendra mencium puncak kepala Patricia dengan penuh rasa bersalah "Maafkan aku karena harus merusakmu untuk menyelamatkanmu. Tapi demi Allah, aku akan menjagamu sekarang, Aku mencintai mu, aku sangat mencintaimu, perasaan ini sama seperti dulu, bahkan setelah memiliki mu,rasa cinta ku padamu begitu besar. Tidak akan ada yang menyakitimu lagi, bahkan Kirana sekalipun."

Patricia meremas kemeja Alendra, menghirup aroma maskulin yang kini terasa begitu akrab. "Tapi Mbak Kirana... dia istrimu, Alen. Aku tidak mau dia terluka karena aku."

" Sudah jangan pikirkan, kamu juga istri ku sekarang....ayo pejamkan matamu, malam ini aku akan menemani mu tidur" ucap Alendra dengan lembut, ia membaringkan tubuhnya,membawa Patricia kedalam dekapannya...

Alendra menghirup lembut aroma shampo Patricia yang begitu sangat menenangkan...

Sedangkan Patricia tidak bisa memejamkan matanya, karena ia masih merasa kaku berdekatan seperti ini.

" ini sudah malam, tidak baik untuk kesehatan mu, ayo... pejamkan" ucap Alendra yang tidak bisa di bantah.... Patricia akhirnya menurut,ia memejamkan kedua matanya.... mungkin karena pengaruh obat,jadi Patricia mudah untuk terpejam kembali.

Alendra terus mengusap bahu Patricia sampai benar-benar terlelap.... Alendra terus menatap wajah cantik Patricia yang kini tirus.

" aku mencintaimu Cia.... sangat mencintaimu, tidurlah yang nyenyak, aku akan memelukmu sepanjang malam" bisik Alendra lembut.

***

Kirana segera berbalik dan berjalan cepat menuju kamar utama sebelum Alendra keluar. Ia menutup pintu kamarnya dengan kasar dan jatuh terduduk di balik pintu. Ia terbatuk kecil, dan saat ia melihat telapak tangannya, ada bercak darah di sana.

Kirana tersenyum getir di tengah air matanya yang tak berhenti keluar "Jadi....mereka memang saling kenal, dan saling mencintai....hiks...,dan di pertemukan kembali oleh takdir yang begitu kejam....Mungkin memang sudah waktunya aku digantikan. Tapi tidak akan semudah itu, Patricia. Aku akan memastikan kamu merasakan bagaimana rasanya menjadi yang kedua di rumah ini." tadinya Kirana sudah rela melepaskan Alendra untuk istri mudanya,namun ternyata kedua orang itu berbohong kepada nya, bahkan Alendra sendiri yang dulu terlihat manis itu hanya topeng saja untuk melupakan Patricia yang tidak pernah hilang dari hatinya.

Malam ini, Kirana tertidur seorang diri, tanpa ada Alendra yang memeluknya seperti malam-malam sebelumnya.....

Keesokan harinya,saat malam, di kediaman Mahendra yang megah terasa begitu menyesakkan. Suasana yang seharusnya penuh syukur karena kepulangan Najwa setelah melahirkan, justru berubah menjadi panggung drama yang penuh dengan ketegangan tersembunyi.

Di ruang tengah, keluarga besar berkumpul. Setelah memastikan keluarga dari pesantren sudah memasuki kamarnya untuk beristirahat...

Sekarang, fokus semua orang terbagi antara bayi mungil Najwa dan kehadiran sosok asing yang kini menjadi bagian dari keluarga mereka Patricia.

Najwa duduk di sofa dengan bantal menyangga punggungnya, wajahnya memancarkan kebahagiaan seorang ibu baru. Namun, saat matanya bertemu dengan Patricia yang berdiri mematung di sudut ruangan dengan gamis sederhana, senyum Najwa memudar menjadi rasa iba yang mendalam.

Suara Najwa lembut, namun bergetar " mbak Cia... kemarilah. Jangan berdiri di sana seperti orang asing."

Patricia melangkah dengan sangat pelan. Gestur tubuhnya sangat tertutup; ia terus meremas jemarinya sendiri, kepalanya tertunduk hingga khimarnya menutupi sebagian wajahnya. Ia merasa sangat tidak pantas berada di tengah kebahagiaan Najwa yang suci, sementara ia merasa dirinya hanyalah noda.

1
Yuyun Srie Herawati
hmm gila sama kamu mbak Cia
Meiny Gunawan
up yg bnyk atuh thor...
nunik rahyuni
lha..wes konangan to...kurang ahli dalam penyamaran🤣🤣🤣🤣
@Mita🥰
yeeee semoga CIA peka klu itu alen
@Mita🥰
wah Alen bandung Bondowoso ...atau Roro Jonggrang 🤭🤭
Ulandary Ulandary
up lagi min
Sukarti Wijaya
alen bertranformasi jd bandung bondowoso siap beraksi, sblm ayam berkokok dan suara adzan menggema🤣
Yasmin Natasya
lanjut,up yang banyak thor 😁🙏
Nur Ayra
sangat bagus alurnya , 💪🥰🥰
Yuyun Srie Herawati
wahh nanti mbak Cia malah cinta sama kang Asep
@Mita🥰
semangat ya CIA .....Abang Alen selalu ada tuk mu
@Mita🥰
Alhamdulillah klu alendra yang dulu udah kembali🫣🫣🫣
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣 kang Asep Alon" 🤣🤣
Ulandary Ulandary
up lagi min
Nie
alhamdulillah kamu balik lagi ke asal Alen 😁🤭
Sukarti Wijaya
kekonyolannya ale muncul lg😄
@Mita🥰
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Sri Supriatin
wouw da cerita baru n sdh 23 bab 👍👍..Happy Valentine days../Heart//Heart/ disimpen dulu bentar lagi Ramadhan...Tks thor tetap semangat ..🙏🙏
Ulandary Ulandary
up lagi min
Sukarti Wijaya
up lg thor, jgn bikin penasaran😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!