Duo kembar mengajak bermain ke mall di kota agak jauh dari tempat tingal kami dan tidak segaja malah bertemu papanya padahal aku menyembunyikan keberadaan mereka dari papanya
kami di jodohkan orang tua dia tidak pernah menerima perjodohan ini kerena dia punya kekasih bahkan aku sempat di madu
Saat dia menceraikan aku dia tidak tahu kalau aku hamil dan aku sembunyikan kehamilanku dengan bersembunyi di tempat lain memang tak mudah perjuanganku hamil anak kembar tetapi semua aku jalani dengan dukungan adek almarhum ibu yang selalu mendukung ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 22 Dapat Rejeki Nomplok
Aku mengantar mereka ke masjid sepeda dan mobil mainan di taruh di tempat parkir
" Kalian jangan pulang sendiri kalau bunda belum jemput" kata ku pada mereka dan aku kasih uang saku untuk mereka mungkin mereka jajan
Sampai rumah aku bersih bersih rumah juga teras kemudian aku mandi dan sholat ashar selesai aku menjemput anak anak ke masjid mereka belum mau pulang karena masih main di halaman masjid bersama teman teman nya aku pun duduk menunggu mereka bermain dengan scroll media sosial siapa tahu dapat dagangan. Hari semakin sore dan anak anak sudah ngajak pulang aku mengikuti dari belakang sampai rumah sudah magrib kemudian aku suruh anak anak sholat selesai sholat aku ke dapur menyiapkan makanan untuk anak anak,rawon masih ada aku hangatkan mereka minta di gorengkan nugget jadi mereka makan nasi rawon dengan lauk nugget dan juga martabak telor masih ada
" Kalian di rumah Oma ngapain saja kelihatannya bahagia banget" tanya ku
" kami di sayang di sana makanan banyak banget di meja, Tante Nadira memeluk dan menciumi aku bunda" kata Bianca
" Rumahnya sangat besar kami di ajak main dan di ajak jalan keliling di kenalkan sama tetangga dan ternyata mereka mengenal bunda dan Mbah Endang" kata Barra
" Siapa yang mengajak keliling kampung" tanya ku
" Oppa kami di suruh kenalan sama mereka" jawab Bianca. Hem rupanya papa pamer cucu ke tetangga
" Kamu makan sama apa di sana" tanya ku
" Semua makanan enak yang masak ayah sendiri buat kami nggak kayak masakan bunda nggak enak" kata Barra meledek Ku
" Ayo makan semua sudah siap" kata bi endang anak anak pun menuju piring masing masing mereka tidak minta di suapi karena lauknya cocok
" Selesai makan kalian belajar ya siapkan bukunya buat sekolah besok biar besok nggak terburu buru" kata ku
" iya bunda" kata mereka kompak
Selesai mereka makan aku dan bi endang makan sekalian selesai aku membersihkan bekas makan kami dan mencuci piring juga perabotan kemudian aku menunggu si kembar belajar dan menyiapkan untuk ke sekolah besok setelah selesai mereka aku ajak bobok
" Ayo bobok anak anak besok bangun pagi" kata ku
" Bunda di rumah oma kami bobok sama ayah kamar nya bagus dan besar ada kamar mandi nya di dalam pokoknya bagus deh" kata Bianca
" Tapi kenapa Bianca bangun dan menangis dan menelepon bunda" tanya ku
" Bianca kangen bunda pas bangun malam malam tidak ada bunda di sisi Bia jadi Bia nangis" jawabnya
" Nggak boleh gitu biar kasihan ayah malam malam gendong kamu yang lagi nangis" Jawab ku
"Enak tahu di gendong ayah badannya kekar dan Bia Senang sekarang Bia punya ayah jadi nggak ada yang membully Bia dan bara" kata Bianca
" ya sudah ayo bobok bersama sudah malam" kataku dan anak anak bobok. Anak anak sudah tertidur seperti biasa aku mengunci pintu pagar dan juga pintu rumah dan bi endang sudah tidur bersama dengan anak anak kemudian aku tidur juga di sebelah mereka.
Pagi subuh aku bangun kemudian sholat dan masak nasi dan rebus air kemudian bikin susu buat anak anak ku iris brownies dan ku Tata di meja juga bolu moka bi endang aku buatkan teh aku bikin kopi sambil makan kudapan bi endang bikin nasi goreng dengan topping bakso dan sosis kesukaan anak anak untuk sarapan mereka segitu saja cukup nanti siang aku bikinkan sayur biar mereka mau makan sayur
Anak anak tak suruh mandi kemudian aku suapi agar mereka sarapan dengan cepat biasa anak kecil kalau di suapin makannya semangat bi endang membuka dagangannya dan bersih bersih di depan kemudian aku mengeluarkan sepeda untuk mengantar anak nakal sekolah diTk sebentar lagi anak anak masuk SD Hem mereka sudah besar teryata
" Ayo anak anak sudah siap" kata ku. Tetepi Bianca masih memakai sepatunya jadi aku tunggu sebentar
Aku segera mengantar mereka sekolah tidak jauh sih dan sampai di sekolah mereka turun dan sudah ada guru yang menyambut kemudian aku pulang lah pagi pagi ada tamu ternyata pak Sugandi yang punya rumah besar di pinggir jalan raya
" Maaf pak bapak dari tadi saya masih ngantar anak sekolah" kata ku
" Waktu itu ada yang tanya tanya tentang rumah bapak dan saya kasih nomer wa bapak" kata denga sopan
" Iya dan rumahnya sudah terjual di situ dan kamu yang berjasa menjual jadi kau yang dapat bonus" kata pak sugandi
" Iya pak tapi nanti juga aku bagi ke yang lainya" jawabku
" kamu panggil siapa saja yang terlibat nanti akan bapak bagi sendiri di sini" kata pak sugandi menjelaskan
Seperti biasa aku pangil ada lima orang uang terlibat dalam makelar tanah dan mereka datang pak Sugandi menjelaskan tanah dan rumahnya lalu satu milyar dengan perjanjian bonus 2,5 persen ini ada dua puluh lima juta
" Gimana siapa ketuanya saya serahkan dua puluh lima juta";kata pak sugandi
" Ya kita berlima dan ber enam sama mbak Ara dan yang laku melalui mbak Ara jadi mbak Ara yang lima juta dan yang lima orang empat jutaan " kata ketuanya
" Ok deal ya" kata mereka setuju dan mereka membayar kopinya sendiri sendiri di bi endang lumayan aku dapat rejeki nomplok dari pak Sugandi
" Mbak Ara saya tambah lima juta karena orang nya yang beli minta mbak Ara membantu ke notaris dan harus mbak Ara sendiri" kata pak sugandi
"Ok pak saya siap membantu dan minta FC KK mbak Ara" kata pak sugandi
" kok KK pak bukan KTP" tanya ku
" Kalau KK ada dua nomor yaitu nomor KK dan nomor KTP kan itu nanti berguna" kata beliau. Dia pun tak kasih KK ku di di foto dengan hpnya selesai pak Sugandi pulang aku ke bi endang
" Bi aku dapat rejeki nomplok Hem setelah baikan sama mas Adit rejeki lancar ya bi" kata ku ke bi endang sambil memberi bi endang dua ratus ribu kemudian aku scrol media sosial ku mau mencari dagangan
" Neng Ara anak anak di jemput sana sudah waktunya pulang" kata bi endang teryata sudah jam sembilan lebih jadi waktunya jemput anak anak aku pun segera menjemput mereka di di sekolah sampai di sekolah mereka belum keluar jadi aku nunggu di luar saja bersama penjemput yang lain tak lama anak anak keluar dan mereka minta jajan namanya juga anak anak mereka minta beli ice cream kesukaannya dan Sampai rumah mereka ganti baju dan mereka main sepeda dan mobil mobilan nya di garasi karena masih ada celah untuk main walaupun kurang lebar aku memang nggak pernah membiarkan sendiri mereka bermain selalu aku ikuti atau bi endang yang mengawal untung wajah mereka mewarisi keluarga mas Adit nggak ada wajah aku nya jadi nggak perlu tes DNA makanan juga sama kesukaan nya bahkan tengilnya sama tapi keberaniannya nurun dari aku dan sering aku ajak latihan bela diri setiap hari Jumat sore.
Bersambung .....