NovelToon NovelToon
Jetro, Pengantin Pengganti

Jetro, Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Pengantin Pengganti
Popularitas:36.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Jetro Julian Wisesa, pengusaha sukses, masih single.

"Aku yang akan menikahimu."

Febi Karindra, bekerja di kantor polisi, sudah dijidohkan dengan rekan kerjanya hanya bisa mematung. Semua tamu yang awalnya kasihan karena pengantin prianya tidak datang, sekarang menatap iri. Karena pengganti pengantinnya lebih segala galanya dari pada pengantin aslimya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlambat?

Anggareksa yang akan menemui putrinya sambil membawakan segelas susu coklat, mendorong sedikit pintu kamar putrinya yang sudah setengah terbuka.

"Febi.....," panggilnya sambil melangkah masuk ke dalam. Tapi dia menemukan kamar yang kosong.

Dia kemana?

Anggareksa menatap gaun pengantin yang tergeletak di atas tempat tidur. Dia tersenyum dan berjalan ke arah meja kecil di samping tempat tidur.

Ada buket bunga yang agak rusak tapi masih segar akibat kejadian beberapa hari yang lalu.

Anggareksa meletakkan cangkirnya di atas meja di sebelah vas bunga itu.

Matanya menangkap sebuah kartu kecil di dekat vas bunga itu.

Kartu kecil yang berlabelkan nama toko bunga.

Anggareksa merasa matanya salah baca karena faktor usianya akan tulisan yang ada di sana. Dia pun makin mendekat dengan perasaan mencekam.

JETRO

DEG DEG DEG

Tubuh Argareksa jadi kaku. Keringat dingin mengalir di kening dan punggungnya Pikirannya mendadak kosong.

Jetro?

Jetro?

Teringat percakapan terakhirnya dengan Emir. Temannya sempat menanyakan Febi.

Jetro menyukai Febi.

Bunga ini dari Jetro, bukan dari Cakra.

Otak tuanya menganalisa kejadian kejadian yang sudah terjadi.

Dia ingat malam itu menemukan Fiola yang keningnya berdarah dan buket bunga yang ada di lantai dan Febi yang cepat cepat seperti mengamankannya.

Apa dia salah mengira, salah menduga?

DEG DEG

Aggareksa mengingat respon biasa Adriana tentang Fiola.

Jangan jangan.....

Anggareksa memegang dadanya yang terasa sangat sakit.

Fiola dan Febi sama sama menyukai Jetro... Tapi Jetro menyukai Febi?

Tapi kenapa Emir atau Adriana tidak terus terang padanya....

Saking sakitnya Anggareksa terduduk di atas kasurnya.

Malam itu.... Sebenarnya apa yang sudah terjadi?

Anggareksa mengatur nafasnya yang masih tidak teratur. Kepalanya terasa pusing. Dia pun bersandar untuk melemaskan otot ototnya yang tegang. Tangannya memijat pelan kepalanya.

Apakah sudah terlambat? Besok Febi akan menikah.

Anggareksa segera bangkit dari duduknya. Dia ingin mendengar pengakuan langsung Febi. Mungkin ada yang bisa dia lakukan.

Anggareksa berjalan pelan keluar dari kamar Febi. Dia berusaha mencari keberadaan kedua putrinya, hingga dia berada di taman belakang.

Anggareksa mulai mendengar suara suara pertengkaran itu yang diucapkan dengan perlahan

"Kamu harus terus terang, kak. Aku ngga bisa melanjutkan acara akad besok."

Jantung Anggareksa berdebar kencang mendengar suara Febi yang penuh permohonan.

"Kenapa harus aku? Lagi pula kamu mau memalukan papa? Kenapa ngga dari kemarin kemarin aja," balas Fiola sengit.

"Bukannya kamu dan Pak Cakra saling mencintai. Papa pasti mengerti."

"Mama Cakra lebih suka denganmu. Ya sudah, aku berikan Cakra untukmu."

"Kamu mau aku nikah dengan Cakra, tapi kamu tetap ngga melepas dia. Dia juga ngga melepas kamu."

Terdengar tawa mengejek Fiola.

"Dia melepasku, kok. Dia ngga apa apa aku bersama Jetro."

"Kamu mimpi, kak. Jetro menyukaiku, bukan kamu."

Tawa mengejek Fiola makin terdengar.

"Hanya karena dikasih bunga yang hampir aku injak itu kamu pikir Jetro benar benar suka sama kamu. Kalo dia benaran suka dengan kamu, pasti dia sudah mengatakan pada papa. Kita masih imbang, Febi. Kamu jangan ge er."

Anggareksa merasa dadanya kian sakit melihat ketak-akuran kedua putrinya .

Jangan jangan ini karena dia?

"Kak, kenapa kamu harus mengejar yang tak pasti. Kamu dan Cakra saling mencintai."

"Terus kamu sama Jetro?" decih Fiola mendengar permohonan adiknya.

"Enak saja," lanjutnya lagi.

Anggareksa tidak mendengar suara Febi lagi. Ketika dia melihat lagi ke arah pertengkaran kedua putrinya, Febi ternyata sudah pergi.

Anggareksa bermaksud mendekati Fiola. Dia harus bisa membujuk putrinya agar menikah dengan Cakra. Tapi niatnya tertahan ketika melihat putrinya menerima panggilan telpon.

"Cakra? Kamu dimana?"

Anggareksa kaget, ternyata panggilan telpon itu dari Cakra.

"Kamu jangan aneh aneh. Besok kamu harus tetap menikah dengan Febi." Setelah mengatakannya Fiola mengakhiri komunikasinya.

Anggareksa mendekat.

"Fiola...."

Fiola yang bermaksud pergi jadi mematung.

Papa?

Sejak kapan? batinnya cemas.

"Kenapa kamu menolak Cakra?"

Wajah Fiola tampak pucat. Dia yakin papanya mendengar yang dia bicarakan dengan Cakra. Walau hanya sepotong sepotong, tapi dia yakin papanya pasti bisa menyambungnya.

Melihat keterdiaman Fiola, Anggareksa melanjutkan omongannya.

"Malam ini papa akan bicara dengan Om Danu. Dia dan istrinya pasti tidak keberatan kalo kamu yang menikah dengan putranya. Malah akan senang karena tau kalian saling mencintai."

Fiola menggeleng keras, tersadar, papanya pasti bisa melakukan itu.

"Tidak, pa," sanggahnya.

"Kenapa? Kamu mencintai Cakra, kan?"

Fiola menggelengkan kepalanya lagi.

"Tante Marlena tidak menyukaiku. Dia menyukai Febi."

Anggareksa terdiam. Dia akui, memang tidak sulit orang orang menyukai Febi dari pada Fiola.

"Tak penting, Fiola. Yang penting putranya menyukai kamu."

Fiola menggeleng lagi.

"Aku sudah menyukai Jetro, pa."

"Tapi Jetro menyukai Febi."

Netra Fiola membesar.

"Papa tau dari mana?" tanyanya dengan nada ngga suka.

Anggareksa tersenyum lembut.

"Cakra mencintaimu. Dia akan membahagiakan kamu. Papa telpon Om Danu, ya. Soal Tante Marlena nanti biar Om Danu yang urus."

"Tidak, pa. Kalo papa lakukan itu, aku ngga akan pernah pulang lagi."

"Fiola...!"

"Aku mau memiliki Tante Adriana sebagai mama mertua. Dia baik, lembut. Papa tau, kan, aku kehilangan mama gara gara Febi," marahnya dengan suara serak. Sepasang matanya juga sudah berkaca kaca.

"Fiola, Febi ngga salah. Mama meninggal karena takdir." Luka lama di hati Anggareksa terbuka lagi.

"Harusnya mama tidak memilih Febi, tapi dirinya. Mama lebih suka meninggalkan aku. Aku benci Febi."

"Fio...." Suara Anggareksa bergetar

"Cakra sudah mau menikahi Febi demi mamanya, pa. Kalo pernikahan Febi batal, aku akan membenci papa!" Setelah mengatakannya, Fiola segera pergi meninggalkan papanya.

Tubuh Anggareksa bergetar mendengar ucapan anaknya. Dia tau Fiola tidak main main dengan yang dia ucapkan.

*

*

*

Di sebuah club yang penuh hingar bingar musik, Dewa dan kembarannya menatap Malik

"Kita amankan dia sekarang?" tanya Dewa sambil menunjuk pada Cakra yang sudah menggeletakkan wajahnya di atas meja bartender.

"Ya," jawab Malik.

"Menyusahkan saja," senyum Deva sambil melambai pada pengawalnya agar mendekat.

"Bawa dia ke kamar," perintahnya.

"Siap bos."

Ketika pengawalnya sudah memapah Cakra yang sudah tidak sadar, Quin dan Theo muncul.

"Erland dan Eldar sudah berada di kamar," lapor Theo.

"Poli si yang menemaninya sudah di kamar juga?" tanya Malik memastikan.

"Beres." Quin menunjukkan kedua jempol tangannya.

Ngga lama kemudian muncul Baim.

"Kamera cctvnya sudah aku amankan." Baim memberikan cengirannya yang dibalas dengan cengiran Malik cs.

"Sepupumu itu merepotkan, ya," canda Theo.

"Tapi kita juga ngga keberatan kalo kamu juga nant butuh bantuan nikah." Deva tertawa pelan.

1
Herman Lim
mn mau Baim sam Dave Sama cew yg sering masuk hotel bareng cow nya
ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
gak ada yang mau sama Fiola karena para sepupu Jetro udah tau kebusukan hati Fiola tante🤣cocoknya sama Cakra emang sesama pecundang
Rahayu Ayu
Ga bakalan mau lah Baim sama Dave
lagian kan mereka dah tau gimana sifat aslinya Fiola,
Tri Handayani
mungkin kalau tante adriana tau sifat dan kelakuan fiola dia akan sana kya mama cakra g akan mengharap fiola jadi menantunya.
Ernaaaaa
dah tau kelakuan sifiona mana mau mereka
Susma Wati
fiola dengan keegoisan , kesombongan, dan iri hatinya akhirnya tidak mendapatkan apapun, cakra yang tadinya inginkan fiola apa adanya dan mengajak fiola berjuang untuk mendapatkan restu mamanya akhirnya pun dia menyerah melepaskan fiola dengan semua mimpinya yang ingin mengejar jetro, tapi kalau fiola sadar dengan kesalahan nya apakah cakra masih mau menerima fiola, walau restu mamanya sudah di dapat?
Evi Solina
sisi gelap pramugari YTTA 🤭
🔵MENTARY
mana mau Baim Dave ama Fio bekas kokop Cakra
Ariany Sudjana
bagus semua menolak kalau jalang murahan jadi istrinya 🤭🤭🤣🤣 tapi harus diwaspadai jangan sampai fiola menggunakan segala cara untuk menjebak Jetro, demi bisa jadi nyonya besar di rumah Jetro, maklum kan perempuan peliharaan
Zea Rahmat
baguss.. baim peka klo fiola calon2 playing victim
partini
ko bisa mommy mommy main jodohin aja
Lia Kiftia Usman
baim..dave... sudah tau kartunya fiola.
Zea Rahmat
jgn masuk ke circle Airlangga sm artha mahendra
Zea Rahmat
skakmat🤣🤣🤣🤣
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Rahmawati
hahahha jetro lebih milih balik, ketimbang jalan bareng fiola.
jalan bareng aja jetro enggan ini malah berharap jadi istri keduanya 😂
Tri Handayani
jelas salah lah'apalagi jetro tau iparnyabisa jadi maut karena jelas-jelas menyukai dan terobsesi.
hansen
bagus cakra tingal kan aja terus kamu sudah buat yang terbaik, moga ada jodoh tu teman sekantor mu juwita🤭
Ariany Sudjana
jelas salah, karena kamu akan berusaha menghancurkan rumah tangga Jetro dan Febi, dasar jalang murahan kamu fiola
Diyah Saja
tapi apes bagi si mamas jetro🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!