NovelToon NovelToon
'SUAMI BUTA' Ku Yang Kaya Raya

'SUAMI BUTA' Ku Yang Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:21k
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

"Dasar pria buta, dia cuma hidup dari sumbangan keluarga Wijaya!" cibir seorang wanita.

Sepertinya kehadiran Elang telah menjadi tontonan bagi mereka. Semua orang mengatainya sebagai pria tak berguna,

"Aku calon istri dari pria yang kalian bicarakan."

Entah naif atau bodoh, ucapan Nila berhasil menarik perhatian Elang.

Setelah kecelakaan 10 tahun lalu, pria itu kembali dari pengasingan panjang. Diam-diam bertingkah lemah demi membalaskan dendam,

Namun siapa sangka? Di tengah sandiwara dia justru bertemu seorang gadis liar yang membuat hidupnya berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Barang dagangan

Cahaya remang-remang menyinari ruang, aroma alkohol tercium serta asap dari puntung rokok yang belum dimatikan.

"Barang kali ini sangat bagus. Ga sia-sia aku ngeluarin uang banyak!" gumamnya menatap gadis yang terbaring lemas di atas kasur,

Tampak tak kuasa menahan gairah, dia bersiap membuka kancing baju sebelum menaiki ranjang. Dengan sorot liar memandang paha mulus yang terlihat dari sela rok,

"Ng?" Nila terbangun dari tidurnya,

Terkejut menemukan pria bertelanjang dada yang bersiap menerkam.

"Aaa! Menjauh dariku," pekik Nila beranjak bangun, 

Bau rokok membuatnya sesak, sekilas dia menoleh mengamati sekitar. Tak mengenali dimana dirinya berada,  

"Padahal tadi aku di rumah--" Nila bergumam mengingat saat sebelum pingsan. Mungkin saja semua ini memang direncanakan untuk menjebaknya,

Berarti acara makan tadi hanyalah bohong? Rangga datang bukan untuk berdamai. Tapi terlambat sudah, walau menyadarinya gadis itu telah masuk ke dalam rencana.

"Jangan menolak cantik, aku sudah bayar mahal untuk membelimu..." bujuk pria tadi dengan cara halus,

Mengulurkan tangan pada gadis yang terlihat kebingungan.

"Berapa uang yang kamu bayar? Aku akan menggantinya dua kali lipat." ketus Nila memberi tawaran. Tak menyangka kalau dirinya dijual kepada pria mesum setua ayahnya,

"Duh, sombong sekali. Tapi kalau udah dibeli, mana bisa dikembalikan?" menerbitkan senyum jahat.

"3 kali lipat! Aku akan menggantinya sebanyak yang kamu mau." lugas Nila terus menego dirinya sendiri.

Namun pria itu seakan tak tertarik, malah tampak semakin tergoda berkat perlawanan Nila. Bagai kucing kecil yang berusaha menunjukkan cakar,

"Kalau kamu punya uang sebanyak itu, kenapa kamu datang ke tempat ini?"

"Seseorang menjebakku! Tapi percayalah, aku punya banyak uang--" ucapan Nila terhenti karena serangan kejutan.

"Jangan sentuh aku!" bergegas bergerak menjauh, berhasil menggagalkan aksi pria yang nyaris meraih lengannya.

Dengan pandangan yang terus waspada, Nila menuruni ranjang dan berdiri di sudut kamar. Sedangkan pria tadi masih menatap penuh nafsu, "Simpan saja uangmu itu..."

Sedikit demi sedikit mengambil langkah. "Satu-satunya yang kubutuhkan saat ini adalah---tubuhmu!"

"Aaa!" pekik Nila, berlari ke sisi lain agar lepas dari pengejaran. 

Tubuhnya mulai berkeringat, situasi sekarang mengingatkannya pada tragedi waktu lalu. Namun pria ini lebih gila? Jika Nila tidak bergerak maka tamat sudah. 

"Sudah ku bilang, aku akan ganti uangmu. Jadi biarkan aku pergi!"

"Sepertinya kamu ga denger apa yang kubilang tadi? Aku ga butuh uang!" bentaknya mulai melepas sabuk celana. Semakin membuat gadis itu tertekan,

Nila dibuat panik, jantungnya berpacu cepat. "Kamu mau apa?"

Kaki itu melangkah mundur setiap, pria di depannya mengambil langkah. "Menjauh dariku, dasar jelek!"

Dia melotot sambil menggertakkan gigi, dibuat geram karena ucapan Nila barusan. "Kamu yang memaksaku berbuat kasar."

PLAK!

"Aa!!"

Satu cambukan mendarat ke tubuh Nila hingga membuatnya kesakitan. Tubuh yang hendak berlari terhenti berkat cambukan lain,

"Aaa!" Nila berteriak setelah sensasi panas dan nyeri menyerang kulitnya. 

Dia menarik kasar lengan Nila dan mendorong tubuh kurus itu hingga terbaring ke atas ranjang. Nila yang tak berdaya mulai bergidik ngeri melihat pria tadi menyeringai,

"Sakit kan? Coba kalau dari tadi kamu nurut, pasti aku memanjakanmu." gumamnya merendahkan suara, membuka paksa kedua kaki yang tertutup rapat.

"Lepaskan. Atau aku akan teriak!"

"Teriak saja. Ga akan ada yang peduli---yang ada aku malah makin nafsu," berbisik dengan wajah bringas.

"Tolong!"

"Tolong! Hh...jangan, menjauh dariku."

"Tolong. Siapa pun..."

"Elang, tolong aku!" sontak Nila berteriak tanpa sadar memanggil nama suaminya.

BRAK!

Suara tendangan memaksa pintu terbuka, siapa sangka kalau nama yang Nila panggil benar-benar datang menyelamatkan.

Bersama Herman dan dua pria berpakaian pengawal masuk ke dalam,

"Siapa kalian?" bertanya kebingungan,

Menemukan gerombolan pria yanh lancang menganggu aksinya. Sekilas terheran,

Sebab tak sembarangan orang boleh masuk ke lantai atas, terlebih lagi dia sudah mengeluarkan banyak uang guna menyewa kamar tersebut.

"Dasar keparat!" Elang bergumam geram,

Menatap pria telanjang dada yang mengarahkan sabuk pada istrinya, apalagi melihat tangan kotor yang lancang menyentuh kaki Nila.

"Seret dia keluar!" tegas Elang mengepalkan tangan, buat Herman ketakutan.

Sigap Herman memberi isyarat pada pengawal agar segera bergerak membersihkan sampah di depan.

"Hei! Apa-apaan. Apa kalian tidak tahu siapa aku?!" amuknya terus memberontak tapi kekuatan pengawal itu terlalu kuat untuk dilawan.

"Lepaskan aku! Aku akan menuntut kalian karena berani menyentuhku!"

"Jangan sembarangan!"

Herman menyingkir keluar meninggalkan mereka berdua. Tak ingin jadi pelampiasan amarah, lebih baik dia membiarkan atasannya menenangkan diri.

"Elang," Nila berlari menghampiri, tak ragu memberi pelukan erat dengan tubuhnya yang dipenuhi keringat dingin.

"Elang, aku takut. Aku--aku dijebak! Tadi aku pulang ke rumah untuk mengambil barang-barang terus paman mengajakku makan,"

"Tiba-tiba Rangga datang, dia janji ga akan ganggu kita lagi! Jadi aku setuju. Terus aku pingsan---waktu sadar aku udah di sini." ungkap Nila bercerita sambil menahan tangis.

"Tenang, aku ada di sini. Semua akan baik-baik saja," jawab Elang tak ragu membalas pelukan itu, semakin erat membawa Nila ke dalam rangkulannya.

"Aw!" rintih Nila kesakitan,

Reflek Elang melepaskan pelukan lalu menyadari kedua lengan yang dipenuhi bekas cambuk. 

"Aku terlambat lagi." batin Elang mengepalkan tangan, sekali lagi merasakan amarah pada dirinya sendiri.

"Istirahatlah. Aku mau keluar memanggil Herman,"

"Jangan!" ditariknya jemari kekar Elang, meremas kuat seakan tak ingin ditinggalkan. "Aku mohon jangan buat aku sendirian,"

"Aku mau sama kamu. Kalau kamu pergi bawa aku juga,"

Wajahnya terlihat ketakutan, wajar sebab ini kedua kalinya Nila dihadapkan dengan kejadian serupa.

Dulu saat pertama bekerja, Nila pernah dijebak dengan cara yang sama oleh senior di kantornya.

"Sebentar saja. Cuma mau menelpon Herman," bujuk Elang merendahkan suara, memegang lembut lengan Nila lalu membelai kepala.

Gadis itu diam sejenak, menatap Elang lalu mengangguk, membiarkan punggung itu berjalan ke sudut lain.

Seperti tak ingin pembicaraan mereka didengar,

"Aku serahkan padamu. Pastikan dia kehilangan kedua tangannya!" tegas Elang nyaris meremas hancur ponsel di tangannya.

Matanya melotot, dipenuhi amarah, takkan mengampuni orang yang telah bertindak tak senonoh pada istrinya.

Panggilan pun berakhir dengan singkat, dia kembali berjalan menghampiri. Menduduki tepi ranjang sebelum meraih lembut telapak tangan Nila,

Dibalik kacamata hitam itu, dia menatap dalam wajah Nila. Semakin lama hingga mulai mengerti perasaan apa yang kini sedang membakar hatinya, 

"Aku janji akan menjagamu. Aku pastikan hal seperti ini takkan terulang lagi---mau kah kamu percaya padaku?" 

Nila tersenyum sambil mengangguk kepala. "Iya, aku selalu percaya kepadamu." merasa terharu, dia tak kuasa menahan air mata yang membasahi pipi.

Mereka saling berpelukan, Elang sentuh rambut hitam terurai yang terasa lembut. Membawa kepala Nila agar bersandar, memberi kehangatan yang membuat gadis itu merasa dilindungi. 

"Sudah aku putuskan kalau pernikahan ini takkan pernah berakhir." ujar Elang mengakui dalam hati,

"Aku benar-benar mencintainya..."

1
Lintang
bercerita tentang prahara rumah tangga sih ini/Drool/
Cntia
Ceritanya bikin betah pembaca, sajian alur yang berjalan cepat dan bahasa ringan yang mudah dipahami. Naik turun emosi membuat saya tidak sabar menunggu kelanjutan episode selanjutnya./Good//Heart/
Eka
julid amat sih neng/Awkward//Puke/
sutimh
lanjut thor😍
sutimh
cerita manis sekali/Drool/
jelita
seru nih nolak jodoh biasanya dapet pewaris tunggal🤣
Giska
dibuat ngakak sm tingkah pasutri 🤣
Giska
wkwkwk ngakak🤣elang kurang gercep
ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ: Nanggung tuh ciann deh tunggu ntar malem dijamin Nila gak bisa jalan🤣
total 1 replies
Giska
rekomendasi buat yang suka cerita rumah tangga. dari yg bodoamat berubah jd cinta/Kiss//Rose/
rindu
eak...akhirnya sadar juga😍
rindu
cerita ringan dan bikin nagih. crazy up thor/Drool/
ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Betul kata Herman kamu sendiri yang jejaskan semua supaya Nila bisa terima alesan kamu pura-pura buta untuk mengungkap kematian Orang tua juga kecurangan yang dilakukan pamanmu sendiri Elang sekarang semua udah terungkap kamu gak perlu khawatir lagi bisa melindungi Nila
Veline
Cerita nya keren Thor/Casual/ jangan lupa mampir novel " Masih Tentangmu di setiap detikku"
Iqlima Al Jazira
mantap elang👍
Iqlima Al Jazira
seru thor👍
Iqlima Al Jazira
🤣🤣🤣
Iqlima Al Jazira
GO.. go.. herman🤩
Iqlima Al Jazira
🤣🤣🤣
penulis hiatus
Ceritanya ga bertele-tele dan bikin geregetan, ga sabar nungguin lanjutannya/Tongue//Casual/
Elprasco
Alur cerita sengaja dibuat cepat, silahkan nikmati.
Jangan lupa tinggalkan komen ya/Pray//Kiss/
Komen kalian menambah semangat author dalam menulis, biar lebih sering updatenya. Hehe...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!