Realitanya,kita tidak pernah tahu bagaimana jalan menuju takdir itu sendiri
yang membuat kita menerka-nerka dimana kaki ini akan menapak esok hari.
'Tuhan tidak pernah salah dan tidak pula terlambat dalam menetapkan suatu takdir kepada hamba-Nya'
'Kamu tahu sayang?aku bertaruh dengan diriku sendiri bahwa suatu saat hatimu yang sempit itu akan menjadikanku tempat pulang yang paling nyaman untuk kamu singgahi'.~ Elvita
'pernikahan ini hanya sementara,Sampai Kakak pertamaku melahirkan anak pertamanya mari mengurus surat perceraian'~Bian
Pernikahan yang awal nya berdasarkan kesepakatan itu akhirnya mengungkap tabir lama kedua keluarga yang hampir diambang kehancuran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twdyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hamil?
"Seperti nya seseorang berusaha menjebak Elvita!" ucap laki-laki dari balik ponselnya
Bian mengepalkan tangannya,jika saja Anthony tidak memberitahu nya! tentu saja dia akan sangat menyesal jika sesuatu terjadi pada Elvita.
*flashback_
beberapa jam setelah Bian sampai di kantor*
brakk
Bian melemparkan sebuah map tebal tepat dihadapan laki-laki tua yang sudah bersimpuh dihadapannya.
"kamu berusaha memanipulasi keuangan perusahaan?" ucapnya.
"tidak tuan,percayalah aku pasti keliru!
laki-laki tua itu menyatukan kedua tangannya seakan tengah memohon ampunan kepada Bian.
"bagaimana jika Daddy ku tahu jika orang yang dia percayakan selama beberapa tahun ini justru mengkhianati nya,paman alex?" Bian mengeluarkan seringai jahat nya.
Dia awalnya tidak ingin berprasangka buruk saat melihat laporan keuangan perusahaan untuk beberapa tahun ini tapi entah kenapa dia meminta Dion untuk mengecek ulang hasil laporan keuangan dan terbukti seseorang telah memanipulasi nya.
bahkan kerugian yang didapatnya mencapai milyaran rupiah!.
dan lebih tidak disangka lagi Alex yang mendapatkan kepercayaan langsung oleh daddynya justru yang menjadi pelakunya.
"tuan,aku mohon maafkan aku!" berkali-kali Alex memohon tapi tidak digubris oleh Bian.
Alex tahu bagaimana kejam nya para anak laki-laki dari Arga.
dia mengakui tindakannya begitu ceroboh dan salah,tapi dia terpaksa melakukannya untuk melindungi keluarga nya dari ancaman buruk yang sedang dia timpa.
"masih bagus aku hanya melaporkan mu kepada pihak berwenang atas kasus penggelapan dana,jadi bersyukurlah!" ucap Bian.
saat amarah nya masih memuncak tiba-tiba ponselnya berdering beberapakali hingga membuat Bian mau tidak mau mengangkatnya.
"bawa dia keluar Dion!" titah Bian dengan tegas tanpa berniat mendengar ampunan dari laki-laki tua itu.
Dia kembali menatap ponselnya dan mengerutkan keningnya saat tertera 'nomor tidak dikenal' pada layar handphone nya.
"Halo..."
".....
"apa!!!Kirimkan lokasi mu sekarang aku bergerak menuju titik nya secepatnya,awasi Elvita untukku!" ucap Bian.
Dion yang baru saja masuk kedalam ruangan terkejut saat melihat Bian keluar dengan tergesa-gesa.
"apakah ada masalah tuan?" tanya Dion khawatir.
"urus perusahaan untukku,aku akan menelpon mu jika membutuhkan bantuan!"
Bian lantas mengambil mobil nya dan mengendarainya dengan kecepatan tinggi.
"siall!bertahan lah sayang!" pekik Bian.
Dia begitu khawatir setelah mendapatkan panggilan yang tak lain adalah dari Anthony,anak bibi Winda nya.
Anthony mengatakan jika melihat Elvita dalam keadaan kacau bersama salah seorang gadis di sebuah gedung mewah milik perusahaannya.
dia meminta Bian untuk datang secepatnya sebab ada beberapa orang yang berusaha mengejar langkah Elvita.
jika sampai sedikitpun ada yang tergores dari tubuh istrinya dia tidak akan segan-segan mencelakai orang yang berani berbuat buruk pada Elvita!
ketika sampai pada titik lokasi yang diberikan oleh Anthony,Bian mencari elvita dengan sangat gelabakan.
Bisa Bian lihat beberapa laki-laki berpakaian hitam tampak sedang mencari seseorang yang hilang dari pandangan mereka.
tidakk!
Bian lantas berlarian ketika pesan masuk dari Anthony yang mengatakan letak pasti keberadaan Elvita.
dengan cepat Bian masuk ke dalam sebuah lorong tersembunyi dan mendapati Anthony sedang berdebat dengan seorang gadis yang berusaha mengangkat Elvita dengan pelan.
tepat didepan matanya Elvita terlihat ambruk dan jatuh pingsan.
sayang
Bian lantas berlari mendekat dan langsung mengambil alih Elvita dari gadis itu,serta mengatakan sesuatu pada Anthony yang berusaha menahan tangan gadis itu agar tidak membawa Elvita.
"Kalian tahu,suaminya adalah pemilik separuh kekayaan negeri ini!kalian akan mati jika menganggu nya!" pekik gadis itu yang perlahan menghilang dari pendengarannya sebab dia sudah membawa Elvita keluar menjauh dari gedung itu dengan jalan pintas yang sudah ditunjukkan oleh Anthony.
*flashback off_
"nona Elvita mengalami penurunan tekanan darah akibat perubahan hormon,disarankan banyak mengkonsumsi asupan gula atau nutrisi Bian, aku sarankan untuk berhati-hati pada trimester kehamilan Elvita dia butuh banyak istirahat!"
mendengar perkataan Enrina tentu saja Bian mengerutkan keningnya.
"Elvita sedang hamil En?" tanya Bian memastikan.dia tidak ingin salah sangka dan berharap terlalu berlebihan.
amarahnya yang memuncak tiba-tiba hilang saat mendengar perkataan Enrina.
"aku hanya menebak dari tanda-tanda nya Bi tapi aku yakin seratus persen jika istrimu sedang mengandung,kamu bisa memastikannya ke dokter kandungan setelah Elvita sudah kembali sehat!" jawab Enrina.
setelah nya Enrina dibawa keluar oleh Dion meninggalkan Bian yang tengah menatap istrinya dengan tatapan yang membingungkan.
"kamu tahu Elv? ini kali kedua nya kamu membuat ku sangat khawatir seperti orang bodoh yang kehilangan kendali nya!maafkan aku telah membawa kamu kedalam masalah yang kamu sendiri tidak ketahui!"
Bian sangat yakin,jika ada seseorang yang ingin menjebak Elvita untuk menghancurkan dirinya.
Bian pikir jika saja Anthony tidak menghubunginya tadi,bisa dia bayangkan apa yang akan terjadi pada Elvita!
entah Anthony berada dikubu sebelah mana,tapi untuk saat ini dia hanya ingin berterimakasih pada laki-laki itu.
*maaf jika ada typo atau kesalahan dalam penulisan kata