Lanjutan novel kultivator pengembara
Jian Feng berakhir mati dan di buang ke pusaran reinkarnasi dan masuk ke tubuh seorang pemuda sampah yang di anggap cacat karena memiliki Dantian yang tersumbat.
Dengan pengetahuannya Jian Feng akan kembali merangkak untuk balas dendam dan menjadi yang terkuat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35: Tamu ya?
Setelah badai salju yang membekukan monster-monster itu mereda, Jian Feng tidak membuang waktu untuk menagih janji.
Di sebuah paviliun mewah yang disewa khusus oleh pemerintah kota sebagai rasa syukur, Jian Feng duduk dengan santai.
Pemandangan di dalam paviliun itu akan membuat kultivator mana pun melotot tak percaya.
Ribuan koin emas meluap dari peti-peti kayu, permata berbagai warna berserakan di atas permadani sutra, dan beberapa artefak kuno yang berhasil disita dari rampasan serta hadiah Tuan Fang tertumpuk rapi.
Jian Feng, sang kultivator pengembara, duduk bersandar di antara harta karun itu. Tangannya yang masih terbalut kain kasa menggenggam sebuah cangkir porselen kecil berisi teh oolong terbaik yang aromanya menenangkan jiwa.
Di sampingnya, Petir Kecil tampak sangat sibuk. Laba-laba itu melompat-lompat di atas tumpukan emas, sesekali mengeluarkan percikan listrik biru yang membuat koin-koin itu berkilau lebih terang.
Jian Feng telah mengganti pakaian compang-campingnya dengan jubah kultivator tingkat tinggi berwarna biru tua dengan sulaman benang emas yang rumit.
Rambut hitamnya diikat rapi ke atas, menyisakan beberapa helai yang membingkai wajah tampannya yang kini bersih dari noda darah.
"Teh ini... jauh lebih baik daripada arak yang membuatku mabuk." gumam Jian Feng sambil menyesap tehnya perlahan.
Matanya yang tajam menatap ke arah pintu masuk paviliun dengan seringai tipis yang mematikan.
Tiba-tiba, pintu paviliun terbuka. Seorang wanita cantik dengan gaun merah yang anggun melangkah masuk.
Ia adalah Yue Ling, putri dari salah satu sekte besar yang baru saja tiba untuk menyelidiki insiden monster tersebut.
Ia datang membawa beberapa pengawal dan kotak kayu berisi obat-obatan langka sebagai bentuk formalitas bantuan sekte.
Namun, langkah Yue Ling terhenti seketika. Matanya membelalak bukan karena tumpukan emas yang memenuhi ruangan, melainkan karena sosok pria yang duduk dengan begitu elegan di tengah semua kekayaan itu.
Yue Ling terpaku. Ia sering melihat pria tampan di sektenya, namun tidak ada yang memiliki aura seperti pria di depannya ini.
Jian Feng memiliki kombinasi aneh antara ketenangan seorang kakek bijak, ketajaman seorang pembunuh, dan kemewahan seorang pangeran.
Saat Jian Feng meliriknya sambil mengangkat cangkir teh, jantung Yue Ling berdegup kencang secara tidak wajar.
"O-oh... salam, Tuan Pendekar," ucap Yue Ling dengan suara yang sedikit bergetar, wajahnya yang putih mulus kini merona merah. "Saya Yue Ling dari Sekte Teratai Surgawi. Saya datang untuk menawarkan bantuan pemulihan dan... ingin berterima kasih secara pribadi atas keselamatan kota ini."
Jian Feng tidak segera menjawab. Ia meletakkan cangkirnya, lalu tangannya yang satu lagi mengelus bilah pedang listrik yang melintang di pangkuannya.
Percikan listrik biru merambat dari jari-jarinya ke pedang tersebut, menciptakan pemandangan yang sangat gagah sekaligus mengintimidasi.
"Bantuan?" Jian Feng terkekeh kecil, suaranya berat dan merdu. "Kau terlambat untuk membantu berperang, Nona. Tapi jika kau datang untuk menambah tumpukan emas ini dengan obat-obatan mahalmu, aku tidak akan menolak."
Yue Ling maju beberapa langkah, matanya tak lepas dari wajah Jian Feng. "Kami mendengar Tuan melawan monster-monster itu sendirian... itu adalah pencapaian yang mustahil bagi kultivator biasa. Anda... Anda sungguh luar biasa."
Petir Kecil tiba-tiba berteriak dari atas tumpukan emas, "Hoi Nona! Jangan menatap tuanku seperti itu, nanti matamu bisa tersentrum! Dia itu sudah punya istri yang galak, tahu!"
Jian Feng melempar sebuah koin emas ke arah Petir Kecil agar laba-laba itu diam. "Abaikan dia. Itu hanya hewan peliharaan yang terlalu banyak makan energi petir."
Yue Ling tersenyum canggung, namun kekagumannya justru semakin dalam. Pria ini sangat kuat, sangat kaya, dan memiliki selera humor yang gelap.
Ia meletakkan kotak obatnya di meja depan Jian Feng. "Setidaknya, izinkan saya memastikan luka Anda sembuh dengan benar. Dunia kultivasi membutuhkan pria seperti Anda."
Jian Feng menatap Yue Ling dengan pandangan yang sulit diartikan. Ia teringat kembali pada visinya, pada "Penulis" yang mengatur takdir, dan pada Lin Xue yang selalu menghuni hatinya.
Meskipun banyak wanita terpana padanya, bagi Jian Feng, semua ini hanyalah panggung sandiwara.
"Dunia tidak membutuhkanku, Nona Yue Ling," ucap Jian Feng sambil kembali menyesap tehnya dengan gaya yang sangat keren. "Dunia hanya butuh seseorang untuk membersihkan kotorannya. Dan kebetulan, aku adalah tukang bersih-bersih yang sangat mahal harganya."
Yue Ling hanya bisa berdiri di sana, terpesona oleh sikap dingin namun memikat dari sang Kultivator tersebut.
Malam itu, ia tahu bahwa ia telah bertemu dengan legenda hidup yang tidak akan pernah bisa ia lupakan.
thor lu kaya Jiang Feng