Semua akan hadir jika kita sedang memiliki harta benda, Rumah yang mewah , harta dimana mana, semua akan di anggap KELUARGA jika kita punya segalanya, Tapi coba lihat jika kita sedang tidak punya apa apa, jangankan di anggap keluarga di tanya kabar pun tidak akan pernah, Uang yang berbicara, uang yang membuat lingkungan keluarga menjadi Cemara dalam cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Hitam.Id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pecel Lele
Lesi yang saat itu sudah menjalankan hubungan serius dengan pacarnya , bahkan mereka sudah bertunangan, tapi dari keluarga Lesi sendiri belom siap untuk menerima ajakan menikah dari keluarga calon suami Lesi prihal biaya yang belom ada, dan ingin menunggu Lesi berusia sekitar 20 tahunan.
Lesi dan Pacar nya bernama Panji sudah menjalan hubungan sekitar 3 tahun lamanya, Panji dan Lesi pun sudah dekat dengan keluarga dari pihak mereka, Tinggal menunggu satu tahun lagi untuk menjalankan ke jenjang pernikahan, Panji jarang di di kampung, paling lama hanya dua hari saja, dia bekerja di rumah makan sederhana, ikut dengan tetangga desa sebelahnya.
Lantas bagaimana Lesi dan Panji bisa berpacaran sampai ke jenjang yang serius ?, Berawalan dari Sosmed Lesi yang tidak sengaja mengklik Konfirmasi pertemanan dari Panji , Lalu Panji pun Langsung messen Lesi mengajaknya berkenalan lebih dekat.
singkat cerita mereka ketemu dan akhirnya menjalankan hubungan yang lebih banyak Jarak jauhnya, Kebetulan juga mereka sekabupaten jadi jika Panji datang ke kampung, Panji langsung menemui Lesi saat itu juga, karena waktu yang tidak banyak di Kampung.
Bertengkar pun mereka lebih banyak di dalam Pesan singkat, Saling lempar pesan, Saling lempar argumen masing masing, tidak sedikit yang mereka alami, Ntah itu dari sang mantan pacar Panji yang sering kepo dengan Lesi.
Saat itu Lesi sedang iseng iseng membuka Sosmed nya, Melihat lihat makanan dan Baju baju yang berseliweran di Berandanya, Tiba tiba Datang pada Messenger nya Dari sang Mantan pacar Panji.
Tingg.
Lesi segera membuka Messengernya dan membaca nya .
[ Wah ternyata Panji itu suka ya sama yang Badan nya montok, pantesan saja dulu aku di putusin , karwna aku cungkring ya ] pesan nya.
Lesi menyinyitkan Dahi nya, dan mengetik balasan.
[ mungkin ya!!, tapi bukan nya, kamu ya yang ninggalin dia karena kamu nikah dengan orang lain?" balasan Lesi.
Tidak perlu menunggu lama untuk di baca oleh sang Mantan Panji , Dia pun segera Membalasnya.
[ hahahah iya juga, tapi pacar kamu itu susah move on loh , buktinya kemarin waktu ada di kampung, dia beliin aku pecel lele tau , sampe datang ke rumah aku ] tuturnya.
Lesi membacanya sampai melotot, dia terus menerus membaca pesan dari mantan pacar dari calon suaminya itu, Tangan nya gemetar, Hatinya mendidih, air mata tidak terasa turun menetes ke layar ponsel.
Memang minggu kemarin Panji sempat pulang, dan mengajak Lesi dan keluarga makan makan di rumah Lesi , Panji membawa pecel lele kesukaan Lesi, dan memanggil teman dekat nya untuk sama sama makan di rumah Lesi, Tapi Lesi tidak kefikiran Jika Panji juga memberikan Pecel lele itu ke mantan nya, sampe Di antarkan ke rumah sang Mantan. Apa tidak panas hati Lesi saat ini .
Lesi membalas nya dengan mata yang panas menahan air mata, dada yang sesak menahan rasa sakit yang menggebu gebu .
[ bohong, Akal akal an kamu saja kan itu ] Balasan Lesi.
[ Tidak dong, ini beneran, mana mungkin bohong, dan kasih tau ya ke pacar mu itu, Bayar gih itu kuota yang aku kirimin ke dia buat nelpon sama kamu, waktu di kampung dia minta kuota ke aku eh malah di pake nelpon kamu, suruh bayar ya ] Timbal si Wanita itu.
Lesi tidak ragu langsung meng Screenshot pesan tersebut dan mengirimkan nya ke Panji saat itu juga .
tidak ada balasan apa apa dari Panji, Hanya Ceklis dua biru , tanda Pesan sudah di baca, Status nya sedang Online tapi lama Lesi tunggu tidak ada balasan apa pun. Akhirnya Lesi Menelpon Panji dengan Segera.
Panji mengangkatnya segera, dan Lesi langsung nyerocos tiada henti nya, tidak memberikan izin Panji untuk bicara barang sedetik pun.
" Jelasin apa maksud Salma itu ?" Teriaknya , Salma adalah nama mantan Pacar nya Panji,
" apa bener kamu udah ngasih dia , pecel lele, waktu kemarin kita juga sama sama makan, Gila ya. Aku fikir aku yang paling special dihati kamu , ternyata hati kamu masih ada ruang ya buat si Salma itu ?, Aku kecewa sama kamu, Dan bayar tuh kuota yang kamu minta dari Si Salma, Apa udah di bayar sama pelukan ?, Naj*s " ucap Lesi dan langsung mematikan Sambungan nya, saat Panji mau menjelaskan.
Lesi menangis sesegukan, untungnya hanya ada dirinya di rumah, karena Ibu dan Bapak Warto sedang di ladang Kek Erwin.
Dia terus meratapnya , apa yang ada di dalam fikiran Panji saat itu, Hati Lesi tidak bohong jika dia sedang kecewa kepada Calon suaminya saat ini, Apa yang akan terjadi jika masalalu yang mengganggu nya, Lesi tidak akan pernah mau berhubungan apa lagi menikah dengan Orang yang tidak bisa melupakan masalalu nya.
***
Malam Hari pun tiba, Lesi tidak beranjak bangun dari kamar nya, Bapak dan ibu Arumi sudah tahu apa yang di alami oleh Lesi saat ini, Jadi Bu Arumi membiarkan Lesi meratapi kesedihan nya, Biarkan Lesi sendiri dulu, agar Lebih tenang lagi hati nya.
Semua Sosial media Panji Lesi blokir, Dia tidak mau lagi mendengar apa yang di jelaskan oleh Panji saat ini, Percuma Lesi mendengarkan, Toh semua sudah terjadi.
Ketukan dari arah Pintu terdengar .
Tuk Tuk Tuk.
" Lesi ini ada Om nya Panji, Sini dulu nak " , Teriak ibu dari Luar Kamar.
Lesi mendongakkan Kepalanya melihat ke arah pintu yang masih rapat tertutup, " kenapa ada Om Ibram Di sini ?" Batin nya bertanya.
Dia segera beranjak, dan menyapu semua air mata di pipinya, membuka pintu kamar dan terlihat ibu yang tersenyum saat melihat Lesi keluar.
" temenin dulu yuk, Om Ibram mau ngobrol katanya ", Ajak ibu, sambil mengandeng tangan Lesi ke arah ruang tamu, disana sudah ada Om Ibram dan juga Pak Warto yang sedang Meminum kopi hitam.
" malam Lesi, Maaf Om ganggu, Om kesini mau Jelasin sama kamu, Di suruh Panji " tuturnya.
Memang Om Ibram ini yang selalu menemani Panji saat berkunjung ke rumah Lesi, " Mau jelasin apa ya om, Apa Panji cerita ke Om , Masalah si Salma itu ?" Tanya Lesi dan duduk di Sopa samping Om Ibram.
Om Ibram menarik Napas dan membuangnya pelan," Jadi begini Lesi, Sebelomnya Om kesini mewakilkan Panji ya, Karena kata Panji dia sudah menjelaskan panjang lebar, tapi Semua Sosmed nga kamu Blokir ?, bener begitu Lesi ?" Ujar Om Ibram.
Lesi mengangguk kecil, " Tapi emang bener ya. Panji waktu itu kita makan pecel Lele, sempat Ngasih kesana ?" tanyanya, Langsung dijawab oleh Om Ibram Dengan Gelengan, "Tidak Lesi, Itu tidak benar, dan Masalah Kuota, Juga tidak, Dia mengada ngada saja, agar kamu dan Panji berantem, dan Putus, " Jelas Om Ibram.
Lesi tidak langsung percaya dengan ucapan Om Ibram. Bisa saja dia mengada ngada juga demi nama baik Keponakan nya itu, " Terus dia tau bahwa kemarin waktu Panji di kampung makan pecel lele bareng kita, dari mana ?" Tanya Lesi.
" itu Dia tau dari Om, Facebook Om berteman dengan dia, dan kamu taukan Om Upload story lagi makan itu ?" , Lesi langsung mengangguk. " nah saat itu juga dia membalas Story Om, dan dia tanya, Lagi makan dimana ?, Om jawab dong, Lagi makan di Rumah Pacar nya Panji, mungkin dia pas Mesenger kamu, teringat itu, jadi dia menjadikan kesempatan itu buat bikin kamu cemburu, " jelas Om Ibram, Lesi mendengarkan nya dengan baik.
" tapi nanti dia ganggu aku sama Panji lagi, Nanti hubungan kita gak tenang " Ucap Lesi.
" tenang Lesi, Om sudah menelpon Salma, dan menegurnya, Bahkan mengancam Dia kalo samle berani macam macam ke keponakan om, Dia akan berurusan dengan Om dan om akan bawa RT setempat untuk mengusir dia dan di aduin ke Suaminya. " Bela Om Ibram, Melihat Lesi seperti tidak percaya dengan omongan Nya, Om Ibram langsung Membuka rekaman Saat dia menelpon Salma, dan Ucapan Om Ibram benar, Salma juga berjanji gak akan mengganggu Lesi dan Panji lagi.