Adinda putri harus menerima pil pahit saat suami atau pria yang selama ini begitu ia cintai tidak pernah menganggap dirinya Saat itulah ia memutuskan untuk meninggalkan pria itu dan membatalkan pernikahanya Tapi siapa sangka sahabat atau bossnya malah selalu ada disisinya saat ia terpuruk Akankah adinda membuka hatinya untuk sang boss atau balah sebaliknya Yukk ikuti terus kisah cinta mereka 😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Putus
Rey sibuk memilihkan pakaian untuk adinda, padahal adinda sudah mengatakan jika semua pakaianya masih layak dipakai
tapi yang namanya si kepala batu tidak mau tau pria itu membeli semua barang yang adinda sentuh membuat gadis itu pusing sendiri
“Sayang aku ketoilet sebentar,, kamu pilihlah barang yang kamu sukai nanti aku yang akan bayar semuanya” ucapnya mengelus kepala adinda lembut
Adinda hanya tersenyum sungguh ia tidak tahu jika rey memiliki sifat yang begitu lembut dan penyayang seperti itu
“Tunggu… itu bukanya kekasih zyan??” Ucapnya melihat kearah wanita yang saat ini bergelut manja dengan seorang pria tampan
“Apa dia selingkuh?” Ucapnya kembali sedikit penasaran
Adinda diam-diam mengikuti langkah kedua orang itu, bahkan adinda sudah seperti seorang penguntit saat ini
“Sayang kau sedang ap”
“Mnmhhhpppp” adinda menutup mulut rey dengan tangan kananya membuat pria itu menyerjapkan matanya berkali-kali
“Ssssttt jangan ribut!!” Ucapnya membuat rey menaikan satu alisnya
“Kenapa?” Tanya rey berbisik dengan kebingungan
“Rey cobak kamu lihat wanita itu!! Itu bukanya kekasihnya zyan mahardika??” ucap adinda membuat rey menganguk mengerti
Rey sebenarnya tidak terlalu ingat wajah berlin karena baginya hanya adindalah yang patut ia ingat dalam pikiranya, adinda menarik tangan rey dan mengikuti berlin secara sembunyi-sembunyi
Rey memperhatikan tangganya yang digenggam oleh sang istri. Pria itu tersenyum senang, dan mengikuti langkah adinda membuntuti berlin dan selingkuhanya itu
“Sayangg kenapa aku merasa seperti ada yang mengawasi kita ya?” Tanyanya kepada pria yang ada disampingnya
“Perasaan kamu saja kali,, kamu jadi beli tas?? Ayo cepat sayang!!” ajaknya dan dianguki oleh berlin
“Aku yakin kayaknya ada yang ngikutin aku deh” batinya lalu menghentikan langkahnya kembali gadis itu tiba-tiba berbalik badan untuk memastikan
Adinda tentu saja terkejut ia menarik tangan rey untuk sembunyi, alhasil kini mereka ada dibalik tembok autlet sebelah autlet yang berlin masuki
Adinda mendongakan kepalanya sedikit melihat apakah mereka sudah aman dan meyakinkan jika berlin tidak melihatnya
Melihat berlin yang sudah masuk ke outlet DIOR adinda mengelus dadanya dan menghembusnya nafasnya kasar tanpa ia sadari jika kini didepannya ada pria yang melihat lekat kearahnya dengan senyuman manis
“Hehehee rey untung kita tidak keta”
Degg jantung adinda berdetak kencang melihat suami sekaligus kekasihnya berada begitu dekat denganya dan menghadap kerahnya
Adinda melihat lekat kearah wajah tampan rey tanpa berkedip
Cuuuppp
“Heeyy kalian kalau mau mesum jangan disini!!” Tegur salah satu SPG yang kebetulan bertugas disana
Adinda merasa malu, gadis itu bersembunyi dibidang dada reykendra, sedangkan pria yang membuat ulah itu kini menatap tajam kearah SPG itu
“Ke..kenapa kau melihatku seperti itu!??” Gugupnya karena pandangan rey yang tidak bersahabat
Tidak ada jawaban dari kedua sejoli itu membuat sang SPG yang bernama juwita itu semakin geram adinda masih setia memegang erat ujung jas rey pipi gadis itu merah merona saking malunya
Apalagi orang-orang mulai melihat kearah mereka membuatnya semakin tidak nyaman
“Ada apa ini??” Tanya salah satu temanya
“Itu kau lihat karina kedua sejoli itu berbuat mesum ditempat ini, aku hanya tidak mau jika tempat ini menjadi kotor karena perbuatan mereka” jelasnya panjang lebar
Karina berdecak kesal lalu pandangannya melihat kearah kedua orang yang dimaksud oleh temannya itu
Mata karina melotot tidak percaya karena ternyata juwita telah berurusan dengan orang yang salah
Karina menunduk seketika saat melihat tatap rey yang seolah-olah ingin menelan mereka hidup-hidup
“Ka..karina kau kenapa??” Tanya juwita dengan gugup karena melihat sikap aneh temannya itu
“Cckk bodohh cepat minta maaf kau tau siapa dia?? Dia adalah anak dari pemilik mall ini!!” Ucapnya berbisik
Juwita menutup mulutnya tidak percaya ia melihat kearah rey yang masih menatapanya dengan tatapan mematikan
“Ma..maaaf tuan,, maafkan saya tolong ampuni saya tuan jangan pecat saya saya mohonn!” Mohonya dengan berlutut dihadapan rey dan adinda
Mendengar permohonan gadis yang ada dihadapanya itu tentu saja membuat adinda melihat kearahnya sedangkan rey hanya tersenyum sinis
“Kau sungguh penganggu!” Ucapnya dingin sedangan adinda merasa kasihan kepada gadis yang bernama juwita itu wajah gadis itu juga sudah terlihat pucat pasi
Adinda mendekat kearah juwita
“Heyy bangunlah maafkan kami ini salah kami jadi jangan berlutut seperti ini!” Ucapnya lembut dan membantu gadis itu untuk berdiri
“Maaf nona, saya tidak bermaksud” ucapnya menundukan kepalanya
“Jangan banyak bicara kau!! Panggil managermu kesini!” Ucap rey datar menunjuk kearah karina sedangkan juwita sudah hampir meneteskan air mata dibuat karena bentakan rey
Adinda sangat tahu apa yang akan dilakukan oleh suaminya jika sudah seperti ini
“Reeyy!!” Bentaknya kearah pria yang saat ini melipatkan kedua tanganya didada
“Ada apa sayaangg??” Ucapnya lembut
“Stop jangan dilanjutkan ini salah kita tidak usah menyalahkan orang lain dan mempersulitnya!” Tegur sang istri
“Tapi sayang,,. Tapi dia mempermalukan kita dengan sengaja berteriak-teriak!” Kata rey membela diri dan kini melihat kearah juwita kembali dengan pandangan permusuhan
“Sekali tidak ya tidak jika kau benar-benar memcatnya maka kita putus!” Ancam gadis itu berlalu pergi membuat rey diam seketika
Kenapa malah dirinya yang diancam oleh adinda, padahal rey hanya ingin memberika pelajaran kepada gadis itu
Rey berlari menyusul adina membuat juwita mengha nafasnya lega.. hampir saja ia kehilangan pekerjaanya untung adinda berpihak kepadanya jika tidak mungkin ia akan dipecat dari pekerjaan yang susah payah ia dapatkan saat ini
Sedangkan adinda kini tersenyum jahil merasa sudah berhasil mengerjai suaminya, sebenarnya ia tidak sungguh-sungguh dengan perkataannya itu
“Dimana ada orang putus pacaran tapi status suami istri hhehehehh” ucapnya tertawa sambil berjalan melihat kearah rey yang sedikit berlari menyusulnya
Happy reading💫💫💫
gadis bodoh
cinta bertepuk sebelah tangan aja sulit melupakan apalah lagi sama-sama cinta baru dihianati
mampuslah kau Adinda makan itu cintamu pd Ziyan