NovelToon NovelToon
One Piece: Sang Kaisar Api Abadi

One Piece: Sang Kaisar Api Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / One Piece
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tang Lin

Seorang pemuda dari dunia modern yang sangat mengidolakan Portgas D. Ace terbangun di tubuh Ace, tepat beberapa saat sebelum ia bertemu dengan Shirohige.

Mengetahui nasib tragis yang menantinya di Marineford, ia bertekad untuk menjadi lebih kuat, menguasai Mera Mera no Mi melampaui batas alaminya, dan mengumpulkan pengikut (serta orang-orang tercinta)

untuk mengubah sejarah Grand Line.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tang Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MINGGU KEDUA DAN PERUBAHAN DRASTIS

Minggu kedua dimulai dengan cara yang sangat berbeda.

Yamamoto membangunkan mereka jam dua pagi—dua jam lebih awal dari biasanya.

"Bangun. Latihan dimulai sekarang."

"Jam dua pagi?" Sabo mengucek mata sambil protes. "Ini gila..."

"Musuh tidak akan tunggu matahari terbit untuk menyerang. Kalian harus bisa bertarung kapan saja—bahkan saat baru bangun dari tidur."

Yamamoto melempar dua ransel berat pada mereka.

"Pakai ini. Masing-masing tiga ratus kilogram. Seratus kilogram lebih berat dari minggu lalu."

"Tiga ratus kilogram?!" Ace menatap ransel dengan horor.

"Ya. Tubuh kalian sudah adapt dengan dua ratus kilogram. Saatnya naikkan beban."

Mereka memasang ransel dengan susah payah. Beban langsung membuat lutut hampir menyerah.

"Sekarang lari mengelilingi pulau. Dua putaran penuh. Sebelum matahari terbit."

"Matahari terbit itu sekitar empat jam lagi! Dua putaran pulau dengan beban ini akan makan waktu—"

"Maka kalian harus lari lebih cepat. Kalau tidak selesai sebelum matahari terbit, kalian tidak dapat sarapan dan langsung lanjut latihan berikutnya tanpa istirahat."

Tidak ada ruang untuk tawar-menawar.

Mereka mulai berlari dalam kegelapan—hanya diterangi cahaya bulan samar.

Setiap langkah terasa seperti menyeret gunung. Beban tiga ratus kilogram di punggung membuat setiap gerakan jadi siksaan.

Lima kilometer pertama masih bisa bertahan. Sepuluh kilometer—kaki mulai gemetar. Lima belas kilometer—napas terengah berat dan paru-paru terasa terbakar.

"Sabo... aku tidak yakin... bisa sampai..." Ace terengah di samping Sabo yang kondisinya tidak jauh berbeda.

"Harus... bisa... kalau tidak... kita tidak dapat... sarapan..."

Motivasi sederhana tapi efektif.

Mereka terus berlari meskipun tubuh berteriak untuk berhenti.

Dua puluh kilometer—paha terasa seperti ditusuk ribuan jarum.

Dua puluh lima kilometer—penglihatan mulai kabur dari kelelahan.

Tiga puluh kilometer—separuh perjalanan. Tapi energi sudah separuh lebih habis.

"Ace... kita tidak akan... sempat..."

Sabo benar. Mereka terlalu lambat. Matahari akan terbit sebelum mereka selesai dua putaran.

Tapi kemudian Ace punya ide.

"Sabo... aktifkan... Observation Haki..."

"Untuk apa? Tidak ada... musuh..."

"Bukan untuk musuh... tapi untuk cari... jalan pintas... dan hindari... rintangan..."

Sabo mengerti maksudnya. Dengan Observation Haki, mereka bisa rasakan medan di depan dan pilih jalur paling efisien—tidak perlu melambat untuk periksa jalanan.

Mereka mengaktifkan Observation Haki meskipun itu menguras energi tambahan.

Tapi hasilnya terlihat—kecepatan naik sedikit karena tidak perlu ragu soal jalanan.

Empat puluh kilometer—langit mulai terang di timur. Matahari hampir terbit.

Mereka memaksa kaki berlari lebih cepat—mengabaikan rasa sakit yang menghancurkan.

Lima puluh kilometer—lima kilometer terakhir.

Matahari sudah mulai muncul di cakrawala.

"LARI! CEPAT!"

Mereka sprint dengan sisa tenaga yang ada—tidak peduli kalau kaki patah atau jantung meledak.

Tiga kilometer. Dua kilometer. Satu kilometer.

Matahari hampir penuh terbit—

Mereka melewati garis finish tepat saat sinar pertama matahari menyentuh tanah.

Langsung kolaps. Tidak bisa bergerak sama sekali.

Yamamoto berdiri di sana dengan stopwatch.

"Empat jam nol menit lima detik. Lima detik lebih lambat dari target. Tapi karena ini hari pertama dengan beban baru, aku anggap lolos."

Dia melempar air dan roti pada mereka.

"Makan cepat. Sepuluh menit. Lalu latihan berikutnya."

"Sepuluh menit? Tidak ada istirahat lebih lama?" Sabo merintih.

"Tidak. Minggu kedua tidak ada istirahat panjang. Kalian harus biasakan tubuh bertarung dalam kondisi lelah ekstrim."

Mereka makan dengan tergesa—roti terasa seperti karton tapi harus dimakan untuk energi.

Sepuluh menit berlalu terlalu cepat.

"Sekarang sparring. Kalian berdua melawan aku. Satu jam penuh. Boleh pakai semua kemampuan. Tujuannya bukan menang—tapi bertahan sambil coba serang sebanyak mungkin."

"Dalam kondisi sehabis lari enam puluh kilometer?" Ace protes lemah.

"Ya. Karena dalam pertempuran sungguhan, kalian mungkin harus bertarung setelah lari atau setelah pertempuran lain. Tubuh harus siap untuk itu."

Yamamoto menarik pedang.

"Mulai sekarang."

Pertarungan dimulai dengan brutal.

Yamamoto tidak kasih ampun meskipun mereka jelas kelelahan. Serangannya cepat, kuat, dan tanpa henti.

Ace dan Sabo harus gunakan semua yang mereka punya—Observation Haki untuk prediksi, Armament Haki untuk bertahan, Devil Fruit dan senjata untuk menyerang.

Tapi dalam kondisi lelah, semuanya lebih sulit.

Observation Haki tidak setajam biasa. Armament Haki tidak sekuat biasa. Gerakan lebih lambat.

Mereka kena pukulan dan tendangan berkali-kali.

Tapi mereka tidak menyerah. Terus bangkit. Terus menyerang.

Satu jam yang paling brutal dalam hidup mereka.

Saat akhirnya Yamamoto bilang stop, mereka sudah penuh luka memar dan tidak bisa berdiri.

"Bagus. Kalian bertahan satu jam penuh meskipun kelelahan. Itu kemajuan."

Dia kasih obat dan perban.

"Sekarang rawat luka kalian sendiri. Kalian punya tiga puluh menit sebelum latihan berikutnya."

"Masih ada lagi?!" mereka berteriak bersamaan.

"Masih. Hari ini ada lima sesi latihan. Kalian baru selesai dua."

Mereka ingin menangis tapi tidak ada energi bahkan untuk itu.

Sesi ketiga adalah latihan Haki bertahan—duduk dengan postur sempurna sambil maintain Armament Haki dan Observation Haki bersamaan. Tapi kali ini bukan delapan jam. Sepuluh jam.

Sesi keempat adalah berburu di hutan dalam dengan mata ditutup—hanya gunakan Observation Haki untuk navigasi dan berburu. Harus dapat tiga mangsa besar dalam dua jam.

Sesi kelima adalah meditasi pemulihan—duduk diam sambil fokus pulihkan energi spiritual yang terkuras. Ini yang paling susah karena tubuh sangat lelah dan ingin tidur tapi harus tetap sadar dan fokus.

Saat akhirnya semua sesi selesai, sudah jam sepuluh malam.

Dua puluh jam latihan nonstop.

Mereka langsung tidur begitu menyentuh kasur—bahkan tidak sempat makan malam.

Hari kedua minggu kedua sama brutalnya. Dan hari ketiga. Dan seterusnya.

Tapi sesuatu mulai terjadi.

Tubuh mereka mulai berubah dengan cepat—jauh lebih cepat dari minggu pertama.

Otot jadi lebih padat. Tulang lebih kuat. Stamina meningkat drastis.

Yang paling mencolok adalah Haki mereka.

Armament Haki Ace yang tadinya cuma bisa maintain lima belas menit sekarang bisa tiga puluh menit. Dan kualitasnya naik—warna lebih gelap, lebih keras, lebih stabil.

Observation Haki Sabo yang tadinya radius seratus meter sekarang seratus lima puluh meter. Dan Future Sight-nya naik dari sepuluh detik jadi lima belas detik.

Conqueror's Haki mereka berdua juga berkembang—sekarang bisa aktifkan dan matikan dengan mudah tanpa bocor tidak sengaja.

Pertengahan minggu kedua, mereka bisa selesaikan lari enam puluh kilometer dalam tiga setengah jam—tiga puluh menit lebih cepat dari hari pertama.

Akhir minggu kedua, mereka bisa bertahan melawan Yamamoto selama dua jam—dua kali lipat dari minggu pertama.

"Perkembangan kalian luar biasa," Yamamoto berkomentar di malam terakhir minggu kedua. "Dalam dua minggu, kalian sudah berkembang setara enam bulan latihan normal."

"Tapi masih belum cukup untuk Vice Admiral level?" Ace bertanya.

"Belum. Kalian sekarang sekitar level Rear Admiral kuat. Masih satu tingkat di bawah Vice Admiral. Tapi dengan delapan minggu tersisa, kalian pasti bisa sampai sana."

Yamamoto menatap mereka dengan tatapan yang jarang terlihat—sesuatu antara bangga dan khawatir.

"Tapi ada sesuatu yang harus kusampaikan. Latihan minggu ketiga akan lebih ekstrim lagi. Kalian akan bertarung melawan binatang buas dalam kondisi terluka parah—mensimulasikan situasi pertempuran sesungguhnya dimana kalian tidak punya waktu untuk pulih."

"Berapa parah?" Sabo bertanya dengan hati-hati.

"Cukup parah sampai kalian hampir tidak bisa bergerak. Lalu aku akan lepas kalian di hutan dalam dengan lima Singa Neraka mengejar. Kalian harus bertahan dan escape dalam kondisi itu."

Mereka menelan ludah.

Itu benar-benar simulasi kematian.

"Kalian masih mau lanjut?" Yamamoto bertanya dengan serius.

Ace dan Sabo saling menatap. Komunikasi tanpa kata.

Lalu mengangguk bersamaan.

"Kami lanjut. Apapun yang diperlukan."

"Bagus. Maka bersiaplah. Minggu ketiga dimulai besok. Dan akan jadi minggu terburuk dalam hidup kalian."

Malam itu, Ace tidak bisa tidur dengan tenang. Terus memikirkan apa yang menanti besok.

Tapi dia juga merasakan sesuatu yang berbeda.

Tubuhnya lebih kuat. Haki-nya lebih stabil. Mental lebih terasah.

Dua minggu latihan neraka sudah mengubah mereka drastis.

Delapan minggu lagi—mereka akan jadi monster sungguhan.

Monster yang bisa lindungi keluarga dari apapun.

Monster yang bisa ubah takdir.

Ace akhirnya tertidur dengan tekad yang lebih kuat dari sebelumnya.

Besok—minggu ketiga dimulai.

Dan dia akan bertahan.

Tidak peduli seberapa brutal.

Tidak peduli seberapa sakit.

Dia akan bertahan dan keluar lebih kuat.

1
Salman Al Farisi
lanjut thor 👍👍👍👍👍
Pi Xi
bagus
Tiara Fani
Thor bikin novel dimana karakter kanae kocho reinkarnasi di one piece
Wahyu🐊: nanti
total 2 replies
deepey
tak kira jadi Luffy, ternyata jadi ace. ubah takdir ace ya Thor. jangan mpe meninggoy duluan.
I'm Nao
kenapa si ace ama sabo ga belajar rokushiki? kan lumayan teknik nya bisa buat pertarungan di udara
I'm Nao
hmmm bukan nya itu mutlak ya? bagi user devil fruit
Wahyu🐊
Semoga Kalian Suka Sama Karya ku Ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!