Mati tertabrak mobil.
Tiba-tiba bangun di rumah mewah dan memili anak tiri,yang kelak menjadi penjahat besar.
Dan suami psikopat yang belum bisa move on dari cinta lama nya.
Di bantu oleh sistem untuk meluluhkan hati kedua nya.
mampu kah Kaira meluluhkan hati, kedua orang yang sangat membenci nya itu.
"Kau bukan ibu ku, berhenti berlagak seolah kau perduli! Jangan mengatur ku!"( Kaiden Alfaro Lucifer)
"Tugas mu hanya untuk mendidik Kaiden, kau tak perlu ikut campur urusan ku dengan Dorothea, sampai kapan pun yang kucintai hanya lah Dia. kau hanya istri pajangan!" (Albert Gavriel Lucifer).
Siapa yang perduli dengan urusan percintaan mereka, yang terpenting aku jadi orang kaya, akan kubawa Kaiden bersama ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi tak masuk Akal
Akhir-akhir ini Albert lebih sering berada di rumah. Padahal kata salah satu maid pada Aylin. Biasanya Albert hanya pulang sebulan sekali atau bisa lebih. Tapi kenapa sekarang hampir tiap hari wajah menyebalkan nya itu terus muncul di hadapan Aylin. Seperti saat ini.
Aylin sedang sibuk memasak di dapur untuk Kaiden. Harum semerbak masakan Aylin mengganggu indra penciuman Albert yang baru saja pulang kantor. Hari ini dia pulang lebih cepat. Dan entah mengapa rasanya dia ingin berada di tempat yang biasanya sangat enggan dia singgahi.
Albert yang mencium bau harum dari arah dapur, segera melangkah kan kakinya menuju dapur. Kali ini dapurnya tidak terlalu berantakan seperti yang terakhir kali. Dan tatanan masakan nya sedikit lebih rapi.
Tangan Albert meraih sendok di pantry lalu dengan seenaknya saja, dia menyendok hasil dari masakan Aylin. Aylin yang baru menyadari ada pencuri, yang sudah merusak maha karya nya. Langsung berkacak pinggang dengan satu tangan lainnya memegang spatula. "Pencuri! Kenapa kau mengambil masakan yang bukan milik mu?" Kata Aylin. Sambil mengarahkan spatula nya ke arah Albert.
Albert bukan nya merasa bersalah. Malah tersenyum smirk penuh ejekan. "Tidak ada orang yang mencuri di rumah nya sendiri. Dapur ini milik ku, mansion ini pun milik ku, jadi, masakan ini pun juga milik ku." Katanya enteng.
Aylin malas berdebat dengan Albert. Dia melempar spatula nya begitu saja, dan pergi meninggalkan Albert yang tidak perduli dengan Aylin yang sedang marah. Dan melanjutkan memakan masakan yang Aylin buat.
Entah lah, Albert juga tidak mengerti. Biasanya dia sangat pilih-pilih makanan. Tapi semenjak dia mencicipi masakan Aylin. Rasa yang ada pada makanan itu sangat sesuai dengan lidah nya. Membuat nya, tak lagi mengiginkan makanan yang lainnya terkecuali yang di buat oleh Aylin.
*
*
*
Aylin yang masih kesal dengan Albert langsung pergi begitu saja. Lebih baik dia yang keluar sebelum, dia yang di buat gila oleh Albert. Aylin pergi menuju sekolah baru Kaiden. Dia berencana ingin mengajak Kaiden makan di luar saja, karena hasil masakannya telah di rampok bandit tak tau malu itu.
Tidak perlu menunggu terlalu lama, Kaiden keluar dengan dua anak yang mengekori nya. Namun Kaiden hanya diam saja, tidak menanggapi kedua anak yang terus berdebat di belakang nya. "Mami !!!" seru Kaiden antusias, setelah melihat Aylin yang bersandar pada mobil nya.
Keributan kecil di antara Edward dan Ilaida langsung terhenti. Mendengar suara Kaiden yang antusias dan baru terlihat seperti anak-anak pada usianya. Ilaida ikut melangkah mendekati Aylin. "Halo aunty..!! Siapanya ramah dengan senyum mengembang di wajah mungilnya.
Aylin yang memeluk Kaiden langsung menoleh ke arah Ilaida. "Hai! Kau teman baru Kaiden? Siapa namamu?" Tanya Aylin dengan lembut. Ilaida tersenyum puas, mendapati Aylin yang cantik baik dan ramah. Tak hanya Ilaida, bahkan Edward pun ikut terpesona.
"Saya Ilaida aunty, saya calon istri Kaiden di masa depan." Kata Ilaida dengan penuh percaya diri.
Aylin tertawa geli, apa yang di katakan bocah kecil ini? Sedangkan Kaiden langsung cemberut. " Tidak mami, dia bukan calon istri ku, aku sudah menyerahkan nya pada Edward!" Seru Kaiden tak terima.
Deg..
Wajah Aylin memucat seketika, rahangnya teratup rapat, ketika mendengar nama itu. Nama yang akan menjadi bencana terbesar Kaiden. Tapi alur novel telah melenceng jauh. Harus nya Kaiden dan Edward belum saling mengenal sekarang. Karena mereka saling mengenal setelah dewasa.
Aylin menurunkan Kaiden dari gendongan nya. Lalu berjongkok, mensejajarkan tubuh nya dengan gadis manis itu. "Siapa yang mengajari mu mengatakan semua itu?" tanya Aylin pada Ilaida.
" Dari buku dongeng yang aku baca. Pangeran selalu mengatakan bahwa princes yang mereka temui dengan sebutan calon istri. Jadi karena Kaiden pintar dan tampan, dia boleh jadi pangeran untuk ku." Jawab nya polos.
Aylin langsung tertawa lepas, anak-anak ini sungguh lucu dan polos. Ya, lingkungan seperti ini lah yang Kaiden butuhkan. Bukan lingkungan yang memaksa nya untuk lebih dewasa dan kuat dary orang lain.
tiba-tiba sebuah tangan menarik-narik kaosnya Aylin menoleh pada pria kecil tampan seperti bule itu. "Tante, jangan percaya dengan Ilaida. Kemarin dia bilang aku adalah calon pangeran nya, setelah Kaiden datang dia mengatakan Kaiden lah pangeran nya. bukan kah itu tidak boleh?' tanya nya polos.
Aylin benar-benar di buat tertawa terpingkal-pingkal dengan tingkat lucu anak-anak ini. Hingga lupa dengan kekesalan nya pada Albert. " Baiklah, baik lah. itu masih sangat lama hingga kalian tumbuh besar. Yang terpenting sekarang, kalian belajar yang rajin saja. Kata Aylin dengan sok bijak sana.
Kedua anak kecil itu biasanya di jemput oleh para pengasuh dan pengawalnya masing-masing. Tetapi kali ini mereka tidak mau pulang bersama mereka. Bahkan Edward sampai memeluk kaki Aylin erat. Agar Aylin mau mengajak nya ikut serta. Ilaida tak mau kalah dengan Edward. Dia menangis kencang sambil duduk di jalan, agar pengasuh nya mengizinkan nya ikut dengan Aylin, yang bilang mau mengajak Kaiden makan di luar.
Akhirnya Aylin mengalah dan mengajak serta kedua bocah itu. Tentu saja mereka sudah terlebih dahulu meminta izin pada orang tua mereka melalui video call. Mereka memutuskan untuk makan malam di mall terdekat saja.
*
*
Aylin layaknya ibu yang di kerumuni tiga anak. Apalagi Ilaida yang anak perempuan, dia lebih lengket dan manja pada Aylin. Langkah Aylin terhenti. Ketika matanya menangkap sosok Albert yang menggendong Arabella, dengan Dorothea yang berjalan di samping nya. Seolah mereka adalah keluarga kecil yang bahagia, tapi masih ada satu pria lagi yang sedang menelepon dan menghadap ke belakang.
Tiba-tiba suara sistem di otak nya berkata. "Misi sampingan di aktifkan, berhubung tuan rumah belum memilih target selanjutnya. Maka nona harus melakukan tugas sampingan. Misi sampingan kali ini adalah. Men jambak rambut Dorothea. Hadiah satu unit rumah mewah di Antalya." kata sistem antusias.
Aylin sedikit tergoda dengan hadiah yang sistem tawar kan. Tetapi dia tidak akan dengan gila nya, tiba-tiba menghampiri Dorothea dan jambak nya. Aylin berfikir sejenak dan dia mendapatkan ide yang tak terduga.
Aylin melangkah dengan ketiga bocah yang mengelilingi nya, setelah berada di dekat Dorothea, Aylin dengan sengaja pura pura tersandung kaki Edward dan menjatuhkan tubuhnya dengan dengan Dorothea. Dorothea yang terkejut ingin menghindar namun tangan Aylin lebih cepat menarik rambut Dorothea, untuk di jadikan pegangan.
Hal tersebut tentu membuat Dorothea berteriak kesakitan. "Aaaa!!!"
Mendengar teriakkan Dorothea yang kencang membuat Albert dan pria asing yang tadi menelpon pun langsung menoleh.
kata kata untukmu:
"semangat dan sehat selalu dan jalani harimu dengan kisah yang indah 💪"