NovelToon NovelToon
Ketika Kota Bertemu Desa

Ketika Kota Bertemu Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Perjodohan itu bukan untuknya. Hanya saja, dia terpaksa pergi ke desa untuk menikah dengan pria desa yang sama sekali tidak ia kenali sebelumnya. Semua gara-gara adiknya kabur karena tidak ingin dinikahkan dengan pria desa tersebut. Dan yang paling menyakitkan adalah, sang adik kabur bersama pacar yang seharusnya akan menjadi tunangan Airin dalam waktu dekat.

Akan kah kepergian Rin bisa menciptakan kebahagiaan setelah badai besar itu datang padanya? Lalu, bagaimana dengan sambutan Mbayung atas kehadiran Rin yang datang untuk menikah dengannya? Bagaimana pula kehidupan adik dan mantan pacar yang telah mengkhianati Rin selanjutnya? Ayok! Ikuti kisah mereka di KETIKA KOTA BERTEMU DESA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KKBD Part *11

"Pegangan?"

"Iya. Karena aku sekarang punya tanggung jawab. Suka tidak suka, kita sudah punya ikatan. Ikatan yang membuat aku harus bertanggung jawab atas dirimu."

Ucapan itu membuat Rin tidak bisa menolak apa yang Batu berikan. Enggan tangan Rin bergerak pelan menerima beberapa lembaran uang berwarna merah yang saat ini Bayu sodorkan.

"Terima kasih," ucap Rin pelan setelah uang itu berpindah tangan.

"Mm. Maaf, tidak banyak."

"Nggak. Ini sudah sangat cukup."

Bayu menatap Rin sejenak. Menatap mata yang benar-benar merasa sudah bersyukur karena diberikan nafkah. Iya. Ini nafkah berupa uang pertama yang Bayu berikan. Walau tidak seberapa, tapi hati Rin terasa bahagia.

Bukan karena uangnya. Tapi karena perlakuan Bayu yang ternyata tidak seperti yang ia bayangkan. Bayu yang tidak menganggapnya sebagai pengganti. Bayu yang memperlakukannya dengan sangat baik sebagai dirinya sendiri. Itu adalah hal yang membuat hati Rin tenang dan hangat.

Sorenya, Bayu tidak ke sawah. Setelah beristirahat siang, dia pergi ke kecamatan untuk belanja kebutuhan mereka agar lebih lengkap. Karena di kecamanan, toko bahan makanan lebih lengkap dari warung.

"Ada yang ingin kamu titipkan?" Tanya Bayu sebelum dirinya beranjak pergi.

Rin terdiam karena memikirkan pertanyaan Bayu barusan. Lalu, dia berucap. "Di sana, ada jual jajan?"

Bayu mengangguk cepat. "Ada."

"Bisa ... belikan?"

"Boleh. Katakan, yang seperti apa yang kamu mau?"

Lagi. Rin terdiam karena harus berpikir. Tapi hanya sejenak saja. "Belikan saja apa yang menurutmu enak. Soalnya, aku makan semua makanan ringan."

"Hm. Baiklah. Akan aku belikan."

Bayu pun berangkat. Pria itu hanya menanyakan apa yang Rin inginkan, tidak mengajak Rin ikut. Karena Bayu tahu, Rin masih butuh banyak waktu untuk beradaptasi. Rin butuh banyak waktu baru bisa menghadapi dunia luar yang asing ini.

Jarak antara desa Bayu dengan desa kecamatan tidak cukup jauh. Jadinya, sebelum senja, Bayu sudah sampai ke rumah. Pria itu pulang dengan membawa cukup banyak barang.

"Ada yang bisa aku bantu?" Rin yang menyambut Bayu di depan pintu masuk langsung bertanya saat Bayu ingin turun dari motor tua miliknya.

"Mm ... mungkin bisa bawakan yang ini," ucapnya sambil menyerahkan kantong plastik berwarna hitam ke tangan Rin.

"Ini .... "

"Iya. Jajan yang kamu pesan padaku tadi. Semoga kamu suka."

Rin menatap Bayu sejenak.

"Terima kasih."

"Sama-sama."

...

Beberapa hari berlalu, Rin masih tidak beranjak jauh dari halaman rumah. Dia keluar pun kalau ada perlunya saja. Saat Bayu duduk sambil bersiap-siap untuk ke sawah, sering kali terdengar sapaan dari ibu-ibu yang menanyakan di mana istrinya.

"Udah mau berangkat, Yu?"

"Iya, buk."

Setelah sapaan itu di jawab, pasti akan ada susulan kata. "Mana istrimu, Yu? Kok gak pernah kelihatan batang hidungnya?"

"Ajak keluar atuh, Yu. Ajak lihat dunia luar biar nggak sakit gara-gara terkurung di dalam rumah aja setiap hari." Ibu-ibu yang lain ikut bicara.

Bayu tersenyum kecil. Ucapan ibu-ibu itu dia anggap sebagai candaan angin lalu saja. Sepertinya, Bayu tidak terlalu suka banyak bicara dengan emak-emak ini. Mungkin dia juga sudah sangat mengerti kalau emak-emak, memang suka banyak bicara. Jika diladeni, obrolan akan semakin panjang.

Waktu terus berlalu. Rin yang awalnya sangat tersiksa dengan kehidupan barunya, kini sudah mulai terbiasa. Dia sudah bisa berdamai dengan takdir, walau tidak sepenuhnya menerima kenyataan bahwa saat ini, mimpi indahnya telah musnah.

Saat Bayu pulang siang hari, dia menyambutnya dengan hangat. Karena Bayu juga memperlakukan dirinya seperti itu. Mereka bisa membangun hubungan sebagai teman sekarang. Teman yang tinggal di satu rumah yang sama, dengan ikatan yang sakral.

Bayu benar-benar pria yang pengertian. Dia memberikan kebebasan untuk Rin memilih apa yang Rin inginkan. Dia membiarkan Rin leluasa tinggal di kamarnya sendiri. Sedang dia, lebih memilih tidur di kamar yang lain.

Singkatnya, hubungan mereka sudah cukup baik saat ini. Lebih baik dari yang Rin pikirkan sebelum dia datang ke tempat tersebut. Bukan hanya itu saja, Sekarang, Rin sudah berani memperlihatkan wajahnya pada orang-orang desa.

"Mau ikut?" Bayu bertanya dengan nada lembut. "Ada acara di balai desa malam ini. Jika kamu mau ikut, kita pergi. Jika tidak, aku akan temani kamu di rumah."

"Ah, nggak. Aku ... mau pergi."

"Kamu yakin? Kalau hati masih tidak ingin, jangan dipaksakan."

"Nggak kok. Aku sudah, iya ... sudah ingin keluar. Aku juga ingin berbaur dengan dunia tempat di mana aku tinggal sekarang."

"Baiklah. Kita pergi nanti malam."

Seperti yang telah disepakati, Rin ikut menghadiri acara di balai desa. Untuk pertama kalinya, dia berbaur dengan warga setempat. Awalnya, sangat canggung. Tatapan mata yang terus terfokus padanya membuat Rin sangat risih. Tapi lama kelamaan, semuanya terasa normal.

"Istrinya Bayu?"

Satu pertanyaan yang terasa cukup berat untuk hati Rin. Dia pun langsung mengangguk pelan. "Iy-- iya."

"Wah, akhirnya melihat juga lebih dekat ya."

Lalu, obrolan-obrolan ringan lainnya menyusul. Perlahan, Rin bisa berbaur dengan orang-orang asing itu. Dan itu, rasanya tidak terlalu menakutkan. Ada banyak orang yang mengajaknya bicara di sana.

Hari-hari berlalu. Setelah malam itu, dia semakin berani untuk berbaur. Malahan, Rin juga sudah mulai sering datang ke tempat-tempat kegiatan desa. Seperti, ikut buk Sari ke tempat rumah menjahit. Atau ikut bu Sri ke rumah kerajinan tangan anyaman bambu.

"Bayu."

"Iya."

"Boleh aku ikut ke sawah besok pagi?"

Bayu yang sedang menyuap nasi ke mulut tiba-tiba menghentikan kegiatannya. Dia tidak langsung menjawab. Malahan, pria itu menatap lekat wajah Rin sekarang.

"Bay."

"Ah, iya. Maaf. Itu ... jika kamu ingin ikut, silahkan. Tapi, di sawah panas. Jalannya juga nggak mulus. Becek dan agak licin. Apalagi karena hujan akhir-akhir ini. Jadi .... "

"Aku ingin ikut. Ingin melihat, juga berusaha berbaur dengan dunia tempatku sekarang."

Bayu lagi-lagi menatap lekat wajah Rin. Kali ini, tidak terlalu lama. Tidak sampai menunggu Rin memanggil namanya untuk menyadarkan dia.

"Rin." Bayu memanggil dengan nada lemah lembut. "Jika kamu tidak suka, jangan kamu paksakan. Lakukan saja apa yang membuat hatimu merasa senang. Jangan lakukan jika hatimu berat."

Ucapan itu membuat Rin memberikan tatapan lekat ke arah Bayu. Dia tahu apa yang baru saja Bayu sampaikan. Dan kata-kata itu cukup untuk membuat hatinya merasa hangat. Relung dingin yang sudah lama terabaikan, kini berubah.

Pria desa yang tidak ingin ia nikahi dulu, sekarang malah memberikan dia rasa nyaman dan aman. Perasaan dihargai, juga perasaan dijaga tanpa menuntut banyak hal. Yah, walau pun dia bersama pria itu masih kurang dari satu bulan. Tapi rasanya, sudah lebih dari dekat.

1
Patrick Khan
akhirnya gol juga💃💃🤣
Rani: uhuk. terbatuk kakak mu.
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: a syiap👍🫰
total 1 replies
tehNci
Sikap Bayu yg anteng, mandiri, pendiam.berubah jadi manja dan iseng ke Airin stlh kejadian semalam. Gemesin banget sih kalian...
Rani: huhuhuhu .... kaka mu yg terharu. 🤭
total 1 replies
Dew666
🥰🥰🥰🥰🥰
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: womeh👍🤭
total 1 replies
Patrick Khan
ayo gas lah.. mumpung udah buka puasa😁😁😁
Rani: hua hahahaha
total 1 replies
tehNci
Akhirnya....setelah bbrp Minggu hidup bersama sebagai suami istri dan masa penjajakan, inilah saatnya saling membuka diri dan saling menerima. Saatnya menjadi suami istri sesungguhnya...menunaikan hak dan kewajiban masing2. Semoga cinta diantara mereka semakin kuat
Rani: yuhu.... 🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
🅰️isyah Rendr🅰️
Plis dong jangan bertele² lagi Bayuuu 😭🤣🤣 gaskuy sudaaaaahhhh nahhh.. Airin kan sudah menunggu 😂
🅰️isyah Rendr🅰️: hihihii
total 4 replies
Dew666
👑👑👑
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
Cindy
lanjutt kak
Rani: laksanakan🤭
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: yuhu .... siap
total 1 replies
tehNci
Ternyata Bayu banyak fans nya ya ... Ayo Run, tunjukkan kuasamu sebagai istri Bayu, gandeng terus Bayu nya, biar bisa dilihat orang² kalo kalian punya hubungan yg erat dan romantis. Biar yg berharap Bayu jadi pasangannya mundur😄
Rani: Yuhu ... anak emas aku itu ih. emang banyak yg suka.
total 1 replies
Heny Stiawati
dengan semua penerimaan dan ketulusan Bayu.,.. takkan sulit membuat Rin jatuh cinta
Rani: 🫰🫰🫰🤭 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Heny Stiawati
bagus
Rani: makasih banyak 🫰
total 1 replies
Patrick Khan
ayo lah rin.. lupakan. jgn lemah mosok lanangan ngnu sek di piker ae.. wes ada Bayu gitu . kesan nya km masih kecintaan sm dia😖😖
Rani: tenang. Rin udah dapat batu akik kok. masa iya mau sama kerikil di tepi kali.
total 1 replies
tehNci
Itu karena air mata yg keluar bisa ngurangin rasa kesal dan kecewa yang ada di hati..Biar plong, gitu...
Rani: iya kan yah...
total 1 replies
Dew666
👍👍👍👍👍
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
tehNci
Mela, jangan coba² jadi pelakor ya... Sudah lihat sendiri kan, kalo Bayu sangat perhatian terhadap istrinya. Mundur segera sebelum hatimu terluka banyak.
Rani: nah lho Mel. Kamu diingatin tuh. dengar🤭
total 1 replies
Patrick Khan
Mela mw JD pelakor kah🤔
Rani: uhuk. kaka mu nggak jahat. tenang. tapi kadang, agak tegaan aja sih. 🤭
total 1 replies
Nur Haswina
namanya juga org suda menikah, masah iya mau berperilaku kayak bujangan padahal suda nikah ada2 aja si mela ini
Rani: Nah iya, si Bayu jelas mau jagain hati istrinya kan yah. walau pernikahan itu gak atas dasar cinta. tapi kan, Bayu menghargai Rin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!