NovelToon NovelToon
Pelindung Darah Abadi

Pelindung Darah Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Vampir / Manusia Serigala / Romansa Fantasi / Cintamanis / Cintapertama
Popularitas:38.3k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

"Sebuah nyawa yang dipinjam, sebuah pengabdian yang dijanjikan."

Leo Alistair seharusnya mati sebagai pahlawan kecil yang mengorbankan diri demi keluarganya. Namun, takdir berkata lain ketika setetes darah murni dari Raja Vampir,masuk ke dalam nadinya. Leo terbangun dengan identitas baru, bukan lagi serigala murni, melainkan sosok unik yang membawa keabadian vampir dalam insting predatornya.

Aurora adalah putri yang lahir dari perpaduan darah paling legendaris, keanggunan manusia dari garis keturunan Nenek nya, dan kekuatan abadi dari Klan Vampir. Dia memiliki kecantikan yang mistis, namun hatinya penuh kehangatan manusia yang dia warisi dari nenek moyangnya.

"Mereka bilang aku bangkit karena darah ayahmu, tapi bagiku, aku bangun hanya untuk menemukanmu. Dunia memanggilku monster, tapi aku adalah tawanan yang paling bahagia karena setiap napas ku adalah milikmu, Aurora."_Leo Alistair.

"Kamu bukan sekadar pelindung, tapi kamu adalah melodi jiwaku yang hilang."_Aurora Zuhaimi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AURORA DENGAN GENGSINYA

"Putriku itu keras kepala, jika dia tahu kamu terikat padanya karena sebuah kontrak darah, dia akan merasa terhina dan mungkin akan mengusir mu detik ini juga,"jawab Serena menghela napas.

"Jadi, untuk sementara, biarlah dia menganggap mu sebagai pelindung dengan janji darah antara Arion dan kamu, yang dikirim ayahnya sebagai bentuk kerja sama antar wilayah. Mengerti?" lanjut Serena, penuh harap.

Leo terdiam, jadi, dia harus menyimpan rahasia ini sendirian di tengah musuh dan orang-orang asing ini, tangan dingin Leo menyentuh liontin A di lehernya.

"Baik, Bibi, aku mengerti," jawab Leo patuh.

"Bagus! Sekarang habiskan sup mu, besok, Aurora akan mulai menguji mu di lapangan latihan, dia tidak suka punya Pelindung yang lebih sering pingsan daripada bertarung," ucap Serena sambil tertawa kecil sebelum meninggalkan kamar.

Setelah Serena pergi, kini tinggallah Leo sendiri di ruangan itu, Leo menyandarkan kepalanya kembali ke bantal. Ia menatap langit-langit kamar yang mewah itu, merasa rindu pada keributan adik-adik kembarnya di rumah.

"Baru sehari, tapi rasanya sudah rumit sekali," gumam Leo pada dirinya sendiri.

Baru saja Leo saja akan memejamkan matanya kembali saat pintu kamar kristal itu terbuka dengan sedikit gebrakan.

Siapa lagi kalau bukan sang Tuan Putri yang katanya mau pergi tidur, tapi ternyata malah kembali lagi dengan membawa nampan kecil berisi segelas air dan beberapa buah berry hutan.

"Ibu lama sekali bicaranya, aku sampai bosan menunggu di lorong," gerutu Aurora sambil meletakkan nampan itu dengan suara klang yang cukup keras di atas meja.

"Bukannya tadi bibi Serena menyuruhmu tidur? Kenapa malah kembali ke sini dengan muka ditekuk begitu?" tanya Leo, menatap gadis itu dengan tatapan bingung.

"Tidur itu urusanku! Dan jangan panggil ibuku Bibi di depanku, kedengarannya aneh sekali," jawab Aurora, duduk kembali di kursi kayu itu seolah-olah kursi itu adalah singgasananya.

"Minum ini, dan jangan banyak tanya, atau aku akan menyiramkan sisa sup nya ke kepalamu," ucap Aurora menyodorkan gelas air itu ke bibir Leo tanpa aba-aba.

Leo terpaksa meminumnya dengan posisi setengah berbaring, matanya tetap menatap Aurora yang kini sibuk mengupas buah berry dengan gerakan yang tidak sabaran.

 Meskipun tangannya terlihat kasar saat mengupas, namun Leo bisa melihat binar kekhawatiran yang masih tersisa di mata perak gadis itu.

"Aurora," panggil Leo pelan setelah gelasnya kosong.

"Apa?!" jawab Aurora, tanpa mengalihkan pandangan nya.

"Kau tidak perlu merasa berhutang budi padaku, aku melakukannya karena memang sudah seharusnya," ucap Leo, ingin meluruskan suasana agar Aurora tidak merasa terbebani.

Aurora menghentikan kegiatannya, dia menatap Leo dengan tajam, matanya berkilat di bawah cahaya kristal.

"Dengar ya, Alistair, Aku ini keturunan Wallece dan Zuhaimi, Nenek buyut ku selalu mengatakan untuk menuntaskan semua nya sampai ke akar-akarnya, kami tidak mengenal kata hutang budi yang membuat kami lemah. Tapi kami tahu cara menghargai nyawa, kamu sudah mempertaruhkan nyawamu, jadi anggap saja perlakuanku ini adalah bentuk apresiasi kelas tinggi," ucap Aurora, teringat ucapan yang selalu Ayah nya tanamkan di hati nya sedari dia kecil, warisan dari Nenek moyang nya.

"Apresiasi kelas tinggi dengan cara mengomeli ku setiap lima menit?" goda Leo, senyum miringnya mulai kembali muncul.

"Itu namanya bimbingan mental!" jawab Aurora tak mau kalah.

"Besok pagi, kalau kamu sudah bisa berdiri tanpa gemetar, aku akan membawamu ke lapangan latihan, jangan harap aku akan memberimu ampun hanya karena kau pasien baru," ucap Aurora, tersenyum sinis, melihat Leo yang seperti nya sudah sehat.

"Aku menantikannya, Putri, tapi jangan menangis kalau nanti pedang perak mu itu terlempar karena tanganku," jawab Leo tertawa kecil, kali ini tawanya terasa lebih segar.

"Coba saja kalau berani! Akan ku pastikan kamu pingsan untuk kedua kalinya!" dengus Aurora, menunjuk hidung Leo dengan buah berry yang sudah dikupas.

"Sudah diam jangan bicara terus, habis kan ini semua," ucap Aurora, melotot kan matanya.

Setelah memastikan Leo memakan buahnya, Aurora beranjak menuju pintu, sebelum benar-benar keluar, dia berhenti sejenak dan menoleh tanpa menatap langsung ke arah Leo.

"Leo," panggil Aurora, suaranya kali ini terdengar lebih tulus.

"Ya?"

"Jangan mati dengan mudah, dunia ini akan sangat membosankan kalau tidak ada yang membuatku marah-marah setiap hari..." ucap Aurora lirih, lalu ia segera menghilang di balik pintu sebelum Leo sempat membalas.

Leo tertegun di atas ranjang batunya, dia menyentuh liontin A di dadanya, merasakan sisa-sisa denyutan energi yang masih terhubung dengan Aurora.

Di balik sikap kasar dan cerewetnya, Aurora adalah gadis yang kesepian di tengah kemegahan istananya, dan Leo bisa merasakan itu melalui ikatan jiwa mereka.

"Dasar putri yang rumit," gumam Leo sambil tersenyum tipis.

Leo kembali merebahkan tubuhnya, menatap bayangan cahaya kristal di langit-langit. Malam itu, di tengah dinginnya pegunungan es, ada kehangatan aneh yang mulai tumbuh di hati sang Serigala Campuran, diri nya tahu, mulai besok, hidupnya tidak akan pernah sama lagi.

Pertarungan di jembatan hanyalah awal, dan ujian sebenarnya bukan hanya menghadapi musuh dari luar, tapi juga menghadapi perasaan yang mulai bergejolak di dalam dirinya.

         🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

Matahari pagi di Kerajaan Vampir tidak pernah benar-benar terik, hanya berupa semburat cahaya redup yang tertutup awan kelabu. Namun, bagi Leo, udara dingin itu terasa segar.

Saat ini Leo sudah berdiri di tengah lapangan latihan istana yang luas, mengenakan pakaian latihan hitam yang pas di tubuhnya.

Di depannya, Aurora sudah menunggu, gadis cantik itu mengikat rambut hitamnya tinggi-tinggi, mengenakan baju zirah ringan yang membuatnya tampak semakin tangkas, dan di tangannya terdapat dua bilah pedang kayu yang biasa digunakan untuk latihan.

"Kamu terlambat lima menit, Alistair," ucap Aurora tanpa menoleh, sambil melakukan beberapa gerakan pemanasan yang sangat lentur.

"Tempat ini terlalu luas, aku sempat tersesat di koridor sayap barat," jawab Leo meregangkan bahunya, merasakan sisa-sisa nyeri dari luka kemarin. "

Aurora mendengus, lalu melempar salah satu pedang ke arah Leo, dan Leo menangkapnya dengan satu tangan.

HAP

"Aturannya sederhana," ucap Aurora berbalik, menatap Leo dengan mata peraknya yang tajam.

"Siapa pun yang berhasil menyentuh leher lawan dengan ujung pedang terlebih dahulu, dia menang, dan ingat, jangan gunakan kekuatan, kita berlatih teknik, bukan mau saling membunuh," lanjut Aurora, sedikit menjelaskan.

"Teknik ya? Baiklah, Putri, jangan menangis kalau pedang kayumu patah," ucap Leo tersenyum tipis.

"Sombong sekali," desis Aurora, kesal.

TRANG

Tanpa aba-aba, Aurora melesat, gerakannya sangat cepat, hampir seperti bayangan.

TRANG

TRANG

1
kaylla salsabella
lanjut
Ari Peny
lope banyak2 thor 😍😍😍
kaylla salsabella
Lucian datang😍😍
kaylla salsabella
hayooo tapi apa🤣🤣🤣
kaylla salsabella
satu srigala bau satunya putri galak🤭🤭🤭
Tiara Bella
raja Arion sm ratu Selena ganggu aja nh br mw menempel tuh bibirnya Leo sm Aurora ehhh malah gk jadi
Tiara Bella
putri galak sm serigala bau lg berdebat🤭....
kaylla salsabella
ayoooo aku kangen ratu dan kaisar Wallace😍😍😍
Raka Lestari
wah nnti mbah buyut ivara bakal tau klo emak Jasmine dr masa modern.. klo si serigala nakal menceritakan sepak terjang emak Jasmine pas nolong pak lucas🤭
Mommy Ayu
lanjut up lagi Thor.... semangat ya
IG : hofi03_sakroni: siap beb 🤍
total 1 replies
Ari Peny
mkn seru aja thor mkch 😍😍😍
IG : hofi03_sakroni: kambali kasih sayangg🤍
total 1 replies
Eka Putri Handayani
nah leo sdh ketemu sm pujaan hatinya gmna dngn lucian dan oliver, liam, noah, dan zara ya apa salah satu mrk jg bakal berjodoh dngn keluarga wallace?
Eka Putri Handayani
kira² dibisikin apa ya sm raja arion🤣lucu bngt leo sipria dingin ternyata bnyk drama ya klo lg ketangkap basah
Eka Putri Handayani
kyanya benih² cinta mulai tumbuh nih, gak sabar bagaimana nnt bucinnya leo
Eka Putri Handayani
gak sabar mereka bertemu terutama ivara dan jasmine
Eka Putri Handayani
smngt thor terimakasih sdh up
renjani
wahhh Leo romantis juga👍..bocil ga bisa diem dn nakal..bisa juga romantis 🤭🤣🤣
Raka Lestari
jd tahu kasta tertinggi di kelg lucas... si emak Jasmine🤣🤣🤣
Leni Ani
lanjut thor 😘😘😘👍
Leni Ani
mudah mudahan leo ngak kenapa2 ya thor,dan kembali lagi ke dua nyata😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!