Elea dan Ghazi harus menikah karena perjodohan kilat yang di buat oleh kedua orang tua mereka yang random.
Gadis bar-bar yang tomboy harus menikah dan hidup bersama dengan pria yang tengil dan menyebalkan. Apalagi di sekitar Ghafi ada banyak wanita yang selalu menganggu rumah tangganya. Sanggupkah Elea menghadapi mereka di tengah rumah tangga yang gonjang-ganjing tanpa adanya cinta di antara mereka.
Bagaimana kehidupan rumah tangga mereka? Pastinya hanya akan di penuhi dengan pertengkaran dan keributan. Mereka tak pernah akur dan selalu adu mulut setiap bertemu seperti Tom and Jerry. Apakah pada akhirnya mereka akan saling mencintai ataukah akan memilih jalannya sendiri-sendiri?
Yuk, ikuti terus kisah cinta mereka! Cekidot!
Jangan lupa baca juga buku othor yang lain ya kak. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Elea-Ghazi 18
Mereka tiba di rumah, wajah Elea terlihat makin pucat dan membuat Ghazi khawatir.
"Apa kita ke rumah sakit saja, Wibby! Wajah kamu semakin pucat!" ajak Ghazi saat mereka berada di dalam kamar.
"Nggak usah! Aku nggak apa-apa. Kalau datang tamu bulanan memang seperti ini. Kamu balik lagi ke kantor aja! Aku mau bersih-bersih dulu. Setelah itu istirahat juga pasti baikan!" jawab Elea masuk ke dalam kamar mandi.
Bagi Elea tiap awal kedatangan tamu seperti ini pasti akan sedikit menyik-sa. Dua hari dia akan merasakan sakit dan lemas luar biasa. Tapi mau bagaimana lagi, itu adalah bagian dari yang harus di lewati oleh wanita. Walau tak semua wanita mengalami rasa sakit seperti itu, setiap wanita berbeda-beda.
"Mbak," panggil Ghazi kepada asisten rumah tangga orang tuanya yang akan selalu datang setiap pagi dan kembali di siang hari untuk membereskan rumah mereka.
"Iya den," jawab mbak yang akan bersiap untuk kembali ke rumah kedua orang tua Ghazi.
"Obat untuk wanita sakit datang bulan apa ya? Elea sepertinya sangat kesakitan! Dia bahkan sampai pucat seperti itu!" tanya Ghazi walau sedikit sungkan tapi mau tanya ke siapa lagi.
"Saya buatkan minuman hangat dulu untuk Non Elea, agar perutnya tidak terlalu kesakitan. Karena memang rasanya pasti akan seperti di remas-remas sangat sakit untuk dua harian rata-rata. Setelahnya tidak lagi, dan emosinya juga pasti akan berubah-ubah. Den Gahzi yang sabar saja kalau nanti non Elea marah-marah tidak jelas ya!" kekeh Mbak Hasna yang sudah bekerja dengan keluarga Ghazi belasan tahun.
"Halah! Aku aja tiap saat di omelin sama dia Mbak, itu bukan karena pms saja! Tapi emang udah bawaan orok sepetinya kalau marah-marah mulu!" jawab Ghazi kembali ke kamar untuk melihat keadaan Elea.
Ghazi juga pada akhirnya mengurungkan diri untuk kembali ke kantor dan lebih memilih untuk menemani Elea. Dia menunggu Elea di sofa, istrinya itu masih berada di dalam kamar mandi. Dia menghubungi Zidni karena dia tak bisa lagi pergi ke kantor dan akan bekerja di rumah saja. Elea keluar dengan wajah yang masih terlihat lemas. Ghazi mendekat ke arah istrinya yang berjalan menuju tempat tidur.
"Masih sakit?" tanya Ghazi Elea hanya mengangguk. Tak lama Mbak datang membawa minuman untuk Elea.
"Minum dulu ini, Wibby! Kata mbak ini bisa membuat perut kamu lebih enakan. Setelah itu kamu istirahat!" Ghazi memberikan minumannya kepada Elea.
Kali ini Elea tampak sangat menurut karena memang dia tak punya tenaga untuk menolak ataupun berdebat seperti biasanya. Apalagi perutnya yang terasa di lilit membuat dia sangat tak nyaman. Elea membaringkan dirinya di atas tempat tidur sambil meringkuk menekuk perut yang mulas. Ghazi yang juga sudah berganti baju ikut mendekat dan membawa minyak hangat.
"Jangan di tekuk gitu kakinya! Kata mbak malah akan semakin kram nanti. Luruskan saja!" ujar Ghazi dan tangannya mulai masuk ke punggung Elea.
"Mau ngapain kamu!" Elea berbalik saya merasakan tangan Ghazi benar-benar mengusap punggungnya dan masuk di balik kaos yang dia gunakan.
"Ini loh aku balurin minyak hangat! Biar pinggang kamu nggak terlalu pegal! Udah nggak usah banyak protes Mulu, katanya sakit! Orang sakit itu nurut jangan banyak protes!" jawab Ghazi.
"Iya tapi malah bikin aku geli tangan kamu masuk-masuk gitu!" kesal Elea.
"Ya elah, masa aku mau balurin minyaknya ke baju kamu gitu? Lagian nggak ada yang salah, aku buka semua baju kamu dan lihat isinya juga udah sah-sah saja!" jawab Ghazi membuat kedua bola mata Elea membolak sedangkan Ghazi malah cengengesan.
"Nggak lucu, Hubby!" kesal Elea dan kembali memunggungi suaminya. Ghazi hanya terkekeh dan tangannya kembali masuk di punggung Elea. Mengusap-usap pelan sampai ke pinggang. Elea merasa sedikit nyaman dengan yang di lakukan oleh Ghazi. Tangan Ghazi mulai pindah ke perut Elea.
Plaaaakkk
"Ghaziiiiii ...!" kesal Elea memukul tangan Ghazi karena berani mengusap perutnya.
"Apa Wibby?" jawab Ghazi santai tapi tangannya tetap mengusap perut Elea.
"Tanganmu itu! Kenapa semakin tak tahu diri!" protes Elea.
"Tadi di punggung enakan kan? Nah sekarang tinggal di perut! Sudah diam saja! Aku juga nggak akan macam-macam! Lagian kamu juga sedang palang merah!" Jawab Ghazi semakin menyebalkan.
Elea yang memang terbiasa di usap-usap juga oleh ibunya akhirnya diam saja. Karena memang Ghazi juga mau ngapain? Dia tak akan bisa macam-macam di saat Elea sedang dalam keadaan seperti itu. Ghazi memeluk Elea dari belakang dan tangannya terus mengusap lembut perut Elea. Lama kelamaan Elea merasa nyaman dan akhirnya tertidur. Ghazi menciumi kepala Elea tanpa sadar, ternyata dia sudah mulai khawatir kepada wanita yang belum genap satu bulan menjadi istrinya itu. Akhirnya mereka malah tertidur.
Mami Shella dan Mama Nara datang ke rumah mereka saat mendapat kabar dari mbak kalau Elea sedang sakit datang bulan. Saat melihat ke kamar mereka saling pandang dan tersenyum girang. Kemudian pergi ke dapur menyiapkan makan malam untuk mereka.
Astaga kedua orang tua mereka itu malah semakin excited melihat kedekatan kedua anaknya. Mana keduanya dengan polos lupa mengunci pintu kamar pula. Alhasil kedua mamanya melihat mereka berpelukan seperti itu. Bahkan posisi Elea sekarang yang memeluk Ghazi tanpa sadar.
"Sepertinya bibit-bibit cinta mulai tumbuh diantara mereka. Berawal dari rasa khawatir, nanti akan berubah jadi cinta. Ah, aku tak sabar pengen segera punya cucu! Kalau bisa cucunya yang banyak, mbak! Biar kita nggak kesepian kan?" ucap Mami Shella saat mereka berdua berkutat di dapur.
"Benar sekali mbak! Tapi aku sedikit khawatir, mbak tahu sendiri Elea seperti apa! Aku sedikit ragu apa dia bisa jadi ibu, kesabaran dia setipis tissu di bagi dua!" kekeh Mama Nara.
"Halah! Tenang saja kalau emaknya nggak sabar ada kita para Oma yang siap menjaga cucu-cucu kita! Tapi, masalahnya anakku sekarang nih! Pasti ada saja jelmaan siluman pohon karet yang akan menganggu mereka! Astaga kenapa aku punya anak laki-laki satu-satunya tapi malah pecinta wanita modelan seperti itu ya! Perasaan dulu bapaknya nggak begitu! Apa mungkin dulu salah ngidam ya?" celoteh Mami Shella membuat Mama Nara terkekeh mendengarnya.
"Kita doakan dan terus kawal mereka saja, mbak! Semoga saja mereka benar-benar bisa saling mencintai dan menguatkan. Walau sepertinya memang tak jauh-jauh dari huru-hara setiap saat. Dekat awalnya karena seperti tom and Jerry tapi lama-kelamaan mereka juga akan sulit berjauhan! Ah rasanya nggak sabar menunggu mereka saling bucin!"
Kedua mama mereka terus saja menggosipkan anak-anak mereka sambil menyiapakan makan malam untuk mereka. Sedangkan kedua orang yang mereka gosipkan tak terganggu dengan tawa mereka. Keduanya masih terlelap saling berpelukan. Mungkin merasa nyaman satu sama lain sehingga membuat tidur mereka lebih nyenyak di banding biasanya. Tak ada guling yang biasa memisahkan jarak mereka. Benar-benar saling berpelukan seperti pasangan suami istri pada umumnya.
semoga ghazi dpt hukuman dr papi reno D asingkan k planet Pluto sebulan mh
jadinya pada mikir dih gampang Banggt yah gitu doang terhuraaaaaahhh El El kembali ke setelan aja lah lovely doply nanti kalau dia udah bucin
Thor yg Kirana ga lanjut lagi kah?
istri cuma ngikut apa yg di lakukan suaminya ga salah Dong,,
elea pingin curut itu kasihan