NovelToon NovelToon
Diam-diam Cinta

Diam-diam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Diam-Diam Cinta / Cintamanis / Office Romance / Romansa / Komedi
Popularitas:89.5k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Lisa Kanaya, meninggalkan keluarganya yang toxic untuk bertugas di pelosok desa. Siapa sangka dia berada di tengah tim yang absurd. Trio semprul dan dokter yang diam-diam menghanyutkan.

"Mana tahu beres tugas ini saya dapat jodoh," ucap Lisa.

“Boleh saya amin-kan? Kebetulan saya juga lagi cari jodoh," sahut Asoka.

“Eh -- "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Yang ketiga ... setan

Bab 35

 

 

“Ada apa sih?” tanya Lisa.

Yuli menggeleng, ia pun sama tidak tahu ada masalah apa dikumpulkan oleh Wahid. Ruang kecil yang biasa digunakan untuk rapat, sudah ada Rama di sana. Mengangguk-angguk mendengarkan arahan Wahid.

Lisa pun menempati kursi berseberangan dengan Rama, Yuli ikut duduk di sampingnya. Asoka baru bergabung dan langsung duduk di samping Rama. Yang menyebalkan, Marina datang bersamanya bahkan duduk begitu dekat dengan menggeser kursinya.

“Oke, kita mulai saja,” seru Wahid.

Tenaga kesehatan untuk puskes tidak lama lagi akan direalisasikan, penambahan 1 orang dokter serta perawat dan bidan. Program penyuluhan untuk kader akan diisi oleh dokter atau perawat tergantung materi.

“Saat ini pemerintah sedang menggalakan peningkatan kesehatan masyarakat dan disinilah peranan kita. Harus bisa melayani sampai ke pelosok. Bahkan jemput pasien harus kita lakukan agar tidak ada korban jiwa,” tutur Wahid. “Untuk ketua pelayanan saya percayakan pada dokter Asoka dan pelayanan jemput pasien saya tugaskan Rama. Untuk penyuluhan kader, dipegang Lisa dan Yuli.”

Semua sepakat dan setuju dengan arahan dan penjelasan Wahid. Terbayang tugas mereka akan semakin padat.

“Pak Wahid, saya ikut dokter Oka saja. Cukup bertugas di sini,” ucap Marina, lalu memegang lengan Asoka. “Ya dok, ya.”

Lisa tidak peduli, ia percaya Asoka tidak akan tergoda dengan minuman sachet dengan merk marimar itu. Saat bekerja mereka akan profesional dan tidak mencampur adukkan dengan perasaan juga urusan pribadi.

“Biar itu jadi keputusan dokter Oka, beliau yang akan putuskan.”

Wahid menahan Rama dan Lisa, membicarakan masalah lain. Asoka pun kembali ke ruang pemeriksaan yang menjadi ruang kerjanya saat ini.

“Dokter Oka, tunggu!”

Hanya menoleh sekilas dan tetap melangkah. Marina mensejajarkan langkah dan tidak ragu untuk ikut masuk ke dalam ruangan.

“Dok, tugas saya dua bulan lagi selesai.”

“Hm, baguslah,” sahut Asoka dan kembali fokus dengan layar laptop. Bagus karena tidak lagi bertemu dan melihat perempuan ini 

“Aku ada rencana bergabung di Sentral Medika,” seru Marina dan Asoka hanya menjadi dengan Oh saja. “Kebetulan ada kenalan di sana dan bisa dibantu untuk ikut gabung. Jadi kita bisa kerja bareng lagi deh.”

Pernyataan tersebut berhasil mendapatkan atensi dari Asoka yang langsung mengangkat wajahnya menatap Marina yang masih berdiri di depan meja. Baru menyadari dibalik jas putih wanita itu, menggunakan dress selutut. Apa dia pikir berada di catwalk.

“Kerja bareng?” tanya Asoka sambil bersedekap.

“Iya.” Melebihi semangat 45, Marina menarik kursi di depan Asoka dan mendudukinya.

“Sejak kapan dokter gigi buka praktek di UGD.”

“Kamu tugas di UGD?”

Asoka mengangguk dan masih bersedekap menatap wanita itu. Namun, Marina menganggap berbeda, ia merasa diperhatikan.

“Kamu nggak salah, ngapain di UGD? Setelah kamu lulus spesialisasi, mending praktek rawat jalan aja. UGD itu terlalu crowded.”

“Sepertinya konsep melayani pasien di kepala kamu dengan saya berbeda. Malah saya ada rencana bergabung di trauma center. Kamu malah cari posisi dengan zona nyaman. Saya sibuk, kalau sudah selesai tolong keluar.” Asoka sudah kembali fokus dengan layar laptop.

“Asoka,” panggil Marina membuat pria itu menaikan alisnya.

Mulai tidak sopan, pikir Asoka karena Marina memanggil nama.

“Tawaran dariku masih berlaku loh. Besok weekend, gimana kalau besok aja?”

“Maaf, saya sibuk.”

“Seharusnya kamu menikmati bertugas di sini dengan lebih santai, bukan malah terus sibuk. Ah iya, aku dengar Pak Cecep ada kedekatan dengan Camat dan dia ….”

“Dokter Marina, saya sibuk. Tidak ada waktu untuk membicarakan orang apalagi pak Kades. KAlau anda memiliki kedekatan dengan beliau, itu bukan urusan saya.”

“Kedekatan? Aku nggak ada hubungan dengan dia.”

“Terserah. Keselamatan dan kenyamanan anggota tim menjadi tugas saya termasuk Lisa. Jangan pernah mengusik dengan melibatkan diri dengan rencana jahat siapapun.”

“Maksud kamu apa sih?”

Asoka menarik nafas. Sepertinya dia harus sampaikan agar wanita itu tidak lagi mengganggunya.

“Saya dengar rencanamu dengan Pak Cecep termasuk kedekatan kalian selama ini.”

Marina membulatkan matanya, terkejut bukan main. Asoka tahu, sampai sejauh mana.

“Dengar apa, sepertinya kamu salah. Aku tidak ….”

“Jangan pernah mengusik hubunganku dengan Lisa apalagi menjebaknya atau kamu menyesal. Silahkan keluar!”

“Asoka, kamu harus percaya aku tidak mungkin melakukan itu dan yang kamu dengar pasti salah. Dari mana kamu dengar?”

“Itu pintunya,” seru Asoka lagi. Sudah muak menghadapi Marina.

Sedangkan di luar, Lisa membereskan meja skrining dan Rama duduk di kursi tunggu pasien tidak jauh.

“Sa, masalah kemarin udah beres?”

“Apaan? Inka?”

“Hm.”

Lisa mengedikan bahunya. “Semalam kontak Inka udah aku blokir, malas urusan sama dia.”

“Tapi sama Ayah lo jangan lost, hubungi dia. Gimana juga orang tua lo.”

“Iya, nanti.”

Pandangan keduanya tertuju pada Marina keluar dari ruangan Asoka. meski heran, tapi tidak aneh dengan kelakuannya. Terlalu agresif dan menunjukan rasa sukanya pada Asoka.

“Abaikan,” ujar Rama.

“Nggak notice, Cuma aneh aja. Nggak malu ya dia.”

“Anggap aja ani-ani lagi cari daddy,” ejek Rama.

“Ih, serem amat.” Lisa bergidik sendiri, tidak rela juga Asoka yang gantengnya kebangetan dan dingin sama orang, tapi raja gombal kalau dengannya disebut daddy.

“Apanya yang serem?”

Fokus dengan ani-ani, Lisa tidak sadar Asoka menghampirinya.

“Yang tadi lewat.”

“Setan dok, yang lewat.”  Pandangan Rama ke arah lain, khawatir matanya tern0da melihat interaksi Asoka dan Lisa.

“Marimar ngapain lagi?”

Asoka mengedik. “Entah, ngoceh-ngoceh. Aku nggak gitu paham. Nggak peduli juga sih.”

“Kata Rama ada ani-ani cari daddy, kamu jangan sampai tergoda ya. Awas aja!”

“Nggak akan sayang, aku malah tergodanya sama kamu.”

“Dih, gombal.”

“Serius. Pulang yuk, ngobrol di rumah. Ada yang perlu aku bicarakan.” Lisa adalah orang pertama yang harus tahu kalau besok dia akan pulang ke Jakarta dan menunda rencana mereka ke kota.

“Nggak ada hubungannya dengan Marimar ‘kan?”

“Hubungan kita dan masa depan.Biar cepat samawa.”

“Bungkus dok, tapi bae-bae di rumah nggak ada bapak kost. Jangan aneh-aneh, orang kalau berduaan, yang ketiganya set4n.”

“Aman,” sahut Asoka lalu mengulurkan tangannya. “Ayo, sayang.”

“Jule,” teriak Rama. “Balik Yuk. Kalau gue doang yang mengawasi ini pasangan, nanti dikira set4n.”

 

1
mery harwati
Inka anak tiri belagunya selangit, tabok lah Rama itu Inka pake botol infusan 😄
Iccha Risa
bapak kost langsung tlpn aja dech gosah ketak ketik
juwita
emak sm anak sama" pny penyakit hati🤣🤣🤣
Shee_👚
gass malah kesenengan asoka itu mah🤣
Shee_👚
lah staf doank juga kalau kerjanya rajin dan jujur lama-lama bisa naek jabatan. inka ini mau nya langsung di atas aja tanpa mau berproses 😒
Shee_👚
ibu sama anak sama aja pengin kaya tapi g mau kerja. kalau gitu mah cari aki-aki yang kaya tapi dah mau mati biar hartanya jadi milik sendiri🤣
Vtree Bona
hahahhaa si Rama kebakaran jenggot 🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Bang Beni pasti ngetiknya panjang kali lebar, gak kelar²🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hati² Lisa, bahaya🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kalo ngambek mah tinggal dikokop aja/Chuckle/
Septyana Kartika
Bang Ben ngetiknya berasa mau kultum, gak selesai2
mmh nengmuti
sapri panggil penghulu 🤣
Lia Kiftia Usman
suka sikapnya doni... putus...😊👍
stnk
gassss...grebek aja Ram biar langsung dikawinin...🤭🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha ada yang senewen, ga dapat calon menantu sekaliber dokter Asoka, sudah dokter, anak pemilik rumah sakit pula. kak penulis, tolong jangan ada drama INKA menjebak dokter Asoka, supaya INKA bisa jadi istrinya, dan menyingkirkan Lisa, aku ga rela kak
Siti Dede
Lagi enak²nya baca dah habis aja🤪
Siti Dede: iya🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
Elia Rossa
tambah tantrum Inka tau Asoka anak direktur RS....rasain 😀
Eva Karmita
lanjut otor 🥰🥰🥰🥰
Siti Dede
Gimana reaksi Inka dan mamanya ya saat tahu calon suami Lisa anak pemilik RS?
Ranita Rani
asoka jgn macem2 cpet anter lisa plg,,,,gak usah dkokop dulu cz sekli ngrasa isa ketagihan,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!