NovelToon NovelToon
Sistem Perdagangan Dunia Paralel

Sistem Perdagangan Dunia Paralel

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:51.6k
Nilai: 5
Nama Author: SiPemula

Alina Grace tumbuh sebagai putri keluarga Kalingga. Hidup dalam kemewahan, pendidikan terbaik, dan masa depan yang tampak sempurna.

Namun semua itu runtuh seketika begitu kebenaran terungkap.

Ia bukanlah anak kandung keluarga Kalingga

Tanpa belas kasihan, Alina dikembalikan ke desa asalnya, sebuah tempat yang seharusnya menjadi rumah, tetapi justru menyisakan kehampaan karena kedua orang tua kandungnya telah lama meninggal dunia.

Dari istana menuju ladang, dari kemewahan menuju kesunyian, Alina dipaksa memulai hidup dari nol.

Di tengah keterpurukan, sebuah Sistem Perdagangan Dunia Pararel terbangun dalam dirinya.

Sistem misterius yang menghubungkan berbagai dunia, membuka peluang dagang yang tak pernah dibayangkan manusia biasa.

Dengan kecerdasan, kerja keras, dan tekad yang ditempa penderitaan, Alina perlahan bangkit, mengubah hasil bumi desa menjadi komoditas bernilai luar biasa.

Dari gadis yang dibuang, ia menjelma menjadi pemain kunci dalam perdagangan lintas dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cepat Membalik Keadaan

“Pagi ini terasa jauh lebih indah tanpa pemandangan orang lain di rumahku!” gumam Alina.

“Nona benar. Udara saja terasa lebih segar tanpa adanya keberadaan orang yang membuat udara tercemar!” ucap Luna.

Alina menganggukkan kepala. “Ngomong-ngomong, bagaimana keadaan mereka saat ini? Semoga saja mereka bisa bertahan dari sedikit balasan yang aku lakukan!” ujarnya.

“Nona tenang saja! Mereka pasti bisa bertahan, tapi setelah melewati semuanya, tubuh mereka kemungkinan besar akan dipenuhi bekas luka yang akan sulit hilang,” ucap Luna.

“Memang itu tujuanku, tapi aku yakin entah itu nanti atau esok hari, keluarga itu pasti datang untuk meminta penjelasan pada apa yang sebenarnya terjadi pada mereka!” ungkap Alina.

“Biarkan saja mereka datang. Nona cukup hadapi mereka dengan ketenangan, dan tanpa adanya bukti, apa yang bisa mereka lakukan pada Nona?!”

“Aku memiliki bukti apa saja yang mereka lakukan, sementara mereka tidak memiliki bukti, hanya kesaksian yang keluar dari mulut. Jelas di sini aku memiliki keunggulan yang tak dimiliki oleh mereka!” ucap Alina sembari tersenyum kecil.

Tetapi mengingat seberapa licik keluarga Kalingga, ia yakin keluarga itu akan berusaha terus mempersulit hidupnya.

Meski begitu ia sama sekali tak gentar, apalagi sekarang ia bukanlah sosok manusia biasa, dan jika harus berkelahi, meskipun itu sepuluh pria berlatih, mereka tetap bukan tandingannya.

Mengakhiri obrolan dengan Luna. Alina cepat pergi ke ladang Bu Ratna yang hari ini memulai panen kentang.

Ia sudah bergabung dengan grup obrolan penduduk Desa. Jadi dari situ Alina tau kalau ladang kentang Bu Ratna sudah waktunya panen, dan meski saat ini masih pukul enam pagi, tapi suara orang di ladang sudah terdengar dari jauh, dari tempat Alina yang sedang berjalan menuju ladang Bu Ratna.

“Datang untuk membantu?” tanya Raka yang tiba-tiba sudah berjalan di sebelah Alina.

“Em~” Alina menganggukkan kepala, “Kakak juga ingin membantu?”

“Ya, itu sudah pasti!” jawab Raka.

Dikarenakan memiliki tujuan yang sama, mereka jalan beriringan menuju ladang yang ternyata sudah ada beberapa orang di tempat itu.

Mereka yang melihat kedatangan Alina dan Raka, segera mereka melambaikan tangan, menyambut kedatangan dua anak muda yang pagi ini tampak sangat bersemangat.

Tiba di ladang, Alina bergabung dengan para wanita yang tengah mengumpulkan kentang, sedangkan Raka bergabung dengan para pria yang sedang membalik tanah, memudahkan pekerjaan para wanita.

Semua orang bekerja dengan riang gembira, menikmati kebersamaan yang tidak setiap hari bisa dirasakan.

Saat waktu menunjukkan pukul 9 pagi, Bu Ratna datang membawa makanan untuk semua orang, dan seketika ia tersenyum lebar begitu melihat keberadaan Alina di tengah-tengah para wanita yang sedang bekerja.

Ia tak menyangka kalau Alina bersedia membantu, tapi nyatanya gadis itu datang membantu, berbaur dengan para wanita desa, juga dengan gadis seusianya yang tampaknya mulai akrab dengannya.

“Istirahat dulu, sudah waktunya mengisi ulang tenaga!” teriak Bu Ratna, cukup untuk memberitahu semua orang kalau makanan sudah tiba.

Saat ini memang sudah waktunya makan. Jadi semua orang sejenak istirahat, dan setelah mencuci tangan yang kotor, mereka mulai mengambil makanan yang bebas diambil.

Alina ikut makan bersama yang lainnya, dan walau makanan yang tersaji sangat sederhana, tapi karena dinikmati beramai-ramai, rasa makanan menjadi berkali-kali lebih enak, bahkan Alina sampai nambah.

“Badan kecil tapi banyak juga makanmu!” ucap Bu Ratna sembari tersenyum.

“Masakan Bu Ratna sangat enak,” puji Alina.

Pujian itu membuat senyuman Bu Ratna semakin lebar, “kalau begitu makan lebih banyak!” ucapnya sambil mengambilkan potongan ikan lalu menaruhnya ke dalam piring Alina.

“Sepertinya aku akan kekenyangan!” gumam Alina sambil cemberut, membuat orang-orang yang melihatnya merasa gemas, bahkan salah satu gadis muda mencolek pipi Alina yang lembut dan kenyal.

“Mirip moci!” ucapnya yang langsung disambut gelak tawa semua orang.

Tetapi di tengah-tengah gelak tawa, semua orang segera fokus pada awan hitam di kejauhan, yang menandakan jika tak lama lagi akan turun hujan.

Melihat itu, semua orang cepat menyelesaikan makan, dan setelahnya mereka kembali bekerja, bekerja dua kali lebih cepat dari sebelumnya.

Dikarenakan akan turun hujan. Para pria berhenti membalik tanah, dan dengan kendaraan gerobak, mereka membawa kentang yang sudah dimasukkan dalam karung ke rumah Bu Ratna.

Sebenarnya masih ada setengah ladang yang belum dipanen, tapi itu bisa dilakukan esok hari, dikarenakan sore nanti semua orang akan sibuk di ladang masing-masing, dan hanya bisa membantu di setengah hari.

Bersamaan dengan turunnya hujan, yang cukup deras, Alina dan semua orang telah selesai memanen di pagi ini, dan sisanya akan dilanjutkan esok hari.

Meski cuaca hujan. Setelah cukup istirahat semua orang memilih langsung pulang sambil bermandikan air hujan, termasuk Alina dan Raka.

“Mandi pakai air hangat supaya tidak masuk angin!” ucap Raka.

“Baik, Kakak juga lakuin itu!” balas Alina, dan begitu tiba di sebuah pertigaan, mereka berpisah karena jalan menuju rumah masing-masing tak searah.

“Nona, aku sudah menyiapkan air hangat untuk Nona mandi!” ucap Luna.

“Luna memang yang terbaik!” ucap Alina, dimana ia merasa sangat beruntung memiliki Luna yang serba bisa.

Sayangnya baru juga selesai mandi dan berganti pakaian, datanglah tamu tak diundang, “lagi-lagi mereka!” gumam Alina begitu melihat Hendra dan Raziel. “Setidaknya hanya mereka berdua!”

Begitu pintu rumah dibuka, Alina melihat Raziel langsung melayangkan tamparan ke arahnya, dimana tamparan itu cepat dihindari Alina dengan menarik mundur tubuhnya sendiri.

Baru setelah itu ia melihat ada mobil pihak kepolisian di belakang mobil yang milik Hendra.

“Kalian semua cepat tangkap dia! Dia wanita kejam yang telah membuat celaka adik dan saudara kembarku!” teriak Raziel.

Dua dari empat anggota kepolisian mencoba menangkap Alina, tapi cepat seorang pria menarik Alina supaya berlindung di belakang tubuhnya.

“Sembarangan menangkap orang tanpa adanya barang bukti. Apa kalian ingin kehilangan pekerjaan?!” tanya pria yang berdiri tegap di depan Alina.

“Kak Raka!” lirih Alina.

Mendengarnya Raka mengangguk kecil, tapi pandangannya begitu tajam tertuju ke arah dua polisi di hadapannya.

Awalnya kedua polisi ingin menyingkirkan Raka dengan paksa, tapi cepat dua rekan mereka menarik keduanya mundur begitu mengingat siapa pria di hadapan mereka.

Atasan mereka pernah menunjukkan foto Raka, dimana ada larangan keras tak tertulis yang melarang mereka mengusik hidup pria itu.

“Cepat jelaskan padaku, kenapa kalian ingin menangkap Alina?!” bentak Raka, tak sedikitpun takut pada anggota polisi di hadapannya.

“Itu, Tuan ini menyampaikan pada kami kalau Nona itu telah mencelakai putra dan juga putrinya. Jadi kami datang untuk melakukan penangkapan, supaya kedepannya mudah melakukan penyelidikan!” jawab salah satu polisi.

“Mana bukti jika Alina telah mencelakai putra dan putri orang itu!” Raka menunjuk ke arah Hendra yang sudah berkeringat dingin.

“Buktinya adik dan saudaraku saat ini dirawat di rumah sakit karena beberapa luka di tubuh mereka, dan aku yakin semua itu adalah ulahnya!” seru Raziel.

“Itu namanya bukan bukti, tapi itu namanya tuduhan!” ucap Alina membuka suara, “kalau bukti itu seperti ini!”

Alina cepat menunjukkan rekaman CCTV saat Rafael merusak ladangnya, tapi tiba-tiba dia menginjak ranting kayu tajam, membuat kakinya terluka, dan karena buru-buru membantu Rafael keluar dari ladang, tubuh Elena terluka oleh dedaunan.

Setelahnya dua orang itu langsung pergi, sementara terlihat jelas Alina sama sekali tak menyentuh mereka berdua.

“Bukti sudah jelas, dan karena sekarang ada anggota kepolisian di tempat ini, aku ingin balik melaporkan mereka berdua atas pengrusakan tanaman di ladang! Dengan bukti yang aku miliki, seharusnya itu cukup untuk membuat mereka mendekam di penjara!” ucap Alina cepat membalik keadaan.

1
saniscara patriawuha.
sikattttt sudahhhh mbokkkk linnnnn
saniscara patriawuha.
gassdsd pollllll...
🍒⃞⃟🦅SENJA
pada ga tau malu banget🤧
Fahreziy
nexk
Lala Kusumah
ish selalu saja ketemu sama keluarga toxic itu ya Alina, hajar saja kalau mereka macam macam 😡😡💪💪
ラマSkuy
haiya thor tanggung banget ini udah abis aja, masih belum puas aku bacanya 😁
Lala Kusumah
good job Raka 👍👍👍
ラマSkuy
lanjut thor
Fahreziy
nexk
ラマSkuy
waduh gatal gatal selama seminggu lagi 🤣🤣🤣
ラマSkuy
jangan bilang Raka ini jodohnya Alina ya thor
ラマSkuy
wah ternyata Raka pun menyembunyikan identitas aslinya ya, keren thor makin banyak rasa penasaranku tentang alur ceritanya 👍
saniscara patriawuha.
sikatttttt aeeee mangggg....
🍒⃞⃟🦅SENJA
salah orang capernya 🤭
Lala Kusumah
kereeeeeennn Alina 👍👍👍😍
🍒⃞⃟🦅SENJA
shania bukannya robot ya 😳🤭
🍒⃞⃟🦅SENJA
owalaaah ibumu korban perjodohan lin 🤧
saniscara patriawuha.
mau dong ikut memandikan...
Lala Kusumah
wah jadi Alina dan Caca sepupuan kalo gitu ya ....
ラマSkuy
haha sistem warisan ya dari ayah 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!