NovelToon NovelToon
Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Status: tamat
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: uutami

"Kamu mau lamar aku cuma dengan modal motor butut itu?"
Nada suara Dewi tajam, nyaris seperti pisau yang sengaja diasah. Tangannya terlipat di dada, dagunya terangkat, matanya meneliti Yuda dari ujung kepala sampai ujung kaki, seolah sedang menilai barang diskonan di etalase.

"Sorry, ya. Kamu mending sama adikku saja, Ning. Dia lebih cocok sama kamu. Kalian selevel, beda sama aku. Aku kerja kantoran, enggak level sama kamu yang cuma tukang ojek," sambungnya semakin merendahkan.

"Kamu bakal nyesel nolak aku, Wi. oke. Aku melamar Ning."

Yuda tersenyum lebih lembut pada gadis yang tak sempurna itu. Gadis berwajah kalem yang kakinya cacat karena sebuah kecelakaan.

"Ning, ayo nikah sama Mas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 35

"Mas, tadi Ning ditanyain Bu Siti…" suara Ning terdengar pelan begitu Yuda baru saja menutup pintu kontrakan.

Yuda yang sedang melepas jam tangannya refleks menoleh. "Ditanyain apa?"

Ning berjalan pelan mendekat, kruknya berbunyi pelan di lantai. "Katanya rumah kita sering ada tamu. Kadang subuh, kadang malam. Ning sampai bingung, soalnya Ning enggak pernah lihat siapa-siapa."

Jantung Yuda berdegup lebih cepat. Sekejap wajahnya berubah, alisnya terangkat, tangannya berhenti bergerak. Dalam kepalanya, bayangan pelayan khusus yang datang silih berganti untuk membersihkan rumah dan memastikan Ning aman berkelebat cepat.

"Oh… itu," katanya sedikit terlalu cepat, lalu terkekeh kecil, pura-pura santai. "Itu... Teman-teman komunitas Mas di ojek. Mereka memang suka kemari kok."

Ning menatapnya beberapa detik, seolah menimbang-nimbang. "Subuh-subuh? Ning kok enggak tau ya."

Yuda mengusap tengkuknya, berpura-pura berpikir. "Iya, itu... Kayaknya pas ini deh. pinjem duit. Kamu lagi tidur. Mas enggak enak mau bangunin kamu."

Pipi Ning bersemu merah, "Itu kan karena mas minta abis subuhan..."

Yuda terkekeh kecil. "Dingin dek. Jadi ya..." yuda melirik sambil menggaruk rambut belakang. "Udahlah enggak usah dipikir yang itu.."

Ning tersenyum tipis. "Ning kepikiran karena bu Siti tanya. Ning aja enggak tau, tapi tetangga malah tau."

"Tetangga rese tuh, kepo banget."

Ning tertawa seraya memukul lengan suaminya pelan. Begitu saja, tak ada lagi yang di bahas. Dan Yuda menghembuskan napas lega dalam diam. Ia mendekat, meraih tangan Ning. "Kalau nanti tetangga tanyain lagi, bilang aja teman ojek mas gitu. Teman mas kan banyak dimana."

Ning mengangguk pelan. "Iya, Mas. Ning percaya sama Mas."

Kalimat itu seperti menampar dan menenangkan Yuda sekaligus. Ia tersenyum, tapi dalam hati bertekad, aku harus lebih hati-hati. "Sialan Bu Siti. Harus diapain dia? Lama-lama malah bocor juga dia..."

****

Malam itu, saat mereka duduk berdampingan di sofa, Yuda tiba-tiba berkata, "Ning, besok Mas mau ajak kamu ke dokter."

Ning langsung menoleh. "Dokter? Buat apa?"

"Periksa kaki kamu."

Ning menghela napas pelan, bahunya sedikit turun. "Mas… buat apa? Dari dulu juga hasilnya sama. susah disembuhin. Mending duitnya buat yang lain."

Yuda menatapnya serius. "Itu dulu. Sekarang teknologinya beda. Dokter juga beda dari yang kemarin. Lagian, enggak ada mending-mendingan. Yang bener, kakimu dibawa ke dokter."

Ning terdiam. Ada lelah di matanya. "Ke dokter butuh biaya enggak sedikit, Mas."

Yuda menggenggam tangannya lebih erat. "Enggak. Sekarang ada layanan dari pemerintah yang lebih murah, gratis malah. Di pangkalan, Mas ada kenalan dokter, waktu mas cerita kaki kamu, dia tertarik banget. Kebetulan, dia lagi butuh pasien buat praktek."

Keheningan menggantung beberapa detik.

"Gratis kata nya."

Diam lagi, lalu Ning mengangguk pelan. "Ya sudah. Kalau Mas mau, Ning ikut."

Senyum Yuda merekah. "Terima kasih."

***

Esok paginya.

Rumah sakit itu besar dan terang. Ning harus menjalani berbagai pemeriksaan: rontgen, MRI, hingga konsultasi dengan dokter ortopedi senior. Yuda setia duduk di sampingnya, tak sekalipun meninggalkannya.

Setelah hampir seharian, dokter menutup map di tangannya. "Kondisi kaki Ibu Ning memang mengalami kerusakan saraf dan tulang akibat kecelakaan dulu. Tapi… masih ada harapan."

Ning menegang. "Harapan?"

"Dengan operasi bertahap dan terapi intensif, peluang untuk membaik cukup besar. Tidak instan, tapi bukan mustahil."

Mata Ning berkaca-kaca. Ia menoleh ke Yuda yang tersenyum lebar, matanya penuh keyakinan.

"Kita jalani," kata Yuda tegas.

Ning mengangguk, air matanya jatuh tanpa suara. Setelah dua tahun, harapan itu terasa nyata.

*****

Di tempat lain, Dewi menangis histeris di hadapan Bu Sumi.

"Mas Ridho jahat, Bu! Dia enggak percaya sama aku. Harusnya ini kabar bahagia!" ratap Dewi sambil memeluk bantal.

Bu Sumi mengusap dada, kesal bercampur khawatir. "Ya Allah… kok bisa begitu. Kamu itu istrinya. Kehamilan pertama ini, dia harusnya bahagia."

"Enggak tau, buk. Mas Ridho udah berubah."

Bu Sumi mengepalkan tangan, "Kenapa dia bisa berubah?"

"Itu semua karena Ning!" Dewi mendongak. "Sejak ketemu dia, Mas Ridho berubah!"

Bu Sumi langsung berdiri. "Apa? Ning? Anak itu lagi. Padahal dia udah nikah sama tukang ojek. Masih aja mau ganggu kebahagiaan kamu!"

Dewi menangis semakin mendramatisir.

"Ibu enggak akan diam saja. Ibu mau ngomong sama Bu Pur," katanya. "Setelah ini, kita selesaikan urusan sama perempuan nakal itu!"

Di rumah Bu Pur, suasana jauh lebih tenang. Bu Pur menyuguhkan teh hangat sambil mendengarkan cerita Bu Sumi yang menggebu-gebu.

"Ibu besan udah dengar kalau Dewi hamil?"

"hamil?"

"iya!" ucap Bu Sumi menggebu seraya menunjukan tespack Dewi.

Bu Pur hanya diam, datar saja.

"Dewi hamil anak Ridho! Cucu kita! Tapi, apa reaksi Ridho?" bu Sumi makin menggebu. "Bu Pur harus bicara sama Ridho. Masa istrinya hamil malah dicurigai."

Bu Pur mengangguk pelan. "Kenapa Ridho sampai curiga? Apa yang bikin Ridho curiga? Apa yang dewi lakukan?"

"Loh, kok malah ke Dewi sih?" suara Bu Sumi meninggi. "Yang bermasalah itu Ridho! Ridho begitu habis ketemu sama Si anak pelakor itu! Ning!"

Bu Pur tersenyum tipis. "Loh bukannya itu anak ibu juga?"

"Bukan!" bu sumi mendelik, "Dia bukan anak ku, cuma anak haram yang terpaksa aku tampung karena suami! Dia cuma bawa sial aja! Buktinya sekarang! Gara-gara dia, Ridho enggak percaya lagi sama istrinya. Ibu besam harus ambil tindakan!"

Bu Pur sebenarnya malas menanggapi, tapi sudalah, dia dengarkan saja.

Suara mobil berhenti terdengar di garasi rumahnya.

"Itu... Suara mobil Mas Ridho," kata Dewi.

Tak lama, Ridho masuk. Wajahnya lelah, tapi sorot matanya dingin.

Begitu masuk, ia langsung dicecar.

“Ridho, kamu kenapa ke Dewi?" tanya Bu Sumi tajam.

"Ibu dengar Dewi hamil anakmu," sambung Bu Pur. "Benar? Kamu enggak kasih tau ibu."

Ridho meletakkan kunci, lalu menatap mereka satu per satu. "Kata Dewi begitu. Dia hamil."

Dewi tersentak. "Mas… Aku memang hamil."

"Kalau begitu," kata Ridho datar. "Ayo USG sekarang. Ibu berdua sekalian, ikut saja. Biar jelas kondisi bayinya."

Bu Sumi tampak lega. "Nah, itu baru benar.$

Bu Pur mengangguk setuju.

Hanya Dewi yang pucat. Tangannya mengepal, jantungnya berdegup tak karuan. Ia tahu, itu bukan ajakan tulus. Itu jebakan.

Ridho menatapnya lama, tatapan yang membuat Dewi takut.

1
Rebecca Jaimin
aku cari ternyata dia masih perawan ngk ada tuh
Rebecca Jaimin
karya yang hebat..mengajar apa itu keredhaan,kemaafan dan keikhlasan serta keindahan didalam semuanya itu..teruskan berkarya yg mampu membuka mata hati nurani..moga kita hidup tidak didasari dgn kepahitan masa lalu,tapi menjadikan teladan dn pengalaman di titi usia untuk menjadi insin yg lebih baik dari kemarin,lebih dewasa hari ini untuk hari ini dan dewasa memotivasikan hari esok..
Marina Tarigan
semoga jgn yg nya lina lqqmembenci ningsih Dewi Ranu dan nenek
Marina Tarigan
lanjut yg tetbsik bagi mereka ksrena sdh kedal dipertengahan jln deh
Marina Tarigan
keyemu kuntilanak cantik. hi hi hiii aku cinta kamu zRanu jgn istri juda pantang kualat kamu nanti Ningsih juga ngeri dan jijik melihatmu . bagus pak Deni anakmu tdk normal
Marina Tarigan
rRanu lesong alias gila alias bodoh mencintai istri orang sadarlah tuan kamu tdk laku ya cinta sm idtri orang ningsih taat agama dia bukan jalang tolol kamu mau hancurkan keluargamu sendiri
Marina Tarigan
ranu gila ys dia sakitin yg di tabrak sampai pincang kamu perlu dijebloskan kepenjsra tanpa bertanggung jswab apapun sm korban tabrskanmu otakmu kemana larinya tolol
Marina Tarigan
la jut ceritanya
Marina Tarigan
lanjutkan semoga semua stroke kecuali ningdih
Marina Tarigan
ya elah Ranu sdh iistrimu pun bisa pisah diambil orang ini kamu tabrak dia menferita tdk punya kuasa pincang tdk punya dans berobat dlm segi apapun tdk afa hakmu persoalkan itu juds menjsga dan merswat sampai operadi juga srmbuh total tdk ada sedikitpun jasamu di tubuh ningsinh berpikir jernih lah demi ketenanganmu ningsih bukan barang bisa diofer sesuma hatimu Arun aneh otakmu
Marina Tarigan
salon ning akan berkembang jgn saling merebut harta kalau orang tuamu tdk bijak biarkan saja tinggalkan semua juga ibumu itu yg tdk tegas sejal awsl doa hanya mikirkan Arun bukan rmh tgha mu
Marina Tarigan
bagus tak usah punya saudara begitu ning nukan pacarmu Ranu gomans sekarang ibu zaanggun radakan akibst perbuatsnmu itu anakmu akan saling menghancurkan
Marina Tarigan
biadap kamu Ranu awal kehancuran keluargamu Anggun
Marina Tarigan
salahkan ibumu tdk berterus terang terus maksa ningsih terus bantu therapimu tuan kelusrgamu tdk punya adab ya kalau adst kami ssngst pantang dekat sm ipsr sendiri apalagi sempst pegang apapun ceritanya mknya sussh dekat sama orang tdl punya adsb khusus ibumu dua2 anaknya tetluka korban ningsih jgn mau lagi ningsih biadap mertuamu itu
Marina Tarigan
pindsh saja Ning sm suamimu ke Salon kalian Ranu tdk tahu ning idtri juda ibu Anggun cari masallah
Marina Tarigan
keluarga kaya raya tapi punya ibu biadap jgn2 anakmu berdua saling membunuh aru tahu rasa dan ning kembali pd ridho karena merema saling mencintai dulu
Marina Tarigan
mama anggun tfk benar seorang ibu wataknya menyakiti anak sendiri Ranu belum tahu Ning istri juda fan dulupun ning bukan pacar Ranu dia merasa bersalah karena menabrkaknya dia mencari diA tdk ning istri adiknya juda apa ibu mau menghilir ning ke anak ibu berdua ning bukan barang ibu apa mau ning punya dua suami atau ibu
Marina Tarigan
ning kan bukan pacar Ranu Ning istrimu biadap sia2 kamu pintar dan masa sangsi sm Ranu dan ning bukan barang tak ada masallah apapun ningsih idyrimu atau kamu mau sm zDewi cerita aneh
Marina Tarigan
ning kan sdj fisayang sangat dinikahi juda dan ning sdh dioperasi hingga mormal kembali pikiran keluarga ini kok picik kali
Marina Tarigan
kepoĺosanmu ning bisa bawa petala pd
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!