Realitanya,kita tidak pernah tahu bagaimana jalan menuju takdir itu sendiri
yang membuat kita menerka-nerka dimana kaki ini akan menapak esok hari.
'Tuhan tidak pernah salah dan tidak pula terlambat dalam menetapkan suatu takdir kepada hamba-Nya'
'Kamu tahu sayang?aku bertaruh dengan diriku sendiri bahwa suatu saat hatimu yang sempit itu akan menjadikanku tempat pulang yang paling nyaman untuk kamu singgahi'.~ Elvita
'pernikahan ini hanya sementara,Sampai Kakak pertamaku melahirkan anak pertamanya mari mengurus surat perceraian'~Bian
Pernikahan yang awal nya berdasarkan kesepakatan itu akhirnya mengungkap tabir lama kedua keluarga yang hampir diambang kehancuran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twdyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rumah sakit
Bian menggandeng tangan Elvita ketika sudah berada di rumah sakit,entah sadar atau tidak Elvita memilih mengabaikannya.
keduanya berjalan dengan begitu panik mendekati Brian dan beberapa keluarga yang sudah duduk didepan ruang operasi.
Elvita dengan cepat memeluk nenek Halimah nya yang sudah menangis ditemani oleh Khanza dan bibi Fitri.
"Bri..."
untuk kali pertama nya seorang Brian yang terlihat begitu kuat dan tegas menjadi lemah dan tak berdaya ketika dihadapi ujian yang begitu berat selama masa pernikahannya.
saat Dokter berkata hanya dapat menyelamatkan ibu nya dan harus mengikhlaskan janin yang masih berkembang di rahim istrinya jelas saja dunia nya seketika runtuh.
Dia takut ketika Aisyah mengetahui ini akan membuatnya terpukul dan sedih.
padahal dia sudah berjanji tidak akan membuat istrinya menangis seperti masa awal pernikahan mereka.
dan sekarang!
Dia hanya berharap mereka sabar dalam menghadapi ujian ini.
Bian lantas memeluk saudara laki-laki nya,dia tahu betul bagaimana Brian begitu menjaga istrinya.
ketika semua orang sedang menunggu waktu,Arga tampak datang dengan kekhawatiran yang begitu besar.
Dia melihat Brian yang tengah menunduk di kursi panjang bersama Bian dan Ilham.
Arga pikir,bagaimana ini bisa terjadi
Tapi menanyakan hal ini jelas saja bukan waktu yang tepat.
dia lantas memijat keningnya pelan,berusaha menetralkan rasa cemas nya.
seandainya dimasa lalu dia tidak begitu mudah dimanipulasi,tentu saja dia akan menikmati hari dengan tenang bersama istri dan anak-anak.
dia selalu menyesali kejadian itu,berharap Tuhan memberikan ganjaran hanya kepada nya bukan kepada anak dan keturunannya.
Bukankah menyesali sesuatu yang sudah lalu hanya membuat kita terus-terusan merasa bersalah?
ketika semua orang sedang berperang dengan pemikirannya masing-masing tampak ruang operasi terbuka.
seorang dokter laki-laki yang sudah tua keluar dari ruangan tersebut.
"Keluarga nona Aisyah..."
Ketika mendengar itu Brian dan lainnya langsung berdiri mendekati sang dokter berharap mendengar kabar baik akan kondisi Aisyah.
"Bagaimana dok..."Tanya Brian khawatir
"Nona Aisyah mengalami keguguran akibat benturan keras yang mengakibatkan pendarahan dan akan sadar dari efek bius setelah beberapa jam kemudian"
Masa kritis setelah operasi umumnya adalah 48 jam pertama, di mana risiko komplikasi seperti pendarahan atau infeksi paling tinggi, namun durasi pemulihan total sangat bervariasi tergantung jenis operasi, kondisi pasien, dan kompleksitas prosedur, bisa dari beberapa minggu hingga bulan. Pasien biasanya sadar penuh dalam 1-2 jam pasca-bius total, tetapi pemulihan penuh membutuhkan waktu lebih lama(sumber:google)
mendengar penjelasan dokter,membuat semua orang begitu sedih sekaligus bersyukur bahwa Aisyah akan segera sadar meskipun anak yang dia kandung sudah tiada.
"Terimakasih Tirta..." ucap Arga pada dokter dihadapannya yang tak lain adalah laki-laki kepercayaannya,ayah dari dokter Enrina yang sudah lama mengabdi pada keluarga Brawijaya.
Karena hari sudah semakin larut,Brian memaksa semua orang agar pulang terlebih dahulu dan datang lagi esok hari untuk beristirahat.
Karena paham Brian ingin mengurus istrinya sendiri,akhirnya mau tidak mau semua orang membiarkannya menjaga Aisyah malam ini.
Ketika Elvita dan Bian menuju parkiran, tiba-tiba seorang laki-laki mendekati mereka dan menarik tangan Elvita dengan cepat,membuat Bian reflek menarik tangan laki-laki itu dan memindahkan Elvita dibelakangnya.
"Kak...." pekik Elvita saat sadar dari keterkejutan nya.Dia melihat laki laki itu dengan senyum yang mengembang.
'kak..?'Tanya Bian bingung,dan yang lebih mengejutkan lagi Elvita malah berdiri maju disampingnya menyapa laki-laki tampan yang menariknya tadi.
'Tampah sih tapi yahh masih dibawahku!' pikirnya
"Sudah lama tidak bertemu Elvita Queensha ?" sapa laki-laki didepannya.
"kamu menetap di Indonesia kak Anthony..?"tanya Elvita heran
Elvita dan Anthony sudah kenal sejak lama,ketika mereka di negara A saat Elvita berlibur bersama keluarga nya....Dia tidak sengaja bertemu dan berteman dengan Anthony dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.
Dan sejak Elvita kembali ke Indonesia jelas saja mereka tidak pernah bertemu dan bertukar kabar.
"Masuklah...?" Bian tiba-tiba membuka pintu mobil disampingnya menyuruh Elvita untuk masuk dan memutuskan percakapan kedua orang yang tampak sangat akrab.
Dia tidak ingin terlalu lama melihat pemandangan yang entah kenapa membuat dadanya bergelora kepanasan.
'ohh S*it!kenapa aku ingin sekali menonjok laki-laki yang sok akrab ini!'pekiknya
"Siapa dia Elv..?" Tanya Anthony saat melihat laki-laki yang sedari tadi berdiri disamping Elvita berusaha menyuruhnya untuk masuk kedalam mobil dengan sedikit memaksa, Anthony lantas menahan tangan Elvita yang langsung dilepas perlahan oleh gadis cantik itu.
"Dia suami ku kak...sampai bertemu dilain waktu,aku harus pulang sekarang" jawab Elvita,kemudian masuk kedalam mobil dan langsung ditutup oleh Bian dengan keras.
Entah kenapa mendengar Elvita berkata jujur membuat Bian tersenyum senang seakan sedang meraih sebuah kemenangan.
Anthony yang melihat Bian berlalu dari hadapannya dan mengendarai mobil menjauh lantas hanya menatap nya dengan tatapan yang hanya dia sendiri pahami.
'Bukankah suatu kebetulan yang menarik'
"Siapa laki-laki itu?"
mendengar pertanyaan Bian,Elvita yang sedari tadi hanya diam lantas menolehkan wajah nya ke arah sang suami.
"hanya teman lama Bi..."" jawab Elvita singkat.
'sial,kenapa jawabannya begitu singkat'batin Bian
hening
"Dimana kalian Bertemu?.." Tanya Bian lagi
"ketika aku berlibur di negara A.."
"kalian berpacaran...?"
"Tidak!"
"kamu marah aku bertanya tentang laki-laki itu?" sungut Bian tak terima saat Elvita hanya menjawab singkat semua pertanyaan nya.
"what..?"
Jelas saja Elvita mengerutkan keningnya saat Bian menaikkan nada bicara kepada nya.
"Ada apa Bi...?justru kamu yang terlihat marah disini!" ucap Elvita tak mau kalah.
ohh ayolah Elvita hanya sedang berpikir tentang kondisi Aisyah saat ini bukan memikirkan yang lain!
Sedari tadi dia mencemaskan perempuan yang baru saja kehilangan anak yang dia kandung.
membayangkannya saja membuat hati Elvita begitu perih!
Tapi lain pikiran Elvita,lain juga pikiran Bian!
"aku? marah? yang benar saja!" ucap Bian sambil menolehkan wajahnya sesekali ke arah Elvita.
"Sudahlah...lihatlah kedepan ketika menyetir"
Elvita mengabaikan Bian yang entah kenapa mood laki-laki itu naik turun secara tiba-tiba.
Dia hanya memejamkan mata sepanjang perjalanan,tanpa berniat membuka suara nya lagi dan membuka mata nya ketika mobil Bian sudah berhenti dan laki-laki itu menyuruhnya untuk turun.
ketika sudah berada di dalam rumah,Elvita yang ingin langsung masuk kedalam kamar mengurungkannya ketika Bian menarik tangannya.
"Ada apa lagi Bi..? Tanya Elvita jengah,entah kenapa dia tidak dalam kondisi yang baik untuk berbicara dengan orang lain.
"Kamu belum menjawab pertanyaan ku.."ucap Bian,dia menatap mata Elvita dengan tatapan yang lembut.
'Kenapa tatapannya tiba-tiba membuatku lemah'batin Elvita
"kamu cemburu...?" tanya Elvita spontan
"Bagaimana kalau aku mengatakan iya?apakah kamu akan menjawab nya...?"
perkataan Bian tiba-tiba saja membuat Elvita kikuk dan wajahnya memerah seketika,apalagi laki-laki ini melingkarkan satu tangannya di pinggang Elvita yang jelas membuat gadis itu begitu kelabakan.
"itu hanya teman lama ku Bi..."
"Tatap aku saat berbicara Elv,jangan palingkan wajah mu"
"Kami bertemu ketika aku berlibur di negara A beberapa tahun yang lalu,setelah dari sana kami tidak pernah lagi bertukar kabar dan baru bertemu saat kita berada dirumah sakit"
Elvita berbicara lembut kepada laki-laki yang sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit dia artikan.
"Jangan bertemu dengannya lagi,entah kenapa aku begitu marah saat tahu kamu berbicara dengan laki-laki lain selain aku!"tegas Bian
"Kamu akan membuatku salah paham dengan sikapmu Bian.."
......................
Aku manusia dengan banyak takut dan penuh keraguan...
terkadang keputusan ku masih membuatku bertanya,sudah benarkah?sudah tepatkah?
Saat aku sudah menaruh harap sepenuh nya,aku takut bahagia ini hanya sesaat.
sebab bermain dengan hati adalah permainan yang akan sangat merugikan jika kamu kalah.
Tapi,bisakah kita membiarkannya mengalir dengan sendirinya?
aku hanya ingin merasakan bahagia nya ketika bersandar pada tubuh yang memberikan kehangatan saat memelukku.
......................
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
*maaf jika ada typo atau kesalahan dalam penulisan kata