Di saat resepsi pernikahan. Anjani Thalia harus menerima kenyataan pahit jika calon suaminya tiba-tiba saja membatalkan pernikahannya.
Keluarga Anjani merasa malu dan marah karena merasa di permainkan oleh Arjuna . Calon menantu mereka.
Bahkan yang paling mengejutkan, ternyata Arjuna memilih wanita lain. Dan yang lebih mengejutkan dia memilih teman Anjani sendiri sebagai calon istrinya.
Saat keadaan kacau Anjani terlihat pasrah dengan kehancuran di depan matanya. Namun siapa sangka seseorang justru menyelamatkannya dari kehancuran itu.
Keandra Alarick. Mantan Anjani datang dengan tiba-tiba dan ingin menikahinya. Hal itu pun membuat semua orang terkejut.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Apa Anjani akan melanjutkan pernikahannya dengan Keandra?
Apakah setelah ini kehidupan Anjani akan bahagia?
Ikuti kisah mereka sampai selesai.
Jangan lupa follow. Beri like dan komentar kamu ya!
Happy Reading...! 🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy jay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 Akhirnya berkunjung
Hari ini Anjani memutuskan untuk berkunjung ke rumah ibunya. Sebab setelah menikah dengan Keandra. Anjani belum berkunjung lagi ke rumah ibunya.
"Aku akan antar kamu." Keandra tiba-tiba muncul dari arah belakang. Hal itu membuat Anjani sedikit terkejut.
"Kean." ucap Anjani, memegang dadanya. "Kamu mengagetkan ku."
Keandra menatap Anjani. Hatinya merasa gemas melihat ekspresi Anjani yang sangat terkejut. Padahal ia sama sekali tidak bermaksud mengagetkannya.
"Aku akan mengantarkan kamu ke rumah mamah. Sekalian, aku juga ingin bertemu dengan beliau." ucap Keandra tegas.
Anjani tersenyum tipis mendengar perkataan Keandra. Hatinya bahagia, karena Keandra masih peduli pada orang tuanya.
"Baiklah Kean. Terima kasih, karena kamu mau mengantarkan ku." balas Anjani tulus.
Keandra tidak menjawab. Cukup bagi Anjani sikap Keandra saat ini menjadi jawaban baginya.
Anjani dan Keandra pun akhirnya berangkat. Tanpa mereka tahu, jika seseorang sedang mengawasi mereka dari kejauhan.
"Tuan. Mereka pergi ke rumah orang tua nona Anjani. Apa saya harus mengikuti mereka?" ucap seseorang, yang tidak lain adalah orang suruhan Darma.
"Ikuti mereka. Pastikan kamu mendapatkan momen sesuai yang aku minta."
Orang tersebut mengangguk paham. Setelah itu mengakhiri panggilannya. Segera mengikuti mobil Keandra yang sudah pergi terlebih dahulu.
...----------------...
Tak membutuhkan waktu lama, mobil Keandra sampai di rumah mamah Mira. Ia dan Anjani turun dari mobil. Berjalan menuju depan rumah.
Tok... Tok... Tok...
Anjani mengetuk pintu. Tidak sabar ingin segera memeluk orang yang paling ia rindukan saat ini.
Cklek...
Pintu terbuka. Mira muncul dengan senyuman lebar yang terukir di bibirnya.
"Anjani. Nak, Keandra." seru Mira bahagia. "Akhirnya kalian datang kesini."
Anjani tersenyum. Langsung memeluk erat Mira. Bahkan tak terasa Anjani terdengar terisak.
"Aku kangen, mah. Bagaimana kabar mamah?"
Mira tersenyum. "Mamah juga kangen sayang. Dan kabar mamah alhamdulillah baik." jawabnya tersenyum.
Anjani melepaskan pelukannya. Mira kini beralih menatap menantunya.
"Nak Keandra." sapa Mira ramah dan tersenyum.
"Mah." Keandra langsung meraih tangan kanan Mira dan menciumnya.
Mira tersenyum melihat sikap Keandra, yang tidak pernah berubah. Ia pun berpikir, jika keadaan Anjani dan Keandra baik-baik saja.
"Kita masuk. Mamah akan buatkan makanan kesukaan kalian." Mira mengajak Anjani dan Keandra, masuk kedalam rumah. Rasa bahagia menyelimuti hatinya. Melihat hubungan anak dan menantunya terlihat harmonis.
Di sebrang jalan, seseorang tetap memantau. Tak sedikit pun tatapannya beralih dari rumah Mira.
Suasana di rumah Mira menjadi hangat. Anjani tidak berhenti bercerita. Menceritakan hal, yang memang tidak bisa ia ceritakan semuanya.
Saat ini, Anjani dan Mira sedang berkutat di dapur. Menyiapkan makan siang untuk mereka.
"Aku pamit sebentar. Ada urusan mendadak." Keandra menghampiri Anjani. Meminta izin untuk pergi keluar.
Anjani menghentikan aktivitasnya. "Kamu mau kemana?" tanya Anjani, menatap Keandra.
"Aku harus menemui seseorang. Dia, klien ku. Katanya ada hal yang ingin dia bicarakan dengan ku." jawab Keandra tegas.
Anjani mengangguk. "Oh. Baiklah. Kalau begitu hati-hati. Usahakan pulang, sebelum jam makan siang."
"Baik. Tapi aku tidak janji."
Anjani mengizinkan Keandra pergi. Interaksi mereka pun tak luput dari perhatian Mira. Hal itu membuat Mira mengira, jika hubungan antara Anjani dan Keandra baik-baik saja.
Keandra pamit. Meninggalkan Anjani dan Mira yang masih sibuk memasak.
"Anjani." panggil Mira lembut.
Anjani pun melirik. "Iya mah."
Mira tersenyum. "Apa mamah boleh bertanya sesuatu?"
"Boleh. Memang mamah mau bertanya apa?"
Mira terdiam sejenak. "Apa hubungan kamu dan nak Keandra baik-baik saja?" tanyanya sedikit ragu.
Anjani seketika terdiam. Kenapa tiba-tiba Mira menanyakan hal itu? Apa Mira tahu yang sebenarnya? Itulah pertanyaan yang seketika muncul di pikiran Anjani saat ini.
"Anjani. Kenapa kamu diam?" tanya Mira, heran. Sebab Anjani tidak menjawab melainkan hanya terdiam membisu. "Anjani. Kamu baik-baik saja?" ulang Mira. Menepuk pelan bahu Anjani.
Anjani seketika tersentak. "Ah. Iya, mah. Aku baik-baik saja. Maaf, tiba-tiba saja kepala ku pusing." jawabnya berbohong.
Mira menatap Anjani penuh kekhawatiran. Segera mendekati dan memastikan keadaannya.
"Kamu sakit, Anjani?"
"Tidak mah. Hanya saja kepala ku sedikit pusing. Nanti juga sembuh sendiri."
Mira menghela nafas. Tidak lagi berbicara. Hatinya merasa, jika ada sesuatu yang disembunyikan oleh Anjani saat ini.
"Jika ada masalah. Kamu bisa cerita sama mamah. Dan mamah berharap kamu tidak menyembunyikan apapun dari mamah." ucap Mira, menatap lekat wajah Anjani.
Anjani membalas tatapan Mira. Hatinya seketika sedih saat Mira menatapnya. Ada rasa bersalah menyelinap pada hatinya. Sebab bagaimana pun juga, Anjani sudah membohongi Mira atas semua masalah yang sedang ia hadapi.
"Ya sudah, sebaiknya kamu istirahat dulu. Biar mamah yang menyelesaikan semuanya." ucap Mira. Menyuruh Anjani untuk beristirahat. Ia tidak akan memaksa Anjani untuk menceritakan semuanya. Sebab Mira tahu batasan. Meskipun dirinya adalah orang tua Anjani.
Anjani mengangguk pelan. Pergi dari dapur dan memilih duduk di ruang tamu.
Mira menatap sedih punggung Anjani yang menjauh. Hanya bisa berdoa, semoga Anjani bisa menghadapi ujian rumah tangganya.
Di ruang tamu, Anjani duduk sambil memejamkan mata. Hatinya menyesal karena sudah tidak jujur pada Mira. Anjani hanya tidak mau membuat Mira khawatir. Maka dari itu, ia sengaja menyembunyikan semuanya dari Mira.
Tok... Tok... Tok...
Tidak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu. Anjani yang terdiam menoleh kearah pintu.
Pikirnya, apakah itu Keandra.
Anjani pun bangkit berdiri bermaksud membukakan pintu. Namun Mira yang rupanya sedang berjalan kearah pintu melarangnya.
"Biar mamah saja. Lebih baik kamu beristirahat saja." ucap Mira lembut.
Anjani mengangguk pelan. Walaupun sebenarnya ia ingin membuka pintu itu. Ingin tahu, siapa orang yang berada didepan rumah Mira.
Cklek
Mira membuka pintu. " Nak Aditya. " ucapnya sedikit terkejut.
Orang yang dipanggil namanya hanya tersenyum tipis.
" Tante Mira." ucap Aditya, mencium punggung tangan Mira. " Bagaimana kabar tante?" Lanjut nya bertanya.
"Alhamdulillah, kabar tante baik."
Dari dalam rumah Anjani yang penasaran pun menghampiri mereka.
" Aditya!" pekik Anjani terkejut. "Apa yang sedang kamu lakukan disini?"
Aditya pun terkejut. " Kamu sendiri sedang apa disini?"
" Ini rumah mamah ku. Terserah, aku mau apa! Lalu kamu sendiri? Apa yang sedang kamu lakukan disini?" tanya Anjani, dengan nada ketus.
Aditya tersenyum tipis melihat sikap Anjani yang terlihat menggemaskan.
"Aku hanya ingin mengantarkan ini. Ibu ku menitipkan ini untuk mamah mu." Aditya memperlihatkan sebuah paper bag. Di dalamnya ada sebuah baju yang sengaja dibuat sendiri oleh ibu Aditya.
"Apa itu?" tanya Anjani, berusaha mengintip isi paper bag yang masih dipegang oleh Aditya.
"Anjani!" tegur Mira. Malu karena sikap Anjani sungguh sangat memalukan.
Anjani mendelik. Mendapatkan teguran dari Mira. Namun semua itu berujung dengan tawa semuanya.
Aditya memberikan paper bag itu pada Mira. Kini ia beralih menatap Anjani yang hanya diam saja.
"Kamu datang kesini sendirian? Mana Keandra?" tanya Aditya, nampak mencari keberadaan keberadaan Keandra.
"Aku datang kesini bersama Keandra. Tapi sekarang dia sedang keluar karena ada hal penting." jawab Anjani. Berjalan menghampiri kursi yang berada di teras.
Aditya yang mengerti mengangguk pelan. Sementara Mira masuk kembali ke dalam rumah. Membuatkan minuman untuk Aditya.
Dari kejauhan seseorang mengambil gambar kebersamaan Anjani dan Aditya. Terukir senyuman penuh arti, saat berhasil mengambil gambar tersebut.
"Bagus. Pasti tuan Darma akan senang melihat ini semua." ucapnya pelan.
mending cerai aja lah kalian berdua
Kakek aja ga suka suami ada dendam no good buat kamu
lanjut Thor double up 🔥🔥🔥
lanjutin ceritanya sampai tamat