NovelToon NovelToon
Gadis Yatim Dan Ruang Ajaibnya

Gadis Yatim Dan Ruang Ajaibnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Time Travel / Fantasi Wanita
Popularitas:78.7k
Nilai: 5
Nama Author: bubun ntib

Su Ran terbangun ketika mendengar suara melengking keras dan tangan kasar yang mengguncangnya..

Heh~ Apakah ini layanan Apartemennya, kenapa begitu kasar pijatannya?
Lalu, kenapa kedap suaranya sangat jelek?

Begitu sadar, ia ternyata masuk kesebuah era dinasti Ping yang tidak tercatat dibuku sejarah manapun.

Hee.. ingin menantangku soal bertani? dan menjual barang?
Jangan panggil aku Su 'si marketer andalan' jika tidak bisa mendapat untung apapun!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bubun ntib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

Bangunan seluas 250 meter persegi didirikan di samping rumah Su Ran, terpisah oleh pagar tinggi yang mengelilingi bangunan tersebut.

Itu adalah lahan baru yang dibeli oleh Su Ran untuk membangun pabrik sambal. Su Ran kembali membeli lahan sebesar 1 Mu, khusuk didirikan sebuah pabrik.

Awalnya, keempat keluarga ingin membayar dengan sistem patungan, tetapi Su Ran langsung melambaikan tangan.

“ Tidak usah, jika suatu hari pabrik semakin besar dan pesanan stabil, anggap saja kalian menyewa tempat kepadaku,” ujarnya saat itu. Dalam pikiran Su Ran, lumayan kan kalau menyewakan tempat.

Di Dalamnya ruangan dipisah menjadi 4 bagian yang sama rata. Setiap ruangan memiliki alat yang berbeda sesuai dengan langkah – langkah pembuatan sambal.

Mulai cabai dan bahan lainnya yang dicuci lalu ditumbuk hingga proses pengemasan. Su Ran juga memiliki ide untuk membuat beberapa varian sambal seperti sambal daging yang ia but. Lalu masih ada sambal mangga, sambal daun jeruk, dan masih banyak lagi.

Tenang dan sabar, semua akan ada waktunya.

Pagi ini, Su Ran sudah ngapel ruangan pengemasan. Ia melihat bibi kepala desa tengah memeriksa wadah sambalnya.

“ Nak, kamu akan ke kota hari ini?” tanyanya sambil terus memeriksa wadah demi wadah.

“ Ya, Bibi. Apa bibi ingin menitipkan sesuatu untuk saudara Dao?” tanya Su Ran sambil nyender di meja.

“ Tidak, kakak Dao Mu tidak kekurangan apapun. Bukankah tuan Jiang dan yang lainnya begitu baik?” Bibi kepala desa akhirnya mendongakkan wajahnya dan tersenyum kepada Su Ran.

Tidak henti – hentinya ia bersyukur kepada gadis di depannya, semua kehidupan baik keluarganya berawal dari gadis ini.

“ Baiklah, aku akan menyerahkan urusan disini kepada kalian. Lalu, untuk warga yang ingin menanam cabai, beri tahu saja cara menyemai. Bibi juga bisa bilang kepada paman tetua untuk ‘menjual’ beberapa cabai,”

“ Atau kalian juga bisa menyemainya terlebih dahulu, lalu menjualnya,” Su Ran berkedip usil. Membuat bibi kepala desa terbahak. Ia sangat takjub dengan otak bisnis gadis yang dulunya terkenal sangat pemalu.

“ Baiklah, nanti aku akan bicara dengan pamanmu,”

“ Oh iya satu lagi. Bi. Aku memiliki ‘benih’ padi unggulan dari kota. Aku akan membawakannya kepada kalian untuk ‘dicoba’ nanti,” begitu saja, Su Ran langsung kabur tanpa memperdulikan reaksi bibi kepala desa yang hanya bisa menggelengkan kepala.

Hanya dia, gadis nakal nakal yang berbau percaya diri untuk ‘menjajal’ benih tanaman asing dan sayangnya keempat keluarga langsung percaya!

Su Ran, ia langsung mengendarai gerobak keledainya. Setelah setengah jalan, ia berhenti di sudut sepi untuk memasuki ruangnya.

Melihat sekilas bilah kemajuan, masih kurang 5 juta lagi, masih setengahnya.

Ya, Su Ran sudah menghasilkan hampir 5 juta dari hasil panen dan penjualan sambal kemasannya selama hampir 3 bulan.

Rumah yang ia pesan kepada Jiang Ran pun sudah didapat bahkan hampir 5 rumah berderet langsung ia beli.

‘ Untuk investasi, paman,” alasannya saat itu.

Belum cukup untuk membeli deretan rumah tersebut, Su Ran juga mencari orang untuk menggabungkan menjadi satu tetapi minta untuk disisihkan sebuah ruangan dengan kapasitas besar seperti aula.

Tentu saja ini diperuntukkan untuk mengeluarkan hasil panen dari ruang ajaib yang kebanyakan gandum dan padi.

Su Ran bekerja sama dengan tuan Wen, pelanggan setia restoran sedap Makan. Ia meminta seseorang kepercayaan tuan Wen untuk mengambil barang dua hari sekali dirumah ini.

Beras dan gandum yang dijual oleh Su Ran sangat laku keras, para pelanggan yang bukan hanya dari kalangan menengah kebawah berbondong – bondong membelinya meski hanya dua sampai tiga kati.

Setelah perjalanan yang memakan waktu hampir 1 jam, akhirnya Su Ran sampai i restoran. Ia masih masuk melalui pintu belakang.

Jam makan siang hampir tiba, ia melihat paman Feng dibantu dengan Chen Rui dan dua gadis pengemis yang ditolong oleh A Ming menyiapkan beberapa bumbu.

“ A Mei, A Mu, tolong potong cabai dan tomat, lalu cuci sayur – sayurnya,” suara tergesa Koki Feng Terdengar. Tampak jika ia sedang sangat sibuk.

“ Paman, bumbu baladonya sudah siap, lalu untuk tumisan juga tinggal cemplung,” Lapor Chen Rui yang juga tampak terengah karena sedikit lelah.

“ Baik. Bagaimana dengan bumbu untuk ayam panggang pedas manis? Juga adonan untuk pancake strawberry? Duhh, apa nanti juga akan ada yang memesan rujak buah? Bumbunya sepertinya sudah habis loh,” jawab Koki Feng sambil menggerutu.

Senang dan juga keteteran sendiri. Sudah ada 4 orang dengan masing – masing tugas, tetapi karena antusias para pelanggan yang tinggi membuat restoran semakin ramai.

Baru – baru ini, Su Ran kembali memberikan menu baru untuk olahan ayam. Ayam panggang pedas manis dan juga pepes ikan Mas. Untuk dessertnya, Su Ran mengenalkan buah strawberry yang ditanam dari ruang ajaibnya dan mengolahnya menjadi Pancake.

Juga, penganan yang pertama kali dikenalkan kepada Chen Rui, Rujak mangga dan buah lainnya juga ikut dikenalkan. Menambah daftar varian makanan penutup mulut lainnya selain bubur sumsum.

“ Waah, sepertinya kalian sangat sibuk,” seru Su Ran yang langsung membuat Chen Rui berbinar bahkan nyaris melompat kegirangan.

“ Kenapa kau baru datang,” cebik Chen Rui tetapi tangannya tidak melepaskan wortelnya.

“ Panen,” singkat Su Ran sambil menenteng seplastik besar Cabai rawit yang menggoda.

“ Waaahhh? Benarkah? Jadi kami tidak harus berhemat cabai lagi?” sorak Feng Yu kegirangan. Ia sendiri yang merasakan bagaimana rasanya harus menahan diri untuk tidak menggunakan bahan yang paling penting untuk menu – menunya tersebut.

“ Gadis nakal, syukurlah jika sudah panen,” ucap Feng Yu bersemangat.

Identitas Su Ran sebagai seorang gadis sudah terbongkar karena ketidaksengajaan yang dilakukan oleh Su Ran. Saat itu ia sedang datang bulan dan tidak memakai Tampon lalu celananya ternoda.

A Ming nyaris pingsan saat melihat darah dan langsung heboh sendiri. Meskipun sampai sekarang Su Ran lebih suka menggunakan dandanan ala pria jika bepergian.

‘ Biar lebih luwes’ akunya.

“ Paman, aku juga membawakan buah baru,” ucap Su Ran sambil mengangkat sebelah tangannya yang membawa benda bulat besar berwarna hijau dan hitam.

Su Ran bergegas maju dan meminjam pisau dari A Mei. Keempatnya langsung merapat tubuh Su Ran dan menatap takjub ketika Su Ran membelah buah yang dalamnya berwarna merah terang tersebut.

“ Waaaahhhhh...” seru mereka.

A Mei cukup tangkas, ia segera memanggil Jiang Ran, A Ming, Fen Dao, Ma Gui, Wu Si yang sedang mempersiapkan aula makan untuk pergi ke dapur dan menikmati buah bersama.

“ Segar.. Ughh, manis sekali dan airnya sangat banyak,” A Ming tidak tahu harus menangis atau tertawa. Semenjak kedatangan XiaoRan, ia tidak pernah berhenti makan enak dan menyantap buah yang segar.

“ Peras airnya, tambahkan es kecil – kecil jadilah es semangka,” sahut Su Ran. Kembali tercetus ide minuman segar lainnya setelah es cincau.

“ Oh, Iya Ran. Kemarin ada seorang pemuda, sepertinya bangsawan datang untuk menanyakan cabai kepada kami. Mereka ingin membawanya ke pangkalan tentara....”

1
Shai'er
ikutan ngiler wehh 🤤🤤🤤
Shai'er
👍👍👍👍👍
Shai'er
🥰🥰🥰🥰🥰
Shai'er
🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑
SENJA
tuh dari pada kamu kasih resep mulu mending kamu buka resto sendiri 😳
SENJA
sukur lu , males ada benalu gini😳
𝓡𝓪𝓲𝓷𝓪 (来奈)
Lanjut Bun 😉
vivi oh vivi
siapakah itu mau ikut serta 😆😆😆
vivi oh vivi
gasssss kan,,,
@Mita🥰
pasti si be ...
yachan
aduh jadi ngiler nih, jadi pengen makan juga masakannya su ran.
Narimah Ahmad
lanjuttt 👍
Shai'er
👍👍👍👍
Shai'er
🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Shai'er
💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Shai'er
👍👍👍👍👍
Shai'er
mantap👍👍👍
Shai'er
tidurnya terlalu miring lu 😏😏😏
Shai'er
hayoo loh 😏😏😏
Lala Kusumah
good job paman Fang 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!