NovelToon NovelToon
Bibit Kembar Cinta Masalalu

Bibit Kembar Cinta Masalalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / One Night Stand / Cintapertama
Popularitas:33.4k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Axlyn mengira ia akan selamanya menjadi sosok yang terlupakan oleh seorang Kayvaran Cano Xavier sejak kejadian 5 tahun yang lalu di Kota Xennor. Namun, siapa sangka takdir malah mempertemukan mereka kembali hingga tanpa sengaja bibit kembar Kay kini tumbuh di dalam perutnya.

Dimana Axlyn malah terjebak menjadi pengawal pribadi dari gadis kecil yang ia kira sebagai putri kandung Kay. Axlyn dituntut untuk melindungi anak dari pria yang menjadi ayah dari dua janin yang tengah dikandungnya.

“Kay, apa yang harus aku lakukan dengan dua janin yang tidak berdosa ini? Haruskah aku kembali memasuki hidupmu demi anak kita atau tetap menjadi yang terlupakan?”

Akankah Axlyn memberitahukan tentang kehamilannya? Ataukah Kau yang lebih dulu mengingat kembali tentang Axlyn? Atau mungkin takdir kembali mempermainkan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Noah sontak beranjak menuju pintu. Dan begitu pintu terbuka, beberapa petugas keamanan perusahaan masuk dengan wajah tanpa ekspresi. Sebenarnya mereka bukan benar-benar petugas keamanan, melainkan anak buahnya yang tengah menyamar. Tidak hanya itu, mereka juga membawa orang-orang yang seharusnya duduk di kursi kosong yang ada di sana dengan keadaan babak belur.

Seorang direktur keuangan mendadak pucat. “T-Tuan Kay… ini bisa dibicarakan—”

“Dibicarakan?” Kay memotong tanpa meninggikan suara. “Anda bahkan sudah memindahkan dana ke perusahaan cangkang milik saudara ipar Anda. Itu bukan kesalahan. Itu pengkhianatan. Lalu apa yang perlu dibicarakan sekarang?”

Keringat membasahi pelipis pria itu. Kay berdiri perlahan. Tatapannya menyapu ruangan. “Aku pernah berkata kepada seseorang bahwa aku akan memberi belas kasihan pada mereka yang tersesat… jika masih ada sedikit loyalitas. Namun, jika sampai akhir tidak ada hal seperti itu, maka aku akan membereskan mereka tanpa ampun lagi.”

Bayangan Spencer muncul sesaat dalam ingatannya. Dimana permintaan bantuan yang dulu ia terima, janji bahwa ia tak akan ragu menyingkirkan orang yang menjadi pemicu masalah dalam perusahaan. Sekaligus pengakuan bahwa ia akan menjadikan orang-orang ini sebagai tempat pelampiasan dirinya yang tengah frustasi, entah karena tak kunjung menemukan wanita itu, atau tentang gejala kehamilan yang harus ia lalu dan sekarang ditambah lagi dengan perasaan aneh yang muncul kepada pengawal bernama Axlyn.

Namun hari ini, perasaan kesal dan kemarahannya malah semakin menjadi karena penyerangan yang harus ia lalui untuk bisa sampai di perusahaan dengan selamat. Serangan musuh yang membuat Axlyn terluka, hingga Kay merasa khawatir, ketakutan dan marah disaat yang bersamaan. Ia bahkan tidak mengganti kemeja yang terkena darah itu untuk menunjukkan bahwa ia serius kali ini.

“Sayangnya,” lanjut Kay, suaranya kini lebih dingin, “yang aku lihat di ruangan ini hanya keserakahan.”

Kay memberi isyarat kecil. Petugas keamanan segera mendekat, mengamankan beberapa orang yang sudah terbukti terlibat. Kursi-kursi berderit, napas tertahan, beberapa orang nyaris gemetar. Mereka mulai meneriakkan kata-kata seolah tak bersalah dan mengaku sebagai korban.

“Tuan Kay, tolong—”

“Semua bukti sudah saya serahkan ke pihak berwenang,” potongnya tegas. “Perusahaan ini dibangun dengan darah dan kepercayaan. Siapa pun yang merusaknya akan aku singkirkan. Tanpa pengecualian.”

Tatapannya menyapu ruangan sekali lagi. Tak ada amarah di sana, tetapi hanya keputusan yang sudah ia tentukan dengan mantap. Dan kedinginan raut wajahnya membuat semua orang sadar bahwa ia tidak sedang mengancam. Ia sedang melakukan eksekusi terhadap para pengkhianat di perusahaan itu tanpa pengampunan sedikit pun. Para pengkhianat itu segera dibawa pergi ke penjara atau lebih tepatnya penjara khusus yang sudah mereka persiapkan sebelumnya

Beberapa menit kemudian, ruang rapat kembali sunyi. Beberapa kursi kosong itu menjadi saksi pelampiasan kemarahan Kay yag seharusnya ditunjukan kepada orang lain. Kay duduk kembali, melipat kedua tangan di atas meja.

Kemudian Noah mendekat dan berbisik, “Kau sepertinya sedang kesal? Apa yang membuatmu sampai sekesal ini? Bahkan kau tidak ragu lagi melampiaskannya kepada mereka.”

“Apa kau ingin menggantikan mereka?” balas Kay dengan tatapan tajamnya.

“Sial, kau semakin mengerikan saja semenjak hamil,” celetuk Noah tanpa sadar.

“Apa katamu?” sentak Kay jelas tidak terima.

“Tidak… maksudku kau semakin sensitif sejak tahu kemungkinan wanita itu sedang hamil anakmu,” Noah dengan cepat menjelaskan. “Itu yang sebenarnya ingin aku katakan tadi.”

“Ck, Rapat dilanjutkan,” ucap Kay yang tidak ingin mempermasalahkannya lebih jauh. “Mulai penunjukkan untuk posisi yang telah kosong dan lanjutkan penyelidikan lebih lanjut terhadap karyawan yang lainnya.”

Tak ada yang berani menolak, Noah sendiri bahkan memilih diam dan menjalankan apa yang Kay perintahkan begitu saja. Sebab jika Noah semakin meledek atau mengerjainya, bisa-bisa ia sendiri yang akan menderita di tangan Kay yang sedang dalam masa gejala kehamilan.

...****************...

Sore harinya, saat matahari mulai condong ke barat, KAY berdiri di balik jendela kantornya. Kota terbentang di bawahnya, dimana ia menutup mata sejenak. Aneh… Di tengah kerasnya keputusan hari ini, yang justru terlintas dalam pikirannya adalah wajah Axlyn yang pucat di ranjang rumah klinik… dan suara Hezlyn yang entah sejak kapan mulai memanggilnya dengan panggilan Papah.

Panggilan yang terasa tidak asing baginya dan situasi yang tidak asing, seakan ia pernah mengalami hal yang serupa. Namun, Kay tidak tahu kapan dan dimana itu terjadi. Perasaannya seolah terasa terbelah, antara perasaan tidak asing dan ingatan yang kosong.

Di dunia bisnis, ia tak memberi ampun. Namun setiap kali menyangkut Axlyn, ada sesuatu dalam dirinya yang melembut meski ia tak tahu mengapa. Tak lama kemudian, Noah masuk membawa berkas yang ia minta sebelumnya.

“Kay, ini semua berkas yang kau inginkan. Aku sudah mengaturnya agar lebih memudahkanmu untuk memeriksanya,” ujar Noah sembari meletakan setumpuk berkas itu di meja kerjanya.

“Hmm, aku akan memeriksanya nanti,” jawab Kay pelan. “Lalu bagaimana keadaannya?”

“Siapa yang kau maksud?” Noah tidak langsung menangkapnya.

“Axlyn!” Kata Kay akhirnya. “Bagaimana keadaannya sekarang? Apakah dia sudah sampai di Mansion dengan aman?”

“Aaah… jadi sepanjang hari ini kau masih mengkhawatirkannya. Aku pikir kau sedang memikirkan wanita yang menghabiskan malam denganmu di Praha.” Muncul lagi sifat tengil Noah yang hobi memancing emosi Kay.

“Noah, kau ingin cari mati atau cari masalah denganku?” geram Kay dengan tatapan tajamnya.

“Heheee… Pakmil masih sensi rupanya,” gumam Noah dengan senyuman canggungnya. “Mereka sudah sampai dengan aman di Mansion sejak tiga jam yang lalu. Sesuai yang kau perintahkan, Axlyn akan dibebas tugaskan sampai keadaannya benar-benar pulih.”

“Perintahkan Dokter untuk memeriksa keadaannya setiap hari,” ujar Kay.

“Baiklah, aku mengerti!” Noah tidak ingin mengerjainya lebih jauh. “Ouhya, Spencer menghubungiku kalau malam ini kita diminta untuk membantunya menyelidiki sesuatu. Mungkin, dua hari ini kita akan sangat sibuk karena dia sudah mendapatkan petunjuk tentang musuh utama ayahnya.”

“Baguslah, kita juga harus mulai melakukan interogasi kepada para pengkhianat itu,” perintahnya.

“Kau tidak ingin menanyakan tentang perkembangan pencarian terhadap wanita itu? Atau kau sudah mulai melupakan tentangnya karena Axlyn?” celetuk Noah yang membuat Kay langsung merubah raut wajahnya.

Bersambung….

1
Lisa Halik
kapan mau update thor
Fahmi Ardiansyah
Thor mana kelanjutannya kok belum up
Rani R.I
kok blm up sihh niy
Desyi Alawiyah: Biasanya sekali up langsung banyak Kak 🤭 Aku juga penasaran sih kelanjutannya gimana... 😩
total 1 replies
Widi Astuti
author...aku nungguin lanjutannya....harus rapel yaaa cerita nyaa...😘😘
Susi Susilawati
c Levi emng penakut
nizham muafa
perasaan makin dikit up nya 🤭
Fahmi Ardiansyah
ku tunggu lanjutannya klu bisa yg banyak Thor
Fahmi Ardiansyah
benar axlyn maka kmu harus jujur secepatnya batalkan perjanjian mu Ama Spencer n bersatulah sama kay biar Kay gak frustasi terus.
Fahmi Ardiansyah
ya calon BPK n suamimu.
Fahmi Ardiansyah
semoga Kay bisa mendengarkan kata kata Spencer walau gak jelas
Fahmi Ardiansyah
🤣🤣🤣🤣 ya Alloh ampek ke pingkel2 klu Levi masih aja takut hantu kuntilanak.
Fahmi Ardiansyah
😄😄😄😄 mencari pelampiasan LR pasti seru
Rani R.I
🤭🤭🤭🤭🤭 semoga kay ngegou biar Axlyn bisa dgr sendiri isi hati kay,,biar Axlyn jujur sama kay,,, kasihan mamah Joana,, semoga Lion cepat dpt obatnya dan kembali sehatt... nanti pasti ada pertempuran nihhh..
Rani R.I: coba sepencer ceritain ke Felix sama jaydon bahwa yg menjadi musuhnya saat ini adalah anak buah nya evant yg tersisa,,, biar mengamuk keluarga Xavier 🤣🤣🤣🤣🤣🤣,,,gk sabarrr ingin melihat mereka bertarung lg 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
nyaks 💜
Kay sadar kayyyyy 😂😂😂
nyaks 💜
😅😅😅😅
Budhe Satryo
pasti donk kamu yg membuat nya mabuk kok lyn🤣🤣🤣
Desyi Alawiyah
Kak Author, kisah Ivory dan Ragnar kok belum ada lanjutannya..

Aku masih nungguin loh 🤭☺
Desyi Alawiyah
Bener dong.. Kay merasa frustasi, sebab dia masih mencintai Axlyn... Tapi di satu sisi dia harus bertanggung jawab pada perempuan yang tidur dengannya di praha...

Dan tanpa Kay sadari, kedua perempuan itu adalah orang yang sama 😝

Wah, seru ini 🤭
Rani R.I: sepencer nanti di jodohkan sama Sherin 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
dia yg pernah menyakiti Sherin,,biar dia juga yg membahagiakan Sherin..dan Noah sama Maria 🤣 ,,sudah seperti tom and Jerry mereka ituu 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Desyi Alawiyah
Dia calon suamimu Axlyn.. 🤭
Desyi Alawiyah
🤣🤣🤣 Ngakak aku... seorang Levi yang dikenal sebagai bocah psikopat dan dewa kematian, takut sama mba kunti... 🤭

Eh, maksudnya mantan bocah psikopat.. Kan Levi udah bukan bocah lagi... ☺✌
Rani R.I: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak akuu setiap adegan nya Levi di pertempuran,, bersama Felix, jaydon,, William..yg masih mengingat kan ku bikin ngakak cerita Levi saat di hadang oleh suruhan pamannya waktu itu,,yg di mana Levi pura pura polos 🤣🤣🤣,,yg membuat Will, jaydon,, Felix pengen muntah lihat drama sok polos Levi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!