Flora, seorang gadis cantik yang mengalami kejadian di luar nalar. Ia kembali ke masa lalu! Flora yakin kalau sebelumnya dia benar-benar sudah mati, bahkan ia sendiri masih merasakan sakit di sekujur tubuhnya akibat terbakar api yang melahap dirinya di malam itu.
Meskipun berat dan sulit untuk di percaya akan situasi tersebut, Flora menganggap kalau tuhan telah memberikan kesempatan kedua padanya, semata-mata untuk membuat Flora memperbaiki semua kesalahan yang telah dia perbuat di kehidupan sebelumnya.
Dan yang paling penting adalah, ia kembali bertemu Daniel, laki-laki yang sangat dia benci di kehidupan sebelumnya, Daniel adalah sosok pria tampan namun lumpuh yang di jodohkan oleh sang papa dengan Flora.
"Terlahir Kembali! Kali ini aku tidak akan salah pilih lagi!" ucap Flora penuh tekad.
Kesalahan apa yang telah di lakukan Flora di kehidupan sebelumnya? Dan apa penyebab kematiannya? Penasaran bukan? Ayo ikuti kisahnya di sini bersama author.
"Terlahir Kembali, Menikahi CEO Lump
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
"kenapa mas? Sebaiknya tidak usah masuk dulu, sudah biasa itu, ibu dan anak bertengkar, mbak Tara orang nya kasar, dia sering memaki ibunya, padahal ibunya adalah tulang punggung keluarga mereka, dia pulang ke rumah juga jarang hanya ketika dia butuh uang saja," ucap salah satu tetangga yang saat itu sedang menjemur pakaian, dia menghampiri Liam karena melihat Liam yang berdiri di depan pintu dengan tatapan kaget.
"Benarkah begitu? Bukan kah Tara adalah orang yang lemah lembut dan sering membantu ibunya?" tanya Liam masih tidak percaya.
"Owalah mas mas, bantu apa? Dia itu beban ibunya, sudah kurang hajar, galak pula," ucap wanita itu dengan logat nya.
"Apa?" Liam kembali tertegun setelah mendengar ucapan tetangga Tara.
"Saya sudah bertetangga dengan mereka dari lama mas, jadi saya tau semuanya, terkadang juga saya ikut bantu-bantu kalau ibunya sedang sakit, dia mana pernah merawat ibunya, saya sarankan ya, jangan sampai mas punya istri sperti dia, bahaya mas," ucap wanita tersebut yang menepuk pundak Liam dan kemudian berlalu pergi.
Tak lama setelah itu pintu rumah tersebut terbuka, terlihat Tara berdiri di depan pintu dengan tatapan tajam.
Ini pertama kalinya Liam melihat dan mendengar secara langsung bagaimana kasarnya Tara.
"L-liam," ucap Tara gugup.
"Tara, ini benar-benar kau?" Ucap Liam setelah beberapa menit bungkam.
Tara menarik Liam menjauh dari rumah nya.
"Lepaskan aku," ucap Liam menepis tangan Tara.
"Kenapa kau datang ke rumah ku?" tanya Tara dengan nada ketus.
"Kenapa? Kau masih bertanya kenapa aku datang? Sekarang jawab dengan jujur, apakah yang ada di sosial media saat ini adalah kau?" tanya Liam sambil memegangi lengan Tara.
"Kalau iya memang nya kenapa?" jawab Tara terang-terangan, dia kini sudah tidak ingin berpura-pura lagi di hadapan Liam.
"Kau tidak ingin menjelaskan padaku tentang perbuatan mu ini?" ucap Liam lagi.
"Lepaskan, apa yang perlu aku jelaskan sekarang? Itu adalah kenyataan nya," ucap Tara menepis tangan Liam.
Kini Liam menyadari sekeras apa Tara, doa seolah-olah menemukan sosok berbeda.
"Tara, kenapa kau jadi kasar seperti ini padaku? Bukan kah selama ini kau selalu bersikap lembut?" tanya Liam yang tidak bisa menerima sikap Tara.
"Kau sudah mendengar dan melihat semuanya kan? Jadi aku tidak perlu berpura-pura lagi, sekarang hubungan mu dan Flora juga sudah hancur, rencana kita gagal total, kau kini cuma seorang pengangguran yang tidak ada manfaatnya," ucap Tara sambil buang muka.
Darah Liam seketika mendidih mendengar ucapan yang di lontarkan Tara padanya. Perlahan ia mulai mengerti sifat asli wanita itu.
"Jadi selama ini kau hanya memanfaatkan ku untuk mengambil banyak keuntungan dari Flora? Pantas saja kau tidak senang ketika aku dan Flora putus hubungan," ucap Liam dengan gemetar.
"Kalau iya memang nya kenapa? Oh ya satu lagi, mulai sekarang hubungan kita cukup sampai di sini saja, aku tidak mau berhubungan dengan orang yang tidak berguna," ucap Tara lagi.
"Ternyata kau aslinya seperti ini, mana cinta yang selama ini sering kau ucapkan padaku, bukan kah kita saling mencintai dan berjanji untuk menikah Tara," ucap Liam masih berusia bicara dengan baik.
"Menikah? Aku tidak mau menikah dengan laki-laki miskin dan hidup miskin sperti ibuku, oh ya kau mencintaiku selama ini karena aku adalah orang yang menyelamatkan mu kan? Aku kasih tau sesuatu, orang yang menyelamatkan mu sebenarnya adalah Flora, bukan aku, aku sama sekali tidak bisa berenang," ucap Tara dengan tatapan tajam.
Deg ...
Jantung Liam terasa seperti hendak berhenti berdetak mendengar ucapan Tara barusan.
"Apa katamu?"
"Ya, kau tidak salah dengar, yang menyelamatkan mu bukan aku, tapi Flora," ungkap Tara.
"Tidak, tidak mungkin, saat itu kau lah yang ada di hadapan ku," ucap Liam tidak percaya.
"Memang nya kenapa? Kau yang bodoh salah mengira, sudahlah jangan dekati aku lagi, aku ada urusan yang lebih penting," ucap Tara yang kemudian berlalu pergi dari hadapan Liam.
Kini Liam tidak bisa berbuat apa-apa, cinta untuk Tara yang selama ini dia pupuk dengan sedemikian rupa benar-benar lenyap begitu saja, orang yang dia anggap penyelamat hidup nya ternyata sama sekali tidak ada andil dalam kecelakaan tersebut, Tara bahkan sama sekali tidak bisa berenang.
"Kenapa? Kenapa baru sekarang aku mengetahui hal ini? Flora, selama ini dia selalu bersikap baik padaku dan berusaha keras, aku membencinya, memaki nya padahal sebenarnya dia adalah orang yang sudah menyelamatkan ku? Liam, kenapa kau sebodoh ini sampai salah mengenali orang," ucap Liam mengutuk dirinya sendiri.
Hari itu adalah hari di mana Liam mengetahui semuanya, rasa sakit dan penyesalan bercampur aduk, hidup nya mulai hancur berkeping-keping.
Sementara itu Tara yang masuk ke dalam perangkap Flora mulai terbuay dengan laki-laki barunya, di mana orang tersebut adalah bayaran Flora si model pria yang saat ini di minta Flora untuk menyamar jadi sosok pria kaya, dia bahkan mengabaikan berita buruk tentang dirinya yang beredar di sosmed dan terus mengejarnya model pria tersebut.
Malam harinya ...
Villa Daniel.
Prang ...
Beberapa barang mewah yang ada di dalam villa hancur berkeping-keping, entah apa penyebabnya, Daniel kini berdiri dengan tatapan mengerikan.
"Flora, jadi itu alasannya kenapa kau memilih berbalik padaku?" ucap Daniel dengan tatapan tajam.
Hans yang melihat itu tidak bisa berbuat apa-apa, dia sama sekali tidak bermaksud untuk mengatakan kepada Daniel tentang Flora yang sudah mengetahui kebenaran kalau Daniel lah yang sudah menyelamatkan dirinya dari kecelakaan.
Tadi siang saat sedang mengobrol di ruang kerja, Hans tidak sengaja mengungkap tentang Flora yang sebenarnya sudah tau kalau Daniel lumpuh di sebabkan menyelamatkan Flora.
"Jadi ini bukan cinta? Hanya belas kasih saja?" ucap Daniel lagi.
Ia mengambil serpihan vas yang dia pecahkan lalu menggenggam nya erat-erat.
Sifat sensitif nya kembali kambuh, ia benar-benar tidak ingin Flora kembali padanya hanya karena masalah itu, ia ingin Flora benar-benar mencintainya.
"Ya tuhan, apa yang harus aku lakukan," batin Hans, ia khawatir karena tangan Daniel kini sudah bersimbah sirup merah.
Bingung dan cemas, Hans pun tidak punya jalan lain ia akhirnya memutuskan untuk menghubungi Flora agar Flora segera datang ke villa karena hanya Flora yang bisa menyelesaikan masalah ini.
Satu jam kemudian ...
Flora duduk di hadapan Daniel sambil mengobati luka dan juga membalut nya dengan perban, tangan pria itu kini tidak akan bisa menyentuh air dalam waktu dekat.
Awalnya Flora kaget saat tiba di sana melihat villa yang berantakan, namun rasa khawatir nya mengubah semua itu ia tidak mempedulikan hal lain selain Daniel.
****
yu ah cus pindah lapak💜