Citra tak pernah menduga akan terjerat asmara dengan mantan kakak iparnya, Bima. Bima adalah kakak tiri Bayu, mantan suami Citra.
Rumah tangga Citra dan Bayu hanya bertahan selama dua tahun. Campur tangan Arini, ibu kandung Bayu membuat keharmonisan rumah tangga mereka kandas di tengah jalan.
Akankah Citra menerima Bima dan kembali masuk dalam lingkungan keluarga mantan suaminya dulu? Bagaimana juga reaksi Bayu juga Arini ketika mengetahui Bima menjalin asmara dengan Citra?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan Terus-terusan Jadi Perjaka Tua
Akhirnya atas bantuan Vera dan Fian, Bima bisa membawa Citra pergi ke rumah Om Aries. Bukan dia tak berani menghadapi Ibu Nurul sendiri. Tapi, dia ingin mempertemukan Citra dengan Om dan Tantenya lebih dulu sebelum ia memohon Ibu Nurul untuk merestuinya.
Citra menjejaki kaki di pekarangan rumah keluarga Bima. Matanya memperhatikan rumah besar berlantai dua di hadapannya. Jika dibandingkan dengan rumah orang tuanya, terasa sangat jauh perbandingannya.
Seketika rasa tak percaya diri mulai menghinggapi Citra. Perbedaan status ekonomi antara keluarganya dengan Bima terlihat gap yang sangat lebar. Berbeda ketika bersama Bayu, dia tak terlalu merasakan hal tersebut, mungkin karena keluarga asli Bayu sendiri bukan dari status ekonomi atas.
"Ayo, kita masuk!" Citra terkesiap dari lamunan ketika tangan Bima merangkul pinggangnya.
Bima seperti sudah menganggap Citra sebagai miliknya. Apalagi hanya memeluk pinggang, mencium Citra saja sudah berani ia lakukan.
Ketika sampai di depan pintu, Bima dan Citra disambut oleh Bi Uni yang membukakan pintu untuk mereka. Bi Uni lalu mengantar Bima dan Citra ke ruangan keluarga. Mereka sudah ditunggu oleh Om Aries dan Tante Lena di sana, karena sebelumnya Bima sudah memberitahu akan datang bersama Citra sore ini.
"Assalamualaikum, Om, Tante ..." Bima menyapa Om dan Tantenya yang terlihat sedang menonton acara televisi.
"Waalaikumsalam ..." Om Aries dan Tante Lena membalas secara bersamaan.
"Akhirnya yang ditunggu datang juga," sambung Om Aries, sementara tangannya menekan tombol volume menurunkan suara televisi. Dia pun bersama istrinya lalu bangkit untuk menyambut Bima dan Citra.
"Om, Tante, perkenalkan ini Citra." Bima lalu memperkenalkan wanita yang ia pilih sebagai calon pendamping hidupnya kepada keluarga Om Aries. "Ini Om Aries, adik dari papa saya dan ini Tante Lena, istri Om Aries." Kini bergantian, Bima memperkenalkan keluarganya kepada Citra.
"Apa kabar, Pak, Bu? Saya Citra." Dengan santun Citra memperkenalkan diri dan bersalaman sambil mencium punggung telapak tangan Om Aries dan tante Lena sebagai bentuk rasa hormat pada orang yang lebih tua.
"Panggil Tante sama Om saja, Citra. Seperti Bima." Agar lebih akrab, Tante Lena meminta Citra memanggilnya seperti yang biasa dilakukan Bima.
"Baik, Tante," sahut Citra dengan mengulum senyuman malu-malu.
"Ayo duduk dulu! Biar ngobrolnya enak." Om Aries mempersilakan Citra dan Bima duduk.
"Terima kasih, Om," balas Citra.
"Hmmm, jadi ini wanita yang sudah bikin kamu jatuh cinta?" Tante Lena langsung menggoda Bima. "Pantas saja Bima rela melajang sampai masuk usia kepala empat, ternyata wanita yang ditunggunya memang cantik ya, Pa!?" Tante Lena memuji kecantikan Citra, bahkan sampai minta pendapat suaminya.
Citra tersipu malu seraya menundukkan wajahnya mendapat pujian dari Tante Lena. Citra dapat merasakan sambutan hangat dari keluarga Bima, seolah menyiratkan dirinya bisa diterima dengan baik di keluarga itu. Hanya saja, dulu pun Arini pernah melakukan hal yang sama, menerimanya dengan baik, namun seiring berjalannya waktu, ia selalu dianggap salah oleh Arini.
"Nggak mungkin Bima salah pilih calon istri dong, Ma." Om Aries sependapat dengan istrinya.
"Bima banyak cerita tentang kamu, Citra. Sepertinya apa yang diceritakan Bima semuanya benar, deh." Tante Lena sangat antusias bertemu Citra.
Citra sontak menoleh pada Bima. Malu rasanya Om dan Tante Bima banyak mengetahui dirinya, sementara dirinya belum mengenal keluarga Bima. Secara bersamaan Bima pun menoleh pada Citra. Pria itu tersenyum melihat semu merah di wajah Citra.
"Bima juga sudah cerita ke kami soal pernikahan kamu sebelumnya," lanjut Tante Lena.
Wajah Citra berubah menegang. Jemarinya meremas dengan cemas. Statusnya sebagai janda juga mantan istri saudara tiri Bima sudah pasti akan dipermasalahkan oleh Om dan Tante Bima.
"Kami tidak permasalahkan soal masa lalu kamu, Citra. Bima sudah meyakinkan kami, kalau kamu wanita yang baik, karena itu kami meminta Bima untuk membawa kamu kemari dan mengenal kamu kepada kami." Kata-kata Om Aries sedikit membuat Citra benafas lega.
"Terima kasih, Om, Tante. Saya bukan wanita yang sempurna, masih banyak kekurangan." Citra merendah, karena Om Aries dan Tante Lena memuji dirinya. Tapi, tak dapat dipungkiri dia merasa tenang keluarga Bima bisa menerima statusnya saat ini.
"Dan kamu, Bima. Apa kamu sudah mantap memilih Citra? Citra saat ini punya kewajiban menopang keluarganya. Jika kamu menikah dengan Citra dan meminta Citra untuk berhenti bekerja, semua tanggung jawab Citra terhadap keluarganya akan menjadi tanggung jawabmu ke depannya." Om Aries mengingatkan, sebelum semuanya terlambat. Jangan sampai Citra menjadi korban keegoisan pria untuk kedua kalinya. Om Aries cukup mengerti kondisi Citra sebagai tulang punggung keluarga.
"Saya sangat yakin, Om. Semua kebutuhan ibu dan adik Citra akan saya tanggung. Untuk adik Citra, rencananya akan saya carikan pekerjaan setelah lulus kuliah nanti." Bima sangat matang mempersiapkan, bahkan sampai memikirkan di mana calon adik iparnya itu bekerja nanti.
Citra melebarkan bola mata seakan tak percaya dengan ucapan Bima. Bima sampai mempersiapkan masa depan Ambar. Sungguh, sangat beruntung wanita yang akan menjadi istri Bima nantinya dan saat ini Bima memilih dirinya sebagai wanita yang akan mendampingi pria itu.
"Kamu tahu, Citra!? Kamu itu wanita pertama yang Bima bawa dan kenalkan ke kami. Waktu Bima bilang ke Tante kalau dia mau menikah, seperti kejatuhan rezeki nomplok rasanya." Tante Lena mengungkapkan kebahagiaannya mengetahui Bima memutuskan untuk mengakhiri masa lajangnya.
"Om sampai mengira dia itu tidak suka sama perempuan, karena betah sekali menjomblo." Om Aries menimpali meledek Bima dibarengi dengan tawa kecil.
Citra menahan tawa ketika Om Aries meledek Bima dengan menyebut Bima tidak suka wanita.
Bima kembali menoleh Citra dan memergoki ekspresi Citra yang menertawakannya meskipun ditahan.
"Kamu senang dengar Om mengira saya tidak suka perempuan!?" Bima mengacak rambut Citra, seperti yang sering ia lakukan pada adiknya.
"Mas ...!" Citra kaget karena Bima berani melakukannya di hadapan Om Aries dan Tante Lena.
Om Aries dan Tante Lena terkekeh melihat interaksi sepasang sejoli di hadapannya itu. Mereka tak menyangka melihat Bima yang selama ini terkesan dingin pada wanita justru mencair ketika bersama Citra, sehingga dia menganggap jika keponakan mereka itu sudah benar-benar jatuh hati pada Citra.
"Citra, apa kamu benar-benar mau menerima Bima? Bima bilang kamu selalu menghindar karena ibumu tidak merestui. Kasian ponakan Om ini, lho. Sekalinya jatuh cinta malah ditolak. Jangan sampai dia terus-terusan jadi perjaka tua kalau sampai kamu nggak menerima dia." Om Aries seperti melihat gestur canggung, ragu dan tak percaya diri Citra, sehingga ia lebih banyak melempar candaan agar Citra merasa nyaman dan diterima oleh keluarganya.
"Citra pasti menerima saya, Om. Lihat saja nanti." Bima memainkan alisnya turun naik melirik pada Citra.
"Percaya diri banget, sih!" gumam Citra memalingkan pandangan, tak ingin menatap Bima lebih lama.
"Cepat kamu temui ibunya Citra, Bima. Yakinkan beliau supaya kamu bisa cepat menikah. Tahun depan usiamu menginjak empat puluh satu tahun, nanti keburu jadi kakek-kakek dulu tapi masih membujang," kelakar Om Aries kembali.
"Om tenang saja, saya pasti akan meminta restu dari ibunya Citra secepatnya," tegas Bima dengan penuh keyakinan.
❤️❤️❤️
Bersambung ...
.
Untung Bayu kali ini waras, gak nurutin apa mau nya Arini.
Cecil mau menyampaikan apa ya ke Citra
Menjelang pernikahan Bima dan Citra, emak penasaran dan drg- degan apa yang akan dikatakan Cecil pada Citra