NovelToon NovelToon
Penyesalan Zenaya

Penyesalan Zenaya

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Kim O

Kehidupan Zenaya berubah menyenangkan saat Reagen, teman satu kelas yang disukainya sejak dulu, tiba-tiba meminta gadis itu untuk menjadi kekasihnya.

Ia pikir, Reagen adalah pria terbaik yang datang mengisi hidupnya. Namun, ternyata tidak demikian.

Bagi Reagen, perasaan Zenaya tak lebih dari seonggok sampah tak berarti. Dia dengan tega mempermainkan hati Zenaya dan menginjak-injak harga dirinya dalam sebuah pertaruhan konyol.

Luka yang diberikan Reagen membuat Zenaya berbalik membencinya. Rasa trauma yang diberikan pria itu membuat Zenaya bersumpah untuk tak pernah lagi membuka hatinya pada seorang pria mana pun.

Lalu, apa jadinya bila Zenaya tiba-tiba dipertemukan kembali dengan Reagen setelah 10 tahun berpisah? Terlebih, sebuah peristiwa pahit membuat dirinya terpaksa harus menerima pinangan pria itu, demi menjaga nama baik keluarga.

(REVISI BERTAHAP)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim O, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 : Takdir Hidup.

Bagi Zenaya, langit kini tak lagi sama seperti sebelumnya. Mendung senantiasa singgah di hati wanita berusia 29 tahun itu.

Jika ditelisik lebih jauh, Zenaya merupakan seorang wanita kuat tapi berhati ringkih, yang hingga kini masih berusaha menyembuhkan mentalnya. Namun, kenyataan pahit sekali lagi menghantam batinnya yang belum pulih total.

Entah sudah berapa banyak air mata yang mengalir membasahi pipi Zenaya, sebagai gambaran rasa sakit yang hadir menerpa hidupnya, tepat di usia yang baru memasuki kedua puluh sembilan, sesosok janin mungil berusia sepuluh minggu tumbuh sehat dalam rahimnya.

Zenaya termenung, membiarkan pikirannya terseret kembali pada masa lalu yang terlalu pahit untuk disentuh. Kilas balik itu menyeruak begitu nyata, seolah luka yang sudah lama dipaksanya membatu kini dipaksa berdarah lagi. Namun, meski pahit, ia tidak pernah menaruh kebencian pada sosok mungil yang kini bersemayam dalam rahimnya. Kehadiran itu tidak pernah sekalipun dianggapnya sebagai kutukan.

Mungkin karena potret samar sang bayi mungil yang terpampang di layar ultrasonografi, seolah memaksa hatinya menyerah pada perasaan yang tidak bisa ia lawan. Atau mungkin karena suara detak jantung yang begitu jelas terdengar, menusuk pendengaran dan memorinya, hingga ia tidak mampu menyangkal apa pun lagi.

Air matanya luruh seketika.

"Ma, salahkah aku jatuh cinta pada bayi yang seharusnya tidak diinginkan ini?"

Itulah kalimat pertama yang Zenaya ucapkan pada sang ibu, yang juga menemaninya memeriksakan diri saat itu.

Amanda menggelengkan kepalanya. "Bagaimanapun caranya dia hadir, seorang ibu akan tetap mencintai anaknya."

Kata-kata itu semakin menghancurkan pertahanan Zenaya. Tangisnya pecah pelan dan dengan tangan gemetar ia meraba perutnya yang masih datar, seakan mencari kehadiran yang belum bisa terlihat. “Tumbuhlah dengan baik, Nak. Mommy janji kamu tidak akan pernah kekurangan cinta, meski kehadiranmu penuh luka.”

Pintu kamar Zenaya kemudian terbuka. Reagen rupanya datang sambil membawa sebuah nampan berisi susu hangat dan kue kering yang Zenaya sukai. Meski mereka belum tinggal bersama, Reagen selalu menyempatkan diri mampir ke rumah keluarga Winston untuk melihat keadaannya.

Ia juga sudah kembali diizinkan bekerja di kantor setelah hukuman panjang yang diberikan Craig selesai.

Zenaya memalingkan wajahnya dan buru-buru menghapus jejak-jejak air mata yang masih mengalir.

Bicara soal pernikahan, kedua keluarga telah bersepakat mengadakannya bulan depan dalam sebuah upacara sederhana yang hanya dihadiri beberapa orang kerabat terdekat saja. Baru pada malam harinya, mereka akan mengadakan makan malam bersama para kolega di sebuah hotel berbintang milik suami Grace, Vian.

Demi nama baik keluarga dan juga bayinya, Zenaya pun akhirnya tidak dapat menolak pinangan pria itu.

Reagen meletakkan nampan yang ia bawa di atas nakas, lalu duduk di tepi ranjang Zenaya.

"Minum dulu susunya," titah pria itu sembari menyodorkan segelas susu hangat pada Zenaya. Kata Amanda, Zenaya hanya bisa mengonsumsi susu dan makanan ringan saja. Selebihnya, ia selalu memuntahkan kembali semua makanan yang masuk ke dalam tubuhnya.

Zenaya mengambil gelas tersebut dari tangan Reagen tanpa berkata apa-apa.

Walau hatinya sedikit pilu akan sikap Zenaya yang enggan melakukan kontak mata dengannya, Reagen tetap mengulas sebuah senyuman.

Melihat Zenaya masih bersedia meminum susu buatannya saja, itu sudah merupakan suatu kebahagiaan.

"Besok aku harus dinas selama tiga hari di luar kota." Pria itu mencoba mengajak Zenaya berbincang, tetapi Zenaya sama sekali tidak menanggapinya. Ia bersikap acuh sembari terus menandaskan susu hangat buatan Reagen.

Reagen kemudian membantu Zenaya meletakkan gelas kosong di atas nampan.

"Aku harus kembali ke kantor. Tolong, angkat teleponku, meski kamu tidak mau bicara," pesan Reagen seraya menatap Zenaya sendu.

Zenaya masih enggan membalas tatapan mata Reagen.

Reagen menghela napasnya. Tanpa diduga ia memajukan tubuhnya dan mengecup kening Zenaya singkat, sebelum kemudian pergi dari sana.

Begitu pintu menutup rapat, air mata Zenaya pecah tanpa ampun. Ia mengusap keningnya kasar untuk menghapus jejak Reagen. “Aku membencimu! Aku membencimu! Aku membencimu!” teriaknya di sela-sela isak tangis. Ia tidak tahu, Reagen masih berdiri di balik pintu. Kata-kata itu menghantam telak seolah merobek isi dadanya.

Tubuhnya bersandar lemah. Walau rasa perih dan luka tertanam dalam benak pria itu, Reagen mencoba memahami bahwa ini merupakan bentuk konsekuensi dari apa yang telah ia lakukan sejak sepuluh tahun yang lalu hingga detik ini.

...***...

Sekembalinya ke kantor, Reagen mendapati Natalie sudah menunggu di ruangannya. Wanita itu langsung menerjangnya dengan sebuah pelukan, seolah menuntut penjelasan atas kepergian yang tanpa kabar.

Namun, Reagen tetap diam, tubuhnya kaku, tanpa berniat membalas pelukan Natalie. Namun, sedetik setelahnya, sebuah tamparan kuat mendarat di pipi Reagen.

"Dasar pria brengsek! Aku mencintaimu bertahun-tahun lamanya, tapi selalu saja Zenaya yang berhasil memenuhi hatimu!" jerit Natalie.

Ia memang tidak tahu apa pun selama sibuk syuting di luar kota. Baru setelah mendengar kabar dari Bryan, ia mengetahui bahwa Reagen akan menikah dengan Zenaya. Hancurlah segala harapan yang ia pelihara selama ini.

Tangisnya pecah. Disertai makian, umpatan, dan kata-kata kasar yang dilontarkan, Natalie memukul dada Reagen guna melampiaskan kekecewaannya.

Reagen dengan lembut menangkap pergelangan tangan Natalie yang hendak menampar wajahnya lagi. "Cukup, Nat," ucapnya pelan.

Natalie menghentikan gerakannya. "Sedikit saja, Rey, balaslah perasaanku sedikit saja!"

Reagen terdiam. Tanpa berkata apa-apa ia membiarkan wanita itu bersandar dan menangis keras di dadanya.

Lagi-lagi Natalie harus kalah. Semua pengorbanannya berakhir sia-sia, padahal ia rela mengikuti Reagen berkuliah di luar negeri, rela menjadi bayangan, dan rela menunggu tanpa kepastian.

Namun, nyatanya ia tidak pernah ada di hati pria itu.

Natalie tersungkur, duduk bersimpuh di lantai dengan wajah berantakan oleh air mata. Reagen pun ikut berjongkok, memegang kedua bahu Natalie lembut dan sendu, karena ia sadar posisi Natalie kini sama persis dengannya terhadap Zenaya, yaitu mencintai dengan sepenuh hati, tapi hanya menerima penolakan.

"Maafkan aku, Nat. Ketahuilah, sampai kapan pun kamu adalah teman teristimewaku. Aku menyayangimu seperti adikku sendiri." Ucapan Reagen malah membuat Natalie semakin mengeraskan tangisnya.

Sejak awal, ia benar-benar sudah kalah telak.

1
Kim dokja
sangat luar biasa ceritamu thor
Maya Tyara
asli nangis terus baca nya sejak ke tauan ada tumor otak
Wega Luna
karena kamu orangnya pendiam jadi sakit hati bisa bertahun-tahun GK hilang hilang ,coba si zenaya ini orang normal 😌, hidup sekali dibuat menderita sendiri,10 tahun GK move on, entahlah setiap orang berbeda beda , maaf pembaca baru 🤭🤭🤭
Hiatus: makasih byk udah bersedia mampir ya kak😍🤗❤️❤️❤️
total 1 replies
Ezra Sumadi
luar biasa
sakura
..
Visencia Alingga
❤❤❤❤
Rosita Tumbelaka
Spt nya hati Zebaya sm dgn ku... klu org sdh Menyakiti dan Menghina kita... rasa hati ini sebagai Perempuan baik-baik Terkoyak
Adi Sudiro: halah ujung ujung nya balikan lagi
total 1 replies
Mebang Huyang M
ceritamu bagus bangat thor. dari awal sampai akhir. ⭐ lima utk thor. Sehat2 dan semangat berkaryanya dan semoga melimpah rejekinya thor.
Alra
👍
Shyfa Andira Rahmi
ulahnya c,Alex kahh🤔🤔
Shyfa Andira Rahmi
nyahok luu...mkanya kalo orang ngomong tuhh dengerin bukan main kabur2an aja, kaya BOCIL
Shyfa Andira Rahmi
kekanakan bnget sifat c,Rey ini harusnya masalah tuhh dihadapi bukan malah dihindari🤦
ini juga c,Zen harusnya saling terbuka bukan malah ditutup2i...
pena_sf:)
pen lanjut baca lagi
Rafiii Rafi'a
😭😭😭😭
Rafiii Rafi'a
sedihnya 😭😭😭😭
padika varsha (ai agata)
/Grimace//Sob/
Arda Aldi
akhirnya archi ketemu ortunya ikut terharu kak Thor menetes lah air mataku lanjut kak Thor jadi pengen tau perjuangan zenaya menemani suaminya sampai bisa sembuh seperti sekarang
iluh asrini
🥰🥰🥰
Laila lala
lanjut thor
Chi Hoong Yap
Akhirnya bahagia semangat Thor 🙏🙏🙏😍😍💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!