NovelToon NovelToon
Mahar Satu Miliar Dari Pria Impoten

Mahar Satu Miliar Dari Pria Impoten

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pengantin Pengganti / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arum Mustika Ratu menikah bukan karena cinta, melainkan demi melunasi hutang budi.
Reghan Argantara, pewaris kaya yang dulu sempurna, kini duduk di kursi roda dan dicap impoten setelah kecelakaan. Baginya, Arum hanyalah wanita yang menjual diri demi uang. Bagi Arum, pernikahan ini adalah jalan untuk menebus masa lalu.

Reghan punya masa lalu yang buruk tentang cinta, akankah, dia bisa bertahan bersama Arum untuk menemukan cinta yang baru? Atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Meskipun mereka mencoba hapus semua luka, tetapi rasa perih itu masih terasa

Di dalam ruang operasi.

Udara dingin menusuk, lampu operasi menyinari wajah Reghan yang pucat pasi, napasnya tersengal di balik masker oksigen. Dokter utama, seorang pria paruh baya bernama dr. Hanif, menatap monitor di samping ranjang dengan dahi berkerut.

“Tekanan darahnya mulai turun…” gumamnya pelan, sementara salah satu asisten segera menyesuaikan alat infus. Jarum besar mulai menembus kulit Reghan, mengambil darah yang diperlukan untuk proses awal donor. Namun detik demi detik berlalu, warna di wajah Reghan makin memudar. Monitor di samping tempat tidurnya berbunyi lebih cepat dari sebelumnya.

 “Detak jantung tidak stabil! Tekanan turun drastis!” seru seorang perawat panik.

Dr. Hanif segera memberi instruksi cepat, “Tambahkan oksigen! Naikkan tekanan cairan! Jangan biarkan dia kehilangan kesadaran!”

Namun Reghan mulai menggigil. Tubuhnya bereaksi keras terhadap prosedur. Nafasnya berat, dan tangan yang diinfus tampak dingin membiru. Di sela napasnya yang pendek, ia sempat berbisik pelan di balik masker,

 “Tolong ... pastikan ... Revano ... selamat...”

Layar monitor berdenting keras.

“Hati-hati! Tekanan drop lagi! Kita hampir kehilangan dia!”

Para dokter bergegas bekerja, menekan dada Reghan, menyalurkan cairan, memasang alat bantu tambahan. Ruangan itu dipenuhi suara mesin, instruksi cepat, dan kecemasan yang tebal.

Beberapa menit berlalu...

"Reghan!"

Arum berteriak saat kesadarannya kembali, cahaya putih menembus kelopak matanya yang terbuka lebar. Aroma antiseptik langsung menusuk hidungnya. Pandangannya melebar, tetapi seiring waktu, ia menyadari dirinya sedang berbaring di ranjang rumah sakit. Selang infus menempel di tangannya. Di samping ranjang, Gavin berdiri dengan wajah tegang namun lega.

“Kau sudah sadar…” ucap Gavin pelan, suaranya serak.

Arum menatap sekeliling dengan panik. “Revano … Reghan … mereka di mana?” suaranya bergetar.

Gavin segera menahan bahunya ketika Arum berusaha bangun.

“Kau belum boleh turun dari ranjang, Arum. Kondisimu baru stabil.”

Namun Arum menepis tangannya dengan keras, air mata menetes di pipinya.

“Aku nggak bisa tenang, Gavin! Suamiku dan anakku masih di ruang operasi! Kau pikir aku bisa diam di sini?”

Nada suaranya mengguncang ruangan kecil itu. Gavin menatapnya lama, melihat mata Arum yang merah, napasnya tersengal karena campuran takut dan gelisah. Ia berusaha menahan, tapi perlahan ia melepas genggamannya.

“Arum, dengarkan aku sebentar,” katanya lembut tapi tegas. “Tim dokter lagi berusaha yang terbaik untuk mereka. Kau harus kuat. Kalau kau jatuh sekarang, siapa yang akan menjaga Revano nanti?”

Arum menunduk, kedua tangannya menutupi wajahnya. Suaranya bergetar di antara isakannya.

“Aku cuma … aku cuma nggak mau kehilangan mereka, Gavin. Aku udah kehilangan terlalu banyak selama ini…”

Gavin menatapnya lama, ada sesuatu dalam kata-kata Arum yang membuat dadanya sesak. Dan ketika Arum melanjutkan dengan suara serak, semua jadi jelas.

“Aku nggak bisa bayangin dunia tanpa Reghan dan Revano…”

Kata Reghan di bibir Arum membuat waktu seolah berhenti sejenak. Gavin memalingkan wajahnya, menatap jendela yang tertutup tirai putih. Rahangnya mengeras, dadanya naik turun menahan sesuatu yang tak bisa ia ucapkan. Kini ia tahu dan dia benar-benar mengerti sekarang.

Selama ini, tak peduli seberapa dalam luka yang Arum simpan, tak peduli berapa tahun ia mencoba melupakan, cinta itu masih ada. Cinta yang begitu besar hingga berubah jadi sakit setiap kali nama pria itu disebut.

Gavin menarik napas panjang, lalu mendekat dan menatap Arum dengan lembut.

“Kalau begitu,” katanya pelan, “doakan dia tetap hidup, Arum. Karena kalau Reghan pergi … aku tahu, kau juga akan ikut hancur bersamanya.”

Arum dan Gavin berjalan cepat menyusuri lorong rumah sakit. Suara langkah mereka bergema di antara aroma obat dan dinginnya udara dari pendingin ruangan. Arum masih pucat, namun tekad di matanya membuat Gavin tak punya pilihan selain membiarkan wanita itu berjalan di sisinya.

Mereka tiba di depan ruang operasi. Lampu merah di atas pintu baru saja padam. Beberapa perawat keluar sambil menurunkan masker mereka, dan detik berikutnya, dokter bedah utama keluar, Arum segera maju.

“Dokter … bagaimana anak saya?” tanyanya tergesa, nyaris tanpa napas. Dokter itu melepas masker, mengangguk perlahan, suaranya tenang namun berat.

“Operasi berjalan lancar. Revano sudah dipindahkan ke ruang perawatan intensif anak. Kondisinya membaik, meski masih harus dipantau beberapa hari ke depan.”

Arum menutup mulutnya, bahunya bergetar hebat, air mata jatuh begitu saja. Gavin segera menopang tubuhnya agar tak jatuh.

“Terima kasih, Tuhan…” bisik Arum, napasnya bergetar di sela isakan. Namun sebelum rasa lega itu sempat tumbuh, dokter kembali bicara.

“Tapi mengenai Tuan Reghan…” Arum segera mendongak, matanya menatap dokter dengan cemas.

“Kondisinya sempat drop di tengah operasi. Kami berhasil menstabilkannya, tapi tubuhnya mengalami trauma berat karena tekanan fisik dan psikologis. Untuk sekarang, kami masih harus menunggu sampai dia benar-benar sadar.”

Dunia seakan berhenti sesaat. Kata trauma berat menggema di kepala Arum seperti bom yang tak berhenti berdentum. Ia terdiam, menatap kosong ke arah pintu operasi yang baru saja terbuka. Di dalam sana, pria yang dulu ia benci kini terbaring di ambang hidup dan mati demi anak mereka. Arum menggigit bibirnya, menahan tangis yang nyaris meledak lagi.

“Aku mau lihat dia,” bisiknya lirih.

Namun, sebelum Gavin sempat menjawab, suara gaduh datang dari ujung koridor.

Langkah sepatu yang tegas dan cepat, diikuti aroma parfum mahal dan suara beberapa orang yang sibuk bertanya ke perawat. Gavin dan Arum sama-sama menoleh.

Tuan Argantara, Oma Hartati, dan di belakang mereka, Elion serta Alena dan Maya. Pandangan Arum langsung membeku.

Dunia yang baru saja memberinya harapan, kini kembali menghantam dadanya dengan kenyataan pahit.

Elion berjalan di sisi Alena, tangan mereka hampir bersentuhan. Alena mengenakan gaun mahal berwarna pastel, wajahnya tampak cantik dan tenang namun justru itulah yang menusuk hati Arum paling dalam. Karena wanita itu adalah mantan tunangan Reghan, sekaligus wanita yang dulu menjadi sumber dari segala luka di hatinya.

Oma Hartati langsung menghampiri dokter, bertanya tentang kondisi cucunya. Sedangkan Tuan Argantara berdiri tegak di belakang, wajahnya menahan cemas.

Gavin melihat perubahan di wajah Arum. Wanita itu menegang, napasnya memburu, pandangannya menatap ke arah Elion dan Alena yang kini semakin dekat. Arum mundur setapak, menunduk, menyembunyikan wajahnya di balik rambut panjang yang berantakan. Tangannya mencengkram lengan Gavin dengan erat.

'Jadi ini alasan Reghan semakin menjauh beberapa Minggu terakhir,' gumam Alena dalam hatinya.

1
Hadi Mulyono
regan masih misterius ga jujur
Hadi Mulyono
kalo inget kelakuan regan ke Arum .rasanya ga rela balik lagi ke rmh itu ..biarlah Arum SM gavin
Hadi Mulyono
sialan bener reghan
Wiwik Wardoyo
jangan jangaaaaaannn kecelakaan ituuuu... aaaahh author bikin penasaran 👍
Wiwik Wardoyo
kapok kau ditinggalkan Alena...
Dyah Rahmawati
kapok kamu reghan....heem greget AQ🤜🏻
Dyah Rahmawati
emang gak ada cctv t ...kasihan Arum😭😭😭😭😭
Dyah Rahmawati
kasihan Arum😭😭😭
Lisa sari katriani
Karya yang bagus thor 👍

Hallo kakak2 , mampir juga ya di karya pertamaku 😊
Judul : kisah si gadis miskin

Terimakasih 🙏
Lisa sari katriani
Semangat thor 💪

Hai kakak2 , jangan lupa mampir di karya pertamaku 😊
Judul : kisah si gadis miskin

Terimakasih 🙏
Mamah Dini11
bkn nya si wiratma ayahnya si reghan
Mamah Dini11
iya jdi alur itu2 aja tntang hati. si atum, apa kbr dgn kehidupan si maya skarang wanita serakah itu apa udh bertobat
Mamah Dini11
kalau arum lama membuka hatinya ,dn banyak takut ,gk akan selesai2 ceritanya.
Mamah Dini11
betul kak aku setuju 👍 author terlalu melindungi orang2 gk waras itu, dn sampai detik ini juga tak ter bongkar ke salahan si licik alena ,dia hidupnya aman2 aja , gk adil sebnarnya buat arum
Mamah Dini11
takut nya mlh ada kekacauan oma nanti ada banyak biang kerok di sana moga aja aman2 saja ,tdk ada untuk arum berpikir terus , gk selesai2 nanti banyak mikir mh, kadang suka bosan yg baca juga , maaf ya rum,,, emang iya 🤭😄😄😄😄
Mamah Dini11
sampai kapan rum hatimu terbuka lebar dn menerima takdirmu kembali , jgn sia2 kan lbh lama lagi ke hangatan itu kmu terlalu lelap tdrny dn banyak mikirnya ,kalau berpikir dn berandai2 terus kapan bahagianya , dn oma hartati sebenarnya bersama siapa sekarang
Mamah Dini11
bknnya udh revan juga suka manggil reghan papa , udh di jelasin lgi sm gavin. cu man mungkin blm terbiasa ,jgn cepet tersinggung reghan 3 tahun bkn waktu sebentar , kmu harus lbh mengerti dn tepati semua ucapanmu dan janji2mu kalau semuanya ingin baik2. dn TDK berantakan lgi, semoga hidup kalian damai tenang NYaman dn cepat saling memaafkan .
Mamah Dini11
dasar perempuan murahan blm di beri karma sm author nya Makanya ttep nganggu , kapan thor si alena dapat azabnya kok lama , gk seperti arum lama menderitanya ,nah so Alena kapan gk adil rasanya .
Mamah Dini11
katanya pagi2 tapii berubah jadi angin sore ,, mana yg bener Thor kadang suka lieur
Mamah Dini11
lagian arum blm tentu mau pula ng me RUMAH ITU , RUMAH ITU Saksi terlukanya hat I seorrang arum yg di siksa dgn gk pd pun ya hati , Kalau arum mau blk lgi berrarti luka lama nya pasti kambuh lgi bayangan dia di seret paksa di ikat di Tiang lalu di cambuk tanpa am pun , apakah arum lakan lupa itu semua, ten. tuuu tiiiiidaaaaak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!