Jamila Anata gadis sembilan belas tahun yang tiba-tiba hamil anak kakak Iparnya kejadian itu terjadi karena Kakak ipar Mila pulang kantor dalam keadaan Mabuk parah dan dia menganggap Jamila adalah sang istri
Bagaimana kejadian nya simak di novel terbaru ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mesya icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rayyan Kembali
Setelah sebulan lamanya Rayyan benar-benar menyelesaikan masalah anak cabang perusahaan miliknya di Bandung, sekarang saatnya pria satu anak itu kembali ke riau untuk menemui keluarga tercinta.
Pesawat tiba di bandara pekanbaru tepat pukul enam sore. Rayyan pulang menggunakan taksi online, pria itu tidak mau menyusahkan Mila untuk menjemputnya. Sesampainya di perumahan hari sudah gelap karena waktu malam pun tiba.
Rayyan pulang ke rumah miliknya lebih dulu, membersihkan diri baru ke rumah sang pujaan hati untuk menemui Mila dan anak-anak.
Selesai istirahat dan bebersih diri Rayyan langsung menuju rumah Mila yang berjarak seratus meter dari rumah miliknya.
Sesampainya di depan rumah Mila, pria itu berdiri lama di depan pintu. Suara tawa anak-anak terdengar hangat, itu suara Bara dan Naina yang tengah bermain. " Baraaaa kakak duluan " teriak Naina membuat Bara mengalah. Itulah Bara, selalu mengalah demi sang Kakak, begitu pula Naina akan membela jika adik kesayangannya itu di bully teman-teman.
Rayyan tersenyum mendengar suara itu. suara yang hampir sebulan ini hanya dia dengar dari telepon sekarang bisa dia dengar langsung.
Pintu di ketuk Rayyan dan Mila membuka nya. Tatapan hangat keduanya membuat Rayyan memeluk Mila. " Aku kangen" ucap Rayyan membuat Mila tersenyum.
" Mas kapan sampai nya?? kok enggak ngabarin Aku. Padahal bisa Aku jemput kamu tadi, ucap Mila.
Rayyan tersenyum hangat " Aku udah sampai dari jam tujuh tadi. Cuma sengaja enggak kasih tau kamu. Aku tau kamu capek urus anak dan Kafe. Ini oleh-oleh buat kamu dan Bara, kalau buat Naina ada di rumah. Mil Aku laper, kamu masak kan?? tanya Rayyan.
Mila mengangguk lalu membawa masuk Rayyan. " Anak-anak lihat siapa ini yang datang!! teriak Mila dan kedua anak laki-laki dan perempuan itu berpaling dari mainan mereka dan berteriak saat melihat jika itu Papa mereka yang datang.
" Paapaaaaa" teriak keduanya membuat Rayyan memeluk keduanya yang berlari ke pelukan nya. Suasana beginilah yang sangat Rayyan ingin kan dan Mila dambakan.
Tatapan hangat Mila melihat Rayyan begitu menyayangi anak nya dan menganggap Bara sebagai anak pun selalu membuat hati Mila tersentuh.
" Udah pelukan nya, sekarang ayo makan. Papa kalian udah lapar, ajak Mila. Ketiga nya melepaskan pelukan dan mengikuti Mila menuju meja makan. Mereka makan bagaimana keluarga bahagia jika orang tidak tau. Padahal mereka belum menikah dan masih mencoba untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Makan malam dengan menu seadanya sungguh membuat Rayyan kenyang. Senyum tak henti dari bibir Rayyan. " Mas duduk di depan dulu, nanti Aku buatin teh hangat" ucap Mila.
Rayyan dan anak-anak menuju ruang tamu untuk duduk di sana. Bara dan Naina bermain di sana dan Rayyan menemani keduanya.
Mila datang membawa segelas teh hangat dan dua gelas susu hangat. " Anak-anak ini susu kalian, Mila meletakkan di meja ruang tamu dan juga meletakkan teh hangat di sana. Ini teh buat Mas Rayyan, ucapnya.
keluarga itu duduk bersama. " Mil, lusa kita urus pernikahan nya. Aku udah enggak sabar menunggu lagi Mil, ucap Rayyan..
Mila mengangguk saja. Toh hatinya pun sekarang terpaut pada sosok lembut duda satu anak itu.
" Bagaimana keadaan perusahaan kamu sekarang Mas?? apa udah baik-baik saja?? tanya Mila.
Rayyan mengangguk. " Perusahaan sudah kembali stabil dan mereka yang terlibat pun udah di urus yang berwenang. Aku berharap ini tidak akan terjadi lagi, ucap Rayyan dengan pikiran lelah.
Mila mengelus tangan Rayyan hangat. " Semoga semua di permudah Mas" ucap Mila
Amin jawab Rayyan lalu meminum teh nya begitu pun anak-anak meminum susu mereka.