NovelToon NovelToon
Kontrak Dendam

Kontrak Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Nikah Kontrak / Cinta Paksa
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Iris Prabowo

(Novel ini mengandung unsur sensual dan adegan kekerasan)

"Kamu milikku. Aku akan melakukan apapun yang kuinginkan, denganmu. I will give you heaven and i will give you hell"

Setelah bangun dari koma karena percobaan bunuh diri, aku terkejut karena statusku menjadi menikah. Ternyata sebuah rahasia yang disembunyikan suamiku bahwa dia seorang profesional pembunuh bayaran.

Aku tak menyangka lelaki yang ku ketahui sebagai Vice President adalah anggota elite organisasi hitam yang menjadi buronan negara.

Teror demi teror datang. Beberapa pihak punya rencana jahat untuk menyingkirkan ku demi harta dan cinta, termasuk ibu tiri dan adikku.

Aku bersedia menukar tubuhku pada lelaki yang menjadi suami kontrak itu untuk sebuah komitmen balas dendam kematian sang ibu.

Akankah kebenaran tentang masa lalu menghancurkan rumah tangga kami? Penuh ketegangan berbalut kisah romansa yang sensual, ikuti cerita ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iris Prabowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Detektif Swasta Oz

Siapa sebenarnya laki-laki itu? Mengapa sosoknya begitu berharga di mata Adrian Mulia, dibandingkan keluarganya sendiri. Aku tidak suka Rania, tapi kali ini aku merasakan kewajaran ledakan emosinya. Kin hanya seorang menantu, itupun dalam status yang tidak jelas. Bagaimana caranya papa bisa memberikan hampir seluruh kepercayaannya, pada manusia yang bahkan baru masuk ke kehidupannya dua tahun ini?

Aku berdiri memandang lukisan-lukisan yang papa buat. Lukisan seorang perempuan memeluk anaknya, dibuat tepat setelah mama melahirkanku. Biasanya air mata akan mengalir memecah rasa rindu begitu melihat lukisan ini, tapi kali ini tidak, isi hatiku sedang gelap tidak merespon sensitivitas.

Terdengar suara langkah kaki. Tanpa menoleh, aku sudah tahu siapa pemilik langkah itu.

Aku memandang Kin yang berdiri di hadapanku dengan tenang, wajahnya tidak menunjukkan emosi apa pun. Namun, aku bisa melihat sesuatu dalam mata hitamnya yang membuatku semakin kesal. Sesuatu yang aku anggap sebagai kejahatan, kebencian, dan keegoisan.

"Apa yang kamu inginkan, Kin?" aku bertanya dengan nada tinggi, suaraku bergetar karena marah. "Apa yang kau cari, dengan menghancurkan keluarga ini?"

Kin tidak menjawab. Ia hanya memandangku dengan tenang, ikut menatap lukisan, berdiri di sampingku.

Rasanya darahku mendidih. Seperti berada di tengah badai yang menghantamku dari semua arah, aku sedang berjuang untuk bertahan, melindungi apa yang aku miliki.

"Sejak awal aku sudah menduga, kehancuran keluarga ini bagian rencanamu kan?"

Masih tidak menjawab. Kin memandangku dengan tenang, tersenyum, tidak terganggu oleh kata-kataku.

"Semua kejahatan ini akan segera terungkap, Raskindra."

Aku memandang tajam mata itu, lalu berlalu meninggalkannya. Aku bisa melihat senyum lelaki itu semakin lebar, benar-benar menantangku.

***

"Jelly, tentang anak di foto itu identitasnya sudah aku kirim via email ya."

Vino meninggalkan pesan voice note. Dia mengirimku sebuah email, tentang identitas anak. laki-laki dalam foto.

Raskindra Anan Baskara.

Jariku gemetar, terkejut ketika nama itu tertulis. Sebetulnya dugaan bahwa laki-laki yang kupanggil Abang saat kecil adalah Kin, sudah ada dalam firasatku.

Sebagian saham Bastian Group adalah milik orangtuanya, tapi aku belum bisa mencerna mengapa papa memberikan porsi pada Kin sangat besar? Pemilik saham terbesar Bastian Group memang Baskara Dermawan, tapi itu dulu, saat perusahaan belum sejaya sekarang. Perusahaan menjadi besar karena kerja keras papa, dia bahkan tidak ikut andil melewati masa-masa jatuh bangunnya.

Kin memang memiliki hak untuk mendapat saham perusahaan, tapi tidak sebesar itu. Itu milikku. Sepertinya tanda tanya ini harus diselidiki lebih lanjut. Tentang rahasia papa, Kin, dan tragedi yang menewaskan Baskara Dermawan.

Mungkin aku harus menghubungi detektif swasta. Aku siap untuk menghadapi apa pun yang akan terjadi, untuk mengungkap sebuah kebenaran.

Aku duduk di depan meja, membuka laptop dan mulai mencari informasi tentang detektif swasta di kota ini. Setelah beberapa menit mencari, aku menemukan beberapa pilihan yang terlihat menjanjikan. Salah satunya adalah Nova Investigasi.

Sebenarnya aku masih ragu dengan langkah ini, tapi otakku sudah buntu untuk memecahkan sendirian. Setelah mengambil napas dalam-dalam, aku memutuskan untuk menghubungi mereka, menekan nomor telepon yang tertera di situs website.

Setelah beberapa detik, suara laki-laki yang dalam dan cukup berat terdengar di ujung telepon.

"Nova Investigasi, Oz berbicara," katanya.

"Halo, Pak Oz," aku menjawab. "Saya ingin membuat janji untuk membicarakan tentang kasus yang saya hadapi."

"Baik, silakan. Apa kasusnya?" Oz bertanya.

"Saya tidak ingin membicarakannya di telepon," aku menjawab. "Bisa kita bertemu secara langsung?"

"Baik, saya setuju," Oz menjawab. "Kapan dan di mana Anda ingin bertemu?"

"Saya bisa bertemu hari ini juga," aku menjawab. "Di mana saya bisa menemui Anda?"

"Kami memiliki kantor di jalan dahlia. Anda bisa datang ke sana hari ini juga, jam 2 siang."

"Baik, saya akan datang,"

"Saya menunggu Anda," Oz menjawab sebelum menutup telepon.

Aku berharap bahwa Oz dan Nova Investigasi bisa membantu aku memecahkan keganjilan ini.

Tiba di kantor Nova Investigasi, sebuah bangunan yang sederhana namun elegan. Aku masuk ke dalam dan disambut oleh seorang wanita cantik yang duduk di balik meja resepsionis.

"Saya ingin bertemu dengan Pak Oz," aku berkata.

Wanita itu tersenyum dan mengangkat telepon. "Pak Oz, ada tamu yang ingin bertemu dengan Anda."

Lima menit menunggu, seorang pria tampan berusia tiga puluh delapan tahun turun dari tangga.

"Selamat datang, saya Oz," ia berkata dengan senyum yang ramah.

Aku tersenyum kembali dan mengikuti Oz ke ruangannya. Di dalam ruangan, aku melihat sebuah meja yang rapi dan bersih. Oz mengundangku untuk duduk, dan aku memulai pembicaraan.

"Pak Oz, saya ingin meminta bantuan Anda untuk menyelidiki beberapa hal tentang keluarga saya," aku berkata.

Oz mengangguk dan meminta aku untuk melanjutkan. Aku mengambil napas dalam-dalam dan memulai cerita tentang papa, warisan, dan kecurigaanku tentang Kin.

Setelah aku selesai berbicara, aku memberikan map kliping berisi tentang tragedi-tragedi pembunuhan yang Papa simpan. Oz menerima map kliping itu dan mulai membacanya dengan serius.

"Apa yang Anda ingin saya lakukan, Nona Keana?" Oz bertanya setelah membaca beberapa artikel.

"Panggil saya Kea saja. Saya ingin Anda menyelidiki tentang identitas Adrian Mulia, papa saya, yang saya tidak ketahui. Saya juga ingin Anda menemukan apa penyebab kematian papa."

Oz mengangguk. "Jika ada perkembangan, saya akan memberitahukan segera."

***

1
ForestCream
Kea visualnya disini kayak mbak mbak spg
Iris: /Sob//Sob//Sob//Sob/
total 1 replies
erzzzyy
seruu banget, ntar kin kenal gak ya
Iris: gimn yaa
total 1 replies
crownangel
ASTAGAAAAA
Iris: /CoolGuy//CoolGuy/
total 1 replies
Kayden
Ini ce malah masuk ke jurang maut sendiri, nekatt
Iris: /Cry//Cry//Cry//Cry/
total 1 replies
Sabrina
Badasss jadi anggota specter
Iris: /Angry//Angry//Angry/
total 1 replies
Iris
betuuul
Iris
hahahha
Iris
betul bullsyeeet
Iris
makasih kakkk
Iris
Tapi bodoh ya /Scream/
Sabrina
rania busuk banget mau gw racunin rasanya
Iris: Sabaaar pemirsa
total 1 replies
ForestCream
Jangan ikut jahat keaa
Iris: justru biar seru gak sih?
total 1 replies
gina
wkwkwkwk 😭
Iris: /Awkward//Awkward/
total 1 replies
gina
kea kamu sampe se effort ituu. gaenak ya dicuekin kin kan. 😭
Iris: Iyaa effort sendiri
total 1 replies
gina
btw thorrrr, ini kinnya kok ganteng juga ya. tolong bilangin kea. kayanya kin lagi liatin aku juga dah.😊
Iris: emang kin ganteng bangett
total 1 replies
gina
gawat nih kalo kin sampe tahu pasti bakal marah besar. duhhh🤣
Iris: /Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
gina
busettt squadnya. kea masuk squad mana nih 😊
Iris: Squad pemberantas ani-ani hehe
total 1 replies
gina
wkkwkwkkwkw kin harus banyak sabar juga
Iris: betuuul
total 1 replies
gina
kalo disuruh memutar waktu. pengin dah balik ke masa kecil. seru banget yaa
Iris: Bangeettt
total 1 replies
gina
fotonya sangat serasiii thorr bagus🥰
Iris: Visual ganteng dan cantik /Angry//Joyful/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!