Tentang kebencian terhadap keluarga sendiri,Andra Gunawan.Tuan muda kaya raya yang penggangguran bertekat untuk menjadi penghancur keharmonisan keluarga nya sendiri.
Pelangi gadis pemilik senyum manis yang hidup nya porak poranda setelah bertemu Andra.
Dua kepribadian yang bertolak belakang,mampukah mereka menjalin kedua sisi tali yang berseberangan menjadi satu????
Hello Plend!
Mohon kritik dan saran yang membangun.
Terimakasih.😇😇😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34.Paket
Di kediaman Gunawan
Suasana hening meliputi keempat orang yang duduk di ruang kerja Wily.
Disana ada Bagas,Anin,Wily dan si tengil Andra.
Awal nya Bagas sempat berfikir Andra adalah pelaku dari insiden kecelakaan paman Bagas,karna waktu nya yang sangat bersamaan.
Namun ketika pengacara yang diutus untuk menjamin nya,melaporkan karna kasus penganiayaan,Bagas sempat lega.
Pasal nya jika Andra adalah pelaku di balik kecelakaan paman nya,maka dia benar-benar meremeh kan putra nya ini.
Tetapi rasa lega yang dimiliki tidak bertahan lama,karna pengacara itu mengatakan sebab penganiayaan itu terjadi karan seorang perempuan bernama Pelangi.
Dia sempat bertanya-tanya,apa hebat nya wanita miskin itu??
Sehingga kedua putra nya tergila-gila pada perempuan yang sama sekali tidak berkelas,menurut nya.
Dan disini lah mereka,ingin mengintrogasi Andra.
"Jadi kau pergi di pagi buta dan pulang saat matahari terbenam,hanya untuk mengikuti perempuan kampung itu?"
Bagas sudah benar-benar tidak dapat menahan rasa jengkel nya pada putra bungsu nya ini.
"Mau di taruh mana muka ku ini??,jika para kolega mengetahui putra seorang Bagas Gunawan berlarian bersama sembarangan wanita??"
Mendengar nada sombong dan merendah kan dari sang ayah,Andra hanya mampu memutar bola mata nya.
Sedangkan Wily sudah berwajah masam.
Disatu sisi dia tidak terima penghinaan si ayah,di sisi lain,dia cemburu karna Andra dekat-dekat dengan wanita kesayangan nya.
"Ada apa dengan wajah kalian?? Tidak suka dengan perkataan ku?? Itu fakta kan??"
Sengit Bagas lagi,karna melihat wajah kedua putra nya.
"Bagaimana keadaan Pelangi??"
Ucapan Bagas hanya di anggap angin lalu,Wily malah bertanya sesuatu hal yang sama sekali tidak di bahas Bagas.
"Baik" Andra menjawab singkat.
"Apa yang dia lakukan sekarang??"
Wily benar-benar sangat ingin melihat secara langsung keadaan Pelangi,namun dia ditodong segudang pekerjaan di kantor,selain itu Priska saat ini mulai aktif kembali bekerja,dan tentu saja denga ada nya Priska, kebebasan nya semakin dipersulit.
Andra yang melihat ekspresi penasaran Wily,seketika timbul niat untuk memanas-manasi nya.
"Aku tidak tau jika Pelangi sangat lihai memasak.Kami membuat kue bersama,berjualan bersama,dan kami juga menghitung hasil nya bersama.Jika aku lapar,maka Pelangi akan membuat kan aku makanan enak.Ck ck ck Pelangi benar-benar gambaran istri sempurna,cekatan,mandiri,dia juga pintar memanjakan lidah,dan yang pasti body nya.."
Dia sengaja bersiul dengan nakal.
Mendengar penggambaran Andra mengenai aktifitas nya dengan Pelangi,apalagi bagaimana dia memuji penampilan nya,Wily sangat marah.
Tangan nya terkepal erat,memperlihat kan urat-urat hijau menonjol di punggung tangan nya.
Bahu Andra naik turun,sementara dia mati-matian menahan tawa.Sungguh puas hati nya melihat Wily yang cemburu.
Brak
"sudah cukup membahas perempuan itu?"
Suara itu berasal dari meja yang di pukul oleh Bagas.Dan itu sukses untuk menarik pusat perhatian kedua putra nya,kembali pada nya.
Bagas yang diabaikan kedua putra nya menjadi marah.
"Fokus pada pernikahan mu Wil,dan kau" telunjuk nya lurus ke wajah Andra.
"Jauhi wanita itu mulai sekarang,jika aku mengetahui kau masih bersama nya,aku akan buat perhitungan dengan mu" peringat nya pada Andra.
"Kau tidak memiliki hak untuk mengatur ku ayah,tidak dulu tidak sekarang"
Andra bukan lah anak yang penurut,dia sangat suka melakukan apa yang di larang oleh Bagas.
"Kau kau.." telunjuk Bagas bergetar menahan emosi.
"Mas..jangan marah"Akhir nya Anin buka suara.
"Beberapa teman ku memiliki anak perempuan,yang berasal dari keluarga terpandang,jika mas mau,aku bisa mengenalkan nya ke keluarga ini.Tentu saja latar belakang keluarga nya terjamin."
Anin mengusul kan anak teman-teman sosialita nya,tentu nya yang di sebut 'anak' ini,bukan lah perempuan memiliki akademis yang baik,atau yang memiliki kelebihan yang patut di banggakan,melain kan anak perempuan yang penuh dengan skandal.
"Baik,bawa kemari.Andra sudah waktu nya menikah juga."
Bagas tentu saja menyetujui usulan itu,bagi nya tidak perlu etika atau pendidikan,yang penting keluarga nya dapat membawa keuntungan bagi nya.
Ck
"Tidak ada yang dapat mengatur pernikahan ku.Seperti nya ayah masih mampu melayani beberapa gadis lagi,jadi perkenalkan untuk ayah saja."
Andra benar-benar mampu mengundang keributan.
"Lancang sekali kau,bagaimana kau bisa berbicara seperti itu pada ayah mu??"
Anin benar-benar tersulut emosi jika menghadapi anak tiri nya ini.
"Apakah kau tidak memiliki sopan santun??"
Lanjut nya lagi,Bagas tidak berbicara namun membenarkan ucapan istri nya.
"Kenapa??Aku tidak masalah jika memiliki beberapa adik-adik lagi,semakin banyak semakin baik kan??Bagaimana dengan mu Wil??"
Andra melemparkan pertanyaan nyeleneh itu pada Wily.
Wily hanya menanggapi dengan diam,begitu juga Bagas.
Berbeda dengan Anin,yang dada nya naik turun karna emosi.
"Dasar anak sial.."
Tok tok tok
"Permisi tuan,nyonya"
Belum sempat Anin melanjut kan makian nya,dia sedah disela oleh seorang maid,yang saat ini mengetuk pintu.
Melihat wajah Anin yang merah padam,membuat Andra tersenyum senang,dia bahkan mengedipkan sebelah mata nya pada Anin.
"Masuk"
Akhir nya Wily turun tangan menengahi situasi yang tegang ini,jika tidak,dengan sifat Andra dan juga ibu nya,Wily yakin keributan pasti terjadi.
Ceklek
Pintu di buka,dan masuk lah seorang maid sambil membawa sebuah kotak.
"Tadi ada kurir yang mengantar kan paket,atas nama nyonya tuan muda." kata maid itu sopan pada Wily.
Kening Anin berkerut mendengar penuturan maid tersebut,pasal nya dia tidak merasa memesan apapun yang berbentuk online.
"Terimakasih bi,letakkan saja disitu."
Wily selalu memperhatikan para maid dirumah nya,sejak kanak-kanak hingga dewasa,dia selalu sopan pada siapapun.
Karna itu para maid sangat menghormati dan menyayangi tuan muda tampan,lembut,dan sopan ini.
Selepas kepergian maid itu,Anin lantas meraih paket itu dan membuka nya.
Dia penasaran siapa yang mengirimi nya paket ini dan apa isi nya.
Aaaaaaaa
Bruk
Semua orang kaget melihat Anin yang berteriak dan terduduk di lantai,wajah nya berubah pucat.
"Buang,buang itu,singkirkan itu" jerit nya sambil mendorong mundur tubuh nya sendiri.
Ketiga pria berbeda usia itu pun mendekat untuk melihat isi kotak yang membuat Anin histeris dan ketakutan.
Dan betapa terkejut nya mereka melihat tikus mati yang kepala nya ditutupi kain bergambar kan wajah Anin.
"Sial..siapa yang mengirim ini?"
Wily merasa marah karna bagaimana pun juga ini sangat keterlaluan,mengirim tikus mati bergambarkan wajah ibu nya,apa tujuan orang itu??
Sementara Andra sangat penasaran dengan tikus itu,lalu mengangkat bangkai tikus itu lalu membolak-balik kan tubuh tikus mati tersebut.
Leher tikus itu di potong,sementara perut nya sengaja dibelah memperlihat kan organ dalam tikus tersebut.
Dan secarik kertas berbungkus plastik transparan di masukkan kedalam perut tikus itu.
Andra menarik kertas itu dan membuka nya,lalu menyerah kan nya pada Bagas,sebagai orang yang paling dekat dengan nya.
Wajah Bagas langsung muram,dan rahang nya mengeras begitu membaca pesan di kertas tersebut.
Hanya ada satu kata,namun Bagas merasa sangat tertampar oleh pesan itu.
'PEMBUNUH'