NovelToon NovelToon
Hot Baby King Mafia

Hot Baby King Mafia

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: bundew

Isabella Dawson butuh uang banyak untuk biaya operasi kanker ibunya.
Jalan satu satunya yang bisa dia pikirkan untuk mendapatkan uang banyak dan cepat, hanyalah dengan menjual dirinya pada pria paling kaya yang dia temui di klub malam tempat dia bekerja.
Dan orang itu adalah Edgardo Van Hook, seorang ketua mafia terkenal yang berusia lebih dari 2 kali usia dirinya, sosok pria yang lebih cocok menjadi ayahnya.
Tapi Isabella tidak punya pilihan, karena hanya pria itu yang punya uang sejumlah yang dia butuhkan.

Penasaran dengan cerita antara Isabella dan Edgardo?Silahkan baca reader🥰.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21.Bantuan Kecil.

Sudah satu minggu sejak dirinya dan Edgardo bercinta di hotel, tapi pria itu seperti menghilang tanpa jejak begitu saja.

Tidak ada telpon atau kiriman pesan, juga notifikasi transfer uang seperti yang dijanjikan oleh Edgardo sebelum mereka berpisah malam itu.Membuat Isabella mulai resah, kalau Edgardo tidak akan pernah memberikan uangnya pada dia. Karena kondisi pria itu menjadi semakin parah akibat lukanya yang mengeluarkan banyak darah lagi.

Sebenarnya dia juga sedih kalau sesuatu yang buruk terjadi pada Edgardo karena dia ikut andil melakukannya.

Tapi uang itu adalah satu satunya harapan dia, yang dia dapatkan dengan memberikan keperawanannya pada pria itu.

Selain itu bukan seratus persen salahnya kalau sesuatu yang buruk ternyata terjadi pada Edgardo sekarang, karena malam itu Edgardo sendiri yang tidak bisa menahan dirinya hingga sampai membuat Isabella tidak berdaya karena digempur berkali kali oleh pria itu sepanjang malam.

Padahal diperjanjikan mereka yang tidak ada hitam diatas putih hanya 10 kali untuk 1 milyar.

Jadi,semisal dia tidak mendapatkan 1 milyar dari Edgardo karena kondisi pria itu yang memburuk akibat lukanya tersebut. Dia seharusnya mendapatkan separo dari jumlah itu sebagai pembayarannya.

Tapi masalahnya kemana dia harus meminta uang yang menjadi haknya tersebut. Apa dia harus menghubungi nomor pria itu dan menanyakannya.

Isabella merasa ragu. Apalagi dia tau dengan jelas kalau sekarang pria itu sedang sakit.

Menagih hutang pada orang sakit atau mungkin saja sekarat,menurut Isabella itu benar benar bukan tindakan manusiawi.

Tapi membiarkan, pria itu tidak memberikan bayaran yang menjadi miliknya juga tidak bisa. Sebab uang itu satu satunya harapan dia untuk menyembuhkan ibunya saat ini.

Meski kalau seandainya Edgardo hanya membayar separo dari jumlah yang mereka sepakati,itu adalah jumlah yang sangat banyak dan bisa menjadi DP supaya ibunya bisa segera dioperasi .

Untuk sisanya nanti dia akan memikirkan pelan pelan. Yang penting sekarang bagaimana cara dia supaya bisa mendapatkan uang Edgardo yang menjadi haknya. Bagaimana? Kepala Isabella benar benar pusing 7 keliling memikirkan caranya.

" Haaaah...."Isabella mendesah,resah karena merasa tidak tau cara mendapatkan uangnya dari Edgardo saat itu.

" Aaa....!!" Dia bahkan sampai tanpa sadar berteriak keras saking bingungnya, sambil menendang tendangkan kedua kakinya ke kasur tipis yang saat itu dia tiduri.

Dia sampai terkejut waktu mendengar pintu rumahnya diketuk dari luar.

 Tok! Tok!

Mendengar ketukan dari pintu depan, dia tidak segera membukanya melainkan berjalan mengendap endap untuk melihat siapa yang ada diluar pintu. Kenapa dia melakukan hal tersebut, karena begitulah pesan ibunya yang harus selalu dia lakukan ketika ada orang yang mengetuk pintu rumah mereka.

Ibunya mengatakan itu untuk menghindari andai ada orang jahat yang berniat menerobos masuk, jadi mereka punya waktu untuk kabur menyelamatkan diri.Karena dulu ketika di Filipina itu sering terjadi hingga sekarang hal tersebut benar benar menjadi kebiasaan Isabella sebelum membuka pintu rumah untuk orang lain.

" Bella! Kau didalam?!"

Isabella mengeluarkan nafas lega waktu mendengar suara orang yang di kenalnya, yang ada dibalik pintu depan.

"Iya, saya ada di rumah bibik Matilda!" Dia menjawab lalu bergegas kedepan membuka pintunya.

Didepan pintu terlihat seorang perempuan berusia tak jauh beda seperti usia ibunya, sedang berdiri dengan membawa sebuah rantang makanan yang terbuat dari aluminium, menyodorkannya kepada Isabella ketika gadis muda itu membuka pintu.

" Ada apa bik? Ini apa?" Isabella bertanya, pada perempuan yang merupakan tetangga mereka juga teman baik ibunya, karena sama sama bekerja dipabrik pengolahan ikan kaleng. Ketika ibunya belum terbaring dirumah sakit seperti sekarang.

" Ini, aku membuat banyak lauk untukmu,Bella. Ambillah, bisa kau jadikan stok untuk beberapa hari kedepan." Ucap perempuan yang dipanggil bibi Matilda oleh Isabella.

" Terimakasih banyak bik." Wajah Isabella terlihat senang menerima apa yang diberikan perempuan seusia ibunya itu.

" Iya, bagaimana khabar Eleora sekarang? Apa kondisinya ada kemajuan? Karena aku dengar dari dokter Martin ketika mengantar Lucia berobat saat putriku itu terkena flu, penyakit seperti yang diderita Eleora sangat sulit untuk sembuh. Dan kalau ingin sembuh dia harus menjalani operasi yang memakan biaya sangat banyak. Apa itu benar Bella?"

Raut wajah Isabella yang tadi sempat cerah kini kembali berubah muram mendengar yang dikatakan bibik Matilda karena itu benar.Jadi dia hanya bisa mengangguk lemah untuk menjawab pertanyaan yang diajukan tetangganya itu.

" Iya ,bik. Mama memang membutuhkan uang sangat banyak untuk bisa sembuh, karena itu aku....."

" Benarkah? Seberapa banyak kira kira Bella? Mungkin saja aku dan beberapa teman kerja dipabrik bisa sedikit membantu biaya pengobatan Ele." Ucap perempuan bertubuh subur dengan wajah ramah itu, kepada Isabella.

" Haaaah!" Isabella menghela nafas berat lalu menggelengkan kepala, karena tau kalau niat dari tetangganya dan manta teman kerja ibunya yang lain tidak akan bisa banyak membantu.Sebab banyaknya biaya yang dibutuhkan untuk bisa mengoperasikan ibunya.

" Kenapa wajah mu begitu muram?Apa itu semua karena memikirkan jumlah uang untuk operasi ibu mu?" tanya bibik Matilda dengan perasaan iba, menatap kearah Isabella.

" Iya, bik. Sebab biaya operasi mama sangat mahal. Aku sangat berterima kasih dengan niat baik bibik dan ibu yang lain, tapi...tidak papa, Tidak usah Bik, sebab Aku percaya nanti pasti akan mendapatkan jalan keluarnya." Tolak Isabella.

" Omo! Bella, jangan sungkan begitu. Aku dan Eleora sudah berteman cukup lama, tepatnya sejak kalian berdua baru pindah kesini. Mungkin aku dan yang lain bukan orang kaya, tapi kami sangat perduli pada mu dan ibumu. Jadi...tolong jangan sungkan seperti ini, biarkan kami membantu kalian meski tidak banyak, ya." Perempuan bertubuh subur itu mendekat, lalu meraih tangan Isabella dan menggenggamnya, sambil menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat yang berisi sejumlah uang dari dirinya dan teman teman Eleora lain di pabrik. Sebagai bentuk kepedulian dan ketulusan niatnya pada kondisi Eleora ibu gadis itu yang sekarang sedang sakit.

Hingga semua kebutuhan berat mengenai biaya rumah sakit harus ditanggung sendiri oleh gadis berusia 20 tahun ini.

Jadi, dia tau ini semua pasti sangat berat untuk Isabella yang masih muda. Apalagi selain ibunya, Isabella tidak punya keluarga lain sepengetahuan Matilda dari cerita yang diceritakan Eleora padanya.

Karena itu setelah berunding dengan teman teman yang lain dipabrik, mereka memutuskan untuk memberikan sedikit bantuan berupa sumbangan sejumlah uang yang mungkin saja bisa menjadi penyemangat, serta meringankan beban Isabella.

" Terimakasih bibik Matilda, tapi..." Isabella merasa tidak nyaman untuk menerima amplop berisi uang yang diberikan oleh tetangganya itu, tapi juga tidak bisa menolak. Karena melihat ketulusan niat yang dilakukan oleh bibik Matilda kepada dia dan ibunya.

1
Shankara Senja
bego bngt mario..beryele tele
Shankara Senja
buang je ke laut bella
Shankara Senja
mampus kau,bella...makan tuh lendir ed
Shankara Senja
isabela ga waras apa gimana ya..kan si ed ga tau klo dia anaknya el..terus terang kan nnt bisa di bantu sm el..ga ngerti jdnya..
Shankara Senja
nunggu modar ibunya dulu baru terus terang...udah keenakan disemprot lendir
Nonik Linawati
goood
Marina Tarigan
cepat semnuh kesayangan pak bos sdh ada didepan peluklah bella
Marina Tarigan
pertemuan mereka akan mempercepat kesembuhan Efgardo
Marina Tarigan
cerita kok ngawur kemana mario kok diam terus dan pengawal jgn sampai bella pergi jauh kalau Edgrado sdh pulih kembali tdk menjumpai bella dgn bayi nya pasti dia ngamuk pd mario dkk biarpun cerita tolonglah pertemukan mereka
Marina Tarigan
jgn sembunyikan lagi apa yg terjadi padamu Bella jgn diam terus
Marina Tarigan
semoga luput dari bahaya Edgar dan bella bayinya tdk apa2
Marina Tarigan
terlampau banyak dialog terus ngomong gak berjung
Marina Tarigan
ßemoga cepat tertolong kalian ya
Marina Tarigan
semoga hidupmu baik2 saja bella
Marina Tarigan
màrah terus semoga bisa bella diselamat kan
Marina Tarigan
lanjut dunia mafia memang sangay kejam
Marina Tarigan
semoga bella hanya ngumpet ditempat tidur katena bingung ydk tahu kemana dua2 sama EzGOIS
Marina Tarigan
perlataanmu edga sanhat menyakitkan bella yg sepertinya kamu tdk lagi perduli setelah kamu menemui leora habis manis langsing sepah dibuang utl apa anak itu kalian berdia sama 2 tdk normal
Marina Tarigan
lanjut tdk perlu saya komentar pd wanita yg paling bodoh sedunia bohong terus
Marina Tarigan
mampus kau bella kurasa bella hamil dan kamu anak oliver bukan anak Edga tolol
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!