NovelToon NovelToon
SLEEP WITH MR. MAFIA

SLEEP WITH MR. MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Action / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Duda / Roman-Angst Mafia
Popularitas:13.6M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Damian, lelaki yang dikenal dengan julukan "mafia kejam" karena sikapnya bengis dan dingin serta dapat membunuh tanpa ampun.

Namun segalanya berubah ketika dia bertemu dengan Talia, seorang gadis somplak nan ceria yang mengubah dunianya.

Damian yang pernah gagal di masa lalunya perlahan-lahan membuka hati kepada Talia. Keduanya bahkan terlibat dalam permainan-permainan panas yang tak terduga. Yang membuat Damian mampu melupakan mantan istrinya sepenuhnya dan ingin memiliki Talia seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34

Di tempat lain, Talia tidak langsung balik ke hotel tempatnya menginap. Ia berjalan cepat menyusuri trotoar, mencari kafe atau restoran terdekat. Perutnya mulai memprotes karena belum di isi sejak tadi malam, tetapi pikirannya masih dipenuhi oleh kejadian yang baru saja terjadi antara dia dan Damian.

"Astaga, Talia! Kamu harus berhenti memikirkannya!" gerutunya pelan sambil menampar pipinya sendiri. Namun bayangan Damian masih saja muncul dalam benaknya.

"Haishh!" Talia mengacak rambutnya dengan frustrasi.

"Kenapa aku masih memikirkannya?!"

Ia menghela napas panjang dan akhirnya menemukan sebuah kedai kopi kecil di pinggir jalan. Tanpa pikir panjang, ia masuk ke dalam dan langsung memesan kopi hitam serta roti panggang. Setelah mendapat pesanannya, ia memilih duduk di sudut ruangan dekat jendela.

Ia menyesap kopinya perlahan, mencoba menenangkan pikirannya. Sesaat kemudian ada telpon masuk, dari Casen. Talia cepat-cepat angkat.

"Tal, lo di mana? Belum balik sekarang?"

Talia menghela nafas panjang. Wajar sih Casen bertanya karena ia bilang tadi akan segera kembali tapi karena ulah Damian, dia jadi lupa pulang. Para sahabatnya pasti akan mengomel-ngomel saat dia kembali.

"Bentar lagi Cas, gue lagi sarapan di kedai kopi. Gak lama kok."

"Cepetan pulang bocah, kakak lo nelpon barusan gak kita angkat-angkat. Lo periksa handphone lo sana. Pasti bang Jason udah nelpon lu puluhan kali. Tunggu aja di omelin panjang kali leher lu." Pasti hape Casen di loudspeaker karena ada suara Lintang.

"Lebar Lintang." bisa-bisanya si Lintang masih becanda.

"Ya udah. Gue fokus sarapan dulu sambil periksa hape." setelah berkata begitu, Talia langsung memutuskan sambungan.

Ia buru-buru membuka daftar panggilan di ponselnya. Benar saja, ada lebih dari sepuluh panggilan tak terjawab dari Jason, kakaknya. Ditambah beberapa pesan yang isinya hampir semua sama:

"Talia, angkat telepon!" atau

"Kamu ngapain? Beranak?!"

"Talia! Satu!"

Talia tertawa. Kakak sableng.

Talia menyandarkan punggungnya ke kursi, senyum geli masih tersungging di bibirnya. Jason memang selalu begitu—sok galak tapi sebenarnya peduli setengah mati.

Sambil mengunyah roti panggangnya, ia mengetik balasan singkat.

Talia:

Lagi sarapan, kakakku sayang. Stop spam telepon. Adek kakak yang cakep ini gak hilang.

Tak sampai lima detik, teleponnya berdering lagi. Kali ini Jason benar-benar menelepon. Talia menghela napas, menyesap kopi hitamnya dulu sebelum menjawab.

"Halo kakaknya Talia terganteng seanak komplek." sapa Talia dengan nada ceria.

"Kenapa baru angkat telpon? Kamu kemana aja? Gak ngelakuin yang aneh-aneh kan?" semprot Jason dari seberang. Lelaki itu memang sosok protektif terhadap adiknya. Mungkin karena belum punya pacar kali ya?

"Lagi boker kak tadi, heheh." bohong Talia. Berbohong kayak gini sih sudah menjadi makanan sehari-hari dia.

"Boker sampe tiga jam? Alasan yang lain!"

Kakaknya juga lucu. Udah tahu dia bohong, masih minta alasan lain.

"Aku ketiduran kakakku sayang, pas bangun langsung keluar jalan-jalan, terus sekarang lagi sarapan. Puas?" sahut Talia lagi, masih bohong sih. Tapi semoga yang kali ini kakaknya percaya. Karena kebohongannya yang ini menurutnya masuk akal.

"Bener?"

"Ya udah gak apa-apa kalo kakak nggak percaya. Talia selalu jadi orang yang tersakiti, di sakiti sama kakak monsternya sendiri."

Di ujung sana Jason tertawa.

"Dasar ratu drama. Makanya kalau di telpon itu langsung angkat. Mama dan papa juga pengen tahu gimana kabar putri mereka yang suara sumbangnya udah gak tertolong lagi itu."

Raut wajah Talia seketika berubah dikatain sumbang.

"Aku sakitt... Aku sakit hati! Kau terbangkan ku ke awan lalu,"

"Stop!"

Jason segera menghentikan penggalan lirik lagu Yovie and Nuno yang dinyanyikan oleh adiknya.

Talia terkikik.

"Kenapa, gak kuat denger suara merdu adek sendiri?"

"Bukan merdu, tapi nyaris bikin telinga orang budek!" sahut Jason tanpa ampun.

Talia mendengus kesal.

"Ya udah, aku blokir nomor kakak ya. Biar gak usah denger suara jelek ini lagi.'

"Talia,"

"Habisnya kakak ngeselin banget sih. Masa adek sendiri dikatain, di kasih dukungan kek biar percaya dirinya bangkit.

"Dalam kasus kamu, kamu terlalu pede, harus dibawa ke jalan yang lurus biar gak malu-maluin.

"Kak Jasoonn ..."

Jason tertawa lagi, tapi kali ini nadanya lebih lembut.

"Ya sudah, habisin sarapan kamu. Kakak cuma mau pastiin kamu baik-baik aja apa nggak."

Talia tidak menjawab karena masih dongkol.

"Bye-bye adekku sayang." Jason akhirnya menutup telepon. Talia menatap layar ponselnya, merasa hangat di dada. Kakaknya memang menyebalkan, tapi perhatian Jason selalu membuatnya merasa aman. Mama dan papanya pun sama. Masih ada kedua sahabatnya juga, Casen dan Lintang. Serta ada kak Zaka yang sudah seperti kakak keduanya.

Talia melanjutkan sarapannya yang hampir habis, namun ia baru sadar kalau orang-orang yang berada di dalam kedai itu tengah menatapnya dengan tatapan aneh.

Apa karena nyanyiannya tadi? Atau karena bahasanya yang berbeda? Ini kan di Jepang, pasti mereka bingung dia ngomong pake bahasa apa. Talia tersenyum kikuk. Ia berdeham pelan dan menunduk, buru-buru menghabiskan sisa roti panggangnya. Sesekali, ia melirik sekeliling, memastikan orang-orang di kedai itu tidak lagi menatapnya dengan ekspresi aneh.

Aduh, memalukan banget. Dia lupa kalau ini Jepang, bukan Indonesia. Percakapannya yang berisik barusan pasti menarik perhatian.

Talia buru-buru menyesap kopi hitamnya lagi, berharap rasa pahit itu bisa menenggelamkan rasa malunya. Setelah memastikan tidak ada yang menatapnya lagi, ia menghela napas lega dan berdiri keluar dari kedai kopi tersebut.

Udara pagi di luar kedai terasa lebih segar dibandingkan suasana canggung di dalam tadi. Talia mengeratkan jaketnya, menyesuaikan langkahnya dengan ritme kota yang mulai sibuk.

Kota Jepang ini menurutnya sangat bersih. Talia menarik napas dalam, menikmati udara pagi yang segar. Matanya menyapu sekitar, memperhatikan betapa tertibnya kota ini. Jalanan bersih, orang-orang berjalan dengan rapi, dan suasana begitu teratur.

Dia masih ingin berlama-lama jalan-jalan di negeri sakura ini, namun ia harus menerima kenyataan kalau sebentar sore mereka harus segera balik ke negara mereka.

Tidak apa-apa, karena dia ingin menghindari Damian. Akhir-akhir ini rasanya sangat aneh, dia selalu bertemu dengan pria itu secara kebetulan. Aneh sekali, seperti takdir terus mempertemukan mereka. Pokoknya kali ini dia harus menghindar dan kabur dari laki-laki itu.

1
Sri Aminah
wawwwwww 🙈
Sri Aminah
jadi om Matttt mengjarrrr 🤣
anonim
Heleeeh Rani kamu mau apa - jangan berakhir di penjara seperti Libra ya.
Galih Pratama Zhaqi
ayokkk gaskenn bang Matt 🤣🤣🤣🤣 biar si santen gak penasaran rasanya ditusuk2 🤣🤣
Galih Pratama Zhaqi
pokok gassssss 🤣🤣🤣🤣🤣
Galih Pratama Zhaqi
kisahnya jadi sama kaya Cesan kamu Damon tak apa2 kn msdpn msih pnjng masih muda ,, cari bahagiamu sndri,
Sri Aminah
takdir Mon takdir 💔😭
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘰𝘮 𝘮𝘢𝘵𝘵 𝘴𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘵🤭🤣🤣
Tuti Tyastuti
𝘨𝘢𝘴𝘬𝘦𝘯 𝘭𝘢𝘩 𝘰𝘮 𝘮𝘢𝘵𝘵🤭🤣
⭐️asteri
jangan sampai kelamaan pemanasan pas masuk hidangan utama..mamanya kara ketok pintu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kebayang puyengnya kepala matt
Annabelle
untuk bab selanjutnya mungkin bacanya tunggu malam saja 😬😬takut nanti merinding 😅🤣kan hari SENIN fokus kerja dulu 😔😅
anonim
Sura baru apes kena air panas - pelayan hotel ceroboh juga kenapa bisa bersinggungan dengan Sura.
anonim
Talia sukses bikin kakaknya emosi gegara ngidam ha haaa/Facepalm/
Fitria Syafei
waduh Matt deh langsung mau di eksekusi nih 🤭 KK yang baik kereen 🥰🥰
anonim
Waduh dua ibu muda bikin ribut di depan kamar hotel Jason hanya karena Talia ngidam pingin lari pagi bersama pasangan masing-masing.
Sampai mengganggu kegiatan bercocok tanam Jason dan Sura.

Memang Talia si somplak bikin Jason meradang karena gagal enak-enak bersama Sura.
anonim
kenapa mesti dibukain, biarin sajalah harusnya - tanggung kan /Facepalm/
anonim
Jason bahagia mendapatkan istri yang masih perawan. Sempit milik Sura menjepit milik Jason sehingga kenikmatan benar-benar diperoleh Jason. Keduanya berbarengan mencapai puncaknya - untuk Sura pelepasan yang kedua kalinya.

Jason pinginnya nambah tapi melihat Sura kecapauan mengurungkan niatnya.
Ani Basiati
lanjut thor
Dwi Winarni Wina: Lanjut kak Ani...
total 1 replies
Rita
weh
anonim
Jason tanpa ampun mengobok-obok milik Sura yang paling sensitif dengan lidahnya bahkan menggigit-gigit kecil klitorisnya.
Sura mendesah Jason semakin bersemangat - akhirnya sura mencapai puncaknya - orgasme.

Jason langsung gas pol senjatanya diarahkan ke milik Sura yang sudah siap untuk dimasukin. Wow...sakit ya Sura - robek sudah keperawananmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!