Syakira Aurelia Devi seorang wanita yang berhubungan dengan pria beristri, tak tahu jika kekasihnya memiliki seorang istri. Membuatnya harus berurusan dengan seorang pria kejam dan dingin yang sangat menyayangi adik perempuannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TPG : Bab 35
Syakira membuka pintu rumahnya, ia tersenyum senang saat melihat Alaric baru saja pulang. Alaric langsung memeluk dengan lembut, "Mama." Panggil Alaric dengan senang.
Syakira tidak bisa menyembunyikan perasaan senang dan khawatir nya, ini adalah kali pertama ia membiarkan Alaric pergi sendirian dan sepanjang hari Syakira sama sekali tidak bisa tenang.
"Gimana, apa semuanya berjalan dengan lancar?" Tanya Syakira memastikan, Alaric langsung menganggukkan kepalanya dengan lembut.
Lalu Citra berjalan menghampiri Syakira, ia tersenyum dan terus memuji Alaric yang sangat berbakat. Citra langsung memberikan selembar kontrak kerja sama yang harus di tanda tangani oleh Syakira sebagai ibu Alaric.
Syakira dengan teliti membaca setiap isi kontrak yang tertera, namun ia terfokus pada satu poin yang menyatakan jika pihak kedua berhenti saat kontrak belum selesai maka harus membayar denda sebesar 1 miliar.
"Bagaimana, apa ada yang kau tidak pahami?" Tanya Citra dengan mata yang melirik isi rumah Syakira yang nampak sederhana dan kumuh.
"Saya mengerti semuanya." Jawab Syakira, ia langsung menandatangani kontrak di depannya. Tapi setelah tanda tangan, ia melihat tanda tangan seseorang dengan nama yang membuat jantungnya langsung berdetak dengan kencang.
"Adrian..." Gumam Syakira, namun ia langsung menepis pikiran buruknya. Ia yakin jika Adrian yang merupakan bos dari anaknya nanti bukanlah Adrian yang selalu ada di bayangan Syakira.
"Ini saya sudah tanda tangan." Jawab Syakira dengan lembut.
Citra tersenyum puas, ia langsung mengambil kontrak tersebut. "Semoga kerja sama ini akan berjalan dengan lancar." Jawab Citra dengan senyuman hangat.
"Amin." Jawab Syakira.
Tapi tatapan mata Citra masih tidak bisa beralih dari tempat tinggal Syakira yang sangat kumuh dan tak cocok untuk di tinggali oleh Alaric, "Kalau begitu saja permisi dulu." Ucap Citra yang langsung pamit untuk pergi.
.
.
.
Citra pulang ke rumah dengan senyuman senang, namun matanya langsung tertuju pada sosok Doni yang tengah berdiri dengan tatapan marah. Jesslyn dan Doni sedang beradu mulut dengan suara yang lantang.
"Keputusan ku sudah bulat, kita bercerai dan Kak Adrian sedang mengurus perceraian kita." Jelas Jesslyn dengan tatapan tajam.
Doni langsung menarik tangan Jesslyn dengan kencang, "Enggak! Aku enggak mau bercerai, selamanya kau harus menjadi istri ku." Teriak Doni dengan keras.
Citra langsung berlari menghampiri keduanya, ia menghempaskan tangan Doni yang mencengkram erat tangan putrinya.
"Mau apa lagi kau datang ke sini?" Tanya Citra dengan tatapan tajam, ia menatap penuh ketidaksukaan pada Doni terlebih dengan sikap Doni barusan pada putrinya.
"Ma, jangan ikut campur. Ini urusan ku dengan istri ku." Jelas Doni dengan nada kesal.
"Enggak, Jesslyn itu putri ku dan kau sudah bukan suaminya lagi. Jadi sebaiknya kau pergi dari sini." Usir Citra dengan tatapan tajam.
"Enggak! Jesslyn masih istri ku, aku tidak akan menceraikan Jesslyn bagaimana pun keadaan nya." jawab Doni yang bersikeras.
Tangan Doni langsung menarik Jesslyn untuk membawa wanita itu pergi, namun Citra menghalangi Doni. Hingga Doni langsung mendorong tubuh Citra hingga terjatuh ke lantai, para pelayan yang mendengar keributan langsung menghampiri. Mereka terkejut melihat Citra terbaring di atas lantai, "Bajingan kamu, beraninya kau dorong ibu ku." Teriak Jesslyn yang langsung mendorong Doni.
Jesslyn langsung meminta para pelayan untuk menyeret paksa Doni, para pelayan langsung menarik tangan Doni dan mengusirnya secara paksa.
Jesslyn melihat Citra yang terbaring lemas, ia langsung meminta pelayan yang lain untuk membawa Citra ke kamarnya.
Adrian berjalan dengan langkah cepat, setelah mengetahui jika Citra di dorong oleh Doni hingga pingsan.
"Kak.." Panggil Jesslyn saat melihat Adrian baru saja datang, kedua mata Jesslyn berkaca-kaca.
"Bajingan." Umpat Adrian dengan nada kesal.
Mata Jesslyn melirik ke arah Hizam yang ikut bersama dengan Adrian, lalu Adrian menghampiri ibunya yang tengah terbaring di atas ranjang.
"Jesslyn, ayah dimana?" Tanya Adrian karena ia sama sekali tidak melihat keberadaan Hariyono.
"Ayah sedang ikut kegiatan memancing bersama dengan teman-temannya." Jawab Jesslyn dengan senyuman tipis.
Jesslyn lalu berbalik pergi meninggalkan Adrian, Hizam pun izin untuk keluar sebentar kepada Adrian. Pria itu berjalan ke belakang rumah yang di penuhi oleh bunga-bunga, tangan kekarnya langsung di tarik oleh seseorang.
Mata Hizam menatap sosok wanita yang menariknya, sebuah senyuman lembut nampak terukir di wajah Hizam.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Hizam dengan tangan yang membelai pipi Jesslyn.
"Aku baik-baik saja." Jawab Jesslyn dengan senyuman senang, namun mata Hizam menatap memar di tangan Jesslyn.
Hizam langsung memegang tangan Jesslyn yang memar, "Apa ini ulah Doni?" Tanya Hizam dengan tatapan tajam, Jesslyn sama sekali tidak menjawab tapi Hizam tahu jika pria itu yang melakukan hal ini kepada Jesslyn.
semoga Syakira bisa pergi jauh bersama aleric dan ada yg membatu kehidupan Syakira apalagi itu dari rival bisnis Adrian tak apalah demi memberi pelajaran pada keluarga Adrian