Impian Malika menikah dengan Airlangga kandas ketika mendapati dirinya tidur bersama Pradipta, laki-laki asing yang tidak dikenalnya sama sekali. Gara-gara kejadian itu Malika hamil dan akhirnya menikah dengan Pradipta.
Sebagai seorang muslimah yang taat, Malika selalu patuh kepada suaminya.
Namun, apakah dia akan tetap menjadi istri yang taat dan patuh ketika mendapati Pradipta masih menjalin asmara dengan Selina?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35.
Bab 35
Malika merasa senang dengan kehadiran Queensha setiap sore sepulang sekolah. Gadis itu sengaja datang ke rumahnya untuk main bersama Misha. Terkadang gadis itu juga membawa ketiga anak Rania agar bermain dengan Misha, katanya biar rame.
"Itu koper milik siapa?" tanya Queensha sambil menunjuk ke benda yang ada di pojok ruang keluarga.
"Punya Mas Dipta. Besok dia mau pergi ke Hongkong, tugas dari kantornya," jawab Malika sambil menyuapi Misha.
"Lalu, Kak Malika sama siapa di rumah?" tanya gadis yang memakai jilbab pasmina.
"Mbok Karti akan menginap selama Mas Dipta pergi," jawab istri Pradipta.
"Kenapa Kakak tidak tinggal bersama Mama Aisyah? Nanti aku juga ikut nginap di sana."
Malika tertawa kecil, lalu berkata, "Biar kamu bisa bebas berpacaran sama Adzam, kan?"
Muka Queensha merah padam. Penjagaan ketat Daddy William membuat gadis itu tidak bisa berduaan dengan tunangannya. Hal ini gara-gara mereka ketahuan berciuman dan laki-laki paruh baya itu marah.
"Kita dilarang berduaan, nanti khilaf," ucap Queensha tersipu malu karena dia yang suka menggoda calon suaminya.
Malika suka dengan Queensha yang masih menurut dan mendengarkan ucapan orang tua. Walau dia manja dan cengeng, tetapi pantang menyerah. Pembawaannya yang ceria dan mudah berbaur dengan orang lain membuat gadis itu dengan cepat punya banyak teman dan disukai banyak orang. Termasuk Misha yang tidak mudah didekati oleh orang, apalagi orang yang baru dilihatnya.
"Kita sebagai perempuan harus bisa menjaga diri. Jangan mudah jatuh ke dalam bujuk rayuan gombal laki-laki. Karena masa depan kita siapa yang tahu," ucap Malika. Dia yang selalu menjaga diri saja bisa mengalami kejadian yang merubah hidupnya dan menghancurkan impiannya.
Queensha mengangguk. Alasan dia pindah ke Indonesia juga karena kedua orang tuanya takut dia salah pergaulan. Gadis itu dididik menggunakan jilbab setelah baligh. Namun, suatu ketika dia melepas jilbabnya ketika merayakan ulang tahun di rumah temannya. Dia memakai baju yang sedang trend di kalangan anak muda sana dan merasa hanya ada teman perempuan saja. Siapa tahu ada yang mengambil video acara mereka dan menyebarkannya lewat media sosial. Daddy William dan Mommy Bilqis murka melihat dandanan dan kelakuan putrinya.
Queensha mengajak Misha main di teras depan rumah selagi Malika mandi dan Mbok Karti masak untuk makan malam. Gadis itu merasa ada yang sedang memerhatikan. Dia membawa Misha ke dalam gendongannya dan mengedarkan pandangan ke segala penjuru area.
"Apa cuma perasaan aku saja, ya?" batin Queensha.
"Aku hubungi saja Kak Adzam. Biar dia yang memeriksa dan mengawasi keadaan di sini," lanjut gadis itu di dalam hati.
"Ada apa Queen? Kenapa kamu seperti sedang mengawasi sesuatu?" tanya Malika yang baru muncul dari balik pintu.
"Aku merasa ada yang mengawasi," jawab Queensha waspada.
Malika mengerutkan kening. Karena dia merasa tidak ada orang di sekitar sana. Selain itu rumahnya juga dibentengi dan di pagar. Halaman rumah yang penuh dengan pohon dan tumbuhan, menghalangi sebagian pandangan ke jalan raya.
"Di mana?" tanya Malika.
"Sebaiknya kita masuk ke dalam rumah dan menunggu Kak Adzam," balas Queensha.
Sejak bertemu dengan Syifa dahulu, Malika menjadi punya pikiran buruk kalau wanita itu kemungkinan akan balas dendam. Melihat dari sifat dan karakter mantan pengasuhnya, hal itu kemungkinan bisa terjadi, kecuali jika bertaubat. Namun, pertemuan di mall kemarin menunjukkan kalau Syifa tidak berubah. Jadi, dia harus waspada.
"Kamera CCTV semua di rumah ini terpasang, kan?" tanya Queensha.
"Aku belum cek. Karena merasa aman-aman saja," jawab Malika dan Queensha menepuk jidat.
Gadis itu terbiasa hidup dalam bayang-bayang penculikan atau pembunuhan. Makanya dididik harus bisa menganalisa keadaan sekitar dan melindungi dirinya. Setidaknya dia harus menguasai minimal dua jenis ilmu beladiri dan menggunakan senjata.
"Kakak, walau kita merasa aman, setidaknya setiap hari cek rekaman kamera CCTV rumah. Siapa tahu ada yang diam-diam berbuat jahat selagi kita tidak ada di rumah," jelas Queensha.
Gadis itu pun minta Malika membuka rekaman kamera CCTV. Rekaman video yang pertama kali diperiksa adalah kamera yang mengarah ke jalan. Queensha merasa di luar rumah ada sesuatu yang patut dicurigai.
Malika ikut melihat hasil rekaman itu. Dia yang teliti dan jeli bisa melihat ada bayangan dari balik mobil yang terparkir di sebrang jalan arah jam lima.
"Itu mobil milik siapa? Sepertinya bukan milik warga sini," gumam Malika.
Queensha mencatat plat nomor mobil itu, lalu meminta Rain untuk melacak kepemilikannya. Tidak berapa lama kemudian, balasan dari suami Rania itu masuk.
"Itu mobil rental. Kita harus cari tahu siapa yang sudah menyewanya," ucap Queensha.
Di tengah ketegangan itu terdengar bunyi klakson mobil. Malika memeriksa siapa yang datang lewat kaca jendela.
"Kak Adzam yang datang?" tanya Queensha.
"Bu-kan," jawab Malika yang penasaran juga dengan orang yang datang ke rumahnya.
"Lalu, siapa?" tanya Queensha ikut nengok dari balik jendela.
***
karna dia satu satunya pria yg menyentuhmu
lagian suami mu tidak bersalah
💪💪 update thorrr 😍😍
Di novel nya mama Reni
Ayok Malika bangkit cari orang yng menyebabkan Misha nggak ada , jangan2 Selina dan ibu mertua mu pelaku nya , atau Syifa sdh beraksi 😠😠😠
Duh koq bisa mereka keracunan