NovelToon NovelToon
Pewaris Tahta Semesta

Pewaris Tahta Semesta

Status: tamat
Genre:Action / Budidaya dan Peningkatan / Kultivasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: Fatiih Romana

Bagaimana jadinya jika dua keberadaan paling agung dan paling tinggi di seluruh semesta yang ada, terlahir dan muncul kembali setelah jutaan tahun kematian keduanya di masa lalu.

Dan istimewanya, keduanya muncul dan terlahir justru bukan dengan tubuh fisik yang mereka miliki dahulu, melainkan tumbuh dan hidup di dalam tubuh bocah 16 tahun yang secara kebetulan memiliki nama yang merupakan gabungan dari nama kedua sosok itu di masa lalu.

Penasaran?

Tunggu apalagi, langsung masuk dan baca ceritanya di sini!👇

Novel: Pewaris Tahta Semesta
Author: Fatiih Romanaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatiih Romana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 27

Beberapa waktu kemudian, setelah dua kejadian besar sebelumnya.

Kini, yang tersisa di Klan Ba hanyalah para wanita lemah tanpa kemampuan kultivasi, atau mereka yang memiliki kultivasi sangat rendah.

Selain itu, masih ada anak-anak kecil yang belum memulai jalan kultivasi, yang semuanya dibiarkan hidup sesuai dengan perintah Ling Tian.

Dimana untuk masalah tersebut, Ling Tian benar benar mewanti wanti mereka semua untuk tidak melanggarnya.

Dan bahkan Ling Tian mengancam mereka jika samapai ada salah satu dari mereka itu ada yang terbunuh juga dalam insiden malam ini.

Sehingga dengan itu, sekejam dan sehaus darah apapun Ding Liren dan yang lainnya itu, mereka masih memiliki batas untuk diri mereka dalam melakukannya.

Sebab larangan itu layaknya pedang tajam yang menempel di leher mereka semua.

Yang sewaktu waktu bisa saja menjatuhkan kepala mereka yang penuh dengan keangkuhan dan kesombongan itu, jika sampai mereka itu benar benar nekat melanggarnya.

Kembali ke cerita.

Setelah Ding Liren dan keempat Bayangan menyapu bersih Klan Ba serta membunuh Yu Ming beserta para anggota Klan Yu yang juga datang bersamanya itu, selanjutnya yang mereka lakukan di sana hanya merapikan sisa kekacauan di tempat itu sebelum akhirnya mereka itu bergerak menuju Klan Yu.

Tujuannya jelas, memastikan apakah masih ada kultivator kuat yang bisa mengancam Klan Ling di masa depan.

Namun saat tiba di Klan Yu, mereka tidak menemukan sosok yang mereka cari. Tidak ada kultivator yang layak dianggap ancaman.

Setelah memastikan semuanya, mereka pun bersiap kembali ke markas. Tapi sebelum pergi, Ding Liren sempat meninggalkan sebuah tanda milik organisasinya di dinding belakang gerbang masuk Klan Yu. Dimana itu adalah tanda yang sama seperti yang ia tinggalkan di Klan Ba.

Tanda itu bukan sembarang simbol. Itu adalah pesan untuk seluruh penduduk kota Chang’an, terutama sang tuan kota yang berasal dari kerajaan. Bahwa kehancuran kedua klan tersebut adalah ulah Organisasi Lembah Bayangan.

Dengan cara itu, kerajaan tidak akan mencurigai atau melibatkan Klan Ling dalam urusan ini.

Tentu saja, bukan karena Ding Liren takut Klan Ling tak bisa menghadapi tekanan kerajaan.

Namun karena sebelumnya Ling Tian telah memberitahunya bahwa semua anggota Klan Ling saat ini sedang menjalani pelatihan tertutup. Jika kerajaan datang di waktu seperti ini, tentu akan sangat merepotkan.

Terlebih, Ling Tian sendiri berencana pergi ke Lembah Malam esok hari. Tanpa kehadirannya, dan tanpa anggota klan yang bisa muncul ke permukaan, maka satu-satunya yang harus menangani jika terjadi sesuatu... adalah Ding Liren dan para Bayangan.

Dan itu hal yang ingin mereka hindari.

Bukan karena takut terhadap kerajaan. Tidak. Tapi jika mereka harus turun tangan, itu berarti mereka harus menunda waktu kultivasi mereka sendiri.

Padahal, mereka berlima sangat menantikan untuk mulai berkultivasi dengan metode baru yang diberikan oleh Ling Tian sebelumnya.

Metode yang telah memberikan hasil luar biasa hanya dalam waktu satu malam saja pada ratusan anggota organisasi mereka itu.

Karena sebelum mereka pergi menjalankan misi ini, mereka melihat sendiri bagaimana anggota-anggota organisasi yang mengikuti metode tersebut mengalami peningkatan pesat dalam waktu sangat singkat. Melihat hal itu, tentu mereka menjadi semakin tidak sabar untuk segera memulai juga.

Namun semuanya harus ditunda hingga mereka memastikan kerajaan tidak akan mengganggu Klan Ling.

Sedangkan untuk Organisasi Lembah Bayangan sendiri, mereka tidak terlalu khawatir.

Sebab mereka yakin, kerajaan tidak akan mengambil risiko berurusan dengan organisasi sekuat mereka hanya karena kejatuhan dua klan kecil di kota Chang’an.

.

.

.

Malam pun berlalu, digantikan oleh hangatnya sinar matahari dari ufuk timur.

Namun kehangatan itu tidak dirasakan oleh para penduduk kota Chang’an.

Langit pagi ini mendung, seolah alam pun ikut berduka atas nasib tragis dua klan besar kota itu. Rintik hujan mulai turun, mengundang perasaan dingin dan muram yang menyelimuti seluruh kota.

Karena cuaca yang tidak bersahabat, sebagian besar penduduk memilih untuk tetap di rumah. Mereka takut hujan akan tiba-tiba turun lebih deras.

Akibatnya, kabar tentang kehancuran Klan Ba dan Klan Yu pun masih belum tersebar. Suasana kota pun masih tampak tenang… untuk saat ini.

Namun tak ada yang tahu, berapa lama ketenangan itu akan bertahan sebelum akhirnya meledak dengan kabar yang mengguncang seluruh kota.

...

Sementara itu, di tempat lain yang masih berada di dalam kota Chang’an…

Tampak seorang pemuda tampan berdiri di depan gerbang Klan Ling. Di sampingnya, berdiri seorang pria paruh baya yang memiliki wajah mirip dengannya.

Mereka adalah Ling Tian dan Ling Hao.

Dimana Ling Hao saat ini berada di sana untuk mengantarkan Ling Tian menuju perjalanan bebahaya yang sudah di rencanakannya itu. Yaitu menuju Lembah Malam.

Dan meskipun saat ini hujan gerimis membasahi tubuh keduanya, tapi tak satupun dari mereka bergerak atau bicara… hingga akhirnya Ling Hao membuka suara.

"Segeralah kembali begitu tujuanmu tercapai," ucap Ling Hao serius, menatap mata putranya.

"Ayah tidak sanggup menahan murka ibumu kalau sampai dia keluar dari pelatihan nanti dan tidak menemukanmu di rumah."

Ling Tian sempat terdiam. Sudut bibirnya sedikit berkedut mendengar ucapan itu. Ia benar-benar tak menyangka ayahnya akan berkata seperti itu dengan wajah setegas batu.

Padahal, sebelumnya ia sempat membayangkan momen penuh haru di mana sang ayah akan memeluknya dengan berat hati, memberikan nasihat mendalam, dan mengucapkan salam perpisahan.

Namun yang ia dapat justru... ucapan konyol akibat ketakutannya pada murka sang ibu.

Meski begitu, Ling Tian berusaha menahan tawa. Ia hanya mengangguk pelan dan melangkah maju, memeluk tubuh ayahnya dengan penuh rasa hormat.

"Tenang saja, Ayah. Aku akan kembali sebelum Ibu keluar dari pelatihannya."

Ling Hao hanya diam. Namun saat Ling Tian mulai berjalan perlahan menjauhinya, ia menatap punggung putranya dalam diam.

"Berjuanglah, dan cepat kembali."

Kata-kata itu tak diucapkannya keras-keras, hanya dibisikkan dalam hati.

Tak lama setelah itu, Ling Hao pun berbalik dan berjalan masuk ke dalam Klan, membiarkan hujan membasahi tubuhnya.

Sementara itu, di sisi lain…

Saat ini sosok Ling Tian telah melewati gerbang luar kota. Dan ia kini sudah berada di jalur yang biasa digunakan oleh para petualang atau kultivator yang memiliki tujuan yang sama dengan nya saat ini.

Yaitu untuk menuju ke Lembah Malam.

Dan jalur tersebut terletak di bagian timur kota Chang’an, melewati perbukitan yang cukup terjal. Dimana di kiri dan kanannya dipenuhi pohon-pohon tinggi dan besar, membentuk semacam pagar alami yang membatasi jalur setapak itu.

Di bawah guyuran hujan yang semakin deras, langkah kaki Ling Tian pun tak pernah goyah. Meninggalkan jejak-jejak kecil yang akan membawanya menuju takdir yang lebih besar.

1
Arie Chaniago70
goooooood mantul Bangettt semangat up Thor
Zulterry Apsupi
kau buat MC super goblok
Jade Meamoure
cakep eh... bahasanya yg aq suka tertata rapi jarang typo salut n moga kdepannya semakin maju
Jade Meamoure
pasti itu Zhou Yuan duh Napa pake taklukin sekte segala sih Jan ampe kemaruk
Jade Meamoure
pengen untung malah buntung
Jade Meamoure
yah Ling Tian pasti naik ke alam yg lebih tinggi
Jade Meamoure
palingan pergi k istana kkaisaran
Jade Meamoure
tak gampang membangun negeri sendiri lho yah kalo hal seperti d novel bisa d lakukan d dunia nyata ha tk bakalan ada perang 😂😂😂
Jade Meamoure
pedangnya dewa Kematian ya waaahh
Jade Meamoure
apa itu pedangnya kaisar kegelapan eh maksudnya dewa perang ??🤔🤔
Jade Meamoure
jangan suka pingsan dong thor 😏😏
aishh pingsan tanda tak mampu, jadikan Ling Tian sosok pendekar yg solid
Jade Meamoure
ini sangat bagus mereka kompak heh kalo d klan lain maka bersaing nya bisa curang tk punya rasa persaudaraan apalagi ikatan darah
king Rud
makasih n sukses slalu Thor ✍️💪☕👍🙏
Adek Darmansyah
mana.. lama amat
Rusdi Bintang
terlalu banyak penjelasan dan analisa daripada aksi yg membuat pembaca bosan,dan cerita sprti ini membuat pembaca berhenti membaca dan pindah ke novel lain
Yosef Kurniawan
trims Thor.. d tgg kelanjutan ny.. 👍👍🚀🚀💪💪💪💪
Markinyo
untuk memusnahkan 1 klan aj bbrp bab, ber tele2
M Rijal
harapan ku di season kedua LIN TIAN akan lebih banyak kutipan nasehat dan pelajaran perjuangan kehidupan. karena dalam hidup ini tidak semua yang kita inginkan, bisa terwujud semua. musibah, bencana, kenikmatan, keajaiban, dan keindahan itu bisa terjadi dengan tiba-tiba diluar prediksi kita. semoga season kedua akan lebih berbobot. bukan hanya sekedar hayalan saja.
Mang AGus
Luar biasa
CahNdablek
menurut gw lumayan memuaskan ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!