NovelToon NovelToon
I Love You, Bestie!

I Love You, Bestie!

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Cintapertama / Teen School/College / Persahabatan / Chicklit
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: EuRo40

Dua orang sahabat yang terbiasa bersama baru menyadari kalau mereka telah jatuh cinta pada sahabat sendiri setelah jarak memisahkan. Namun, terlambat kah untuk mengakui perasan ketika hubungan mereka sudah tak seperti dulu lagi? Menjauh tanpa penjelasan, salah paham yang berakibat fatal. Setelah sekian tahun akhirnya takdir mempertemukan mereka kembali. Akankah mereka bersama setelah semua salah paham berakhir?
Ikuti lika-liku perjalanan dua sahabat yang manis dalam menggapai cinta dan cita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EuRo40, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Ana tidak menemukan jawabannya. Ia tak merasakan apa-apa begitu membayangkan Galang. Akan tetapi itu bukan berarti ia tidak cinta pada Galang ‘kan?

“An, maaf. Gue bukan mau merusak hubungan lo sama Galang. Gue hanya ingin mencoba jujur pada hati gue sendiri. Biar gue lega dan bisa pergi dengan tenang. Gue cinta sama lo An, ternyata selama ini gue udah jatuh cinta sama lo sejak dulu. Guenya aja yang bodoh nggak paham dengan perasaan sendiri. Bahkan sampai sekarang hati gue masih mencintai lo, nggak ada lagi yang bisa ngisi hati gue selain lo. Cinta itu semakin besar mengakar kuat.”

Ana speechless. Pikirannya langsung ngeblang. Jantungnya berdetak cepat.

“Lo nggak perlu jawab apa-apa. Gue cuma menyampaikan yang gue rasain. Lo nggak berkewajiban harus membalas perasaan gue. Gue tahu ada Galang di hati lo.”

Angga tak ingin menjadi beban bagi Ana. Ia benar-benar hanya ingin mengeluarkan isi hatinya agar lebih tenang dan pergi tanpa penyesalan.

Ana merasa gamang tidak tahu harus bagaimana? Namun, hatinya sedikit berbunga-bunga mengetahui perasaan Angga. Di sisi lain, ia bingung dengan statusnya bersama Galang. Ana tak ingin menempatkan Angga di antara dirinya dan Galang. Ia harus memastikan lebih dulu perasaannya dan hubungannya dengan Galang.

Setelah mengatakan semua isi hatinya, Angga merasa lega. Ia mengajak Ana pulang.

Sesampainya di rumah Angga mencegah Ana turun dari mobil.

“An, jangan dipikirin yang tadi, ya. Tetap jalani hidup lo dengan bahagia. Perasaan gue urusan gue. Lo bahagia gue juga bahagia,” ucap Angga.

“Maaf, Ga. Gue ....”

“Gue nggak apa-apa, An. Lo tetap sahabat gue. Masuk, gih. Udah malam.” Angga tersenyum, meyakinkan Ana kalau dia baik-baik saja.

Ana mengangguk lalu keluar dari mobil. Ia melambaikan tangan pada Angga kemudian melangkah menuju rumahnya.

“Gue benar-benar berharap lo bahagia, An. Walaupun bukan sama gue” ucap Angga pelan lalu melajukan mobilnya ke rumah di samping rumah Ana.

***

Hari ini Ana berencana ke rumah Galang. Ia sudah membuat kue untuk kekasihnya itu. Ia belum bertemu Galang lagi, dua hari yang lalu Galang sudah pulang ke rumah.

Ana pamit kepada orang tuanya dengan alasan ingin membeli buku. Sampai di depan rumah, ia bertemu Angga yang sedang mencuci motor.

“Hai, An, mau ke mana lo?” tanya Angga sambil menyiram motornya dengan selang air.

“Mau ke rumah Galang.”

“Sama siapa?”

“Sendiri aja.”

“Gue anterin aja. Sebentar, gue ganti baju dulu.”

“Eh, nggak usah Ga. Lo kan lagi sibuk!” Ana menolak, ia merasa tak enak merepotkan Angga.

“An, gue nggak suka ya, kalau lo selalu nolak yang gue lakuin. Padahal dulu lo itu suka banget ganggu gue, dikit-dikit minta anter ke sini ke sana, minta temenin belajar. Gue kangen lo yang dulu. Bisa nggak kita sahabatan kayak dulu lagi?”

Setidaknya walau ia tidak bisa menjadikan Ana pasangan hidupnya, Ana tetap teman hidup selamanya. Sahabat yang akan selalu berarti bagi Angga.

“Ya, oke. Gue akan coba seperti dulu, tapi lo tahu ‘kan ada hati yang harus gue jaga?”

“Ya, I know. So, tunggu di sini sebentar! Gue ganti baju dulu atau lo tunggu di dalam aja. Mama lagi buat donat, tuh!”

Wajah Ana terlihat berbinar mendengar mama Angga membuat donat. “Aku tunggu di dalam aja, deh!” ujarnya antusias.

Mereka berdua masuk ke dalam rumah Angga. Lelaki itu langsung menuju ke kamarnya agar Ana tidak menunggu lama. Sementara Ana, pergi ke dapur melihat mama Angga membuat donat.

Wangi semerbak adonan donat yang digoreng menyeruak ke dalam hidungnya. “Hm, wangi sekali. Pagi, Mam.”

“Hei, An! Ya ampun. Senang banget Mama kamu datang ke sini. Gimana kabar kamu?” tanya Rita.

Ana mendekat pada mama Angga lalu mencium tangannya tidak lupa cium pipi kanan dan kiri. “Alhamdulillah baik, maaf Ma. Ana jarang ke sini, padahal cuma di samping rumah, lima langkah udah nyampe.”

“Iya, kamu mah. Mama kangen banget sama kamu. Ya, Mama ngerti, sih. Kamu harus menjaga perasaan pacar kamu itu.”

“Ma, nggak begitu.”

“An, kamu itu sudah seperti anak Mama sendiri. Merenggangnya hubungan kamu dan Angga membuat Mama kehilangan seorang anak perempuan. Mama sedih, apalagi Angga pergi jauh, Mama kesepian karena itu Mama ikut Papa kerja ke mana pun Papa pergi.”

Ana merasa buruk sekali sekarang. Ia tidak pernah berpikir ke sana. Namun, ia benar-benar tidak tahu alasan itu.

“Ma sebenarnya, Waktu Mama mengantar Angga pergi kuliah ke luar negeri. Ana waktu itu pergi ke airport, tapi Ana kena musibah. Ana kecelakaan dan koma. Pas Ana sadar, Mama tidak pernah pulang lagi. Rumah ini kosong.”

“Apa? Ya ampun, Sayang. Maafkan Mama dan Papa tidak tahu masalah itu. Alhamdulillah kamu sekarang tidak apa-apa. Pasti berat buat kamu dan Bunda. Maafkan kami, Sayang.”

Mama Angga memeluk Ana sayang dan mencium kening Ana.

"Bukan salah Mama, kok," ucap Ana.

“Oh iya, Mama lagi bikin donat, tinggal dikasih toping aja. Ana mau toping apa?” tanya Rita.

“Keju dan coklat, boleh?” tanya Ana.

“Boleh, Sayang. Sebentar, ya,” jawab Rita.

“An, yuk!” Angga datang sudah berpakaian rapi.

“Lho, kalian mau ke mana?” tanya Rita

“Mau nganter Ana ke rumah Galang,” jawab Angga.

Raut wajah Rita berubah sedikit sendu. Ia tahu kalau semalam Angga menyatakan perasaannya pada Ana. Ia sangat berharap mereka menjadi sepasang kekasih. Namun, Ana ternyata masih bersama Galang. Rita sedikit kecewa, ia memandang sendu anak lelakinya.

“Oh, ya sudah kalian hati-hati di jalan. An, bawa donatnya buat di jalan.” Setelah Rita memberi toping ia memasukkan donat tersebut ke dalam wadah makanan.

“Terima kasih, Ma. Nanti Ana ke sini lagi, ya. Masih kangen sama Mama.”

“Iya, kamu nginep aja. Dua hari lagi Angga pergi.”

Ana tertegun. Cepat sekali waktu berlalu tak terasa mereka akan berpisah kembali. Ana melirik Angga. Apakah kali ini hubungan mereka akan kembali renggang? Baru saja mereka kembali dekat. Ana tersenyum lalu mengangguk pada Rita. Mereka berdua pamit pergi.

Mobil sudah meninggalkan rumah Angga. “An, gue tadi dengar yang lo omongin sama nyokap,” ucap Angga tiba-tiba memecah keheningan.

“Dengar apa?” tanya Ana.

“Kenapa lo nggak pernah bilang kalau pernah koma? Kenapa lo nggak pernah ngomong kalau lo ke bandara dan kecelakaan?”

“Buat apa? Gue nggak mau ganggu lo yang sedang sibuk ngurusin kuliah. Lagian juga lo nggak mungkin pulang ‘kan?”

“Tapi, gue merasa bersalah karena udah buruk sangka sama lo! Gue pikir lo nggak peduli gue dan egois. Lo lebih peduli pada Seno dan lupain gue. Karena itu gue nggak pernah hubungin lo, An. Gue berusaha mengobati luka gue dengan menyibukkan diri.”

“Ga, udah, deh! Itu juga udah berlalu. Gue baik-baik aja sekarang. Kita jangan bahas lagi, ya.”

Ana merasa tak nyaman bicara tentang masa lalu, karena itu akan mengingatkannya pada perasaan cinta yang ia miliki untuk Angga. Ana merasa jahat pada Galang juga pada Angga karena tidak jujur tentang perasaan yang ia miliki.

1
Realrf
Jangan denial dong angga. lu tuh emang suka ama Anna. pun sebaliknya. duh gemes /Hey//Hey/
Realrf
usaha Angga, coba kontak lagi. Terkadang semua tidak seperti yang kita pikirkan, ce ilah bijak amat gue kwkkwkw
Realrf: /Determined//Determined//Determined//Determined/
EuRo: terima kasih kak. ❤️
total 2 replies
AFat
saya suka, alurnya ringan tapi saya menikmatinya. Kata-katanya simple dan jelas saya bisa membayangkan seolah-olah sedang menonton drama remaja. Keren, semangat terus thor!
EuRo: terima kasih, kak. ikuti terus sampai tamat ya. 🥰🥰❤️
total 1 replies
AFat
jadi ingat masa SMA dulu. Ah emang masa SMA penuh warna.
EuRo: Ya, masa yang tak bisa terulang dan penuh kenangan, terima kasih banyak, kak. baca terus sampai tamat ya, kak. terima kasih juga like nya.
total 1 replies
Realrf
next thor
EuRo: Terima kasih banyak kak, sudah like. berarti banget buat aku. jadi penambah semangat!,🥰🥰❤️❤️
total 1 replies
Haryanti Rayyan
lanjut akak
EuRo: Terima kasih, Kak.
total 1 replies
Nazwatalita
Lanjut Thorr
EuRo: Terima kasih, Kak.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!