Idola! kebanyakan orang pada umumnya, memiliki seseorang yang menjadi idolanya. Tidak soal kamu tua mau pun muda.
Seperti Freya Collie Lambert, gadis berusia dua puluh tiga tahun, diam-diam mengagumi seorang pria dewasa, yang semua orang kenal pria itu sangat kejam dan dingin.
Tidak tahu kapan persisnya, Freya sangat mengagumi sosok pria kejam itu, yang ia ingat, ia tanpa sengaja melihat pria itu membantai sekumpulan pria pembunuh bayaran dengan begitu kerennya.
Austin Chloe, tidak menyangka di usianya yang memasuki hampir empat puluh, yang tepatnya tiga puluh sembilan tahun, di kagumi oleh seorang gadis muda yang sangat jauh di bawah usianya.
Bagaimana sikap Austin Chloe, si pria yang dulunya di anggap semua orang pria sampah, menghadapi gadis muda dan polos yang jatuh cinta padanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35.
Freya memandang heran pada Austin, yang tampak nanar memandang ke arah Ayahnya. Tubuh jangkung Austin tampak memenuhi tinggi pintu kamar Ayahnya.
Sementara Austin merasa tidak yakin melihat Ayah Freya, yang duduk di tempat tidur, dengan rambut yang sudah memutih.
Benarkah dia kak Erick? sungguh jauh berbeda saat terakhir kali, aku berpisah dua puluh tiga tahun yang lalu dengannya! pikir Austin dengan nanar memandang Erick.
"Mau apa anda? siapa anda.. !"
Freya dengan cepat memotong perkataan Ayahnya, "Papa, jangan marah! Tuan itu idola ku.. dia.. !"
"Kak Erick!"
Austin memotong perkataan Freya, dan detik berikutnya Freya terkejut mendengar Austin memanggil nama Ayahnya.
Sementara Erick juga sama terkejutnya, mendengar Austin memanggil namanya. Matanya pun dengan tajam memandang wajah Austin.
Erick dan Austin saling menatap, untuk mengenali wajah masing-masing. Erick merasa heran kenapa pria yang di kenal kejam itu tahu namanya.
Sementara Freya juga masih terheran dan terkejut memandang Austin, sebab ia merasa belum pernah memberitahukan nama Ayahnya kepada Austin.
Austin melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Erick, setelah ia memperhatikan penampilan Erick yang sudah lanjut usia, memiliki kemiripan dengan Erick yang ia kenal dulu.
Austin memperlihatkan foto jadul yang ia pegang kepada Erick, dan Freya juga melihat foto yang di perlihatkan Austin tersebut kepada Ayahnya.
Itu foto Ayah, Kakek, Nenek dan Paman angkatnya, yang ia tahu dari Ayahnya, kalau Paman angkatnya telah meninggal saat berusia enam belas tahun.
"Kak... !" suara Austin tercekat, ia semakin melihat kemiripan wajah Ayah Freya dengan Erick kakak angkatnya.
"Kenapa kamu pegang foto keluarga ku, dan kenapa kamu tahu namaku?!" Erick semakin keheranan memandang Austin, dan memandang foto yang di pegang Austin.
Austin melangkah semakin mendekati tempat tidur Erick, "Kak.. ini aku Austin Chloe, adik yang kamu tolong saat berusia sepuluh tahun di depan sebuah toko, ini foto kita saat aku masih kecil!" Austin berdiri dengan menjulang tepat di depan Erick dan Freya.
"A.. apa?!!" mata Erick terbelalak saat Austin menyebutkan namanya, dan tentang foto yang di pegang Austin.
Mata Erick membulat begitu terkejut bagaikan di sambar petir, mendengar Austin menjelaskan siapa saja yang ada dalam foto jadul tersebut.
Erick memegang dadanya yang tadi terasa sesak, sekarang semakin sesak karena jantungnya sepertinya hendak berhenti berdetak.
Bagaimana mungkin adik angkatnya, yang ia ketahui telah lama meninggal saat masih remaja dulu, adalah Mafia yang terkenal kejam itu?
"Ti.. tidak mungkin! kamu bukan adikku! adikku sudah lama meninggal! mereka mengatakan dengan jelas, melihat adikku meninggal terbakar di gudang itu!" suara Erick nyaris tidak terdengar, karena ia susah payah bicara dengan suara yang bergetar.
"Kak.. ini aku Austin, aku tidak mati terbakar, aku masih hidup, kak!" suara Austin tercekat menjawab Erick. Ia menahan tangisnya yang akan meledak.
Austin akhirnya tidak salah mengenali sosok tua Erick, dan ia pun menjatuhkan tubuhnya berlutut di lantai kamar.
Bruk!!
"Aku mencari mu selama ini, kak!" suara Austin semakin tercekat, dan matanya pun memerah memandang Erick dengan lekat.
Akhirnya Austin semakin mengenali Erick dengan jelas. Keadaan Erick yang memprihatinkan membuat ia semakin sedih.
Erick sendiri masih tidak percaya memandang Austin. Anak lelaki yang ia kenal dulu terakhir kali masih anak remaja, sekarang tiba-tiba muncul di hadapannya dengan penampilan pria dewasa.
"Ka.. kamu.. benarkah Austin? Austin Chloe adikku yang di katakan mereka mati di dalam api yang menyala itu?"
"Aku belum meninggal kak, aku masih hidup, aku Austin Chloe!" jawab Austin dengan nada yang mulai bergetar.
Mata Erick menatap dengan nanar wajah Austin, untuk mengenali Austin remaja pada diri pria, yang berlutut di hadapannya saat ini.
Perlahan Erick pun akhirnya mengenali Austin. Mata Erick perlahan berkabut merasa sangat terharu. Adik angkatnya ternyata belum meninggal.
Tangan Austin perlahan memegang tangan kanan Erick, yang tidak terkena stroke, lalu menggenggamnya dalam ke dua tangannya.
Ke dua pria beda usia, dan sama-sama sudah dewasa itu pun, kemudian saling menangis dengan penuh haru.
Mereka tidak menyangka bisa bertemu kembali, setelah sekian tahun tidak bertemu.
Sementara itu, Freya berdiri di belakang Austin memandang ke dua pria tersebut, dengan tatapan tidak percaya. Pria yang sangat ia kagumi itu ternyata Paman angkatnya.
Bagaimana ini? ia sudah kepalang suka pada pria itu, dan bahkan mereka sudah saling berciuman. Ciuman panas, yang tidak akan pernah ia lupakan!
Perasaan Freya campur aduk memandang apa yang ia lihat saat ini. Ia tidak dapat berkata-kata, ternyata Paman angkatnya masih hidup!
Bersambung.....
semangat thor sampaii jumpa di cerita selanjutnya.
kami tinggu karya karyamu selanjutnya.