Maira adalah gadis yang menjadi simpanan seorang pria tampan yang kaya raya, sebenarnya Maira juga adalah masa lalu dari pria itu. Mereka berpisah karena sebuah perjodohan yang memaksa pria itu harus meninggalkan Maira, tapi pada dasarnya mereka tetap tak bisa saling melepaskan, mereka bahkan masih sering bertemu tanpa sepengetahuan istri dan keluarga pria tersebut.
Akan seperti apakah perjalan hidup mereka? akankah pria itu mengejar dan memperjuangkan kembali cintanya dengan Maira, atau malah jatuh cinta pada wanita yang saat ini telah menjadi istri sahnya secara hukum?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Antara Bahagia Dan Sedih
Santi nampak tersenyum bahagia melihat pujaan hatinya kini akan bermain dengannya malam ini, namun saat Arga sudah berada di samping Santi tiba-tiba ia memegang kepalanya dan meringis kesakitan.
"Arga, kamu kenapa? " tanya Santi sambil melihat Arga yang malah terjatuh ke lantai.
Santi bangun dengan tubuh yang ia selimuti menggunakan selimut, ia duduk di hadapan Arga sambil memegang kedua lengan Arga.
Arga merasakan sakit yang amat sakit di kepalanya, seluruh ingatan dalam pikirannya kini tengah bercampur. Gadis yang selalu ia lihat dalam mimpinya kembali ia lihat kali ini, rasanya dalam otak Arga kini tengah ada sebuah pentas drama.
Arga agak sedikit melihat wajah gadis yang selalu ia lihat dalam mimpi atau ketika ia pergi ke tempat dimana ia pernah merasa dirinya dulu juga pernah ke tempat itu bersama seseorang yang tidak bisa ia ingat.
Arga masih memegang kepalanya sambil meremas rambut nya, sementara itu Santi terus menanyakan kenapa Arga bisa sakit kepala.
Tiba-tiba Arga membuka matanya sambil menatap Santi.
"Kamu udah sembuh? " tanya Santi yang merasa kini Arga sudah agak tenang.
Namun tanpa di sangka Arga malah mendorong tubuh Santi dan pergi ke tempat pakaiannya ia simpan, Arga malah kembali menggunakan kaos yang sempat tadi ia gunakan. Santi mengejar Arga dan menanyakan kenapa Arga menjadi seperti.
"Kamu kenapa? Dan kamu mau kemana? " tanya Santi sambil memegang lengan Arga.
"Bukan urusan mu, " balas Arga sambil kembali mendorong Santi.
Santi mengambil pakaiannya lalu memakai pakaian tidurnya dan pergi ke depan pintu untuk membuat Arga tidak bisa keluar dari kamarnya, Santi mengunci pintu kamarnya lalu menyembunyikan kunci pintu itu di tangannya.
"Berikan kunci itu padaku! " titah Arga tegas.
"Aku sudah menunggu saat-saat seperti ini, jadi aku mohon jangan tinggalkan aku, " pinta Santi.
"Sekarang aku sudah mengingat semuanya, dan sekarang aku ingin bertemu dengan Maira. Jangan bilang kau buat dia terluka, kalau sampai dia kenapa-napa aku tidak akan pernah memaafkan mu, " balas Arga sambil mendekat ke arah Santi untuk mengambil kunci pintu ini.
"Aku tidak lakukan apapun padanya, tadi tolong. Malam ini temani aku dulu, " pinta Santi kembali.
"Jangan harap, " balas Arga sambil mengambil kunci itu dengan paksa.
"Sakit Arga sakit, " Santi meringis kesakitan.
Arga akhirnya berhasil mengambil kunci dari Santi, tanpa menunggu apapun lagi Arga langsung pergi ke rumahnya Maira. Ia ingin melepaskan kerinduannya pada gadis itu, ia juga ingin mengatakan pada Maira kalau ia kini sudah mengingat semuanya.
Santi yang tidak mau diam saja pun akhirnya mengikuti Arga ke rumah Maira, ia ingin mencegah Arga bertemu Maira. Yah walaupun mungkin Santi akan gagal, namun Santi tidak akan menyerah siapa tau keajaiban kembali mendatanginya.
Sedangkan itu di rumahnya Maira kini semua orang sedang menikmati sebuah alunan musik klasik yang membuat suasana malam ini semakin romantis, di tambah malam ini sangat cerah. Banyak bintang dan bulan yang menemani malam mereka, tadi Maira menyuruh mereka semua untuk pulang karena ini sudah malam.
Tapi mereka semua menolaknya karena besok adalah hari libur, kebetulan besok tanggal merah ternyata. Maira masih duduk bersama Miko di sebuah sofa sedangkan yang lainnya sedang sibuk dengan pasangan mereka masing-masing.
"Gue gak nyangka kita bakalan ketemu lagi, " ucap Miko sambil menatap ke arah langit.
"Yah gue juga sama, padahal dulu kita udah sedih-sedihan, takut lu mati gitu. Kan jadi gak bisa ketemu lagi, " balas Maira bercanda.
"Lu kalau ngomong bisa gak-" belum saja Miko menyelesaikan ucapannya, Maira malah keburu memotong ucapannya.
"Gak bisa, " potong Maira sambil tertawa.
"Ah lu mah, gue kan belum selesai ngomongnya, " ucap Miko sambil cemberut dan menatap Maira.
Senyuman Maira begitu sempurna di mata Miko saat ini, ia yakin jika ada orang yang bisa mendapatkan Maira dia adalah orang yang beruntung. Maira adalah wanita yang mandiri dan tidak pernah bersikap manja pada orang lain, Maira juga orangnya tidak bergantung pada orang lain, walaupun kedua orang tua Maira sudah tidak ada.
Ia juga wanita pemaaf yang memaafkan orang yang juga terkait dalam kematian orang tuannya sendiri.
Maira, gue yakin suatu saat nanti akan ada orang yang akan membahagiakan kamu. Aku yakin Tuhan kali ini masih menulis sebuah kebahagiaan untukmu, setelah Tuhan kemarin memberikan cobaan untukmu. Gumam Miko sambil menatap wajah Maira.
"Hey, jangan liatin gue kayak gitu ah. Nanti kalau lu tiba-tiba suka sama gue kan berabe urusannya, " ucap Maira yang membuyarkan lamunan Miko.
Miko langsung memalingkan tatapannya ke arah lain, "Gak usah kegeeran deh, lu buka tipe gue, " balas Miko bohong.
Padahal kan Maira memang wanita yang benar-benar Miko inginkan.
Di tempat lain Naura dan Ken kini juga tengah bersama dengan dua gelas jus yang menemaninya. Mereka tengah menatap ke arah Miko dan Maira, mereka berdua juga menikmati kebersamaan Maira dan Miko.
Acara makan-makan mereka baru saja selesai beberapa menit yang lalu, jadi saat ini mereka yang ada di sana tengah bersantai dan menikmati indahnya malam ini saja.
"Mereka emang deket banget kayaknya dari dulu yah, " ucap Naura dengan mata yang masih menatap ke arah kakaknya.
"Kayaknya seperti itu deh, " balas Ken yang juga menatap ke arah sana.
"Naura, " panggil Ken dengan suara lembutnya.
Naura langsung menatap ke arah Ken, "Iyah apa? " tanya Naura.
Ken mengambil gelas minum yang ada di tangan Naura, lalu menyimpannya di meja makanan. Setelah itu Ken kembali ke hadapan Naura dan membalas tatapan Naura, mereka bertatapan beberapa detik.
"Ada apa Ken? " tanya Naura kembali.
"Ada hal yang ingin aku ungkapkan ke kamu, " balas Ken sambil menatap Naura dalam-dalam.
"Hal apa? " tanya Naura penasaran.
"Sebenernya, aku itu suka sama kamu, " jawab Ken.
Naura saat ini malah terdiam sambil menatap Ken, beberapa detik kemudian Naura malah tertawa kecil sambil menatap Ken.
"Kok ketawa sih? " tanya Ken heran.
"Kamu lagi bercanda kan? " tanya balik Naura.
"Aku gak lagi bercanda-" baru saja Ken akan menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba keributan terdengar di telinganya.
Naura dan Ken langsung menatap ke asal keributan itu dengan wajah yang kaget, sementara itu yang terjadi adalah.
Arga datang ke rumahnya Maira dengan Santi di belakang Arga. Namun wajah Arga yang awalnya bahagia terlihat kesal saat melihat Maira tengah bersama dengan Miko, Arga juga mengenal Miko.
"Arga, " panggil Maira yang syok melihat kedatangan Arga.
Maira tidak tau harus bahagia atau sedih saat ini.
"Aku gak nyangka kamu kayak gini? Aku sakit kecelakaan bahkan sampai hilang ingatan, tapi kamu malah asik-asik kan sama cowok lain, " ucap Arga sambil tersenyum kecewa.
"Aku bisa jelasin semuanya sama kamu, " balas Maira, karena semua ini tidak sama dengan apa yang saat ini Arga pikirkan.
Santi nampaknya tersenyum bahagia melihat keributan ini. Arga kembali pergi dari depan rumah Maira, lalu setelah itu Maira langsung mengejar Arga untuk menjelaskan semua ini di ikuti oleh Miko dan Santi.
Semua yang berada di sana nampak kebingungan, mereka tidak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini.
Jangan lupa Like dan Follow nya juga yahhh. Hari ini aku UP nya pagi yah, soalnya nanti siang masih harus ngerjain tugas takutnya lupa, nanti malah gak UP lagi deh.