NovelToon NovelToon
The Queen

The Queen

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Wanita Karir / Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:314
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Bagian I: Era Sang Ratu dan Awal Dinasti Kisah bermula dari Queen Elara, seorang wanita tangguh yang membangun fondasi kekuasaan Alexandra Group. Ia menikah dengan Adrian Alistair, pria dingin dan strategis. Dari persatuan ini, lahir dua pasang anak yang menjadi pilar keluarga: si kembar Natalie dan Nathan. Natalie tumbuh sebagai gadis yang tampak lugu namun memiliki sifat "bar-bar" yang terpendam, sementara Nathan menjadi eksekutor tangguh penjaga kehormatan keluarga.
Bagian II: Penyamaran Sang Pangeran Italia Masa muda Natalie Alistair diwarnai oleh kehadiran seorang pengawal misterius bernama Julian, yang sebenarnya adalah Giuliano de Medici, pewaris takhta mafia dan perbankan Italia yang sedang menyamar. Di tengah ancaman rival seperti Jonah dan Justin Moretti, cinta mereka tumbuh dalam gairah yang terjaga.
Bagian III: Dua Pewaris dan Rahasia Kelam Natalie dan Giuliano dikaruniai dua anak: Leonardo dan Alessandra. Leonardo tumbuh menjadi putra mahkota yang sempurna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Keluarga Medici

Lantai bursa Milan mungkin sedang stabil, namun di dalam kastil kuno keluarga Medici di pinggiran kota Roma, sebuah badai besar sedang dipersiapkan. Keluarga besar Medici, yang dipimpin oleh Don Lorenzo de Medici, tidak pernah membayangkan bahwa putra mahkota mereka, Giuliano De Medici. Satu-satunya Pewaris yang Beralasan Berlibur selama dua tahun ini, ternyata sedang menjadi "pelayan" bagi dinasti bisnis dari Asia.

Kabar tentang hubungan Julian dan Natalie meledak di Italia seperti bom atom. Foto-foto mereka di Milan yang mulai bocor ke tabloid lokal membuat Don Lorenzo murka. Baginya, seorang Medici tidak memilih pasangan berdasarkan cinta, melainkan berdasarkan ekspansi kekuasaan.

"Dia menolak tiga putri bangsawan Eropa, mengabaikan warisannya, hanya untuk menjadi anjing penjaga bagi putri seorang Alistair?" Lorenzo membanting gelas kristalnya ke lantai marmer. "Bawa dia pulang. Sekarang!!!!"Teriaknya.

Di samping Lorenzo, berdiri seorang wanita yang menjadi alasan utama mengapa Julian melarikan diri dari Italia dua tahun lalu: Ambarvella d’Abruzzo, atau yang akrab dipanggil Ambar.

Ambar bukan sekadar wanita cantik. Ia adalah putri tunggal dari penguasa industri baja Eropa. Ia licik, posesif, dan memiliki kontrak pertunangan politik dengan Julian sejak mereka masih remaja. Ambar adalah satu-satunya wanita yang tidak bisa ditolak oleh Julian dengan cara halus karena keluarga d’Abruzzo memegang hampir 30% saham di bank utama milik Medici. Penolakan terhadap Ambar berarti perang finansial.

"Biarkan aku yang menjemputnya, Paman," ucap Ambar dengan senyum tenang namun mematikan. "Aku ingin melihat gadis seperti apa yang bisa membuat Giuliano-ku lupa akan jati dirinya."

Natalie Dan Giuliano sudah Kembali dari Italia Dua Hari yang lalu.

sekarang sedang berada di arena balap pribadinya ketika sebuah helikopter dengan logo keluarga d’Abruzzo mendarat di area steril tersebut. Julian, yang sedang membantu Natalie memeriksa mesin motor, seketika membeku saat melihat sosok wanita yang keluar dari helikopter.

Ambar melangkah dengan gaun couture berwarna putih, tampak sangat kontras dengan lingkungan sirkuit yang berdebu. Ia berjalan mendekat dengan keanggunan seorang dewi, namun matanya memancarkan kebencian saat menatap Natalie.

"Giuliano," suara Ambar terdengar merdu namun penuh tuntutan. "Permainan petak umpetmu sudah berakhir. Ayahmu sudah habis kesabaran, dan aku... aku merindukan tunanganku."

Natalie melepaskan helmnya, rambutnya terurai berantakan namun auranya tetap dominan. Ia menoleh ke arah Julian yang wajahnya kini pucat pasi. "Tunangan? Julian, kau tidak pernah menyebutkan soal ini."

Julian melangkah maju, menghalangi pandangan Ambar dari Natalie. "Ambar, aku sudah katakan padamu dua tahun lalu. Kontrak itu tidak berlaku bagiku. Aku tidak akan kembali ke Italia untuk menikahimu."

Ambar tertawa kecil, tawa yang membuat Natalie ingin mencabik wajahnya. "Kau tidak punya pilihan, Julian. Ayahku baru saja memulai penarikan aset dari Medici Group. Jika kau tidak pulang dalam tiga hari, keluargamu akan bangkrut, dan wanita di belakangmu ini... dia akan melihat kekasihnya menjadi gelandangan."

Don Lorenzo tidak bermain-main. Ia mengirimkan surat resmi kepada Adrian Alistair, menuduh keluarga Alistair telah menculik dan mencuci otak pewaris mereka. Adrian, meskipun menghargai Julian, mulai merasa bahwa masalah ini bisa mengancam stabilitas Alexandra-Alistair Group secara global.

"Guiliano," ucap Adrian di ruang kerjanya yang dihadiri oleh Queen Elara dan Natalie. "Keluargamu menyatakan perang. Ambarvella bukan lawan yang mudah. Dia telah menutup jalur perdagangan kita di Mediterania sebagai peringatan."

Natalie berdiri dengan amarah yang meluap. "Kita tidak akan menyerah pada mereka! Julian adalah milikku, bukan pion untuk bank Medici!"

Namun, Julian tertunduk. Ia tahu kekuatan d’Abruzzo. Jika ia tetap tinggal, ia akan menghancurkan Natalie dan keluarganya melalui perang ekonomi yang tidak perlu. "Aku akan pergi," ucap Julian lirih. "Aku akan menyelesaikan ini di Italia."

Malam sebelum keberangkatannya ke Roma, Julian dan Natalie berada di apartemen rahasia mereka. Suasananya sangat berat. Natalie, dengan sifat bar-barnya, mendorong Julian ke ranjang, menciumnya dengan keputusasaan yang membara.

"Jangan berani-berani menyentuhnya di sana, Julian," bisik Natalie di sela cumbuan mereka yang panas. "Jika aku mendengar kau bersikap manis pada Ambar, aku akan meledakkan kastilmu."

Julian membalas cumbuan itu dengan penuh pemujaan. Ia menciumi setiap inci wajah Natalie, menghirup aroma gadis itu seolah ingin menyimpannya di dalam paru-parunya selamanya. Mereka saling bercumbu dengan liar, tangan Julian meremas pinggang Natalie dengan posesif, namun ia tetap menjaga janjinya. Ia tidak akan mengambil kesucian Natalie sampai mereka menikah, meski gairah malam itu hampir membuat mereka kehilangan kendali.

"Hanya kau, Natalie. Aku pergi untuk menghancurkan kontrak itu, bukan untuk memenuhinya," janji Julian di tengah desah napas mereka yang memburu.

Julian kembali ke Roma didampingi oleh Ambar. Di kastil Medici, ia disambut oleh penghinaan dari paman dan sepupu-sepupunya yang menganggapnya lemah karena jatuh cinta pada "wanita Timur".

Ambar terus menempel pada Giuliano, mencoba menggoda pria itu di setiap kesempatan. Ia bahkan masuk ke kamar Giuliano di malam hari, hanya mengenakan pakaian transparan. "Lupakan gadis itu, Giuliano. Dia tidak akan bisa bertahan di dunia kita. Menikahlah denganku, dan kita akan menguasai Eropa."

Julian menatap Ambar dengan jijik. "Kau tahu kenapa aku kabur, Ambar? Karena di balik kecantikanmu, kau adalah monster yang tidak punya hati. Aku lebih suka kehilangan seluruh kekayaan Medici dari pada harus menghabiskan satu malam bersamamu."

Ambar murka. Ia mulai melancarkan rencana cadangan, memalsukan bukti bahwa Natalie sebenarnya sedang berselingkuh dengan seorang pria di Jakarta untuk meruntuhkan mental Giuliano.

Ambar dan keluarga Medici sedang mengadakan gala makan malam besar untuk mengumumkan pertunangan Julian. Saat Ambar akan naik ke podium, pintu besar aula terbuka.

Natalie Alistair masuk, mengenakan gaun merah darah yang sangat berani, didampingi oleh Nathan yang membawa koper berisi dokumen rahasia. Natalie tidak lagi memakai topeng Lugu. Ia berjalan dengan otoritas seorang Ratu.

"Maaf mengganggu pestanya," ucap Natalie dengan suara lantang yang membungkam seluruh aula. "Tapi aku membawa berita menarik untuk Don Lorenzo."

Nathan membuka dokumen tersebut. "Kami menemukan bahwa Ambarvella d’Abruzzo secara diam-diam telah mengalihkan aset Medici ke perusahaan cangkang miliknya sendiri di Kepulauan Cayman. Dia tidak ingin menikah dengan Julian karena cinta, Dia ingin melakukan hostile takeover terhadap Medici Group setelah pernikahan."

Seluruh keluarga Medici terperangah. Julian tersenyum bangga melihat wanitanya. Ambar memucat, mencoba mengelak, namun Natalie maju dan menamparnya dengan keras di depan semua bangsawan Italia.

"Itu untuk mencoba menculikku," ucap Natalie dingin.

"Dan ini..." Natalie menarik kerah baju Julian dan menciumnya secara mendalam di depan podium, "...untuk mengingatkanmu bahwa pria ini adalah milik Alistair."

Don Lorenzo, yang menyadari bahwa ia hampir ditipu oleh Ambar, akhirnya melihat kekuatan yang dibawa oleh Natalie. Ia menyadari bahwa aliansi dengan keluarga Alistair jauh lebih berharga daripada d’Abruzzo yang berkhianat.

"Giuliano," ucap Lorenzo dengan nada yang mulai melunak. "Sepertinya kau memilih wanita yang sangat tepat untuk memimpin keluarga ini di masa depan."

Ambar diseret keluar oleh petugas keamanan atas tuduhan penipuan finansial tingkat tinggi. Ia berteriak histeris, namun tidak ada yang peduli.

Malam itu, di balkon yang menghadap ke arah Colosseum, Giuliano memeluk Natalie. "Kau benar-benar barbar, Natalie. Datang ke Roma tanpa memberitahuku."

"Aku tidak bisa membiarkan pangeranku dimakan oleh ular seperti Ambar," sahut Natalie.

Mereka kembali bertukar ciuman panas di bawah sinar bulan Italia—ciuman kemenangan yang menandakan bahwa tidak ada satu pun kekuatan di dunia ini, baik di Jakarta maupun di Roma, yang bisa memisahkan mereka. Julian tetap sabar, menjaga komitmennya hingga hari pernikahan mereka yang kini sudah mendapatkan restu penuh dari keluarga Medici.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading😍

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!