NovelToon NovelToon
I am a Virgin

I am a Virgin

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:24.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Emma Shu

Elena

"Pria itu unik. Suka menyalahkan tapi menerima saat disalahkan."

Elena menemukan sosok pria pingsan dan membawanya pulang ke rumah. Salahkah dia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Demi Salva

Sementara Elena berlari secepat kilat hanya dengan kaki beralaskan sendal jepit. Senja semakin gelap membuat pandangan Elena menjadi samar-samar. Sampai di depan gubuk reot, Elena langsung menyerbu gerobak yang teronggok di samping rumah. Dengan gerakan gusar ia meneliti beberapa celah gerobak. Ia ingat Om Davin menyelipkan kartu nama di antara celah gerobak. Semoga saja masih ada.

Segera ia menyambar kartu nama yang ditemukan, masih seperti semula, benda itu terselip di salah satu celah gerobak. Syukurlah masih ada. Matanya mengamati kartu nama yang tulisannya sudah agak buram, tapi masih bisa dibaca.

Elena mendorong pintu reot hingga terbuka. Mengambil beberapa lembar uang dan mengantonginya. Lalu menghambur keluar rumah dan berlari menuju kota. Ia melalui sepanjang jalan dengan pandangan yang semakin samar dan kemudian sempurna menjadi gelap.

Hanya lampu jalanan yang menjadi penerang malam.

Elena masuk ke wartel dengan nafas terengah-engah. Tangannya meraih gagang telepon. Namun kemudian gerakannya terhenti. Sejenak berpikir. Bimbang. Keragu-raguan menyelimuti. Apa yang akan ia lakukan setelah menghubungi Om Davin? Lelaki tua itu jelas menginginkan sesuatu yang negatif dari dalam dirinya. Lelaki itu jelas berotak mesum. Lelaki itu jelas menginginkan tubuhnya. Lalu… Masihkah ia mengharapkan bantuan dari lelaki itu? Tapi, apa yang bisa ia lakukan jika bukan dengan cara itu? Lelaki itu menjanjikan bantuan untuknya. Inilah saatnya ia meminta bantuan. Demi Salva. Demi kesembuhan adik yang sangat disayanginya itu. Tak akan dibiarkannya bocah kecil itu meregang nyawa. Dan bila memang tubuhnya menjadi taruhan untuk mendapatkan lembaran rupiah, Elena pasrah.

Dengan gerakan ragu-ragu, Elena memencet nomer tujuan. Masuk. Bunyi tuth tuth menyahut. Jantungnya berdebar menunggu jawaban. Ia terkejut ketika suara di seberang menjawab.

“Hallo…” suara Om Davin menyahut.

Sejenak Elena terpaku. Bingung. Apa yang harus ia katakan? Meminta bantuan uang? Ah, pikirannya kacau. Tak tahu harus mengawali pembicaraan dengan kalimat apa. Pikirannya yang kacau membuat bibirnya tak bisa bicara, tatapannya kosong ke arah pesawat telepon di depannya.

“Hallo…” ulang suara di seberang.

“O Om Davin, aku Elena.” Akhirnya Elena angkat bicara meski terbata.

“Elena?” Om Davin terdengar girang. Masih jelas terekam di ingatannya wajah cantik seorang gadis yang ditemuinya di pinggir jalan. Gadis beberapa hari terakhir yang mengganggu pikirannya. Gadis yang membuatnya terlanjur tergiur oleh nafsu. “Ya ya, kenapa? Ada yang bisa saya bantu?” suaranya terdengar menggebu-gebu.

Elena menarik nafas. Mengumpulkan tekad. Seluruh kenangan pahit saat detik-detik terakhir di ujung nafas ayah, bunda dan Dava terekam di ingatannya, buncah memenuhi memori kepalanya. Membuat sesak dadanya. Tak bisa ditawar lagi. Kenangan pahit itu membuatnya benar-benar trauma mendalam. Ia benar-benar tak kunjung bisa berdamai dengan perasaan kehilangan.

“Tawaran Om kuterima,” tegas Elena buru-buru setelah puas merasakan trauma mendalam akan kehilangan orang-orang yang dikasihi.

Om Davin tersenyum senang. Lalu terdengar tawa mengguntur. “Tunggu tunggu… Tawaran yang mana?”

Elena menelan. Terdiam sejenak. “Om cuma ngasih satu tawaran kan? Lalu…” Suara Elena terputus. Tawaran yang mana? Pertanyaan itu melilit otaknya. Tawaran uang. Haruskah itu yang ia jawab? Biarlah. Biarlah ia terlihat berharap. Karena memang kenyataannya begitu.

“Lalu kenapa bertanya tawaran yang mana lagi?” lirih Elena melanjutkan kalimat yang terputus.

“Dengan senang hati. Jadi, kamu butuh dana berapa? Biar saya cek berapa saldo di rekening. Atau… kirim saja nomer rekeningmu, biar saya kirim uang mukanya.”

“Gue nggak punya rekening. Gue butuh uang cepat. Siapin aja uang yang banyak.”

“Banyak itu berapa, baby?” suara Om Davin mulai mendesis. “Apakah lima juta? Sepuluh puluh juta? Lima belas juta? Atau bahkan tiga puluh juta? Berapa?”

Mata Elena terbelalak. Om Davin menyebut angka tiga puluh juta? Itu banyak sekali. Artinya ia punya kesempatan untuk meminta uang dalam jumlah besar pada Om Davin. Elena tak bisa membayangkan berapa lama ia akan menghitung uang sebanyak itu. Mungkin jari-jarinya akan keram.

To be continued

Author Note : Nggak bosen aku katakan ini, jangan lupa baca karyaku berjudul PCARKU DOSEN, kalian bakalan ketawa ngakak, baper, dan menemukan banyak pengalaman di sana. Itu cerita yang paling kuandalkan dan menguras energy banget.

So, jangan sampe ketinggalan baca.

Jangan lupa klik tombol like

Love,

Emma Shu

1
NFC
ya Allah.. 😭😭
Nur Syamsi
caranya, jgn temui dia dan stop komunikasi....dg Dinda ..
Nur Syamsi
sekuat"nya hati Wanita, maka tetap akan rapuh jga bila dapat masalah ..
Nur Syamsi
El jgn marah dulu tunggu penjelasan dr Revan....
Nur Syamsi
suka sama keluarga Tante Vira, Tdk memandang status.... Bijaksana dalam bertindak...
Nur Syamsi
waduh ada tantanganni buat El
Nur Syamsi
😭😭😭 Alhamdulillah masih ada orang kaya yg hatinya mulia
Nur Syamsi
hubungi yg ada di kartu nmanya Elena ....pasti yg kehilangan dompet merasa panik ....kayak yg kamu rasakan skrang
Nur Syamsi
bilang sja nti sy minjam, siapa tau ada orang baik ...yg bisa minjemin ...
Nur Syamsi
mmang Uda dirampok Krn dompetnya sdah tdk ada mungkin ATM lain yg mmang dipegang nyuk bik Nur
Nur Syamsi
mudah" an orang tua Revan
Kustri
jualan soto libur dl
Kustri
lha atm revan apa dibawa bik nur?
kan revan hampir dirampok crita'a
Kustri
ngomong" ikat pimggang revan apa adh dijual, klu blm jual aja Van, buat biaya oprasi hehee
Nur Syamsi
😭😭😭 kasian anak yatim piatu, dan mirisnya org kaya tetangganya Tdk Maw menolong 😭😭
Nur Syamsi
😭😭😭
Kustri
bahasa'a lbh sopan napa thor, bidan krudung ungu pasti lbh tua & sdh membantu lho
Yanni Santoso
g sanggup bacanya y Allah tega bbgt tetangga nya
Yanni Santoso
sesek banget baca part ini elena begitu berat beban hidupnya
Yeni Wahyu Widiasih
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!