NovelToon NovelToon
Little Tiger : Harga Sebuah Penolakan

Little Tiger : Harga Sebuah Penolakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Fantasi Wanita / Persaingan Mafia
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Kisah Shen Xiao Han dan Colly Shen adalah kelanjutan dari Luka dari Suami, Cinta dari Mafia, yang menyoroti perjalanan orang tua mereka, Holdes Shen dan Janetta Lee.

***

Shen Xiao Han dan Colly Shen, putra-putri Holdes Shen dan Janetta Lee, mewarisi dunia penuh kekuasaan dan bahaya dari orang tua mereka, Holdes dan Janetta.

Shen Xiao Han, alias Little Tiger, menjadi mafia termuda yang memimpin kelompok ayahnya yang sudah pensiun—keberanian dan kekejamannya melebihi siapa pun. Colly Shen, mahasiswi tangguh, terus menghadapi rintangan dengan keteguhan hati yang tak tergoyahkan.

Di dunia di mana kekuasaan, pengkhianatan, dan ancaman mengintai setiap langkah, apakah mereka akan bertahan atau terperangkap oleh bayangan keluarga mereka sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Keesokan harinya

Colly yang kembali ke kelas tertegun saat melihat seikat bunga tergeletak rapi di atas mejanya.

“Kenapa ada bunga di sini?” tanya Colly heran.

“Hei, Colly! Kakak kelas paling tampan yang memberikannya untukmu,” sahut salah satu teman sekelasnya dengan mata berbinar.

“Kakak kelas?” Colly mengernyit.

“Iya, namanya Jacky Yin. Aku melihat sendiri senyumannya—benar-benar menawan. Sepertinya dia menyukaimu dan sedang mengejarmu,” timpal teman yang lain, penuh antusias.

“Jangan bicara sembarangan. Tidak ada hal seperti itu. Kami tidak mungkin,” jawab Colly dingin.

“Tidak mungkin dari mana? Dia bahkan memberimu bunga! Kami saja berharap dia melirik kami, tapi kenyataannya dia hanya peduli padamu,” balas temannya dengan nada setengah iri.

“Kalau kalian suka bunganya, ambil saja,” kata Colly sambil menyerahkan bunga itu tanpa ragu.

“Terima kasih! Aku sangat menyukainya,” ujar temannya dengan senyum lebar.

Beberapa saat kemudian

Colly berjalan bersama sahabatnya, Neliz, menyusuri halaman kampus.

“Colly, lihat itu,” bisik Neliz sambil menunjuk ke arah bangku panjang di taman kampus. “Mahasiswa baru. Katanya dia sekelas dengan Jacky Yin.”

Di sana, seorang pria tampan berbaring santai di bangku panjang, matanya terpejam seolah tak peduli pada sekitar.

“Kenapa dia tidur di sana?” tanya Colly sekilas melirik.

“Sangat tampan, kan? Banyak yang mencoba mendekatinya,” lanjut Neliz. “Tapi berbeda dengan Jacky Yin yang ramah. Dia ini dingin dan sombong. Setiap ada mahasiswi mendekat, dia langsung menjauh.”

Colly mengalihkan pandangannya. “Biarkan saja. Ayo pergi.”

“Colly!”

Suara Jacky menyusul dari belakang.

Colly dan Neliz menoleh ke arah suara itu. Tanpa sadar, jarak mereka kini tidak jauh dari bangku panjang tempat seorang pria berbaring sambil memejamkan mata, seolah tak terusik oleh hiruk-pikuk kampus.

“Kakak kelas,” sapa Neliz gugup.

Jacky tersenyum tipis. Tatapannya hanya tertuju pada Colly.

“Colly, papaku sudah datang. Aku pergi dulu!” ucap Neliz cepat-cepat, mencari alasan, lalu beranjak meninggalkan mereka berdua.

Kini hanya Colly dan Jacky yang tersisa.

“Apakah kau suka bunganya?” tanya Jacky, berusaha terdengar santai.

“Dibandingkan bunga, aku lebih suka bermain dengan senjata tajam,” jawab Colly datar.

Jacky tertegun sejenak. “Colly, aku mengerti kau berbeda. Tapi kau tetap gadis remaja. Kau tidak boleh menyentuh senjata tajam.”

“Lain kali jangan memberiku bunga,” potong Colly dingin. “Aku tidak mau ada gosip di kampus.”

Jacky menghela napas kecil, lalu melangkah lebih dekat.

“Colly, apakah kau bersedia berkencan denganku?”

Ia mengulurkan tangannya.

“Berkencan?” Colly menyeringai tipis. “Usiaku baru dua puluh tahun. Aku tidak berminat. Jangan aneh-aneh.”

Ia berbalik dan melangkah pergi.

“Kenapa kau menolakku sebelum mempertimbangkannya?” ujar Jacky sambil mengikuti dari belakang. “Kita bisa berteman dulu.”

Tiba-tiba—

Sebuah bola terlempar keras ke arah bangku panjang tempat mahasiswa yang sejak tadi tertidur.

Dalam sekejap, pria itu membuka mata dan menangkap bola tersebut dengan satu tangan, tanpa bangkit dari posisinya.

Gerakannya cepat, presisi, dan tenang.

Colly refleks menoleh.

Pria itu duduk perlahan, menatap ke arah beberapa mahasiswa yang menghampirinya meminta bola.

Tatapannya dingin, tajam, dan entah kenapa membuat udara di sekitar terasa berat.

“Berisik,” ucapnya pelan, namun jelas.

“Micheal Lin selalu menjauh dari siapa pun,” ucap Jacky Yin pelan.

“Apa dia selalu menyendiri?” tanya Colly, pandangannya tak lepas dari pria yang masih memegang bola itu.

“Iya,” jawab Jacky, menatap ke arah Micheal dengan ekspresi sulit ditebak.

“Hei! Kembalikan bolanya, bocah!” teriak beberapa mahasiswa lain dari kejauhan.

Micheal mengangkat wajahnya. Tatapannya dingin dan tajam.

“Aku punya nama,” katanya pelan namun jelas. “Bukan hei. Dan aku bukan bocah.”

“Micheal Lin, kau anak baru di sini. Kita sekelas,” balas salah satu dari mereka. “Kalau masih ingin belajar di kampus ini, lebih baik jangan menyinggung kami.”

Micheal berdiri perlahan. Tubuhnya tegap, auranya langsung berubah menekan. Bola itu ia mainkan di telapak tangannya, naik-turun dengan santai.

“Bukankah kalian ingin bolanya?” tanyanya tenang.

“Iya! Kembalikan pada kami!” seru mereka serempak.

Sudut bibir Micheal terangkat tipis—bukan senyum, melainkan ejekan.

Detik berikutnya, ia melempar bola itu ke udara dengan sekuat tenaga.

Bola melesat tinggi, berputar cepat, lalu terbang jauh ke tengah halaman kampus.

“Cari sendiri,” ucap Micheal dingin.

Beberapa mahasiswa tertegun, sebagian langsung berlari mengejar bola itu sambil memaki.

Micheal mengambil tasnya, lalu beranjak pergi tanpa menoleh sedikit pun.

"Kenapa aneh sekali… Tenaganya juga tidak biasa. Dari lemparan bola tadi, dia sepertinya bukan sekadar mahasiswa, "batin Colly.

“Colly, kalau kau bertemu dengannya, lebih baik jaga jarak,” ujar Jacky dengan nada seolah peduli. “Sepertinya dia bukan orang baik.”

“Aku selalu menjaga jarak dengan siapa pun,” jawab Colly dingin sambil melangkah pergi. “Jadi tidak perlu mengingatkanku.”

Jacky tidak mengejar. Ia hanya berdiri di tempat, menatap punggung gadis itu yang semakin menjauh.

Senyum tipis terukir di bibirnya.

Bukan senyum hangat—melainkan senyum licik.

"Colly Shen… aku memang gagal membunuh ibumu, "batinnya.

"Tapi itu bukan berarti aku akan berhenti."

Ponsel Jacky bergetar di tangannya.

Sebuah pesan masuk.

“Tuan muda, ada yang melihat Holden Shen di Prancis.”

Tatapan Jacky mengeras.

“Ikuti dia,” perintahnya singkat.

.

1
Tiara Bella
wah penuh misteri ini propesor Zhou...
Tiara Bella
bagus ceritanya aku suka.....
Tiara Bella
bakalan pada kapok ini mah yg mengusik keluarga mafia satu ini.....
Tiara Bella
gk bisa berkata² aku....mafia dilawan
Bonny Liberty
situ emang orang tua ODGJ,👿
Maria Mariati
hellehhh udah ke tepi jurang ga jadi lahhh,balik lagi takutt ga bisa naik lagi,udah emosi sama authorr masa bikin mafia pekok main perempuan 🤣🤣🤣
Pikachu: 😅😅😅😅😅😅😅😅😅
total 1 replies
Tiara Bella
plot twist bngt aku suka.....diluar dugaan semua 😍💪
Tiara Bella
siapa yg dimaksud kakak....masa Jacky
Ayu lestari Ayu
sengaja baru baca ceritanya, nunggu episode banyak dulu baru baca,,, ceritanya GK kalah menarik dari yg season 1,,,😘
Bonny Liberty
kamu kira wanita itu apa😏merendahkan diri sendiri,spek Nyonyah besar aja bisa di duain, apa lagi bocil modal ngangkang doang 👿🤪🤭
Maria Mariati
kapokkkk ,baru nyesel kan telattttt 🤣🤣🤣
Mineaa
bravo mommy janetta........💪
Bonny Liberty
kaga usah di pikir,tar pala loe meledak ga kuat mikir perang elit...sok..sokkan nantangin👿👿👿🤪😏
Bonny Liberty
sudah kebayang kaga kalau harga dirimu sudah kaya penyedap rasa saset 😏🤪👿
Maria Mariati
masuk kandang singa semua 🤣🤣🤣
Inez Putri
menarik. br pertm q baca peran utama cwok,selingkuh. biasa akan bucin. apa lg dl mendptkannya,memperjuangkan menentang smua klan. apakah ada peran cwok utama yg akan muncul.
Maria Mariati
bocah ,singa di lawan,makan tuhh mangsamu janete,bodoh tuh anak,mana ada laki2 udah di bayar trus di nikahin,hehhhh bodoh
Bonny Liberty
badan sih kaga tapi ❤️‍🩹😏
Bonny Liberty
kaga perlu mengaum mba,cukup main cakar,sepi,tiba - tiba /Skull//Chuckle/
Bonny Liberty
kan ga kepikiran sampe situ,cuman mikir sampe dalam rok doang🤪 yang penting aku😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!