NovelToon NovelToon
PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Duda / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:9.6M
Nilai: 4.6
Nama Author: Nabila.id

Pernikahan Seorang Gadis Muda Berusia 19 Tahun dengan CEO Duda Kaya Raya

Berawal dari Rencana Pernikahan Kakakku dengan Seorang CEO dingin yang berstatus sebagai Duda

Namun Karena Kesalahan Yang di Lakukan Kakaku, Membuatku harus Menerima Jika aku Harus Menggantikan Posisi Kakakku menikah Dengan CEO berhati dingin tersebut.

Pembatalan Pernikahan Yang Dilakukan Oleh Kakakku Membuat Orangtuaku Sangat sedih Dan Terancam dalam Kebangkrutan.

Apakah Aku Bisa Melanjutkan Hidupku Dengan CEO berhati dingin Tersebut, Atakah Aku Akan Menyerah

Yuk Nantikan Kisahnya

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nabila.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Menahan Amarah

"Apa kah begitu Perilaku mu ketika tidak berada dekat dengan suamimu? Ucap Reza datar namun tetap dengan sorot mata tajam

"Maksut Mas Reza Soal Dokter Tama ?" Maryam mulai menyadari arah pembicaraan Reza terhadapnya.

"Menurutmu ?, atau ada yang lainya ?" Jawab Reza ketus dengan mata memicing

"Mas!, Istighfar dan jaga ucapan Mas Reza" sergah Maryam kemudian

"Menjaga Ucapan ?" Ucap Reza kemudian dengan mengerutkan dahi.

Maryam hanya diam memaku mendengarkan setiap penuturan Reza.

"Menjaga Ucapan ? " Ulang Reza lagi

"Bahkan dirimu saja tidak mampu menjaga perasaan Suamimu, Atau kau tidak pernah menganggap ku ?" Ucap Reza bernada sinis

"Ya , Dan aku ingin tau bagaimana seorang wanita muslimah menjaga kehormatan dirinya dan suaminya ? Apakah dengan Pergi bersama Laki-laki lain ? Mengundang Laki-laki lain ke rumahnya tanpa seizin suaminya ? , Itu kah ?" Ucap Reza lantang dengan pandangan mata tajam

"Cukup mas ! , Semua yang mas Reza katakan tidaklah benar" Ucap Maryam memberi penjelasan .

Maryam mencoba menguasai diri, dengan menarik nafas panjang, kemudian menghembuskan ya pelan.

"Ketika di supermarket ? Apa itu maksut mas Reza ? Apakah mas Reza menyuruh orang menata- mata i ku ? " Tanya Maryam dengan nada tenang namun seketika Sudut matanya berembun.

Menyadari hal itu Reza membulatkan matanya, pasalnya hal itu benar dia lakukan. Namun Reza urung untuk mengakuinya.

"Benarkah itu yang ingin mas tanyakan pada Maryam?" Ucap Maryam kemudian

Reza hanya bergeming dengan ucapan Maryam.

"Pagi tadi Maryam berbelanja di supermarket untuk keperluan malam ini, Maryam sudah meminta tolong Pak darman untuk menjemput Maryam setelah selesai"

"Setelah semua belanjaan Maryam dapatkan, Maryam segera menghubungi pak darman, Namun beberapa kali Maryam menghubungi pak darman tidak bisa terhubung" Ucap Maryam sembari menyeka bulir bening yang hampir lolos di pipi Mulusnya.

Setelah menjada beberapa saat ucapannya, Maryam melanjutkan

"Setela beberapa saat Maryam mencoba mencari kendaraan umum, namun tidak juga Maryam temukan, Mas Reza tentu lebih tau jika di sekitar sana sangat sulit untuk menemukan kendaraan umum" Ucap Maryam kemudian

"Dan mengenai pertemuan Maryam dengan dokter Tama itu merupakan sebuah ketidaksengajaan "

"Beliau menawarkan tumpangan pada Maryam, dan Maryam pun sudah menolaknya. Maryam Menerima hanya setelah beberapa saat menunggu angkutan umum tidak juga Maryam dapatkan. "

"Lalu untuk Undangan Dokter Tama malam ini, Maryam sungguh tidak mengetahui hal itu mas ! " Ucap Maryam dengan nada serak

"Maryam pun baru menyadari jika Abi mengundangnya, Baru tadi ketika dokter Tama datang"

Ucap Maryam dengan nada sedikit tinggi, karena sudah merasa jengah dengan Perlakuan Reza yang kembali Arogan

"Maaf sebelumnya mas, Bukan maksut Maryam lancang, Apakah yang mas Reza maksut Menjaga dan menghargai itu adalah seorang suami yang meninggalkan istri tanpa berpamitan, tanpa meninggalkan pesan, dan tanpa memberi kabar ?

Ucap Maryam bernada lantang dengan bulir bening yang sudah tidak mampu dia tahan lagi, yang seketika lolos begitu saja di sudut matanya.

"Begitu kah mas ?" Ucap Maryam dengan mata yang semakin berkaca-kaca karena derasnya Air mata yang membasahi pipi.

"Bahkan Maryam pun, Bisa saja berpikiran kotor tentang mas Reza"

"Namun hal itu Maryam urungkan mas, Maryam hanya ingin menjaga agar tidak timbul fitnah yang bersumber dari pikiran dan prasangka buruk Maryam " Ucap Maryam dengan suara semakin serak

Surat Al-Hujurat ayat 12, menggambarkan tentang bagaimana kita perlu menjauhkan ghibah dan berprasangka buruk.

Allah SWT berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka buruk (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka buruk itu dosa. Dan janganlah sebagian kalian mencari-cari keburukan orang dan menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudanya yang sudah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (Al-Hujurat: 12).

"Mas! " Ucap Maryam pelan, yang seketika membuyarkan lamunan Reza

"Tajamnya Belati mengenai diri masih dapat di obati. Begitu juga Tajamnya pisau yang mengenai diri, pun masih dapat di obati. Namun Jika tajamnya Lidah kemana Obat akan di cari" Ucap Maryam

Mendengar ucapan Maryam , Reza hanya diam tanpa memberikan tanggapan apapun, dengan penuturan yang di sampaikan oleh Maryam.

Sejenak tatapan keduanya beradu pandangan mata Reza yang tajam menusuk hingga ke relung hati, Juga Tatapan mata Maryam yang sembab dan berembun. Reza yang menyimpan sejuta tanya di kepalanya, dan Maryam yang merasa sangat jengah dengan sikap suaminya.

Reza berpikir tentang penjelasan Maryam sebelumnya, yang seketika membuat hatinya sedikit melunak.

Beberapa saat kemudian keduanya terdiam, dengan pandangan dan pikirannya masing-masing.

"Duduklah, Aku akan mengambilkan mu minum " Ucap Maryam seraya berlalu dari hadapan Reza"

Ucap Maryam dengan menyeka Air matanya yang masih saja merembes dari sudut matanya, Maryam Segera keluar dari kamar.

Setelah Maryam pergi, Reza merasa sangat kesal dengan dirinya sendiri, Reza mendengus kesal dengan sikapnya

Rasa takut dan khawatir atas penghianatan mantan istrinya membuat Reza trauma, menjadi pribadi yang semakin arogan dan Mudah tersulut emosi.

Pertengkaran dengan mantan istrinya yang selalu saja membayangi Pikirannya, pertengkaran yang terus dan terus terjadi tanpa mencoba mencari solusi, hingga perceraian menjadi Pilihan.

Reza menghempaskan kasar bobot tubuhnya di sofa kamar, sejenak memejamkan mata dan menghirup nafas dalam.

Beberapa saat kemudian Maryam telah kembali, dengan Segelas Air putih dan Sepiring Nasi beserta beberapa lauknya.

Meski dengan Hati yang berkecamuk, namun Maryam tidak melupakan tugasnya sebagai seorang istri, Maryam tetap melayani suaminya dengan baik.

Bukan Maryam telah melupakan , namun Maryam hanya ingin Masalah yang terjadi tidak semakin berlarut.

Maryam segera meletakkan nampan tersebut diatas meja.

Menyadari kedatangan Maryam Reza segera bangkit dan membenarkan posisi duduknya.

"Maryam tau mas Reza belum makan sedari tadi, Jadi Sebaiknya Mas Reza makan terlebih dahulu" Ucap Maryam pelan dengan pandangan mata menunduk

"Maryam hanya tidak ingin mas Reza sakit" Tukas Maryam kemudian.

Bahkan sejenak Reza merasa heran dengan sikap Maryam yang masih baik kepadanya, "Secepat itu kah, dia melupakan pertengkaran yang baru saja terjadi" batin Reza

"Terima kasih " Ucap Reza datar

Setelahnya Maryam segera berlalu meninggalkan Reza untuk mengambil wudhu dan menunaikan sholat Isya.

Sholat yang sempat Maryam lewatkan saat acara tasyakuran.

"Mau sholat" Tanya Reza datar setelah Maryam keluar dari kamar mandi

"Ya" Jawab Maryam singkat.

Bersambung

Jangan lupa dukungannya untuk author ya 🥰🙏

Agar tetap semangat berkarya, dan memberikan persembahan terbaik

1
Rahmawati Amma
kayanya gagal itu
Rahmawati Amma
tuh reza di kasih lampu hijau tuh😅
Rahmawati Amma
si lia kasian🤣🤣🤣
Lina Ina
reza goyang dgn pujuk rayu tasha 😂😂
Lina Ina
bau2 pelakor sudah mari 🤣
amilia indriyanti
lebay....
Puspa Sella
MARYAM INI SDH KYAK MAU MATI BLNG GSK APA"
Mamah Dini11
gk tau ini selalu ada gangguan, apa sengaja thor lama karna agak bertele2 ni cerita, udh gereget lai lgi kan jdi jengkel
Mamah Dini11
kapan malpernya thir
Mamah Dini11
ayo reza jujur sm istrimu apapun itu
Mamah Dini11
gitu aja di tanyain maryam maryam reza kan duda pastikan lbh tau, polosnya kmu maryam
Mamah Dini11
blm apa apa udh ke tahuan , biar pikiran kmu tenang tuan reza pindahin maryam nya, kalau harus slalu datang di mata kuliah maryam bisa terbengkalai pekerjaanmu
Mamah Dini11
reza kalau kamu gak nyaman maryam kuliah di situ karna ada tama, me! mendingan pindahin maryam nya mau tdk mau kmu kan orang berkuasa, dn katakan pd istrimu apa yg di ucapkan tama pdmu biar jelas semuanya, mungkin dgn itu maryam juga akan mengerti
Mamah Dini11
bergidik apa merinding thor
Mamah Dini11
kok ada rasa bosan ya baca, adegan nya gitu gitu aja, maryam itu ngerti agama tpi gk ngerti ke mauan suami, mungkin kurang jelas ya nasehat uminya.
Puspa Sella: karena alur cerita nya gitu aja gak ada romantis nya
total 1 replies
Mamah Dini11
maryam kalau kau terus2an ingat pengalaman malper mu, pasti tdk akan ada ujung mlh keburukan reza yg kmu bayangkan, Udhlah mulai sekarang harus saling memaafkan dn saling memahami itu lbh baik, jgn ke jelekan suamimu yg slalu kmu ingat, kmu itu orang yg ngerti agama bkn.
Mamah Dini11
gugup terus kmu maryam, kapan tenang nya deket suami
Mamah Dini11
kenapa siiihhh slalu ada gangguan, ini art gk peka ya, kayak sengaja, lama lagi cairnya, cepat pulang aja reza bawa maryam gk aman di rumah mertuamu mh, orangnya gk pd ngerti 🤣🤣🤣
Mamah Dini11
tobatnya baru setengah nya kali si reza mh
Mamah Dini11
kurang suka ih si reza kok gitu banget katanya mau baikan karna telahbanyak nyakiti maryam tpiii mana bukti nya marah di duluin, si dok tama juga seperti sengaja menggoda maryam aduuhh ruwet ini mh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!