Menceritakan tentang seorang gadis bernama Rachelia Edward yang harus hidup dengan menyembunyikan identitasnya karena sebuah perselisihan yang dapat mengancam nyawanya.
Ketika ia berusia 19 tahun, terungkap fakta mengejutkan mengenai kematian orang tuanya. Dengan berbekal kemampuan IT yang ia miliki, Michel mulai menjalankan rencana balas dendamnya. Namun, di tengah rencana, Michel justru di pertemukan dengan Calvin Archer, pria yang berhasil mencuri hatinya, namun memiliki rahasia yang berhubungan dengan misi balas dendam Michel.
Lalu manakah yang akan di pilih Michel, cinta atau misi balas dendam?
Yuk baca cerita lengkapnya.
Sebelum baca jangan lupa subscribe/favorite, dan tinggalkan jejak like dan koment yah agar Authornya semangat 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UQies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35 Fakta Baru
Michel masih berdiri di tempatnya sambil menunduk, entah sejak kapan wajahnya mulai basah dengan air mata yang semakin gencar keluar dari matanya. Jauh di dalam lubuk hatinya, ia sangat bahagia melihat ayahnya yang ternyata masih hidup dan bahkan dalam keadaan sehat. Namun di saat yang sama pula, hatinya terasa sakit setelah mendengar cerita ayahnya, khususnya tentang kematian sang ibu. Jika bukan karena foto yang pernah ia lihat, mungkin saat ini ia sama sekali tidak mengingat wajah kedua orang tuanya.
Edward menunduk sembari menghapus air matanya. Sedih, sakit hati, dan murka bercampur dalam hatinya saat mengenang kematian sang istri tercinta.
Tatapannya ke Rachel kini berubah sendu, perlahan ia berjalan menghampiri putri yang selama 18 tahun ini ia cari, putri yang sangat ia cintai.
Michel menyadari Edward menghampirinya, perlahan ia mengangkat wajahnya dan menatap lekat wajah ayah kandungnya yang selama ini ia sangka telah meninggal.
"Boleh aku memelukmu?" ujar Edward, ia ingin meluapkan rasa rindu kepada sang putri yang selama ini telah menggerogoti hati dan pikirannya.
Michel tidak menjawab, namun ia melangkah mendekati Edward, lalu memeluknya terlebih dulu bersamaan dengan pecahnya tangisan keduanya. Edward tentu langsung membalas pelukan Rachel dengan penuh cinta.
Tubuh keduanya bergetar, meski tidak mengeluarkan suara, namun Michel tahu bahwa ayahnya kali ini sedang menangis tersedu-sedu. Tangan Michel terulur mengusap punggung ayahnya untuk memberikan sedikit ketenangan.
Cukup lama keduanya menumpahkan rasa rindu, kini Edward perlahan melepas pelukannya dan menatap lekat Rachel. "Kamu tumbuh dengan baik nak, ayah sangat bersyukur akan hal itu." Kata Edward dan di jawab anggukan oleh Michel dengan senyuman yang merekah di wajahnya.
Edward dan Michel kini duduk bersama di sebuah sofa sambil berbincang banyak hal.
"Ayah, apakah yang mengantarku kesini adalah kelompok mafia ayah?" tanya Michel dan Edward mengangguk.
"Red Sword?" tanyanya kembali.
Edward tersenyum dan kembali mengangguk, "sepertinya kemampuanmu sama seperti ibumu yang ahli dalam meretas," ujarnya.
"Benarkah?" tanya Michel dan lagi-lagi Edward mengangguk dengan senyuman.
Begitu banyak pertanyaan yang saat ini ingin Michel tanyakan, namun ia merasa belum saatnya ia tanyakan karena ia sendiri belum terbiasa dengan keadaannya saat ini.
"Darimana ayah mengetahui bahwa tadi Rachel dan pak Thomas sedang di kejar kelompok mafia Black Wolf? tanya Michel kemudian.
Edward tersenyum, "ayah punya akses CCTV di ruang kerja Thomas, jadi ayah mulai mengetahui kedatanganmu saat kamu menemui Thomas pagi tadi, dan saat itu juga ayah menyuruh anak buah ayah untuk memantaumu dari jarak jauh," terang Edward.
"Oh pantas saja, terima kasih ayah sudah menolong Rachel tadi," ucap Michel menunduk.
"Astaga anak ini sopan sekali, tentu saja itu sudah tugas seorang ayah untuk melindungi anaknya," kata Edward sambil tertawa kecil. Membuat Michel ikut tertawa bersamanya.
"Oh iya, apa saja yang kamu ketahui tentang Darold, nak?" tanya Edward.
"Semua tentang kecurangan Darold yang berkaitan tentang perusahaannya, ayah," jawab Michel.
"Darimana kamu mendapatkan semua itu nak?" tanya Edward kembali.
"Dari data yang tersimpan di dalam data center ayah, Rachel menghubungkan ponsel Rachel dengan data center DA Group waktu itu untuk mengunduh filenya," terang Michel.
"Apa kamu yakin sudah mengetahui semua tentang Darold maupun DA group?" selidik Edward.
Michel diam sejenak, seingatnya, setelah menghubungkan ponselnya dengan data center, Michel hanya fokus mencari kesalahan Darold, dan ia tidak pernah mencari tahu tentang apapun mengenai DA Group, karena ia merasa hanya memiliki masalah dengan Darold saja.
"Tidak ayah, Rachel hanya mencari tahu tentang Darold saja," jawabnya kemudian.
"Nak, saat kamu mendapat kesempatan untuk menggali sebuah informasi, maka manfaatkan kesempatan itu dengan baik, cari informasi sebanyak-banyaknya tentang apapun itu, karena bisa jadi informasi yang kamu anggap tidak penting saat itu justru bisa membantumu suatu saat nanti," nasihat Edward sambil mengusap rambut coklat Rachel dengan lembut.
Michel kembali tertegun, ia membenarkan apa yang dikatakan ayahnya. Kini ia menyadari kesalahannya, selama ini ia hanya fokus pada Darold dan Darold saja tanpa pernah mencurigai apapun di sekitarnya.
"Maaf ayah, Rachel sudah melakukan kesalahan," ucapnya menunduk.
"Tidak masalah nak, setidaknya kamu sudah menyadari semuanya, dan satu hal yang perlu kamu ingat Rachel, jangan mudah mempercayai orang disekitarmu, kamu saat ini sedang berhadapan dengan kelompok orang dari dunia bawah tanah, apa yang kamu lihat tenang dan biasa-biasa saja bisa jadi itu justru menyimpan banyak rahasia." Tukas Edward dan Rachel mengangguk paham.
"Apa ponselmu masih menyimpan hasil unduhan data center?"
"Iya ayah,"
"Nah sekarang, gali lah informasi yang kamu abaikan itu, ayah akan membantumu," ujar Edward sambil memberikan laptopnya kepada Rachel.
"Baik ayah."
Michel kini mulai memainkan jemarinya kembali di atas keyboard dengan lincah, Edward bahkan sangat kagum dengan kemampuan putrinya itu.
Tak menunggu lama, Michel berhenti di sebuah file rahasia tentang asal usul DA Group. Matanya membulat, dan mulutnya terbuka, ia tidak percaya dengan fakta baru yang ia lihat. Rupanya apa yang ia kira selama ini adalah keliru.
DA Group bukan di dirikan oleh Darold Archer, dan DA bukanlah singkatan dari Darold Archer melainkan Damon Arthur. Damon Arthur merupakan pendiri sekaligus CEO pertama dari DA Group, karena sebuah kesepakatan, Damon menyerahkan jabatan CEO kepada Darold Archer setelah melalui rapat dengan dewan direksi dan kini Damon memiliki posisi sebagai Chairman.
"Ayah, apakah ini salah satu dari yang ayah maksud tadi?" tanya Michel menoleh ke ayahnya dan Edward mengangguk.
"Apa ayah sudah mengetahuinya?"
"Iya, ibumu dulu berhasil membongkarnya, namun ia ketahuan oleh Damon, sehingga dia menargetkan ibumu untuk dibunuh bahkan juga kamu, karena Damon sadar, kecerdasan seorang ibu kemungkinan besar akan menuruni anaknya, dan itu benar terbukti," papar Edward.
"Siapa sebenarnya Damon Arthur ini ayah?" tanya Michel yang semakin penasaran.
"Itu yang masih ayah selidiki sampai sekarang, nak, yang jelas berhati-hatilah mulai saat ini, karena kehadiran Rachelia Edward pasti sudah tercium oleh Darold dan Damon.
-Bersambung-
Note: Chairman merupakan pemegang posisi teratas di dewan direksi atau dewan pengawas. Sedangkan CEO merupakan pemegang posisi teratas dalam struktur operasional perusahaan. Dalam menjalankan operasi, Chairman umumnya tidak hadir untuk operasi sehari-hari perusahaan. Sementara CEO umumnya terintegrasi ke dalam fungsi sehari-hari perusahaan.
Jarak tempuh indonesia ke washington dc itu setau saya sekitar 23jam. Apa iya, indonesia washington cuma 14jam ? hanya koreksi aja sih ..maaf ya 🙏