NovelToon NovelToon
Nikahi Aku, Pak

Nikahi Aku, Pak

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Ingin berbuat baik, Fiola Ningrum menggantikan sahabatnya membersihkan apartemen. Malah menjadi malam kelam dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Kesuciannya direnggut oleh Prabu Mahendra, pemilik apartemen. Masalah semakin rumit ketika ia dijemput paksa orang tua untuk dijodohkan, nyatanya Fiola sedang hamil.

“Uang yang akan kamu terima adalah bentuk tanggung jawab, jangan berharap yang lain.” == Prabu Mahendra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Aku Tidak Mau

Beberapa saat sebelum kedatangan Prabu dan rombongan.

Pintu kamar Ola terbuka, ayahnya berdiri di sana. Nampan yang di atasnya ada makan dan minum, masih utuh. Ola berbaring membelakangi pintu membuat geram ayahnya.

“Fiola,” hardik pria itu. “Apa susahnya turuti ayah. Cepat makan, sebentar lagi kamu harus bersiap. Hari ini kamu menikah dengan anaknya juragan Marta.”

Awalnya Ola cuek, tapi mendengar masalah pernikahan ia pun berbalik.

“Menikah?” tanyanya sambil beranjak duduk.

“Iya, kamu akan menikah hari ini. Ayah tidak mau ambil resiko kalau kamu kabur, malah bikin masalah.”

“Aku tidak mau menikah dengan pilihan ayah.”

“Terserah, semua sudah diatur. Kamu tinggal datang, duduk, diam lalu jadi istri orang kaya di kampung sebelah. Seharusnya kamu bersyukur dan terima kasih, karena Ayah sudah carikan jodoh terbaik untuk kamu. Nggak usah lagi kamu kerja jadi kacung, segala sekolah tinggi. Ujung-ujungnya perempuan harus berbakti sama suami.”

Kali ini Ola yang geram, kedua tangannya mengepal menahan amarah. Tidak bisa berkutik, tidak ada celah untuk melarikan diri atau minta pertolongan. Mengamuk dan memberontak hanya akan melukai dirinya, apalagi sedang hamil.

“Terbaik untuk siapa, aku merasa ada keuntungan dari pernikahan ini dan itu bukan demi aku.”

“Halah, tidak usah banyak cakap,” cetus Ayah Ola. “Rosma.” Kembali berteriak memanggil istrinya.

“Kenapa lagi?”

“Urus dia, pastikan dia siap. Secepatnya kita berangkat.”

Wanita bernama Rosma mencibir memandang Ola saat suaminya sudah menjauh. “Menyusahkan saja,”

Bik Encum dan seorang wanita masuk ke kamar, ternyata yang akan mendandani Ola.

“Neng Ola belum makan juga, ini mau di make up. Nanti pas acara malah pingsan,” seru Bik Encum khawatir.

“Aku tidak lapar dan tidak mau menikah. Nikahkan saja anakmu,” ujar Ola pada Rosma.

“Amel sudah menikah bulan lalu, kamu harusnya bersyukur karena juragan Marta lebih kaya dari keluarga suami Adel. Cepat dandani dan gantikan pakaiannya, mau nanti dia pingsan atau mati ya biarkan saja. Yang penting sudah sah jadi menantu si Marta.”

Rosma meninggalkan kamar dengan gaya angkuh. Kembali menutup pintu dan mengunci dari luar.

“Neng Ola, bibi bukan maksa, tapi ….”

“Bik, bantu aku kabur. Aku nggak terima perjodohan ini.”

“Jangan banyak drama atau kamu diseret lagi ke tempat acara.” Terdengar teriakan Rosma dari luar.

Ola pasrah, tidak ingin terjadi sesuatu dengan kandungannya. Berharap ada keajaiban, Prabu datang menolong dan mengacaukan perjodohan ini. Namun, harapan itu rasanya mustahil. Tidak ada yang tahu kampung halamannya termasuk Maya, ponsel pun tidak ada. Sulit untuk komunikasi.

Pantas saja kediaman orang tuanya tampak sepi dan biasa, padahal akan diselenggarakan pernikahan. Nyatanya pernikahan tersebut akan diadakan di Aula KUA. Dua mobil beriringan menuju lokasi. Mobil pertama membawa Ayah, Rosma dan Amel. Sedangkan mobil di belakang, ada Ola ditemani wanita yang mendandani untuk memastikan penampilan calon mempelai wanita tidak memalukan. Ada juga supir dan beberapa pria asing yang Ola lihat saat tiba di rumah. Entah siapa mereka.

Sempat menolak keluar dari mobil, Rosma turun tangan.

“Keluar sendiri atau aku minta mereka paksa kamu ke dalam!” ancam wanita itu.

“Aduh neng, jangan nangis nanti make upnya luntur.” Pandangan Ola sudah mengembun meratapi hidup. Ia merasa tidak adil, cobaan yang ia rasakan terlalu berat.

Sambil melangkah, ia merencanakan sesuatu untuk menggagalkan pernikahannya. Bisa saja gagal, tapi akan ada dampak. Keluarganya pasti marah, ayahnya mungkin akan menampar lagi seperti tadi pagi.

Namun, ia sudah bertekad kalau pernikahan itu tidak boleh terjadi. Hanya Prabu yang boleh menikahinya, mempertanggung jawabkan apa yang sudah diperbuat.

Mempelai pria sudah tiba, Ola bisa pastikan itu dari pakaiannya. Menggunakan jas dan celana hitam serta kemeja putih, lengkap dengan kalung ronce melati.

“Ini Fiola Ningrum, siap menjadi menantu Anda,” ujar Ayah pada Juragan Marta.

“Ayo, segera nikahkan kamu,” ujar mempelai pria menatap dan tersenyum smirk pada Ola.

Ola diarahkan untuk duduk di samping mempelai pria. Bahkan Rosma duduk di belakangnya, seperti bodyguard.

Penghulu sudah ikut bergabung, duduk berdampingan bersama ayah menanyakan syarat dan kesiapan ijab qabul.

“Pak Samin, sudah siap menikahkan?” tanya penghulu pada Ayah Ola.

“Oh, siap, Pak.”

Penghulu kemudian membacakan identitas kedua calon mempelai dan menyebutkan mas kawin yang disiapkan.

“Satu ekor kambing dan emas sepuluh gram.” Ola mengulang informasi yang dibicarakan.

“Iya, itu mahar yang aku siapkan.”

Ola menatap ayahnya yang duduk di hadapannya. Tidak percaya dengan mahar yang dia terima.

“Surat izin menikah dari istri kamu mana?” tanya penghulu.

“Oh, ini.”

“Istri?” Ola kembali bertanya.

Penghulu mengernyitkan dahi mendengar pertanyaan Ola. Mulai dari mahar lalu masalah istri.

“Kamu belum tahu?” Ola menggeleng tidak paham.

“Kamu akan jadi istri kedua, tidak usah khawatir aku akan adil. Banyak perempuan berharap berada di posisi kamu meski menjadi yang kedua.”

“tapi aku nggak,” sahut Ola.

“Fiola,” bentak Rosma.

“Fiola jangan bikin malu. Ayo pak, kita mulai,” usul Samin.

“Aku tidak mau menikah,” ujar Ola lagi.

Pak Penghulu berdecak lalu menghela nafas. “Ini sebenarnya gimana, mau menikah atau tidak?”

“Lanjutkan saja pak, dia setuju atau tidak pernikahan ini harus terjadi. Sudah kesepakatan kami berdua, bukan begitu Samin,” ungkap Marta.

“I-iya.”

“Kesepakatan apa? Aku yang akan menikah, tapi aku belum sepakat,” seru Ola sudah berdiri.

“Fiola, duduk kamu!” titah Rosma.

“Ibu kamu benar, sebaiknya kamu duduk dan terima saja. Ayahmu berhutang padaku dan pernikahan ini kesepakatan untuk menghapus hutang tersebut, kalau bukan anakku menginginkan kamu, mana mungkin aku membiarkan uangku lenyap begitu saja,” jelas Marta.

“Kalau kamu bukan peraw4n mana mungkin aku mau,” cetus anak Marta.

“Hutang,” ujar Ola dengan nada mengejek. “Ayah bilang demi kebaikan aku, nyatanya untuk kebaikan siapa?”

“Ck, kelamaan. Ayo kita mulai,” calon mempelai pria segera menjabat tangan Samin padahal Ola masih berdiri.

“Aku tidak mau menikah denganmu dan tidak bisa,” seru Ola.

“Hei, jangan lancang kamu!” teriak calon mempelai pria.

“Ayo, duduk,” bisik Rosma sambil menekan bahu Ola, tapi tangannya dihempas.

“Aku bilang aku tidak bisa menikah,” teriak Ola. “Aku akan menikah, tapi bukan dengan dia. Aku sedang hamil.”

“Fiola!”

1
Martha Bani Pertiwi
/Heart/
💗vanilla💗🎶
mampir ni thor 😊
Emiyati Farida
tokoh utamanya siapa sih ini?kok ceritanya lebih dominan maya gama dripada prabu ola
echa purin
👍🏻
Nanik Lestyawati
keren ceritanya
Sin-Sin Thong
alur ceritanya ringan tapi ga ngebosenin. thanks author
kagome
author iseng bener
gama ngamuk author ditimpuk
gam ni ada centong sayur klo mau timpuk author🤣🤣🤣🤣
kaaaaboooooor🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kagome
aq kok yo sakno karo gama ya thor. kisahnya tolong lanjutin thor🤭
Ratih Magani
gama.. hari2mu bakalan seru kl dkt maya
kagome
hari ini gajian berasa orang kaya besoknya duit abis. dunia nyata itu may🤣🤣🤣🤣
Eka Megawati
maya aku padamu😍😄🤭
Naufal hanifah
bagus ceritanya
Rochayati2025 Roh
bilang jujur aja opa sm suaminya
💕💕syety mousya Arofah 💕💕
asli ... in yg lincah autornya .. q yakin autornya persis Maya ✌️✌️✌️
💕💕syety mousya Arofah 💕💕: Slam kenal thor
total 2 replies
tanpa nama
Ya g gmn2
Org diajak ngadon trs 🤣
tanpa nama
Andai smw laki2 kyk gni
tanpa nama
Semakin km ksh kerjaan smkin dy bsar kpala.. Harusnya blg aja full
tanpa nama
Sumah mulutnya maya kyk knalpot brong 🤣🤣

Tp lucu😁😁
tanpa nama
Ah pantesan gama loyalitasnya tinggi bgt k prabu
tanpa nama
Wkwkk biasalahh.. Yg sono bnyk duit dan d bntu sm pngacara org kaya aja gt

Apalagi yg remahan peyek kyk kita2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!