NovelToon NovelToon
My Possessive Billionaire

My Possessive Billionaire

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Percintaan Konglomerat / Pernikahan Kilat / Pengganti / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

Menjadi pengantin tanpa mempelai, Syakil Agha Mahendra menelan pil pahit di hari pernikahannya. Sakit, malu dan bingung menjadi satu kala calon istrinya menghilang tanpa kata beberapa saat sebelum akad.

Sejak hari itu, Syakil memandang dunia begitu berbeda. Tidak ada kehangatan dalam dirinya, yang ada hanya kerja, kerja dan kerja. Sibuk meniti karir dan mengepakkan sayap di dunia bisnis hingga dirinya berhasil menjadi miliarder ternama di usia muda.

Tanpa terduga, takdir justru mempertemukannya dengan seorang gadis yang begitu mirip dengan kekasihnya. Pertemuan yang merupakan awal muculnya obsesi Syakil untuk mendapatkan kembali wanita itu.

"Lepaskan!! Aku bukan wanita yang kamu maksud!!" - Amara Nairy

"Sampai mati kau adalah milikku, jangan coba-coba pergi jika ingin hidupmu baik-baik saja." - Syakil Agha Mahendra.

-----
Follow ig : desh_puspita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35 - Kenapa Suamiku Berbeda?

Ruangan kerjanya begitu luas, sangat nyaman di tempat ini bahkan Amara sepertinya bisa tidur jika diminta menemani suaminya bekerja.

"Apa hidupnya dihabiskan cuma buat begini?"

Amara menggeleng pelan kala melihat apa yang Syakil hadapi kini. Laptopnya bahkan mati sendiri, beberapa catatan dan dokumen sepertinya belum selesai dia periksa. Ini harusnya jam istirahat, tapi Syakil benar-benar menghabiskanya untuk menyibukkan diri begini.

Amara merapikan meja Syakil yang sedikit tak beraturan itu. Karena tidak mungkin pria itu akan terus bekerja jika sudah selarut ini, bahkan menjelang pagi.

Tidak begitu sulit bagi Amara untuk merapikan meja Syakil. Beberapa bulan terjun ke dunia kerja dia bisa melakukan semuanya dengan waktu cepat.

"Ditungguin, dianya tidur."

Kesal sekali sebenarnya, akan tetapi melihat Syakil yang kini tertidur begitu lelap dia tiba-tiba tidak tega.

Amara sabar menunggu, dia tetap berdiam diri sementara. Menatap lekat Syakil tanpa sedetikpun dia mengalihkan pandangannya, Syakil yang diam begini sudah berhasil membuat Amara luluh.

Sempurna, Amara baru menyadari jika Syakil memang setampan pria impiannya. Wajah teduh Syakil membuat Amara tidak kuasa menahan gelora dalam dirinya.

Cup

Tanpa dia sadari, kecupan semanis itu sudah mendarat tepat di wajah suaminya. Selama ini hanya Syakil yang berinisiatif, kini tiba-tiba saja naluri Amara seakan turut bicara.

Dia rindu suaminya? Mana mungkin, baru juga beberapa jam Syakil tinggal pergi. Wanita itu bingung dengan diri sendiri pada akhirnya.

"Dia masih tidur kan?"

Amara memerhatikan kelopak mata Syakil yang kini masih terkatup. Jika sampai Syakil mengetahui apa yang dia lakukan jelas saja wanita itu malu.

Cukup lama dia menunggu, Amara bahkan menguap berkali-kali. Suaminya tidur persis mati suri, dibangunkan bukannya sadar justru semakin lelap, tidak lucu jika harus dibangunkan dengan cara disiram, pikirnya.

Rasa kantuk mulai menguasai Amara, hingga wanita itu tak sengaja tertidur dan hampir terhuyung namun tersadar kala jam pasir yang berada di ujung meja jatuh karena guncangan kecil akibat ulahnya.

"Raaa??!!"

Dengan mata yang masih merah, Syakil tersadar jika istrinya ada di sini. Wanita itu sudah menunduk memperhatikan apa yang terjadi, Syakil yang memang sejak dari dahulu selalu panik dengan hal sekecil apapun jelas saja refleks bangkit dan menarik Amara mendekat padanya.

"Kenapa di sini?"

"Aku cari kamu, katanya cepet tapi kenapa lama?"

Syakil mengerutkan dahi, dia merasa tidak begitu lama. Bahkan pekerjaannya baru saja dimulai, mana mungkin Amara sampai bosan menunggunya.

"Lama?"

"Iya," jawab Amara mengangguk pelan, Syakil bermimpi apa hingga hal begini saja sudah membuatnya linglung.

"Ini jam berapa memangnya?"

"Hampir jam dua pagi, kerjaan kamu memang selalu banyak begitu ya?"

Syakil hanya mengangguk, pria itu memijat pangkal hidungnya yang terasa berat. Terkejut di saat tidurnya masih begitu lelap ternyata cukup menyiksa, akan tetapi Syakil tidak mungkin bisa marah pada sang istri.

"Ayo tidur, kenapa kamu yang jadi begadang ... sudah lama nunggu?" tanya Syakil pelan, tidak sedikitpun dia memiliki rencana untuk meninggalkan Amara.

"Lumayan, kira-kira setengah jam."

Bukan tidak tega membangunkan, melainkan tidak bisa dibangunkan. Amara sudah mencoba membangunkan Syakil dengan cara normal, hanya saja memang pria itu tidak tertolong lagi jika sudahtertidur.

"Harusnya tidur sendiri sementara aku belum selesai, kamu kelelahan, Ra."

"Terus maksud kamu aku tidur sendiri gitu? Takutlah." Padahal Syakil bicara baik-baik, tapi dia tiba-tiba meninggi entah apa sebabnya.

Jika biasanya seorang suami akan cepat-cepat kembali demi bisa tidur berdua, kini Syakil justru memerintahkannya tidur lebih dulu sementara pria itu justru tertidur di ruang kerja, jelas saja dia marah.

"Hahahah bisa marah juga ternyata, aku pikir istriku selamanya akan lemah lembut terus jawabnya selalu iya sambil ngangguk," tutur Syakil seraya tertawa sumbang, melihat istrinya yang berbeda kali ini Syakil merasa ini benar-benar lucu.

"Bu-bukan marah ... aku cuma bingung kenapa kamu lebih milih tidur di sini daripada di sampingku," ucap Amara mendongak, menatap wajah Syakil yang tingginya begitu berbeda hingga membuat lehernya sedikit sakit.

"Ketiduran, bukan sengaja."

Tetap saja suaminya salah, kenapa Syakil begitu berbeda, pikir Amara. Beberapa minggu lalu Zia sempat mengingatkan pada Amara jika sikap Syakil takkan jauh berbeda dari Mikhail.

Gambaran tentang Mikhail yang selalu menempel pada sang istri bahkan tidur baru bisa terlelap ketika di samping Zia membuat Amara merasa gagal jadi wanita dan berpikir jika Syakil tidak begitu mencintainya.

"Tapi kan seharusnya kamu bisa ke kamar kalau sudah ngantuk," kesal Amara belum mau kalah, harusnya Syakil sadar jika sudah punya istri jangan dibiarkan sendiri.

"Semarah itu karena aku tidur di sini? Cuma sebentar ya, lagipula sendirian bukan bersama wanita lain," jelas Syakil yang sukses membuat amarah wanita itu kian menjalar ke ubun-ubun.

"Pembangkang, aku istri kamu."

"Masa dianggurin, gitu kan maksudnya, Amara?" sarkas Syakil yang berhasil membuat Amara bersemu merah, benar-benar tepat sasaran hingga membuat wanitanya kelimpungan mencari jawaban.

"Ck, terserah kamu lah."

Wanita itu berlalu setelah mati kutu di hadapan sang suami, kenapa dia jadi terlihat agresif begini? Wanita itu mendadak dibuat malu suaminya sendiri.

Pria itu hanya tertawa menatap punggung Amara yang kian menjauh, tidak pernah marah sekalinya marah itupun karena hal yang luar biasa sepele, sungguh istrinya luar biasa.

"Dasar wanita, mengakui hal itu saja susah ... kalau memang mau kenapa dia diam? Apa sesulit itu meminta? Sama suami sendiri malu, aneh." Nyatanya pikiran Syakil tidak jauh berbeda dari Mikhail, ada hal aneh sedikit saja sudah dia hubungkan ke arah hal yang iya-iya.

-Tbc-

Guys, maaf ya aku upnya belum bisa normal. Aku itu tipe penulis yang suka up, jadi biasanya sehari itu banyak. Terutama sejak nulis Ibra, aku juga nggak pengen di posisi kebingungan begini. Aku berusaha untuk tetap up normal dan banyak. Doain ya, semoga rezekinya Syakil juga bisa susul Abangnya😚❣️

Sehat-sehat kalian semua, insya Allah aku akan kembali jadi penulis yang doyan ngebut-ngebut buat up. Terima kasih dukungannya❣️

Rekomendasi novel keren karya teman author🤗

1
nobita
awal yang menarik thor
Siti Maulidah
ceritanya selalu menarik /Good//Good//Heart//Heart/
Ismu Srifah
bhahahaha babu mikhail
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
wihhhh temen berantem zean ma sean nih pasti nanti 🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
harus banget ya mereka. dateng😜🤣
Kai, kaisar 🗡️⚔️
,,🤣🤣🤣
Dewi Novita
judul cerita kendricks dan ganeta apa judulnya
Naja Naja nurdin
syakil maunya siang pertama ya
Naja Naja nurdin
syakil bibir mana nih yang ketemu
Arry Desember
aku pkir ganeta anaknya cakra darmawangsa huffff
Siti Nurhasanah
kok bisa Amara tidur kepalanya di pangkuan Syakil? gimana Syakil kendaliin persneling mobilnya?
Ela Anjani
egois sich menurutku si syakil.
dia selalu bertindak diluar nalar tanpa sadar kalau perbuatannya menyakiti pasangannya
Ela Anjani
sebenernya kasian sich sama Amara. dinikahi karena kenangan masa lalu syakil.
semoga tidak menjadi bencana dimasa depan saat Amara tahu alasan syakil menikahinya
Khairul Azam
lucu sekali si syakil ini memastikan perasaan katanya? hanya orang gila yg begitu
ShiShaFeA
gak ada hukumnya malam pertama itu harus malam ya, kan udh jelas datang bulan ya wajar aja sehabis itu kan
ShiShaFeA
saya mau nanya gimana bisa sambil nyetir, istri tidur di pangkuan, bukannya mobi2 skrg, di antara kursi pengemudi dan kursi penumpang di sebelahnya ada semacam jarak utk konsol tengah gitu ya? mobilnya apa sih?
ans-anl: mobil model lama kali
total 1 replies
Mari Anah
aku udh baca thor,,seru jg cerita y
Rahmi Mamimima
akhirnya mikhail bnr2 punya bayi prempuan kembar , g sia² dy program hamil anak kembar prempuan
Rahmi Mamimima
zidny dan laura ini kyknya mmg spesialis ibu2 mlahirkan 😂
sllu ada d manapun ada ibu2 mau mlahirkn
Rahmi Mamimima
🤣🤣 kok jadi ktularan zia , pas hamil kpgn paus bakar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!