NovelToon NovelToon
Ketika Hati Salah Memilih

Ketika Hati Salah Memilih

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Dunia Masa Depan
Popularitas:595
Nilai: 5
Nama Author: Fauzi rema

Andrew selalu percaya bahwa hidup adalah tentang tanggung jawab.
Sebagai pewaris perusahaan keluarga, ia memilih diam, bersifat logis, dan selalu mengalah,bahkan pada perasaannya sendiri.
sedangkan adiknya, Ares adalah kebalikannya.
Ares hidup lebih Bebas, bersinar, dan hidup di bawah sorotan dunia hiburan. Ia bisa mencintai dengan mudah, tertawa tanpa beban, dan memiliki seorang kekasih yang sempurna.
Sempurna… sampai Andrew menyadari satu hal yang tak seharusnya ia rasakan:
ia jatuh cinta pada wanita yang dicintai adiknya sendiri.
Di antara ikatan darah, loyalitas, dan perasaan yang tumbuh diam-diam, Andrew terjebak dalam pilihan paling kejam,
apa Andrew harus mengorbankan dirinya,
atau menghancurkan segalanya.
Ketika cinta datang di waktu yang salah,
siapa yang harus melepaskan lebih dulu?

Novel ini adalah lanjutan dari Novel berjudul "Istri simpananku, canduku" happy reading...semoga kalian menyukainya ✨️🫰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fauzi rema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Suara langkah kaki Ares terdengar semakin dekat, menggema di atas lantai marmer koridor yang sunyi. Setiap detaknya terasa seperti hitung mundur menuju sebuah ledakan.

​Andrew tidak bergerak mundur. Justru, ia mengambil satu langkah kecil lagi hingga jarak di antara mereka nyaris tak ada. Ia bisa merasakan hembusan napas Alana yang memburu, dan aroma parfum di tubuh gadis itu.

​Andrew mengulurkan tangannya, jemarinya yang panjang dan kokoh menyentuh sisi wajah Alana. Gerakannya sangat berani, sebuah pernyataan bisu yang menantang takdir. Ia membiarkan ibu jarinya mengusap sudut bibir Alana dengan sangat perlahan, menatap mata wanita itu dengan intensitas yang seolah berkata: jika dirinya juga mengaguminya.

​Alana terpaku, tubuhnya kaku namun jantungnya berkhianat dengan berdegup kencang. Ia melihat sisi lain dari Andrew, bukan CEO dingin yang berdiri di podium tadi, melainkan seorang pria yang sedang menahan badai di dalam dadanya.

​"Jaga diri kamu baik-baik, Alana," bisik Andrew, suaranya serak dan dalam. "Karena setelah pintu ini terbuka, saya kembali menjadi orang asing bagi kamu."

​Tepat saat bayangan Ares muncul di belokan koridor, Andrew menarik tangannya secepat kilat. Wajahnya bertransformasi dalam sekejap, terasa dingin, datar, dan tanpa ekspresi. Perubahan yang begitu drastis hingga membuat Alana merasa pening.

​"Alana! Kak!" Ares berlari menghampiri, wajahnya penuh kecemasan. "Ya ampun, Lan, kamu nggak apa-apa? Tadi Kak Alesya bilang Kiara numpahin wine ke gaunmu."

​Ares langsung merangkul bahu Alana, menariknya masuk ke dalam perlindungannya. Ia tidak menyadari bahwa jas yang tersampir di bahu Alana adalah milik kakaknya sendiri.

​"Nggak apa-apa, Res. Cuma gaunnya aja yang kotor," jawab Alana pelan, suaranya masih sedikit bergetar. Ia tidak berani menatap Andrew.

​Ares menoleh ke arah Andrew. "Makasih ya, Kak, udah bantuin Alana. Sori banget tadi aku nggak liat pas kiara bikin ulah."

​Andrew hanya memasukkan tangan ke saku celana, berdiri tegak dengan kemeja putihnya yang kini terlihat sangat kontras di bawah lampu lorong. "Nggak masalah. Jas itu bawa saja dulu, noda wine susah hilang kalau nggak segera ditangani."

​"Gue ganti nanti, Kak," ucap Ares tulus.

​"Nggak perlu," potong Andrew dingin. "Anggap saja itu pertolongan dariku sebagai Kakak."

​Andrew memberikan satu anggukan formal yang sangat kaku kepada mereka berdua, lalu berbalik dan berjalan pergi tanpa menoleh sedikit pun. Langkah kakinya terdengar tegas dan mantap, namun hanya dia yang tahu betapa berat setiap langkah itu.

​Ares menatap punggung kakaknya yang menjauh. "Kak Andrew emang kaku banget ya, Lan? Tapi aslinya dia baik kok. Dia emang selalu gitu, gaya 'tuan muda sempurna' yang membosankan."

​Alana hanya bisa terdiam di dalam rangkulan Ares. Ia merapatkan jas Andrew yang masih hangat ke tubuhnya. Aroma parfum Andrew yang kuat seolah-olah sedang memeluknya, menciptakan kontradiksi yang menyiksa di hatinya. Di depannya ada Ares yang tulus mencintainya, namun di dalam pikirannya, tatapan gelap Andrew barusan tidak mau pergi.

----

Hari-hari berlalu seperti barisan angka di laporan keuangan Andrew yang selalu rapi, dingin, dan terukur. Andrew menenggelamkan dirinya dalam pekerjaan dengan intensitas yang lebih gila dari biasanya. Ia datang ke kantor sebelum matahari terbit dan pulang saat seluruh lantai gedung sudah gelap.

​Bagi Andrew, kesibukan adalah satu-satunya cara untuk mematikan radar perasaannya.

​Namun, melupakan Alana ternyata tidak semudah menutup buku anggaran. Terutama karena Ares sedang berada di puncak fase "jatuh cinta setengah mati".

​Suatu sore di rumah keluarga Wijaksana, Andrew baru saja melangkah masuk sambil membawa tas kerja di tangannya, lalu ia langsung bisa mendengar suara tawa yang sangat ia kenal dari arah ruang tengah.

​"Ayo dong, Res! Jangan curang, itu lukisannya belum kering!"

​Langkah Andrew membeku di atas lantai marmer. Di sana, di dekat jendela besar yang menghadap ke taman, Ares dan Alana sedang duduk di atas permadani tebal. Ada kanvas kecil di antara mereka. Wajah Alana tampak bersinar terkena cahaya sore, dan ada noda cat biru di ujung hidungnya, pemandangan yang sama persis dengan foto candid yang pernah ditunjukkan Ares.

​"Eh, Kak Andrew! Baru balik?" Ares melambai dengan tangan yang penuh noda cat.

​Alana menoleh. Senyumnya mendadak kaku. Tatapan mereka bertemu hanya selama satu detik, detik yang terasa seperti sengatan listrik bagi Andrew, sebelum ia dengan cepat membuang muka.

​"Iya," jawab Andrew pendek tanpa menghentikan langkahnya. "Ada berkas yang harus gue selesaikan di ruang kerja. Tolong jangan berisik."

​"Kaku banget sih lo! Sini bentar, Alana bawa camilan enak nih," ajak Ares lagi.

​"Nggak usah. Makasih, Gue sibuk," balas Andrew dingin. Ia terus berjalan menaiki tangga tanpa menoleh lagi.

​Di dalam ruang kerjanya, Andrew menyandarkan punggung di balik pintu yang tertutup rapat. Jantungnya berdegup kencang, sebuah pengkhianatan dari tubuhnya sendiri yang selalu ia benci. Ia bisa mendengar suara tawa mereka lamat-lamat dari lantai bawah.

​Ia berjalan ke arah meja kerjanya, membuka laci paling bawah yang terkunci, dan melihat sebuah anting mutiara kecil yang tersimpan di saku jasnya malam pesta itu. Ia seharusnya mengembalikannya. Ia punya seribu kesempatan untuk memberikannya lewat Ares. Tapi ia menyimpannya. Seperti menyimpan sebuah dosa kecil yang ia nikmati sendiri.

​Seminggu kemudian, kejadian serupa terulang.

​Saat makan malam keluarga, Ares kembali membawa Alana. Andrew, yang biasanya duduk di kursi kepala meja mendampingi ayahnya, sengaja menelepon sekretarisnya untuk menjadwalkan "makan malam bisnis mendadak" hanya agar tidak perlu duduk berhadapan dengan Alana.

​"Kak Andrew mana, Mom?" tanya Ares saat melihat kursi kakaknya kosong.

​"Katanya ada janji sama klien dari Singapura, Res," jawab Mommy Revana sambil melirik piring Andrew yang kosong dengan tatapan curiga. Sebagai ibu, ia tahu Andrew tidak pernah melewatkan makan malam keluarga tanpa alasan yang sangat mendesak.

​Dari balik jendela mobilnya yang baru saja keluar dari gerbang rumah, Andrew melihat bayangan Alana berdiri di balkon lantai dua, tampak sedang mencari udara segar.

​Alana menatap mobil itu menjauh. Ia tahu Andrew menghindarinya. Ia tahu pria itu sedang membangun tembok yang sangat tinggi. Namun, semakin Andrew menghindar, semakin Alana merasa ada sesuatu yang belum selesai di antara mereka.

​Andrew menginjak gas lebih dalam, memacu mobilnya membelah kemacetan Jakarta. Ia pikir dengan menjauh, rasa itu akan hilang. Namun nyatanya, jarak hanya membuat bayangan Alana terasa semakin nyata di setiap sudut pikirannya.

...🌼...

...🌼...

...🌼...

...Bersambung......

1
Herman Lim
aduh Thor kog kasian bgt sih buat 2 sodara berdarah2 Krn 1 cew
Herman Lim
kyk bakalan perang sodara ne moga aja setelah ini Ares yg mau ngalah buat KK nya
muna aprilia
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!