Liam, adalah anak terbuang. dari kecil hingga dewasa, dia tidak pernah merasakan memiliki keluarga. bahkan di masa tua nya, dia belum pernah merasakan cinta.
Walaupun memiliki harta yang berlimpah, namun kekayaan itu terasa tidak berguna. hingga akhirnya dia meninggal, dan terlahir kembali.
dia terlahir kembali ke umur dua puluh tahun. namun yang aneh adalah, dia terlahir kembali, dan langsung di nikahi oleh seorang gadis cantik dan manis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Parhusib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
peluncuran eliksir
Setelah perjuangan dan perencanaan selama beberapa hari yang sibuk ini, Liam dan timnya telah berhasil melakukan banyak hal.
Hal tersebut meliputi:
- Membangun perusahaan farmasi.
- Merekrut tim dan orang-orang berbakat.
- Berhasil menciptakan eliksir vitae.
- Berhasil melakukan penelitian, tentang dampak, dan efektivitas obat.
Semuanya telah selesai, kini hanya tinggal peluncuran obat nya saja.
Liam berencana akan melakukan konferensi pers, mengundang beberapa wartawan media yang populer, dan memulai pemasaran eliksir vitae.
Karna ini adalah hari ketujuh. Besok, Liam akan memulai aksinya kembali, untuk menghancurkan bisnis keluarga Arison yang lainnya.
Disebuah gedung mewah, di kota Neo Tech City.
Suasana sudah tampak ramai, banyak tamu undangan yang sudah hadir. Para wartawan dengan kameranya, sedang bersiap-siap untuk menyiarkan berita besar.
Setelah semua tamu undangan sudah tampak hadir, Liam berdiri dari tempat duduknya, dan kemudian berjalan ke arah panggung.
Melihat ada seorang pemuda, dengan tempramen yang luar biasa, sedang berjalan ke arah panggung. Semua orang yang ada di ruangan, seketika menghentikan kegiatan nya, dan mengarahkan perhatian mereka ke arah panggung.
Dengan sorotan lampu yang menyoroti Liam di atas panggung. Di belakangnya, layar besar menampilkan logo Anggara yang futuristik.
Banyak orang yang tidak tahu logo apa itu, tapi banyak orang yang tau apa arti dari kata itu. Terutama, para kalangan elit di Neo Tech City. Karna, kata Anggara, adalah kata yang sudah lama hilang.
Yah, sudah dua puluh tahun, sejak keluarga Anggara hancur. Dan kini, nama itu muncul kembali. Banyak dari mereka yang masih bingung, apakah ini hanya kesamaan nama saja, atau memang keluarga yang dulu hancur itu, akan muncul kembali.
Semua para tamu undangan ini, tidak tahu ini konferensi pers tentang apa. Tapi, karna ada tiga sosok kuat yang memberikan undangan, maka mereka meluangkan waktu untuk menghadiri acara ini.
Tentu saja, ketiga sosok itu adalah, ketiga pemegang saham lainnya yang di percaya Liam, untuk menjadi pendukung kuat perusahaan barunya ini.
Diatas panggung, tanpa grogi sedikit pun, Liam memulai pidato nya.
Dengan senyum lebar Liam berbicara. "Selamat malam, Neo Tech City!. Malam ini adalah malam yang luar biasa bagi kita semua. Setelah bertahun-tahun penelitian dan kerja keras, saya dengan bangga mempersembahkan kepada Anda, Eliksir Vitae!."
Mengatakan bertahun-tahun, adalah untuk membuat seolah-olah, eliksir ini adalah, obat yang sudah diteliti dengan sepenuh hati, dan memakan banyak tenaga.
"Sebelum kita membahas tentang eliksir vitae, ijinkan saya untuk memperkenalkan diri," ucap Liam sembari merapikan dasinya.
"Mungkin banyak dari kalian para pebisnis lama, yang penasaran dengan nama Anggara. Benar, itu adalah keluarga Anggara yang hancur dua puluh tahun yang lalu," ucap Liam sambil tersenyum ke arah penonton.
Para tamu undangan, yang mengingat kisah itu juga terkejut, kemudian banyak bisik-bisik diskusi yang terdengar di kerumunan.
Melihat para tamu yang mulai ribut, Liam melanjutkan pidato nya.
"Nama saya adalah Liam Anggara, putra dari Mulan Anggara. Ketika masa kejayaan keluarga Anggara, ibu saya, Mulan Anggara. Menikah dengan pria dari keluarga besar Arison, yaitu Andes Arison. Pada saat keluarga Anggara hancur, keluarga Arison mengusir ibu saya, ketika saya masih dalam kandungannya," Liam berbicara, dan matanya mulai berkaca-kaca.
"Saya di besarkan oleh ibu saya, seorang diri. Dia telah bekerja di kasta terbawah, dari nyonya bangsawan, menjadi buruh pabrik biasa. Dia berharap, saya akan mengembalikan keluarga Anggara ke masa jayanya, sulit bukan?," ucapnya sambil tersenyum tipis.
"Melihat ibu saya, berjuang begitu keras untuk membesarkan saya, tanpa meminta bantuan sedikitpun pada keluarga Arison. Saya bertekad, bahwa saya akan merubah semuanya. Umur tiga belas tahun, saya mulai kerja serabutan untuk mencari uang. Disela-sela kerja itu, saya selalu ke perpustakaan, membaca banyak buku-buku saham. Entah kenapa, saya begitu tertarik dengan dunia saham ini," ucap Liam, mengarang cerita.
Memang benar, dia sudah kerja serabutan di usia 13 tahun. Tapi, dia tidak pernah belajar tentang saham.
"Di umur saya yang ke empat belas tahun, saya mulai bermain saham kecil-kecilan. Meski di awal banyak gagal nya, saya tidak menyerah, saya belajar sepenuh hati, hingga lima tahun berlalu. Dalam lima tahun ini, saya sudah cukup sukses di dunia saham. Dalam lima tahun itu, saya mengumpulkan sebanyak dua triliun rupiah.''
Perkataan itu, membuat semua tamu undangan yang hadir takjub dan tak percaya.
"Apakah tidak ada yang percaya?," ucap Liam sembari tertawa.
"Dari dua triliun itu, saya membeli villa Zenith residence nomor satu, dengan beberapa koneksi. Karna tujuan saya adalah untuk membangun kembali keluarga Anggara, saya tidak bisa hanya bermain saham saja, dan saya sudah memikirkan itu, sejak saya berusia 17 tahun, saat kekayaan saya baru beberapa ratus miliar. Jadi, tiga tahun yang lalu, saya sudah merencanakan tentang penelitian ini. Dengan merekrut para peneliti top, dan para profesor, saya sudah mulai meneliti eliksir vitae ini. Dalam waktu tiga tahun, perjuangan yang panjang dan melelahkan, kami berhasil menciptakan nya," ucap Liam bersemangat.
Kemudian layar menampilkan video singkat tentang proses penelitian yang rumit, dan pembuatan Eliksir Vitae, yang menekankan bahan-bahan alami lokal dan teknologi canggih yang digunakan.
"Eliksir Vitae bukan hanya sekadar suplemen. Ini adalah investasi untuk kesehatan dan kualitas hidup Anda. Dibuat dengan bahan-bahan terbaik dari bumi Nusantara, diproses dengan teknologi terkini, untuk memberikan vitalitas dan energi yang Anda butuhkan. Eliksir ini memiliki fungsi yang sangat banyak. Dan yang paling jelasnya adalah, menunda penuaan organ. Yang artinya, semua organ tubuh, akan menua lebih lama, yang artinya, harapan hidup akan lebih lama. Bukan itu saja, efeknya juga sangat jelas pada perawatan kulit. Kulit akan jauh lebih muda, setelah mengonsumsi obat ini hanya dalam waktu satu Minggu. Dan para peneliti kami juga telah menemukan bahwa, eliksir vitae, dapat menunda pertumbuhan sel kanker." Ucap Liam menjelaskan keunggulan produk.
Mendengar itu, semua orang takjub, terutama para kalangan atas dan orang tua yang hadir di tempat.
Orang kaya adalah orang yang paling takut mati, jika ada obat yang dapat memperpanjang waktu hidupnya. Mereka akan berusaha mendapatkan obat itu, berapapun harganya.
"Saya percaya bahwa kesehatan adalah hak setiap orang. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk menyediakan produk-produk berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau. Eliksir Vitae akan tersedia di apotek-apotek terkemuka di seluruh Neo Tech City mulai minggu depan. Karna persediaan produk yang masih sangat sedikit. Kami hanya bisa memasok setiap rumah sakit di Neo Tech City saja. Tapi kalian tidak perlu khawatir, karna dalam satu bulan, kami akan meningkatkan produktifitas berkali-kali lipat, supaya dapat memasok daerah-daerah lainnya. Target kami, paling lama tiga bulan, kami akan memasok eliksir vitae di seluruh Nusantara. Kecuali rumah sakit Arison, terimakasih." Liam membungkuk ke arah penonton dan para wartawan yang ada, lalu pergi menuruni panggung.
Setelah Liam turun, dia menyapa pak Wijaya u tuk menaiki panggung.
Pak Wijaya, adalah salah satu dari tiga investor eliksir vitae. Dia adalah sosok yang sangat berpengaruh di Neo Tech City.
Setelah tiba di atas panggung, dia mengucapkan beberapa salam kata.
"Sebagai investor awal eliksir vitae, saya sangat bangga dengan pencapaian ini. Liam adalah contoh anak muda Nusantara yang berani bermimpi dan mewujudkannya. Saya yakin perusahaan Anggara ini, akan menjadi kebanggaan kita semua, karna saya sudah menyaksikan keajaiban dari eliksir ini. Kalian semua, tak lama lagi, juga akan menyaksikan keajaiban dari eliksir ini." Ucap nya lalu kembali menuruni panggung.
Setelah sapaan dan pidato dari beberapa tamu lagi, acara pun tiba di akhir.
Dan untuk menutup acara, Liam kembali ke atas panggung. "Sebagai penutup acara, saya akan menerima beberapa pertanyaan dari para wartawan," ucap Liam, sembari mempersilahkan mereka mendekat.
Rina, wartawan, dari salah satu media di Neo Tech City mengangkat tangannya.
"Saudara Liam, selamat atas peluncuran Eliksir Vitae. Tapi, apakah anda sudah sangat yakin dengan kemampuan eliksir ini?."
"Terima kasih, Rina. Eliksir Vitae unik karena kami menggunakan bahan-bahan lokal yang telah teruji khasiatnya secara tradisional. Kami juga menggabungkannya dengan teknologi modern untuk memastikan kualitas dan efektivitasnya. Selain itu, kami sangat memperhatikan keberlanjutan lingkungan dalam setiap proses produksi. Lagipula, dalam satu Minggu setelah pemasaran, semua orang yang memakai, akan merasakan efeknya yang luar biasa. Dan saya bisa bertaruh, jika dalam satu Minggu, tidak ada efek apapun dalam penyembuhan. Maka saya akan mengganti uang kalian seratus kali lipat. Ingat ini, kalian bisa datangi saya, karna saya tidak pernah bersembunyi dari publik."
"Apa maksud anda dengan tidak pernah bersembunyi dari publik?," tanya wartawan lain.
"Ohh, itu karna istri saya sangat suka melakukan siaran langsung. Jika anda penasaran, anda bisa melihat nya, nama akunnya Yuna kalau tidak salah," balasnya sambil tersenyum.
Saat perbincangan humoris terjadi antara dia dan para wartawan. Seorang wartawan wanita, memberikan pertanyaan yang membuat semua orang terdiam.
"Saudara Liam, dalam perkataan anda, kesehatan adalah hak semua orang. Tapi, kenapa anda tidak mau memasok eliksir ini ke rumah sakit Arison?," pertanyaan yang membuat semua orang terdiam, tapi juga sangat menantikan jawaban Liam.
Bahkan para tamu yang belum bubar, juga menajamkan telinga mereka, ingin mendengar apa jawaban Liam.
Sambil tersenyum Liam menjawab, "pertanyaan yang kutunggu tunggu," gumam Liam dalam hati.
"Saya mengatakan bahwa kesehatan adalah hak semua orang. Tapi bagi saya, seorang pria, yang rela meninggalkan istrinya yang mengandung, terlantar lemah dan sebatang kara. Atau sebuah keluarga, yang mengusir menantu, karna keluarga menantu itu mengalami kehancuran. Bagi saya, mereka bukan manusia." Ucap Liam, senyumnya sudah berubah menjadi dingin.
"Apakah anda sangat membenci keluarga Arison?," tanya wartawan yang mulai ketakutan dengan ekspresi Liam.
Dengan senyumannya yang dingin, Liam berbicara.
"Membenci?, sekarang saya jelaskan, kenapa saya harus membenci keluarga Arison. Banyak keluarga yang penghasilannya, hanya sepuluh juta perbulan, tapi sanggup menafkahi banyak orang, dan bahkan ada dari mereka yang mengadopsi orang-orang terlantar karna kasihan. Bagi mereka, mengadopsi orang itu, hanya menambah beberapa piring makan saja, bagi mereka itu tidak terlalu sulit, karna mereka melakukannya dengan tulus. Tapi keluarga sebesar keluarga Arison, yang kekayaan nya sudah sangat besar. Tidak mampu menafkahi dua orang di dalam keluarga?, apakah mengurus ku dan ibuku, akan menghabiskan semua harta mereka?. Sepuluh juta perbulan, sudah bisa menghidupi dua orang dengan cukup mewah. Tapi, apa keluarga Arison bisa melakukannya?, bagi mereka, sepuluh juta itu, hanya sebutir beras, dari puluhan ton yang mereka miliki. Tapi mereka tidak bisa memberikan nya, saya sangat membenci keluarga itu."
"Jadi bagaimana tindakan anda selanjutnya tentang hubungan anda dengan keluarga Arison?," tanya wartawan lain.
Bagi Liam sekarang, setelah membuat beberapa skenario, tentang masa lalunya, dan betapa jeniusnya dia dalam menghasilkan uang. Dia sudah bisa melakukan konfrontasi langsung dengan keluarga Arison.
Karna, bagi orang-orang berpengaruh, potensi Liam, sudah dapat menyaingi kekuatan keluarga Arison. Jadi, jika Liam dapat menunjukkan beberapa kartu lagi, yang dapat melawan keluarga Arison. Maka orang-orang berpengaruh, akan lebih condong ke arahnya.
"Anda bilang tindakan mendatang?, saya sudah bertindak satu Minggu yang lalu. Kalian pasti tahu, berita tentang kehancuran enam kasino milik keluarga Arison, saya adalah dalang di balik layar. Hidup saya sekarang adalah, satu Minggu menghancurkan bisnis keluarga Arison, satu Minggu membangun bisnis saya. Sekarang sudah satu Minggu berlalu, kalian hanya perlu menyaksikan, tindakan ku satu Minggu kedepan," ucapnya sembari berjalan pergi, mengakhiri wawancara.
Semua orang yang mendengar itu, sangat terkejut, tak terkecuali siapapun.
Jadi, orang misterius yang selama ini, membuat keluarga Arison kacau adalah dia. Itu adalah gumaman semua orang.
Itu sudah menjadi kabar yang di ketahui orang-orang berpengaruh di Neo Tech City. Karna kehancuran ke enam kasino itu, sangat misterius. Hancur tanpa sebab, tanpa tau apa apa, itu adalah hal yang paling menakutkan. Karna mereka tidak tau bagai mana akan mencegahnya, karna mereka tidak tau apa penyebabnya.
"Keluarga Arison akan kacau balau," gumam semua orang.
Adegan berakhir dengan Liam yang dikelilingi oleh tamu undangan yang antusias, mencoba mendekat dan memberikan selamat. Mereka tahu bahwa Liam, sangat luar biasa. Musik meriah mengiringi suasana pesta yang sukses.