Yang Chen berjalan di jalan yang penuh dengan bahaya dan lautan darah. meski jalan yang ia lalui penuh dengan bahaya yang bisa sewaktu-waktu merenggut nyawanya namun ia tetap teguh menghadapinya. hal ini dilakukan untuk menjadi kuat demi melindungi apa yang berharga baginya.
" aku akan menghancurkan siapapun yang berani merenggut hal-hal yang berharga bagiku, bahkan dewa sekalipun tidak akan luput dari kemarahanku."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.O.B, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 27. Jian Mei
Tidak jauh dari Yang Chen, dua sosok yang bertarung dengan sengit itu adalah dua binatang roh.
Itu adalah ular hitam besi dan elang berkaki emas.
Kedua binatang roh berada di tahap mistik tingkat 5 yang membuat pertarungan seimbang.
Namun Yang Chen dibuat heran karena mereka terlihat sedikit berbeda dengan yang seharusnya.
Ular hitam besi memiliki petir yang terus menyelimuti tubuhnya sedangkan elang berkaki emas memiliki api yang terus menyala ditubuhnya.
Hal ini membuat ia heran karena seharusnya kedua binatang roh itu tidak memiliki unsur tersebut.
" Apakah mereka berdua mengalami mutasi akibat hidup di tempat seperti ini?" Tanya Yang Chen.
Terkadang binatang roh mengalami mutasi akibat hidup di tempat yang tidak semestinya.
Contohnya binatang roh yang hidup di darat jika terlalu lama berada dilautan atau didanau, mereka akan bermutasi dengan cara memunculkan lipatan kulit diantara jari-jari kakinya yang akan membantu mereka berenang. Hal ini membuat mereka bisa hidup layak di lautan ataupun danau.
Lingkungan ditempatnya saat ini terasa panas dan diatas langit petir terus bermunculan tanpa henti. Jadi kemungkinan karena situasi dan kondisi geografis disana yang menyebabkan para binatang roh bermutasi.
Pada awalnya Yang Chen tidak menyadari karena begitu ia sampai disana, ia langsung berhadapan dengan singa emas api yang membuat ia begitu sibuk mencari cara melawan singa emas api tanpa melihat situasi dan kondisi geografis disana.
Setelah lama bertarung, akhirnya pertempuran kedua binatang roh terhenti.
Itu bukan karena mereka tidak ingin lagi bertarung tapi karena mereka tidak bisa lagi bertarung.
Akibat pertarungan itu, keduanya terluka sangat parah hingga akhirnya mereka jatuh ke tanah dengan tak berdaya.
Ular hitam besi memiliki banyak luka cakar di perut hingga membuat isi perutnya keluar.
Sedangkan elang berkaki emas, kedua sayapnya patah dan ada bekas gigitan ular di lehernya yang terus mengeluarkan darah.
Sekarang keduanya terlihat sekarat dan hanya menunggu waktu saja mereka akan segera mati.
Melihat hal itu, Yang Chen berpikir kalau ini adalah kesempatan untuk mendapatkan batu roh keduanya.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Yang Chen segera melompat dan perlahan berjalan ke arah kedua binatang roh.
Ia terlihat berhati-hati dalam mendekati kedua binatang roh karena takut keduanya masih hidup dan akhirnya menyerangnya.
Setelah memastikan kalau keduanya telah mati, membuat Yang Chen merasa lega karena ia mendapatkan dua batu roh tahap mistik tanpa mengeluarkan tenaga.
Saat ia hendak akan mengambil batu roh dari kedua binatang itu, tiba-tiba terdengar suara yang menghentikannya.
" Berhenti!" Terdengar suara wanita di belakangnya.
Yang Chen berbalik dan melihat orang yang ia kenal, itu adalah Jian Mei, adik dari Jian Tian.
" Apakah nona Jian Mei ingin merampas batu roh yang aku dapatkan? Bukankah itu tindakan yang tidak pantas anda lakukan sebagai anak dari pemimpin akademi merebut harta dari murid akademi sendiri." Ucap Yang Chen menatap waspada pada Jian Mei.
Jian Mei sekarang berada di tahap mistik tingkat 2, sehingga jika ingin merebut batu roh itu, Yang Chen akan kesulitan menghadapinya.
Ia mungkin bisa menghindar dari serangan Jian Mei tapi untuk mengalahkannya ia sendiri masih ragu.
" Itu tidak benar, aku sudah datang sebelum kamu. Jadi jika kamu mengatakan batu roh itu milikmu karena kamu lebih dulu datang, maka seharusnya batu roh itu milikku karena aku datang sebelum kamu." Ucap Jian Mei.
" Bagaimana aku bisa percaya kalau kamu datang lebih dulu daripada aku?" Yang Chen tidak menyadari kehadiran Jian Mei disekitar, entah itu karena terlalu fokus pada pertarungan dua binatang roh atau memang Jian Mei berbohong, ia tidak tiba lebih dulu dari Yang Chen.
" Kamu tiba sekitar dua puluh menit lalu dari arah sana, bukankah begitu?" Tanya Jian Mei sambil menunjuk satu arah.
Arah yang ditunjuk oleh Jian Mei memang arah dari Yang Chen dan waktu kedatangannya juga sama dengan apa yang dikatakan Jian Mei, sehingga bisa dipastikan kalau Jian Mei berkata jujur.
Meski begitu Yang Chen sedikit merasa enggan merelakan dua batu roh dihadapannya.
" Aku hanya membutuhkan batu roh binatang roh ular hitam besi sehingga kamu bisa mendapatkan batu roh milik elang berkaki emas itu." Ucap Jian Mei.
Mendengar perkataan Jian Mei membuat Yang Chen terkejut, karena malah hanya memilih satu batu roh sedangkan ia bisa mengambil kedua batu roh itu.
" Batu roh binatang elang berkaki emas memiliki unsur api sehingga tidak cocok denganku yang berlatih dengan unsur es, sehingga aku tidak menginginkan batu roh elang berkaki emas itu." Ucap kembali Jian Mei.
" Benarkah, kalau begitu aku akan dengan senang hati mengambilnya." Dengan wajah senang, Yang Chen langsung pergi menuju ketubuh elang berkaki emas untuk mengambil inti batu rohnya.
Jian Mei juga mulai mengeluarkan batu roh dari tubuh ular hitam besi itu.
Setelah mendapatkan batu roh itu, keduanya langsung menyerap batu roh itu.
Dikarenakan pertarungan dua binatang roh yang kuat, kemungkinan besar binatang roh lainnya tidak akan mendekati area sekitar pertarungan sehingga mereka bisa tenang menyerap batu roh.
Di tempat lain, ada sebuah kelompok besar orang yang menaiki binatang roh terbang. Mereka tidak lain adalah kaisar lu Guang dan beserta prajuritnya.
Setelah mendengar kalau lubang hitam itu kemungkinan adalah makam kultivator tahap martial emperor, sehingga kaisar segera berangkat ke sana untuk memeriksanya.
Namun ada kelompok yang diajak oleh kaisar lu Guang yang jendral Guan ping sendiri tidak tahu siapa mereka.
Ada dua orang pria yang terlihat sangat kuat karena mengeluarkan aura yang bisa mengintimidasi orang seperti jendral Guan ping yang telah berada di tahap Saint master.
Ditambah ada tiga pemuda dan satu wanita yang masih sangat muda, tapi telah berada di tahap mistik. Bahkan satu pemuda dan satu wanita yang terlihat 13 atau 14 tahun tapi telah berada di tahap mistik tingkat 8.
Jelas hal ini membuat Guan ping tambah penasaran dengan latar belakang mereka.
Mereka dibawa oleh pangeran pertama dan putri keempat untuk menghadap kaisar, dan setelah bertemu mereka, kaisar terlihat sangat menghormati mereka.
Mereka tidak lain adalah kakek Wu dan Ye Ting Yun serta kelompok Yan Zong dan Yan Yi, orang yang bertemu dengan Yang Chen sebelumnya.