NovelToon NovelToon
Pesona Pria Satu Juta Dolar

Pesona Pria Satu Juta Dolar

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Janda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 5
Nama Author: Reni Juli

Orland Dmytry harus kehilangan semua yang dia miliki dalam satu malam akibat kebodohan yang dia lakukan.

Cristin Bailey mendapati suaminya sedang bercinta dengan wanita lain di malam pernikahannya dan juga harus mendengar jika suaminya menikahinya karena uang.

Rasa sakit hati dan putus asa membuatnya pergi di malam pernikahannya sampai akhirnya membawa Cristin ke stasiun dan di sanalah Cristin bertemu dengan Orland yang hendak bunuh diri karena putus asa.

Cristin menyelamatkan hidup Orland dan menawarkan uang satu juta dolar jika Orland bersedia melewatkan malam panas bersama dengannya.
Orland yang putus asa bersedia menerima tawaran Cristin dan menjadi gigolo untuk satu malam dan setelah itu mereka berpisah tapi beberapa tahun kemudian mereka bertemu kembali dalam keadaan yang berbeda.
Mampukah Orland mencairkan hati Cristin yang sekeras batu dan bisakah dia membantu Cristin terbebas dari suaminya yang ternyata tidak hanya menginginkan uangnya saja tapi juga menginginkan ginjalnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Beri Aku Kesempatan

Setelah hujan reda, mereka berdua mulai memperbaiki proposal. Cristin sudah sangat ingin proposal itu selesai karena dengan demikian tugasnya selesai. Orland memberitahu Cristin kekurangan yang ada di proposal itu dan tentunya Cristin tampak kesal karena banyak kekurangan yang terdapat di proposal itu.

Mereka sudah duduk selama berjam-jam, tapi tidak juga selesai. Cristin sudah tampak suntuk, tangannya juga terasa pegal. Siapa sebenarnya yang membuat proposal itu? Dia merasa proposal itu tidak akan selesai dalam waktu dekat. Apa bosnya sengaja?

"Berhenti sebentar!" Cristin bersandar di sofa sambil merenggangkan otot tangannya.

"Kenapa?" Orland mendekatinya.

"Tanganku sudah pegal!" ucap Cristin.

"Kemarilah, akan aku pijatkan," Orland meraih tangannya dan mulai memijat.

"Hei, jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan!"

"Ayolah, hanya memijatnya saja. Aku tidak mau tanganmu semakin sakit sampai kita kembali."

Cristin diam, membiarkan Orland memijat tangannya. Dia tidak akan terbuai dengan sikap yang diberikan oleh Orland saat ini karena dia sudah pernah merasakannya bahkan dia sudah melewatkan banyak hal dengan Johan tapi apa hasilnya? Baginya Orland dan Johan tidak jauh berbeda. Tapi tidak mereka saja, dia juga menganggap pria lainnya tidak jauh berbeda.

Orland sangat heran karena pandangan Cristin tidak berpaling darinya, dia bahkan melihat kanan dan kiri, seperti ragu apakah Cristin sedang memandanginya atau bukan.

"Hm, apa kau sudah mulai terpesona denganku sehingga kau memandangi aku seperti itu?" goda Orland.

"Se-Sembarangan!" Cristin memalingkan wajahnya yang memerah. Menyebalkan, untuk apa dia memandangi pria itu begitu lama?

"Aku tidak keberatan, Cristin," Orland mengangkat tangan Cristin dan mengecup punggung tangannya, "Aku tidak keberatan kau melihat aku seperti itu bahkan kau boleh memandangi aku untuk seumur hidupmu."

Cristin melotot dengan ekspresi galak. Orland tersenyum dan kembali mencium punggung tangan Cristin.

"Sekali lagi kau menciumnya aku akan memukulmu!" ancam Cristin.

"Wow, Nona. Jangan begitu galak. Semakin kau galak, semakin aku ingin menggodamu dan semakin aku menginginkan dirimu."

"Ja-Jangan asal bicara!" Cristin menarik tangannya dengan cepat.

"Aku tidak asal bicara, Cristin. Aku serius menginginkan dirimu," Orland menggeser duduknya, Cristin tidak bergeming bahkan ketika Orland mengusap wajahnya juga mengusap bibirnya yang sudah sangat lama pria itu inginkan.

"Bolehkah aku mencium bibirmu?" Orland sengaja bertanya. Dia tidak mau Cristin marah karena tindakannya.

"Tidak," Cristin membuang wajahnya.

"Boleh ya?" Orland masih membujuk.

"No!" Cristin juga masih menolak.

"Please," Orland tidak menyerah.

"Ck, jika kau mau cium, cium saja!" ucap Cristin kesal dan karena perkataannya itu, Orland tidak menyia-nyiakan kesempatan.

Teriakan Cristin terdengar karena Orland mendorongnya tiba-tiba sehingga dia berbaring di atas sofa. Mata Cristin melotot saat Orland menempelkan bibirnya yang dingin ke bibirnya.

"Aku tidak akan ragu!" ucap Orland dan setelah itu, Orland mencium bibir Cristin tanpa ragu. Cristin diam tapi tidak lama kemudian matanya tertutup, kedua tangannya juga sudah melingkar di leher Orland.

Ciuman yang Orland berikan tidak menuntut, tidak juga dipenuhi na*su tapi itu seperti ciuman manis bahkan ciuman yang mereka lakukan juga tidak lama. Cristin memalingkan wajahnya yang tersipu. Sial, sepertinya dia sudah terjebak oleh pesona pria itu.

Orland tersenyum dan mengusap wajahnya dengan lembut, sebuah ciuman penuh perasaan juga mendarat di pipi Cristin. Cristin enggan mengatakan apa pun, matanya bahkan melihat ke arah lain. Dia rasa dia akan semakin terbuai oleh pesona pria itu. Dia juga merasa pertahanan yang dia bangun sudah mulai retak dan tinggal menunggu keruntuhannya saja.

Orland berbaring di samping Cristin, dia juga memeluk Cristin hingga wanita itu berbaring dengan nyaman di dalam pelukannya. Ciumannya juga mendarat di pipi Cristin sesekali, mumpung Cristin tidak menolak jadi dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan. Mungkin karena hujan atau cuaca dingin membuat Cristin tidak menolak. Jika karena cuaca dingin maka dia sangat berharap musim dingin segera tiba agar mereka bisa selalu berpelukan seperti itu.

"Apa  kau tidak punya pacar, Orland?"  tanya Cristin.

"Hei, pertanyaan macam apa itu? Jika aku punya pacar maka aku tidak akan mendekatimu!"

"Bagaimana sebelumnya? Hm, maksudku sebelum kita saling mengenal," ucap Cristin lagi.

Orland belum menjawab, tangannya tidak henti mengusap lengan Cristin. Sebelumnya? Hng, dia hampir melupakan hal ini. Dia tahu yang dimaksud oleh Cristin adalah ketika dia belum ditipu oleh sang paman. Sesungguhnya dia enggan mengingatnya tapi karena Cristin sudah mengungkitnya maka dia tidak akan menyembunyikan apa pun.

"Kenapa kau diam?" Cristin meliriknya sejenak.

"Tidak, aku sedang mengingat."

"Oh, apa kau sedang mengingat berapa banyak pacarmu waktu itu?" sindir Cristin.

"Apa kau sedang cemburu, Cristin?" tanya Orland pula.

"Tidak!" jawab Cristin ketus.

"Benar kau tidak cemburu?" Orland semakin ingin tahu.

"Untuk apa aku cemburu? Kita tidak memiliki hubungan apa pun!"

"Jika begitu jadi pacarku, Cristin. Kau mau, bukan?"

Cristin diam, jadi pacar? Dia masih berstatus istri Johan, lalu bagaimana bisa dia menjalin hubungan dengan pria lain? Sebaiknya tidak karena dia tidak mau hal itu menjadi boomerang nantinya. Satu tindakan salah yang dia lakukan bisa digunakan oleh Johan untuk tidak menceraikan dirinya. Jika dia tidak mau hal itu terjadi, sebaiknya dia tidak mengambil langkah yang salah.

"Cristin?"

"Tidak, Orland!" tolak Cristin.

"Kenapa?" Orland jadi ingin tahu.

"Sudah aku katakan, bagiku cinta itu ilusi dan kalian sama saja. Aku sudah bersumpah untuk tidak jatuh cinta dengan siapa pun lagi, aku tidak mau terjebak dengan pria mana pun lagi. Saat ini aku sangat menikmati hidupku tanpa perlu memikirkan perasaan seorang pacar atau apa pun itu!"

"Apa kau tidak mau mempertimbangkan aku, Cristin?"

"No, lagi pula aku belum bercerai dengan Johan jadi aku tidak mau membuat scandal yang bisa mempersulit aku untuk berpisah dengannya!"

"Hei, bukankah itu bagus? Kalian bisa bercerai dengan mudah jika kau membuat sebuah scandal. Kalian sama-sama berselingkuh, bukankah pengadilan akan langsung memutuskan perceraian kalian?"

"Tidak, dia sudah berkata tidak mau menceraikan aku dan aku yakin, perceraian kami tidak akan mudah."

"Jika begitu aku akan membantumu, Cristin. Aku akan membantumu bercerai dengan Johan dan pada saat kau sudah berpisah dengannya, kau mau mempertimbangkan aku, bukan? Aku tidak masalah menunggu, walau belum tentu kau mau menerima aku tapi aku tidak keberatan asal kau memberikan aku kesempatan dan aku akan menunjukkan padamu jika aku tidak seperti yang kau kira. Aku juga akan menunjukkan padamu aku berbeda dengan suamimu, aku akan melakukan apa pun agar kau merubah pandanganmu tentang laki-laki terutama pandanganmu padaku sedangkan pria lain aku tidak peduli!"

"Sebaiknya tidak, Orland. Kau hanya akan membuang waktumu saja," ucap Cristin.

"Tidak, aku yakin usahaku tidak akan sia-sia asal kau mau memberi aku kesempatan!"

Orland kembali mengusap lengan Cristin, rambut Cristin bahkan disingkirkan dan setelah itu ciumannya mendarat di pipi Cristin.

"Beri aku satu kesempatan, Cristin. Aku akan menunjukkan padamu jika aku bersungguh-sungguh," bisiknya.

Cristin menghela napas, sesungguhnya dia enggan karena dia tidak mau dekat dengan pria mana pun lagi.

"Please, aku tahu kau bersedia memberikan aku kesempatan. Lagi pula seharusnya kau tidak perlu takut akan tergoda olehku jika kau menganggap semua pria sama saja dan seharusnya kau tidak perlu takut akan jatuh cinta padaku karena kau sudah menutup hatimu rapat."

Cristin meliriknya sejenak, apa yang dikatakan oleh Orland sangat benar. Seharusnya dia tidak perlu takut tapi pria yang sedang bersama dengannya saat ini? Dia takut terbuai oleh pesona pria itu sehingga membuatnya terperosok ke dalam pesona yang sulit dia tolak bahkan saat ini dia merasa jika dia sudah mulai terbuai oleh pesonanya.

"Cristin, just give me one chance," ucapnya seraya mencium pipi Cristin.

"Oke, fine! Tapi stop menciumku seperti ini!" ucap Cristin kesal.

"Oh, aku senang mendengarnya," Orland mendekapnya dengan erat bahkan kembali mencium pipinya beberapa kali.

"Orland! Sekali lagi akan aku cubit bibirmu!" ancam Cristin dengan tatapan galak.

"Ups, sorry. Aku terlalu senang," Orland tersenyum lebar.

"Ck, sebaiknya perbaiki proposal lagi," Cristin hendak beranjak tapi Orland tidak mau melepaskan pelukannya.

"Lupakan proposal aneh itu, aku ingin memelukmu lebih lama!"

"Selalu saja mencari kesempatan dalam kesempitan," gerutu Cristin.

"Yeah, inilah aku. Aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada terutama tentang dirimu."

Cristin tersenyum tipis. Hanya kali ini saja, yeah, hanya kali ini dia akan mengijinkan Orland memeluknya lebih lama dan tapi lain kali, dia tidak akan mengijinkan pria itu memeluknya seperti itu lagi.

Orland tersenyum lebar di belakangnya, akhirnya dia mendapatkan kesempatan. Cukup satu kesempatan saja dia pasti bisa mendapatkan hati Cristin dan tentunya dia akan membantu Cristin bercerai dari Johan. Tinggal menemukan keberadaan pria itu tapi sesungguhnya mereka tidak perlu mencari Johan jauh-jauh karena Johan sudah memutuskan kembali untuk memperbaiki hubungannya dengan Cristin.

1
Rita Wati
Bagaimana mau baik & lancar, niat awalnya aja udah jelek & jahat sekali.
Rita Wati
Lemparin aja pasangan ini ke kolam eyang buaya-nya kel. Smith
ɑղ𝕯ŕά🔆
wkwkwkwkw Ke PD an sekali andaa..🤣🤦‍♂️
Tari Elvia
bagus
ɑղ𝕯ŕά🔆
bajingannn bener nih orng...
Bungkusdong Dotcom
kayanya gak deh. vivian udh pensiun soalnya
Bungkusdong Dotcom
lha waktu minta formalin bilangnya buat apa?
Bungkusdong Dotcom
tapi kalau ortu cristin tau kisah awal pertemuan.... o ow
Bungkusdong Dotcom
kesel ya sama penasihat pernikahan. orang udh mau cerai malah suruh serumah. kalau salah satunya mati apa dia mau tanggung jawab? hukum yg aneh
Bungkusdong Dotcom
selingkuhan rasa istri
🍃❄️ WAHYUNINGTIYAS❄️🍃
q benci kata" ini🤣🤣🤣
🍃❄️ WAHYUNINGTIYAS❄️🍃
jual mahal ditinggal beneran ngaplo😅
ocha leony: yxenc ifn. xx. xx x. "" x fg. x xxx. gcx. xxx x. x xx
total 2 replies
Bunda
benar2 kejam
Bunda
mampir kak🙏🏻🙏🏻
Titin Luatiana
karyamu sll ad nyawa yang buat kita masuk kedalam ceritamu thour
Ika Mine Kalampung
Luar biasa
mrsdohkyungsoo
in your dream caitlyn/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
mrsdohkyungsoo
booooom💥💥💥💥💥🤯🤯🤯🤯🤯
mrsdohkyungsoo
yah yah gak berkah
mrsdohkyungsoo
semoga saja zion/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!