NovelToon NovelToon
Conquer Me

Conquer Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa / Bad Boy
Popularitas:151.8k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Deanada Kharisma, hampir 3 tahun menjalani kehidupan remaja diantara toxic circle. Memiliki teman yang toxic, menindas, bertindak sesukanya, dan melakukan diskriminasi.

Namun siapa sangka di balik itu, sebenarnya ia menyimpan rahasia bahkan dari teman-temannya sendiri, hingga Tuhan mempertemukannya dengan Rifaldi yang merupakan pemuda broken home sekaligus begundal sekolah dan naasnya adalah musuh bebuyutannya di sekolah.

Bagaimana Tuhan membolak-balikan perasaan keduanya disaat faktanya Dea adalah seorang korban victim blaming?

Conquer me ~》Taklukan aku....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14🩷 Shock therapy

Parsel buah itu di taruh di meja. Benar-benar diantara keduanya. Definisi, ada parsel buah diantara kita.

Dea sama sekali tak ingin menawarinya minum, justru Rifal disuguhi dengan wajah judes Dea. Dan lagi-lagi mama Sarah lah yang membawa minum, "suka es teh manis, kan? Atau suka teteh-teteh manis?" kelakarnya pada Rifal yang tersenyum meringis. Sungguh bukan Rifal, yang biasanya akan memasang tampang datar, kaku dan jutek.

Sementara Dea hanya menatap getir mama, "De, ini temen kelas bukan?"

Dea menggeleng, "Rifal, Tante. Sekelas sama Nara..." jawab Rifal, membuat wanita paruh baya yang masih cantik di usianya ini terkekeh dan ber-oh ria, "sampe repot-repot bawa buah tangan segala, makasih udah jenguk."

"Sama-sama tante."

Sepeninggal mama, kini keduanya diam, baik Dea atau Rifal sama-sama tak ada yang memulai obrolan.

"Udah kan? Pulang sana." Usir Dea menatapnya sengit. Gila kalau memang Dea tak mengusirnya. Namun setelah itu Dea memalingkan wajahnya, di sebelah gadis itu---oh rupanya sebelum kehadirannya gadis itu tengah membaca novel bersama bantal, Minion? Yang benar?!

"Gue ngga pernah liat Lo pake kacamata ke sekolah.."

Dea kembali meringis tak percaya, jika hal itu akan dibahas disini, "penting?"

Oke, Rifal diam...apa kata Rama dulu? Otaknya berpikir keras, oh!! "rejeki itu bukan cuma uang, atau barang tapi orang-orang baik. Termasuk orang yang besuk, apalagi bawa buah tangan. Jadi ngga boleh ditolak kehadirannya."

Serius?! Bahkan Dea sama sekali tak terlihat ingin mendengar ceramah.

"Lo lagi ceramah?" tanya Dea.

Mungkin jika MIPA 3 tau dan melihat, ia sudah habis ditertawakan. Nyatanya apa yang Rama ucapkan kenapa tak semudah itu ia praktekan.

"Rama yang bilang."

"Oh, si preman pasar?" tukas Dea yang langsung digelengi Rifal, "anak juragan daging."

Dengusan Dea terlihat begitu sumbang, tak suka bahkan Rifal mulai merasa jika sikap Dea ini sudah keterlaluan menganggap Rama itu-----

"Ngga suka ya? Kenapa? Dari dulu tuh, gue cuma pengen nanya, ada masalah apa antara geng Lo ini sama MIPA 3, perasaan ngga ada yang pernah ganggu kalian?"

Dan pertanyaan Rifal itu, Dea pun menyesalinya sebab ia tak bisa menjawab secara spesifik. Ia hanya-----mulai tertampar, kenapa??

"Ngga tau. Ngga suka aja, dia, kalian tuh....tengil, ngerasa paling hebat, kasar, terus---"

Rifal menyeringai, "iri?"

Tatap Dea langsung mengarah pada mata Rifal, ck! "Lo pulang deh."

Rifal justru menggeleng dan meraih gelas teh dan meneguknya, "lah, yang punya rumah aja udah kasih ijin sama jamuan kok. Ngapain pulang cepet-cepet...masih betah." jawabnya tengil dan menyenderkan punggungnya di sofa. Wajah kesal Dea itu malah terlihat lucu di mata Rifal.

Tak tau, ia justru semakin betah melihat Deanada Kharisma, "gue kesini sekalian mau lanjutin obrolan kemaren. Karena Lo malah...pulang." Rifal mengangguk mencari kata yang tepat agar tak menyinggung Dea.

Dea menekan kacamatanya membuat mata bulat itu semakin terbingkai sempurna dan gerakan selanjutnya bibirnya itu melengkung sebal, damageee! Rifal meneguk salivanya, gemas sekali!

"Gue mau minta maaf. Dan Lo belum jawab itu."

"GA." Tukasnya cepat dan ketus sembari melotot, "pulang."

Rifal justru semakin nyaman bersandar. Keduanya saling menatap, dimana Dea menatapnya tajam menukik, sementara Rifal, ia tersenyum tengil sembari sesekali meneguk es teh manis.

Namun dari luar suara Inggrid, Gibran terdengar memanggilnya lirih, "Dee! Are you home?"

Dan obrolan santai mereka terdengar renyah setelahnya namun mampu membuat Dea gelagapan, "gawat. Lo mesti balik...itu temen-temen gue, ngga boleh liat Lo disini!"

"De, yuhuuu!"

Dea bahkan sudah meraih kontak lensa yang buru-buru membukanya dan melepas kacamata, "Lo mesti buruan balik." Paniknya memakai kontak lensa, dan semua itu dilihat Rifal.

"Gue ngga akan balik sebelum Lo iya dulu, kalo masalah kemarin clear."

"Ck."

"De, Dea tidur ya?"

"Guys lewat depan ya!!!" teriak Dea.

"Fal, pergi!" perintah Dea berbisik menekankan, setelah berhasil memasang kontak lensa dan menaruh kacamatanya.

Namun Rifal terlihat bertahan, bahkan ketika Dea heboh menaruh parsel buah darinya.

"Oke...oke. Masalah di rumah sakit kita lupain aja. Lagian gue ngga mau inget-inget lagi hal begituan." Ucap Dea membuat Rifal tersenyum, tanpa sadar ia sudah menarik tangan Rifal mengingat ketiga temannya itu tengah membuka sepatu di depan.

Rifal digusur Dea ke arah dapur dimana ada pintu yang langsung menghubungkan ke arah carport. Rifal melihat tangan Dea yang memegang tangannya itu, "kenapa ngga ketemu aja sih, gue ngga takut mau dikeroyok mereka bertiga disini, cuma karena jenguk Lo."

Deee!

"Lo gila, ya...bukan cuma lo doang yang bakal dikeroyok, tapi gue juga." Dea sudah membukakan pintu dapur dan melongokan kepala, oke mereka sudah masuk ke dalam, "pergi..."

"Tapi tas gue masih di dalem." Ucap Rifal santai, ingin sekali Dea menggetok kepala Rifal dengan teflon, "damn Rifal." umpatnya menggemaskan sekali ketika panik dan marah begini membuat Rifal tak bisa menahan tawa kecilnya.

"Tasnya nanti gue yang taroin."

"Lah, gue besok sekolah gimana? Masa mau pake kresek?" Dan mata Rifal masih menatap Dea.

"Guys gue bikin minum ya!" teriak Dea lagi ke depan.

"Nanti gue anter ke rumah."

"Nomor Lo mana?" tanya Rifal, "nanti gue kasih alamat gue."

"Nanti gue minta Nara. Pulpen di dalem, susah. Lo sekarang pergi dulu." Dea mendorong Rifal keluar dari pintu, dan segera menutup pintu dapur.

Huffft! Dea menghela nafasnya.

Mama Sarah baru keluar dari kamar mandi, "ada Inggrid?"

Dea mengangguk, "Ma, nanti sama Inggrid jangan bahas Rifal ya." Senyum Dea lebar namun nyengir kuda.

"Kenapa?" untung saja mama hanya meringis saja saat Dea meraih 3 gelas untuk ia buat es teh manis.

"Sini biar mama aja." Mama mengambil alih, "udah minum obat belum?" mama bahkan menempelkan punggung tangannya di leher Dea, yang diangguki Dea.

"Alhamdulillah, jangan keterusan...mau ke Ciwidey. Mana dingin." Ucap mama diangguki Dea yang kemudian bergegas ke depan, wajahnya cukup khawatir dan tegang manakala melihat tas Rifal di samping sofa yang di duduki Gibran, dimana mereka asik mengobrol.

"De...gimana? Udah baikan?"

"Udah. Tapi masih ada sedikit demam sama pusing. Tenggorokan gue masih sakit." Dea duduk mencoba menyingkirkan tas Rifal dan menyembunyikan itu di tempat yang lebih tersembunyi, "ya ampun, mas Elok, tas dimana-mana..." lirihnya. Sementara Rifal sudah berhasil keluar dan pulang.

"De, tadi gue liat motor di depan rumah, motor siapa?" tanya Inggrid diangguki Gibran.

"Kurir paket lagi bukan, De? Padahal udah sempet ditegur RT kemaren kan?" tanya Gibran seiring dengan mama yang membawa es teh manis.

"Baru pada pulang ini tuh?"

"Iya Tante."

"Loh!" mama terlihat terkejut dan aneh, bukan Inggrid dan Gibran yang panik dan khawatir, melainkan Dea. Takut jika mama membahas Rifal.

Mama lantas melirik jam dinding, "kok baru pulang, ada ekskul?"

Dea sudah menghela nafasnya lemas.

"Iya, habis makan dulu di cafe baru, Tante..." jawab Willy.

"Iya loh, Tan...cafenya bagus. lagi ada promo grand opening, cocok buat arisan."

"De, keringetan gitu?" Gibran cukup peka melihatnya.

"Oh, efek obat demam." Jawab Dea.

.

.

.

.

1
dyah EkaPratiwi
wah sadis juga caranya bang rifal
Denok 82
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 mulut mu ian paling bener ngeri2 gemesss
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа
tenang wan kawan
Dea ikut kalian aman, Dea kalian tahan, kalian gk selamat.
itu ketua Genk cuma lagi tatrum aja, bukan Maslah Gedhe kog
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа
rifal pasti ini
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа
sabar ing🤣🤣🤣
bukan Kirana kalian di halangi Genk motor tapi karena dea
my
sok atuh yg mau adu jotos,, q cukup jd tim hore... om Fal q suka gayamu🙃😍
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа
tahan
jari nya di tahan, belum tau kenyataan nya kenapa Kirana memanfaatkan willy😁
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа: takutnya salah sangka lagi wkwkwkw
total 2 replies
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа
silahkan baku hantam

aku yg nonton sambil nyemilin kacang
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа
wanita kan perlu hal yg spesifik
perlu kayak pernyataan.
kamu kan belum secara tega bilang Dea aku suka sama kamu, mau nggak kamu jadi pacarku.
cuma Hts, moro² cium paksa, tiba² ngajak jalan², tanpa diminta jadi donatur...
jangan salahkan Dea ,klo Dea nganggep kalian bukan siapa²
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа: makanya katanya siapa itu tadi...
santai .. biasanya juga tidur wkwkwkw.
dasar kambing gunung
total 3 replies
Madja
aku mencium bau" rencana jail mu om 🤣🤣🤣
Salim S
ooh inget ada kejadian inilah di CDPPPS...nahan loh de..sekarang paham kan kalau rifal ngga pernah main main termasuk ucapan nya soal diam menyukai mu..haah orang kaku kaya refal ngungkapin perasaan ngga ada romantis romantis nya 🤭🤭🤭
novel destiny
ini nih kerjaan si kenzi ituu..
dari sini dea-rifal mulai landing 😁😁
༺NOoN∆༻
ih rifal tuh kadang gmn yak....devinisi gemas2 mengerikan 😅
A... L*cy bangtan 💜
next next
hiro_yoshi74
gebrakn orang bucin mah luar biasa 🤭🤣🤣🤣
novel destiny
obat tremor dong yaa martabak ama nasi goreng 🤣🤣🤣
Vike Kusumaningrum 💜
🥰🥰🥰 pertama g nih ? 🤣🤣🤣
hiro_yoshi74: q ke✌ dong kk
total 1 replies
Vike Kusumaningrum 💜
Kalau macem² kamu terancam Dee, makanya nurut aja, orang sayang ini. Om Fal tau keadaan kamu dan situasi pesta, Nurut jangan banyak debat, kan emang donatur yang bisa ngatur. udah nikmati aja, disayang om Fal g rugi Dee 🤭🤭
lestari saja💕
wuihhhh om fal bakal ngapain nihbuat gagalin dea
lestari saja💕
nn siapa sihhhh????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!