NovelToon NovelToon
My Dangerous Kenzo

My Dangerous Kenzo

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Playboy
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Dinan

Deskripsi — MY DANGEROUS KENZO
📚✨ Naya Putri Ramadhani selalu hidup di bawah aturan Mommy yang super strict. Serba rapi, serba disiplin… sampai napasnya terasa terkekang.
Tapi ketika study tour sekolah datang, Naya menemukan sedikit kebebasan… dan Kenzo Alexander Hartanto.
Kenzo, teman kakaknya, santai, dewasa, tapi juga hyper affectionate. Suka peluk, suka ngegodain, dan… bikin jantung Naya deg-degan tiap kali dekat.
Bagaimana Naya bisa bertahan antara Mommy yang strict, Pappi yang hangat, dan Kenzo yang selalu bikin dia salah tingkah? 💖
💌 Happy Reading! Jangan lupa LIKE ❤️ & SAVE 💾

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Dinan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 - My Dangerous Kenzo

...----------------...

...✨📚💌 HAPPY READING! 💌📚✨...

...Selamat datang di cerita ini, semoga kamu betah, nyaman, dan ketagihan baca 😆💫...

...Siapin hati ya… siapa tahu baper tanpa sadar 💖🥰...

...⚠️🚨 DISCLAIMER 🚨⚠️...

...Cerita ini fiksi yaa ✨...

...Kalau ada yang mirip, itu cuma kebetulan 😌...

...No plagiarism allowed ❌📝...

...----------------...

Reno tahu lebih dulu siapa Valerie.

Begitu Dion menyebut nama akun itu, wajah Reno langsung berubah.

@valeriedelune.

Bukan nama asing.

Reno pernah dengar.

Bahkan pernah lihat.

Anak pengusaha properti yang sering bikin masalah. Umurnya di atas mereka. Circle-nya anak-anak klub elit. Bukan tipe cewek yang sekadar iseng datang ke club.

Kalau Valerie muncul, biasanya ada tujuan.

Dan Reno tidak suka itu.

Sore itu di rumah.

Naya duduk di sofa ruang tengah dengan laptop terbuka, tapi pikirannya jelas tidak di situ. Ponselnya tergeletak di sampingnya. Sejak siang, tidak ada kabar dari Kenzo.

Reno keluar dari kamar dengan wajah tegang.

“Nay.”

Naya mendongak.

“Hm?”

“Lo tau siapa Valerie?”

Jantung Naya berdetak sedikit lebih cepat, tapi wajahnya tetap biasa.

“Siapa?”

“Cewek yang upload story itu.”

Naya menutup laptop pelan.

“Kenapa emangnya?”

Reno mendekat. Duduk di seberangnya.

“Dia bukan cewek sembarangan.”

“Semua cewek yang ke club bukan sembarangan, kak,” jawab Naya pelan, mencoba terdengar santai.

Reno menatap adiknya tajam.

“Gue serius.”

Naya menghela napas.

“Kenzo nggak mungkin macem-macem.”

“Lo yakin?”

“Iya.”

Jawaban itu cepat. Terlalu cepat.

Reno berdiri.

“Gue temuin dia.”

Naya langsung bangkit, meski dengan kaki masih digips.

“Jangan.”

Reno menoleh.

“Gue nggak suka liat lo diginiin.”

“Gue nggak diginiin,” Naya bersikeras.

“Dia nggak ngabarin gue bukan berarti dia selingkuh.”

Reno mengepalkan rahang.

“Nay, gue tau tipe cewek kayak Valerie.”

Naya berjalan mendekat, memegang lengan kakaknya.

“Kenzo bukan tipe cowok yang gampang goyah.”

“Dan kalau dia dipancing?” Reno menatapnya dalam.

Naya terdiam sepersekian detik.

Lalu menggeleng.

“Gue percaya sama dia.”

Itu bukan cuma pembelaan.

Itu harapan.

Reno menatap adiknya lama. Akhirnya ia menghela napas kasar.

“Kalau dia nyakitin lo—”

“Dia nggak akan,” potong Naya.

Tapi suaranya lebih pelan dari sebelumnya.

Malamnya.

Kamar Naya gelap kecuali lampu meja belajar.

Ia duduk bersandar di kasur dengan buku terbuka di pangkuannya. Berusaha membaca. Berusaha terlihat normal.

Tapi setiap lima menit, tangannya otomatis meraih ponsel.

Tidak ada notifikasi dari Kenzo.

“Ken…” bisiknya pelan.

Ia masih memilih berpikir positif.

Mungkin ada urusan keluarga.

Mungkin ada masalah bisnis orang tuanya.

Mungkin semalam bukan seperti yang terlihat.

Kenzo nggak pernah bohong.

Ia memejamkan mata sebentar.

Tiba-tiba—

Ponselnya berdering pelan.

Bukan dari Kenzo.

DM Instagram.

Username yang muncul membuat dadanya langsung menegang.

@valeriedelune

Jari Naya membeku beberapa detik sebelum akhirnya membuka notifikasi itu.

Pesan masuk.

Valerie:

Hi. You’re Naya, right?

Jantung Naya berdetak lebih keras.

Belum sempat ia membalas—

Satu video terkirim.

Naya ragu sepersekian detik.

Lalu membukanya.

Video itu lebih terang dari yang di highlight.

Masih suasana club. Lampu neon ungu kebiruan. Musik keras.

Dan kali ini—

Kenzo terlihat lebih jelas.

Ia duduk di sofa yang sama.

Valerie duduk di pangkuannya.

Bukan hanya dekat.

Tangannya melingkar di leher Kenzo. Wajahnya sangat dekat. Terlalu dekat.

Video itu diambil dari sudut samping.

Valerie terlihat tersenyum ke kamera.

Kenzo tidak tersenyum.

Tapi ia juga tidak langsung mendorong.

Beberapa detik.

Lalu video berhenti.

Naya merasa dunia seperti berhenti bersamaan.

Dadanya kosong.

DM berikutnya masuk.

Valerie:

He didn’t tell you he stayed with me last night?

Jari Naya mulai dingin.

Ia mengetik… menghapus… mengetik lagi… menghapus lagi.

Valerie:

He looks happier here. Don’t you think?

Air mata Naya akhirnya jatuh.

Bukan deras.

Tapi pelan.

Menusuk.

Ia menatap ulang video itu.

Memperhatikan detail kecil.

Wajah Kenzo terlihat tegang. Rahangnya kaku.

Tangannya… tidak memeluk Valerie.

Tapi juga tidak langsung menolak.

Itu yang paling menyakitkan.

Di luar kamar, Reno berjalan melewati pintu Naya yang setengah tertutup.

Ia mendengar suara notifikasi berkali-kali.

Dan entah kenapa—

Hatinya ikut tidak tenang.

Di dalam kamar, Naya menggenggam ponselnya erat.

Masih berusaha berpikir positif.

Masih mencoba percaya.

Tapi untuk pertama kalinya,

keyakinannya mulai retak.

Malam itu kamar Naya gelap.

Lampu utama mati. Cuma lampu meja belajar yang nyala redup. Laptop terbuka tapi nggak disentuh. Buku terbuka tapi nggak dibaca.

Yang dia tatap cuma satu.

Layar ponsel.

Chat dengan Kenzo.

Terakhir aktif: 6 jam lalu.

Centang dua.

Belum dibuka.

Naya menelan pelan.

“Lo sibuk banget ya sekarang…” bisiknya.

Dadanya nggak sesak. Belum. Tapi aneh. Kosong.

Getar kecil.

Instagram DM masuk.

Dari akun yang tadi siang ia lihat.

@valeriedelune

Naya diam beberapa detik sebelum membukanya.

Valerie:

Hi

Jantungnya berdetak lebih keras.

Naya mengetik. Menghapus. Mengetik lagi.

Dan kali ini Naya memberanikan diri membalas DM dari Valerie.

Naya:

Iya. Siapa?

Balasan cepat.

Valerie:

Kamu pacarnya Kenzo kan?

Naya menatap layar lebih lama.

Kenapa orang ini tau?

Naya:

Iya. Kenapa?

Tiga titik muncul. Menghilang. Muncul lagi.

Valerie:

Oh… pantes.

Pantes.

Satu kata itu bikin dada Naya nggak nyaman.

Naya:

Maksudnya?

Valerie kirim video.

Video berbeda dari yang tadi.

Sudut lebih dekat.

Kenzo duduk di sofa. Lampu redup. Musik keras. Valerie yang merekam, terdengar suaranya tertawa kecil.

Dan di frame berikutnya— Kenzo miring sedikit saat Valerie mendekatkan wajahnya.

Tidak terlihat jelas apa yang terjadi.

Tapi cukup.

Naya berhenti bernapas.

Valerie:

Dia nggak bilang ya ke kamu?

Tangan Naya mulai dingin.

Naya:

Bilang apa?

Balasan datang pelan. Seolah sengaja dibuat dramatis.

Valerie:

Kalau dia semalem sama aku.

Sunyi.

Kamar terasa makin kecil.

Naya berusaha tetap rasional.

Kenzo bukan tipe yang sembarangan. Kenzo nggak mungkin.

Tapi centang dua itu masih ada.

Belum dibuka.

Naya:

Dia ke club buat apa?

Balasan.

Valerie:

Ketemu aku.

Detik itu juga dada Naya terasa seperti dijepit sesuatu.

Ia tidak langsung menangis.

Justru itu yang membuatnya makin sakit.

Valerie:

Kamu lucu sih. Masih polos banget ya.

Naya membaca itu berulang kali.

Polos.

Seolah dia anak kecil yang nggak tau apa-apa.

Naya:

Kalau memang ada yang mau kamu bilang, langsung aja.

Balasan lama.

Sangat lama.

Lalu—

Foto.

Foto lama.

Kenzo. Lebih muda. Rambut sedikit lebih panjang. Tersenyum tipis.

Dan di sampingnya— Valerie. Dekat. Sangat dekat.

Bukan foto club.

Foto siang hari.

Natural.

Bukan momen random.

Momen yang terlihat… pernah ada sesuatu.

Valerie:

Kamu nggak tau ya siapa aku?

Naya mengetik. Tangannya gemetar.

Naya:

Mantan?

Typing…

Berhenti.

Typing lagi.

Valerie:

Pintar.

Satu kata itu seperti palu.

Naya menatap layar kosong.

Mantan.

Kenzo nggak pernah cerita.

Tidak pernah sekalipun.

Dadanya mulai panas.

Bukan cuma cemburu.

Tapi merasa dibodohi.

Kenapa nggak cerita?

Kenapa harus tau dari orang lain?

Kenapa harus sekarang?

Valerie:

Dia belum berubah ternyata. Masih suka nggak beresin masa lalu.

Naya membaca kalimat itu perlahan.

“Kenzo nggak gitu…” gumamnya pelan.

Tapi suaranya sendiri terdengar ragu.

Ponsel bergetar lagi.

Chat dari Kenzo.

Akhirnya.

Kenzo:

Sorry baru liat hp. Kamu udah tidur?

Air mata Naya hampir jatuh. Hampir.

Tapi ia tahan.

Ia melihat DM Valerie. Melihat chat Kenzo.

Dua dunia. Satu malam.

Naya mengetik ke Kenzo.

Menghapus.

Mengetik lagi.

Menghapus lagi.

Akhirnya ia cuma balas:

Belum.

Tiga titik muncul.

Lalu hilang.

Kenzo:

Besok aku jelasin ya.

Jelasin?

Jelasin apa?

Naya langsung membuka DM Valerie lagi.

Valerie sudah mengirim pesan terakhir:

Hati-hati ya. Kenzo nggak sesederhana yang kamu kira.

Dan Naya untuk pertama kalinya malam itu… merasa takut.

Bukan takut kehilangan.

Tapi takut ternyata dia tidak pernah benar-benar kenal Kenzo.

Dan di kamar lain.

Reno berjalan melewati kamar Naya. Pintu tertutup. Lampu masih menyala.

Ia berhenti sebentar.

Merasa ada yang aneh.

Tapi ia tidak masuk.

Belum.

...----------------...

...💥 Jangan lupa LIKE ❤️ & SAVE 💾 biar nggak ketinggalan update selanjutnya!...

...🙏💛 TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA! 💛🙏...

...Dukung karya lokal, gratis tapi berasa 🫶📖...

...Biar penulisnya senyum terus 😆✨...

...----------------...

1
Salsa aja
kpn up lg thor... nanggung tuhhh..
Dinaneka: jam 8 kak up lagi👍
total 1 replies
Salsa aja
dikit amat tulisannya per episode.. kepanjangan tuhhh awalan dan akhiran curcol penulisnya
Dinaneka: Makasih banyak masukannya kak 🤍
Ke depannya aku coba bikin isi ceritanya lebih panjang yaa.
Smoga kakak tetep betah baca MY DANGEROUS KENZO 💕🙏😍
total 1 replies
Salsa aja
bagus ceritanya.. inspiratif.. positif.. tp terlalu glamor menurutku hahaha.. dunia novel.. dunia mimpi.. tp bikin happy/Good/
Dinaneka: Ceritanya sengaja di buat dreamy💖 xii xii
Semoga tetep seru ya✨🙏 sesuai dreamy penulis nya😄 mimpiin sosok kenzo😍🙏🤭
total 2 replies
nanuna26
semangat kak
Dinaneka: makasih kakak🙏
total 1 replies
Martini .K
semsngatt yah💪
Martini .K: sama2
😊
total 3 replies
Riyanti Bee
Penulisan rapi enak dibaca, cerita menarik.
Dinaneka: makasih banyak kakak selalu setia sama my dangerous kenzo, thankyou banget.
total 2 replies
tamara is here
jangan lupa mampir yaa, kita saling dukung😍💪
Dinaneka: Makasih banyak kakaku🙏🙏
total 1 replies
tamara is here
Cerita yanh baguss
Dinaneka: makasih banyak kakak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!