21+ sesuai rate!
Menjadi partner di atas ranjang untuk Alberto selama setahun.
Membuat Nessa, wanita cantik yang sejak awal hanya membutuhkan imbalan setelah melayaninya.
Kini memiliki perasaan lebih dari hanya sekedar pemuas untuk Alberto, sang cassanova yang tidak mengenal cinta.
Apalagi Alberto adalah pria yang sudah memberikan tempat tinggal, dan menolongnya dari kekerasan yang di alaminya setahun lalu, saat Nessa masih menjadi kupu-kupu malam.
Akankah Nessa bisa mendapatkan cinta Alberto? Atau sebaliknya, mengingat lagi siapa Alberto.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali
"Lain kali saja, aku harus menemui klien penting hari ini," sambung Al, yang langsung meninggalkan ruang makan di mana masih ada sang mama dan juga papa.
"Apa papa yakin tidak tahu wanita yang bernama Nessa?" tanya mama Beca pada sang suami setelah kepergian Al.
"Ya ampun Ma, sudah papa katakan berapa kali papa tidak tahu," jawab papa Zack berbohong pada sang istri yang terus menanyakan wanita yang bernama Nessa, yang papa Zack tahu wanita tersebut adalah wanita yang ada di apartemen Al.
Tentu saja mama Beca terus bertanya wanita yang bernama Nessa, saat kemarin malam datang ke kamar Al, dirinya melihat beberapa panggilan masuk di ponsel Al yang tertinggal, dan di situ terlihat jelas yang menghubunginya bernama Nessa.
Padahal setahu mama Beca, Al mengatakan padanya akan menemui Nessa yang Al bilang sekretaris nya.
Namun mama Beca tidak percaya, jika Al menemui sekretaris nya yang bernama Nessa, tentu saja Nessa tidak akan menghubungi nomor Al kembali.
"Papa heran dari kemarin kamu begitu penasaran dengan wanita yang bernama Nessa,"
"Tentu saja mama penasaran, mama takut wanita itu akan menjadi pelakor dalam rumah tangga Al dan juga Nessa Pa,"
"Kenapa kamu berkata begitu,"
"Tentu, mama melihat sendiri wanita yang bernama Nessa kemarin malam terus menghubungi ponsel Al,"
"Tenang saja, wanita itu–" Papa Zack tidak jadi meneruskan ucapannya, dan hampir saja keceplosan.
"Wanita itu? Apa papa mengetahui wanita itu?" tanya mama Beca penasaran lalu memicingkan matanya menatap sang suami yang duduk di sisi sebelah kanannya.
"Kenapa kamu bertanya lagi, papa sudah berapa kali mengatakan padamu, papa tidak tahu. Sudahlah jangan di bahas lagi, papa banyak pekerjaan," ujar papa Zack beranjak dari duduknya lalu menuju ruang kerja miliknya, untuk memantau perusahaannya yang berada di luar negeri, saat papa Zack mengikuti sang istri untuk sementara waktu tinggal di negara tempatnya sekarang berada.
*
*
*
Hari ini Nessa kembali ke ibu kota setelah seminggu berada di kampung halamannya. Dan dirinya langsung menuju apartemen Al, dan sengaja tidak memberi tahu Al jika dirinya kembali, karena ingin memberikan kejutan.
Nessa yang sudah berada di unit apartemen Al, langsung merebahkan tubuhnya di kamar yang selama ini dirinya tempati, saat merasakan lelah yang luar biasa, karena mengalami jetlag di dalam pesawat, padahal biasanya Nessa tidak pernah mengalaminya.
Nessa mengelus perutnya yang masih rata. "Kamu nakal sayang, sudah membuat mama jetlag," ucap Nessa lalu mengukir senyum dari ke dua sudut bibirnya. "Dan sebentar lagi kamu akan bertemu dengan papa sayang," Nessa terus mengelus perutnya, lalu beranjak dari tidurnya saat ponsel miliknya tiba tiba berdering.
Dan dengan antusias Nessa meraih tas miliknya untuk mengambil ponsel yang berada di dalam tas. Berharap yang menghubunginya adalah Al.
Namun raut wajah kekecewaan terlihat jelas di wajah Nessa, saat sudah mengambil ponsel miliknya, dan menatap layar ponselnya, ternyata bukanlah Al yang menghubunginya melainkan Ado.
Nessa dengan enggan mengangkat ponselnya dan meletakkannya di telinga.
"Nes, apa kamu sudah sampai?" tanya Ado dari balik sambungan ponselnya.
"Iya aku sudah sampai," jawab Nessa dengan enggan.
"Syukurlah kalau begitu, aku merasa lega. Jangan lupa istirahat dan jangan langsung kerja, ingat dengan anak kamu yang masih berada di kandungan. Dan jagalah kesehatan kamu,"
Nessa menjauhkan ponselnya dari telinga setelah mendengar apa yang di katakan oleh Ado.
"Iya," sambung Nessa singkat lalu menutup sambungan ponselnya.
Padahal Nessa enggan mengangkat telepon dari Ado, jika bukan ingin menghargai Ado yang sudah baik padanya, selama dirinya di kampung, apa lagi Ado yang mengantar Nessa ke bandara pagi buta, saat angkutan umum belum beroperasi di pagi buta, dan Nessa dengan terpaksa mau di antar ke bandara oleh Ado, takut dirinya ketinggalan penerbangan.
Nessa yang ingin menaruh ponsel miliknya, mendengus kesal saat ponselnya kembali berdering, tentu saja Nessa mengabaikan nya saat dirinya yakin Ado lah yang menghubunginya kembali.
"Ya ampun," ucap Nessa kesal karena ponselnya tidak berhenti berdering, saat Nessa sudah mengabaikan beberapa kali penggilan.
Kemudian Nessa mengambil ponselnya, dan menautkan keningnya saat melihat layar ponselnya bukanlah Ado yang menghubunginya kembali, melainkan nomor baru.
Kemudian Nessa mengangkat sambungan ponselnya, berharap yang menghubunginya adalah salah satu tempat kerja di mana beberapa minggu lalu Nessa melamar pekerjaan.
"Halo, apa kamu Nessa?" tanya seorang wanita dari balik sambungan ponselnya.
Bersambung........................